Aku, Kamu dan Gengsi (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 31 July 2017

Gulungan ombak kian menepi. Pertanda matahari mulai meninggi. Meninggalkan malam-malam sepi dengan sejuta mimpi.
“rayyaa…” suara itu membuyarkan lamunanku. terlihat seorang lelaki berlari menghampiriku.
“kau datang? Aku tak percaya kau akan datang, rayya..” ucapnya surau dengan wajah berbinar
Terpancar kebahagian di raut wajahnya, kubalas senyuman manis darinya.
“aku pasti datang meski alam menghukumku, aku kan tetap di sini karena kuyakin kau kan kembali..” jawabku.
Tak ada lagi kata-kata yang terlontar dari bibirnya. Hanya pelukan yang mewakili semuanya. Semua kerinduan yang telah lama terpendam dalam api padam.

Kringgggg…
Suara itu sontak membuatku terkejut, segera kuraih alat menyebalkan itu. aku masih memikirkan kejadian yang baru saja kualami.. ribuan tanya menaungi pikiranku. Siapakah lelaki itu?
Tokk.. tokk..
“rayya apa kamu sudah bangun?” terdengar suara dari balik daun itu
“ya..” jawabku singkat
“kalau begitu cepatlah bersiap nanti kamu kesiangan.”
Tanpa berpikir panjang segera kulangkahkan kaki menuju kamar mandi. Hari ini adalah hari pertama ku masuk sekolah menengah pertama (SMP).

20 menit berkemas kini aku telah siap menantang hari baru. Dengan segala macam atribut Mos menumbuhkan api semangat dalam jiwa.
Namaku Assyifa Rayya biasa dipanggil rayya. Kurapikan lagi tas sekolah merah muda pemberian sahabatku dihari ulang tahunku yang ke 12.
“bun.. rayya berangkat..”
“iya hati-hati..”
Aku berjalan dengan langkah pasti. Aku tak perlu diantar karena jarak dari rumah ke sekolah cukup dekat hanya di luar komplek.

Langkahku pun terhenti tepat di depan gedung tinggi berwarna biru muda dengan poster bertuliskan “selamat datang dan selamat berjuang”. Poster itu sejenak membuatku tersenyum aku yakin ku kan taklukkan mimpi itu di sini.
Dari kejauhan terlihat segerombolan yang kutafsir adalah kakak kelas yang siap menatar kami hari ini. Ku memilih jalan aman yaitu lewat pintu samping sekolah.

“kepada seluruh peserta didik baru harap memasuki lapangan..” begitu arahan yang diberikan salah satu kakak kelas
Para peserta didik berbondong-bondong memasuki tempat itu. berbagai ekspresi tergambarkan di wajah mereka mulai dari cemas, senang, bahkan mungkin deg degan. Banyak dari mereka yang bertanya-tanya apa yang akan kakak kelas lakukan pada mereka.
Aku memilih berbaris di belakang gadis berkerudung bergo. Ia menoleh dan tersenyum kepadaku. “hai..” sapaku
Ia hanya tersenyum dan kembali melihat ke depan. Suasana hening menyelimuti kami. Bagai uji nyali, hening mencekam. Upacara pembukaan dimulai seluruh siswa mengikuti dengan hikmat.

Setelah upacara selesai peserta didik dibagi kedalam beberapa kelompok. Mereka berjalan menuju kelompok masing-masing. “halo semuanya.. apa kabar? Semoga kalian senang ya sekolah di sini..” ucap salah satu dari ketiga kakak kelas itu.
“pertama-tama kita perkenalan dulu ya.. ada pepatah kuno mengatakan ‘tak kenal maka tak sayang’.. perkenalannya dimulai dari sebelah kanan saya..”
Aku? kenapa harus aku yang maju pertama? ku hembuskan nafas kesal.. “selamat pagi… perkenalkan nama saya Assyifa Rayya kalian bisa panggil Rayya..”
“halo Rayya..” ucap kaka kelas itu
Perkenalan pun dilanjutkan dengan bertukar cerita dan pengalaman mulai dari bahagia, lucu sampai berkesan memalukan.

Mereka berbondong-bondong memasuki kelas masing-masing begitupun denganku. 7A itulah yang terpampang di jendela kelas, kumantapkan hati dan pikiran tuk melangkah ke dalamnya. Harapanku semoga aku bisa mendapat banyak teman di sana.
Aku memilih bangku nomor 3 yang menurutku berada di tengah barisan. Tak berapa lama seorang gadis cantik berponi menghampiriku, “hai..” sapanya “bolehkah aku duduk di sini?” lanjutnya
“tentu..” jawabku
“terima kasih..” ucapnya sambil meletakkan tas di atas meja
“oh ya namamu siapa? Namaku Nadhifa Oktaviani panggil aja dhifa..” ucapnya sambil mengulurkan tangan
“Rayya..” ucapku sambil menjabat uluran tangannya
“oh ya Ray.. kamu lulusan SD mana?”
“SD CITRA BUANA..”
“di mana tuh?”
“itu di Surabaya ..aku baru pindah ke jakarta sejak 2 bulan yang lalu..”
“ohh begitu..”

Tak lama masuklah beberapa kakak kelas dengan membawa sebuah map hijau di tangannya. Mereka membagikan selembaran biodata yang harus diisi oleh kami. “oh ya jangan lupa minta tanda tangan orang tua ya, terakhir besok diserahinnya..”
“kak..” ucap salah seorang temanku
“ya?”
“dikumpulinnya sama siapa..?”
“besok kita akan masuk ke sini lagi..”
Satu persatu kakak kelas itu melangkah keluar meninggalkan ruangan kami.

Selang beberapa menit masuklah seorang guru cantik bertubuh tinggi ramping dengan balutan jilbab merah muda di kepalanya.
“selamat pagi semua..” ucapnya ramah diiringi senyuman menawan darinya. Senyuman yang dapat menggemparkan dunia dan generasi bangsa.
“pagi bu..”
“sebelumnya ibu ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu.. nama ibu Rosdiyani biasa dipanggil Bu Ros. Di sini ibu sebagai guru bahasa Indonesia sekaligus wali kelas kalian..”
Keramaian pun terjadi. Banyak siswa yang bertanya-tanya kepada guru itu, mulai dari pengalaman selama menjadi guru sampai alamat rumah yang entah berlandaskan apa dia bertanya soal itu.

Tetttttt…
“baiklah anak-anak sekarang kalian istirahat dulu.. nanti kita sambung lagi..”
Para siswa berhamburan keluar kelas memang ini waktu yang mereka tunggu-tunggu. Berbagai kegiatan dilakukan tuk mengisi waktu istirahat mereka. Tak terkecuali denganku..
“rayya.. kamu mau ke kantin gak?”
“boleh tuh sekalian kita wiyata mandala..”
Kami bergegas meninggalkan ruang kelas dan berjalan menuju markas pelajar, kantin. “rayya.. kamu mau beli apa?”
“samain aja..”
“ok..”

Sambil menunggu teman pertamaku memesan makanan aku mencari tempat duduk dan memilih bangku nomer 2.. namun tiba-tiba..
“hei lo ngapain di sini?” tanya lelaki itu
Aku terdiam memperhatikan penampilannya yang terkesan ‘berantakan’ ya ampun pelajar macam apa ini?
“duduk..”
“hahaha… enak banget lo kalo ngomong ini tempat gue”
“hah? Tempat ini kosong bahkan di sini gak ada nama kamu kan”
“udah minggir-minggir..”
Tanpa menghiraukannya aku beranjak dari tempat itu dan mencari tempat lain.

“ehh rayya aku cariin juga..” ucapnya sambil menaruh dua piring siomay yang dipesannya
“kamu kenapa..?” lanjutnya
“ah gak papa kok dhif..”
Tanpa banyak tanya dia duduk di depanku dan mulai memakan tiap potongan siomay itu. setelah selesai aku memutuskan tuk kembali ke kelas sambil menunggu bel istirahat selesai.

“rayya.. tadi kamu kenapa sih kok langsung bete gitu mukanya..?”
“gak papa kok dhif tadi pas kamu pesen makanan aku sempet ketemu sama cowok rese yang penampilannya… aduh gak pantes disebut pelajar..”
“siapa..?”
“entahlah.. tapi aku sempat melihat nametag di bajunya bertuliskan ‘zaki Alfauzan’..”
“ohh ka zaki..”
“kamu mengenalnya..?”
“tentu..dia sahabat kakak aku”
“hah? serius kamu?”
“iya.. dia memang berpenampilan seperti itu tapi aslinya dia baik kok.. aku aja pernah dibeliin es krim sama dia..”
“ohh..”

Cerpen Karangan: Indi Prihatini
Facebook: Indi Prihatini Jelita
Nama lengkap Indi Prihatini saat ini sedang duduk dibangku kelas X di SMKN 45 JAKARTA BARAT
ig 1st@indiinday
2nd@aprill08_

Cerpen Aku, Kamu dan Gengsi (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nastar I Love You

Oleh:
Kenny memandangi toples di meja. Semuanya ludes dimakan Maminya. Ternyata Mami Kenny baru saja menikmati Nastar. “Itu Mami beli di mana?” tanya Kenny penasaran. “Oh langganan Mami namanya Syifa

Senyum Senja (Part 1)

Oleh:
“Sorot matanya begitu teduh. Siapa dia sebenarnya?” Archi menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. Tas yang menggantung di punggungnya kini berada di atas meja. Sementara gemerisik tanya menghantui pikirannya. Menarik

Rania 2

Oleh:
Bukan tanpa alasan aku mau menunggu lama di sini. Berpanas-panas dan disengat matahari. Belum lagi asap kendaraan bermotor yang katanya dapat mengganggu kesehatan. Dan dengan sedikit jengkel, aku masih

Mengenal Mu

Oleh:
Awal januari 2013 adalah awal kebangkitan ku dari keterpurukan di tahun sebelumnya “move on” yah inilah awal yang baru dan detik-detik menjelang ujian nasional. Emmh aku butuh semangat untuk

Kau, Sajak dan CYMK RGB

Oleh:
Satu, dua kuhitung hari-hari yang akan datang. Sudah sekitar sebulan lebih hal ini terus aku lakukan. Entah, belum ada rasa bosan. Hari demi hari masih terasa menyenangkan. Masih membuatku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *