Aku, Kamu dan Hujan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 15 August 2020

Hujan datang malam ini. Aku pun sedang duduk di meja belajarku sambil menikmati susu hangat buatan Ibu sembari menghadap ke arah jendela melihat rintikan hujan yang turun berjatuhan di bumi yang sunyi ini, ingin sekali aku hitung berapa milyar rintikan hujan yang turun tanpa ia pikirkan bagaimana sakitnya terjatuh.

Tanpa kusadari tiba-tiba terbersit sebuah bayangan masa lalu yang telah aku kubur sedalam mungkin. peristiwa yang terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. Ya, ketika aku masih duduk di bangku SMP.
Ketika dulu aku masih terjalin sebuah hubungan yang dinamakan pacaran pada jaman sekarang ini. Ya, aku pacaran dengan adik kelasku yang bernama Malik. Umur kami tidak berbeda jauh, hanya sekitar satu tahun.

Singkat cerita, waktu pulang sekolah sudah tiba, aku pun langsung menemui malik yang sudah menungguku di depan gerbang sekolah untuk pulang bareng karena malik sudah janji akan mengantar aku pulang sampai depan rumah.

Setelah aku sampai di depan rumah, malik bilang kepadaku “sore nanti aku kesini lagi yah buat jemput kamu, aku mau ajak kamu jalan-jalan” ucap malik dengan senyum manisnya. “kamu mau ajak aku kemana emangnya?” kataku. dia hanya tertawa kecil sambil berkata “nanti kamu juga tahu, sayang”.

Waktu pun sudah menunjukkan jam 14.45 WIB. Malik pun datang ke rumah untuk menjemputku dan aku pun sudah siap untuk pergi bersama orang yang sangat aku cintai. “siap yang?” tanya malik, aku pun mengangguk menandakan bahwa aku siap.

Ketika sampai di tempat yang malik janjikan, dia mengajakku ke sebuah tempat ya semacam tempat rekreasi keluarga. “kamu kok ajak aku ke tempat kaya gini sih? ini kan tempat buat keluarga!” ucapku agak jutek. Ia hanya tersenyum dan dengan tenang dia berkata “Iya kenapa aku ajak kamu ke tempat ini?” aku menggelengkan kepala saja, “karena aku akan bantu kamu bagaimana menjadi seorang Ibu untuk anak-anakku, hahaha” timpal malik dengan muka sok imut.

Yah, pada saat itu waktu cepat sekali berputar, aku pun dan malik harus segera pulang karena cuaca mendung dan pastinya akan turun hujan.

Ketika di perjalanan pulang, hujan turun deras menghantam kami berdua. Tapi ada yang aneh pada malik ketika kami melewati sebuah rumah tipe 45 dengan halaman yang luas dia melambatkan laju motornya. “Yang, kalo kita nikah aku pengen punya rumah kaya gitu” ucap malik “Gak mau ah, nanti aku capek ngurusnya” jawabku agak manja. “Enggak lah nanti aku bantuin kamu kok” dia memotong pembicaraanku. “Emang kamu mau nikah sama aku gitu? kita baru SMP loh yang masa mikirin kaya gituan” ucapku menggoda dia. tak kusangka malik bicara dengan tegasnya “Ya gapapa lah, kan kamu masa depan aku. Jadi kamu harus aku pikirin tiap detiknya, aku akan jaga kamu dan kamu harus nunggu aku kalo aku udah jadi polisi yah”. aku gak bisa jawab, aku cuma peluk dia erat sekali sambil kudekatkan bibirku kepada telinganya dan berkata “makasih buat semuanya, aku akan berdo’a pada Tuhan agar aku dan kamu dapat bersatu”.

Itulah masanya ketika aku masih bersamanya, ketika aku sangat mencintai dia. Namun Tuhan berkata lain, aku pun dengan malik putus dan hingga saat ini aku tak pernah tahu kabar malik sekarang.

Terimakasih dulu kamu telah mau bersamaku Ridwan Malik Fathurrahman, terimakasih untuk semuanya dan waktu yang telah kamu luangkan untukku. Terimakasih juga kamu telah memberiku sebuah pelajaran bahwa manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan tahu apa yang baik untuk kita. Sang penguasa alam ini akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita pinta. Itu semua adalah masa lalu dan kamu pun pantas berada disana.

Cerpen Karangan: Wida Ryani
Blog / Facebook: Wida Haryani

Cerpen Aku, Kamu dan Hujan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Siapa Sih Billy?

Oleh:
Semilir angin lembut siang ini menyibak helai demi helai rambut panjangku. Aku masih duduk manis di kursi taman ini hampir 2 jam yang lalu. Entah bagaimana rupa orang yang

Move On? Gak bisa

Oleh:
“Neisya ” Deg, hati gue serasa ada yang mukul setelah baca PM nya Arya. “heh, kenapa lo? Galau?” Seru Bella yang tiba tiba nyamperin gue. “Apaan sih, engga lah.

Cerita Wanita di Waktu Senja

Oleh:
Langit senja berselimut mendung tipis, tampak gerimis lembut berjatuhan membasahi suasana senja yang masih belia. Lalu-lalang manusia menelusuri lorong jalan kehidupan. Kulangkahkan kakiku memasuki halaman masjid, penat terasa sekujur

Anak Mami

Oleh:
Di sore hari, ku sendiri ditemani secangkir kopi sambil memandang indahnya alam yang telah tuhan ciptakan. Orang-orang bilang bahwa hidup itu harus ada perubahan, tujuan dan berani menatap masa

Pelakor Itu Nyata

Oleh:
Aku sering mendengar berita di tv orang suaminya diambil sama pelakor. Aku tidak pusing. Bagiku yang penting selalu memasak, mengurus anak semua akan aku lakukan sepenuh hati. “Ya semua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *