Baca Juga Cerpen Lain’nya:

I’m Sorry I Love You

“Diaaaa, please stop, dengarkan aku bicara sebentar, aku mohon untuk kali ini sajaa, Anindya putri! Aku mohon untuk yang terakhir kalinya,” jeritku di pelataran parkir kampus bawah fakultas ekonomi, tak aku hiraukan tatapan...

Bunga Krisan Itu Untukmu

Sayup-sayup rona matahari berganti dengan siluet malam, kembali membuka ingatan pada kata, mata dan hati yang pernah terucap. Siluet malam menghantarkan rona lebih terang dari siang, lebih tenang dari hujan, lebih lembut...

Bidadari Tak Bersayap

‘Koridor itu, mempertemukan aku dengannya, sesosok bidadari cantik yang mungkin sengaja turun ke bumi’ Masih jelas ku ingat saat pertama kali kami bertemu. Di sebuah koridor gelap, dan masih sepi. Ia terduduk sendiri...

Tidak Pernah Terbayangkan

Hari-hari tetap seperti biasanya dan tidak ada yang berubah. Seperti biasa pagi-sore aku bekerja dan malamnya aku gunakan buat belajar di salah satu universitas yang ada di kota semarang. Aku bekerja di salah satu perusahan...

Lukisan Pengantar Cinta

Ku buka lembaran baru, ku ambil pensil dan mulai menorehkan garis demi garis, aku mulai melukis satu sosok yang berada lumayan jauh dariku, rupanya yang menawan membuatku cukup mudah menggambarkan sosoknya di kertas putih...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Aku dan Dirinya

  1. ica febrianti 30 September, 2013 at 2:26 pm | | Reply

    good

Leave a Reply