Aku, Kamu dan Kita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 October 2016

Aku duduk di sebuah taman dekat sekolah, menulis cerita tentang sebuah kisah persahabatan.
Aku Hera, gadis SMP sama seperti kalian, menyukai musik, membaca novel dan dance. Aku mempunyai sahabat bernama Rani, dia tomboy, menyukai dance, wataknya yang pemarah selalu melengkapi suasana persahabatan kami. Ia sangatlah pintar, selalu mendapat pringkat pertama di antara yang lain, terkadang aku merasa iri padanya, tapi itulah kemampuan orang masing-masing.

Saat ini kami sedang ada masalah, masalah yang membuat persahabatan kami berantakan, cinta memang bisa merusak segalanya. Kami menyukai cowok yang sama, masalah ini memang tidak wajar lagi dikalangan remaja masa kini, yaah..!!! Dan seperti biasa, apalah arti persahabatan tanpa suatu pertengkaran.

Saat ini aku sedang menulis permintaan maaf kepadanya. Aku tidak terbiasa meminta maaf secara langsung apalagi kalau masalahnya sebesar ini. Aku kurang mengerti siapa yang salah, mungkin sudah tradisi jikalau aku yang selalu meminta maaf duluan. Aku yang sedang menulis surat, tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang menepuk pundakku.
“puukk..!!!”
Aku terkejut, dan langsung menengok ke arah belakang. “Huuffhh.. bikin kaget aja” ujarku.

Ternyata dia adalah Rico, seorang cowok yang sedang kami berdua masalahkan. Dia sangat populer, dan disegani di sekolah. Wajar saja, Kulitnya yang hitam manis membuat para gadis tergila-gila padanya. Walau aku pernah memendam rasa, tapi apalah dayaku, yang hanya sekedar gadis SMP biasa, jadi aku hanya bisa membuang rasa itu jauh-jauh dan di sisi lain, ada Rani yang juga menyukainya.

“sorry, gue bikin lu kaget ya ting?”
“haaa..? ting?, nama aku Hera kak, bukan ting?” ujarku bingung
“gue tau, tapi suka-suka gue dong, hehe..” jawabnya dengan santai
“hm.. ya sudah deh..”
Dia lalu duduk di sampingku, tapi aku tidak terlalu mepedulikannya, karena aku lagi fokus membuat surat untuk Rani. Kami sudah lama akrab, jadi sudah biasa jika dia berbicara dengan bahasa yang seperti itu.

“lagi nulis apa sih ting?” tanyanya penasaran
“ada deh..”
Sekali lagi aku tidak mepedulikannya karena aku tidak ada waktu untuk mengobrol sekarang. Rico merasa kesal dan lalu beranjak dari tempat duduknya.

“ah.. ya sudah.. lu tu kenapa sih, gak kayak biasanya..? lu cuek banget her.. huuhh..”
Aku hanya tersenyum dan sambil menatapnya. Wajar saja jika aku cuek padanya, karena aku tidak akan ada masalah jika tidak ada dia.
“gue pergi aja deh, gue ganggu kali”
Rico benar-benar kesal, tetapi aku tetaplah menghiraukannya dan akhirnya dia pergi dengan ocehan yang gak jelas.

Tak lama setelah itu, surat permohonan maafku selesai, aku berniat untuk menaruh diam-diam ke dalam tas Rani. Setelah itu, tiba saat bel masuk pun berbunyi, “teng teng..” semua murid pun langsung masuk, dan langsung memulai pelajaran seperti biasa.

Tak terasa hari sudahlah sore, bel pun lalu berbunyi 3 kali, “teng teng teng…!” pertanda jam belajar hari ini pun telah usai. Aku segera membereskan buku-bukuku yang berserakan di atas meja. Tiba-tiba Rani datang, matanya sembab seperti habis menangis.
“Heraa…”
“Rani.. kamu kenapa?!” ujarku panik
“maafin aku.. aku tidak bisa jadi sahabat yang baik untuk kamu. Aku yang salah.. aku nyesel heraa.. maafin aku…” rani pun menangis dan langsung memelukku.
“iya, aku yang salah, aku gak bisa jadi sahabat yang terbaik buat kamu.. maafin aku juga ya ran..”

Akhirnya kami berdua pun berbaikan, kami mengucapkan janji persahabatan. Sejak itu kami pun saling bisa mengerti satu sama lain, dan kami pun sadar bahwasannya sahabat lebih berarti dari pada cinta. Dan sekali lagi apa arti sahabat tanpa sebuah pertengkaran.. Jangan sia-sia kan sahabatmu, walau kesalahan yang telah ia perbuat setidaknya kau pernah tersenyum bersamanya.

Tamat

Cerpen Karangan: Tasya Bella Anggraeni
Facebook: bella

Cerpen Aku, Kamu dan Kita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Antara Bunga dan Lebah

Oleh:
Panas matahari begitu menyengat kulitku yang sudah terlanjur menggosong. Oh, tidak! Lagi-lagi aku lupa mengoleskan lotion ke permukaan kulit tanganku tadi pagi. Yah, kalau sebelum pergi sekolah itu, selalu

Tanah Air dan Udara

Oleh:
“Hey, di mana kamu? Baiklah aku menyerah”. Teriak seorang anak perempuan berumur 6 tahun. “Jadi kamu menyerah begitu saja?” Jawab seorang anak lelaki yang berumur 8 tahun di seberang

Pelangi Dan Elang

Oleh:
Di kehidupan nyata memang sakit bila kita mencinta seseorang tapi tidak direstui oleh orangtua. Memang sih menurut orangtua ya kalau di mata mereka tidak cocok buat kita, kita harus

Hantu Karung Goni

Oleh:
Sore hari menuju senja, Siti berpamitan dengan ibunya untuk pergi mengaji di masjid. Dengan menenteng sajadah, mukena, serta menggenggam Al-Qur’an, Siti berjalan pelan namun pasti menuju ke rumah Sarah

Nastar I Love You

Oleh:
Kenny memandangi toples di meja. Semuanya ludes dimakan Maminya. Ternyata Mami Kenny baru saja menikmati Nastar. “Itu Mami beli di mana?” tanya Kenny penasaran. “Oh langganan Mami namanya Syifa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *