Aku, Kamu dan Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 8 July 2019

Aku dan kamu adalah sahabat sejak kita kecil. Kita sangat dekat dan selalu menghabiskan waktu bersama. Hingga kita beranjak remaja, kita mulai menyadari bahwa ada perasaan lebih dari sekedar sahabat.

… Kita saling jatuh cinta …

Kamu menyatakan cintamu padaku di taman dimana sebagai tempat sebuah ikatan dan janji terikrar. Tempat kami saling menghabiskan waktu bersama. Berbagi tawa dan tangis.

Sampai pada suatu saat bahwa kebersamaan itu pergi. Kamu dan keluargamu terpaksa harus pindah ke Barcelona. Aku tentu menangis benar-benar tidak ingin kehilangan kamu. Namun, kamu mengingatkan akan janji kita.

“Bertemu di tempat ini setiap hari sampai kita benar-benar tidak dapat bernafas lagi”

Separuh hatiku tenang tetapi separuhnya lagi menolak kenyataan pahit ini. Namun apa dayaku? Aku tidak bisa melawan takdirku sendiri.

… Jangan meninggalkanku …

Seperti mayat hidup inilah aku sekarang. Tidak ada lagi senyum di wajahku.

Jangan tanya apakah aku ke tempat itu setiap hari? Tentulah, hanya di sana aku merasa tenang. Akan selalu kuingat janji kita. Aku selalu berbaring di sana, menatap langit lalu melihat wajahmu tersenyum padaku membuatku kalut.

… Aku merindukanmu …

Satu tahun berlalu tidak ada yang berubah dalam hidupku dan kamu pun belum kembali. Aku tetap melakukan hal yang sama.

Tidak ada yang mau mendekatiku, tidak ada yang mau berteman denganku aku tak peduli. Tapi … ada satu lelaki yang membuatku jengah. Dia sok peduli padaku. Dia selalu mengikutiku juga mengajakku bicara. Dia juga selalu memaksa mengantarku pulang ke rumah dan berbicara dengan ayahku.

… Dia selalu ada untukku …

Dia tahu tentang aku dan kamu. Dia berubah, tidak lagi banyak bicara dan tatapannya padaku berubah.

Suatu saat kemudian kamu kembali. Tapi … aku tidak lagi menemukan kebahagiaan seperti dulu, saat aku melihat kedatanganmu setelah menunggu berjam-jam. Padahal aku menunggumu bertahun-tahun tapi rasa itu sudah tidak ada lagi.

… Dimana rindu yang dulu ada? …

Aku melihatmu. Perasaan itu tidak ada lagi aku tidak tahu. Bimbang, kenapa hatiku menolak keras kehadiranmu? Aku tidak tahu.

Pikiranku dipenuhi dia. Otakku teringat momen-momenku dan dia bukan malah momenku bersamamu.

Aku sadar aku tidak lagi memiliki perasaan padamu. Semuanya hilang karena dia. Dia ada di hatiku. Aku tidak bisa berbohong.

Maafkan aku, aku mencintainya, dia …

Cerpen Karangan: Tria Nur Ramadhani
Blog / Facebook: Fb: Tria Nur Ramadhani

Cerpen Aku, Kamu dan Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pespa

Oleh:
Di bawah langit gelap yang betabur banyak bintang berkilau, aku bermimpi jika kelak aku menjadi orang kaya, pasti banyak uang, ke sana ke mari naik turun mobil, “ah senangnya”

Together Forever

Oleh:
Kringgg.. alarm jam berbunyi menunjukkan waktu tepat jam 07.15, Huam.. aku pun mencoba membuka mata dengan beratnya “WHAT…, Aku sudah telat nih, Pasti gerbang sekolah sudah ditutup dan hari

Gara-gara Voli Turun ke Hati

Oleh:
Namaku Vila Lestari, saat ini usiaku 15 tahun. Aku duduk di bangku kelas satu SMA. Susan adalah sahabatku yang baru aku kenal ketika masuk SMA dan sekelas denganku. Susan

Mualaf

Oleh:
Keherananku seketika memuncak, tak kala truk yang kami tumpangi tak kunjung sampai. Waw,,,,,,,hatiku berteriak (auw…auw…g juga gini kok man). Sejauh ini kah lokasi penempatan kami, ya, kami berenam. Untungnya

You Is Mine

Oleh:
Dedaunan kering memenuhi halaman kelas 11B, membuat Indah yang sedari pagi sudah tiba di Sekolah harus bekerja keras menyapu halaman tersebut. “Rajin sedikit tak apalah, lagian ini tugas piketku”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *