Aku Dan Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 10 March 2016

Dia suka lihat film action, aku suka lihat film horror. Tapi saat fast and furious keluar, aku ikut nonton menemaninya. Dan banyak dari film horror yang sudah aku lihat, hasil dari downloadannya. Dia tidak pernah memaksaku menonton film kesukaannya sebagaimana aku tidak pernah memaksanya menonton film horror. Aku rasa dia dapat berteriak dengan sekencangnya ketika melihat Annabelle. Dia pun untungnya suka nonton, sebagaimana aku yang tak pernah melewatkan satu film dalam sehari.

Dia suka makan pedas, aku tidak. Akhirnya selalu membeli makanan apa pun dalam dua rasa. Pelan-pelan, aku mulai suka rasa pedas, dan dia pun mulai terbiasa mengurangi cabe dalam makanannya. Dia tidak suka aku memakai baju seksi, dan aku tidak suka dia ke mana-mana tanpa sisiran. Lalu karena dia menyayangiku, dia mulai menyisir rambutnya. Tidak harus memakai gel rambut, asal rapi. Dia selalu bilang aku berharga untuknya, jadi seharusnya yang berharga tidak diumbar ke mana-mana. Dan aku pun mengurangi berpakaian seksi.

Dia jago maen game. Meski belum pernah melihatnya langsung memainkan gamenya, aku rasa dia memang hebat, sehebat jumlah file game yang ada di laptopnya. Dia juga merawat game Pou-ku, memberinya makan dan sesekali memandikannya. Aku kadang geli melihatnya. Dia mudah tertidur, sementara aku justru terbiasa begadang. Kadang, aku tidur lebih awal dari biasanya atau dia yang ikut begadang menemaniku. Dia sering membeli kopi, dan setiap kali aku bertanya dengan jawaban yang sama, “Gak apa-apa, lagian aku gak bisa tidur.” kalau ngopi mana bisa tidur? Aku tahu dia hanya ingin menemaniku.

Kami pernah bertengkar. Sering. Dari awal kita menjalin hubungan, dia sering mengatakan bahwa tidak bisa menjamin hidup kami akan selalu bahagia. Dia yang sabar dan suka ngomel, aku yang tukang marah dan ngambek. Dia yang tertawa, aku yang bercerita lelucon. Dia yang memelukku, aku yang bermanja-manja. Saat aku marah, dia berusaha menjelaskan. Ketika marah aku lebih banyak diam, kalau saling ngotot, itu selalu memperburuk keadaan. Dia selalu mengalah, namun tetap mengomel. Omelannya lebih berisik dari omelan ibuku. Kadang justru membuatku tambah kesal. Tak apa. Aku menyayanginya. Setelah itu, biasanya dia akan meminta maaf. Lalu kami kembali berbicara seperti biasa lagi. Jelas, kami sangat berbeda dari berbagai hal. Tetapi tidak harus salah satu mengikuti yang lainnya. Kami hanya harus berkompromi. Karena alasannya sesederhana kami saling mencintai. Jika cinta kami sama, kenapa harus meributkan semua yang beda?

Cerpen Karangan: Nikmatur Rizka
Facebook: Penempuh Rimba / Nikmatur Rizka

Cerpen Aku Dan Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


May

Oleh:
“Eh eh, Angga lagi di cafe nih!” Sila menunjukkan akun path di handphone-nya. “Ya terus? Bodo amat, aku sebel!” May berbicara dengan mulut manyun. “Gara-gara kemarin? Ya udah sih.

Meski Harus Terpisahkan Jarak

Oleh:
Namanya adalah Bayu, dia adalah seorang mahasiswa di salah satu kampus swasta di Banjarbaru. Bayu adalah anak yang baik walau tidak terlalu menonjol di bidang akademik namun dia bukan

Jalan Terbaik

Oleh:
Aku tersadar dari lamunanku ketika mobil melaju dengan cepat dan mencipratkan genangan air di pinggir jalan tepat di sampingku yang tengah berjalan, dan sontak membuatku kaget. “Aaaww.. Pak kalau

Karena Aku Masih Cinta

Oleh:
Kediri, 8 maret 2014 Pagi yang cukup dingin, kota Kediri bahkan belum sepenuhnya bangun, beberapa orang lebih memilih berbaring di ranjangnya yang hangat dibandingkan keluar. Tapi kereta-kereta ini seperti

Kisah Yang Terbalaskan

Oleh:
Rani adalah salah satu siswi SMP. Ia duduk di bangku SMP kelas VII A tanpa ia sadari ternyata ada salah satu teman sekelasnya yang mengaguminya. Hingga sampai suatu ketika

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *