Aku, Kau dan Dia Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 9 January 2013

Mona adalah siswi SMP kelas VIII (sekarang kelas IX) yang belum pernah pacaran atau mungkin tak tau apa itu cinta. Dia mempunyai sahabat yg bernama Likha, dan baru dia kenal selama 2 bulan. Karena Likha adalah siswi kelas reguler yg dipindahkan ke kelas Mona, kelas unggulan.

Pada suatu siang Mona mengajak Likha mengerjakan tugas yg paginya diberikan oleh guru seni budaya kepada mereka berdua.

“Lik, kamu udah punya pacar belom sich ?” tanya Mona

“Ada sich Mon, cuman bukan pacar cuman deket aja. Dia tetanggaku” sahut Likha

“Kasih no.nya donk buat sms an, boleh yach? Please..” Dengan nada melas agak maksa sich Mona merayu likha

“Gimana yach? Yauda deh neh no.nya, catet yach” Jawab Likha dengan agak nggak ikhlas

“Iyah iyah, buruan hp ku sepi banget neh” Jawab Mona dengan semangatnya

“Sabaran dikit dong, neh 085 bla.. bla.. bla..” Kata Likha

Lalu Mona mulai mengirim pesan singkat kepada no itu yg ternyata pemiliknya bernama Edo. Makin hari mereka makin akrab saja, hingga akhirnya Likha pun merasa tidak mendapat perhatian dari Edo. Akhirnya Likha memberi peringatan kepada Mona untuk menjauhi Edo, karena tidak mau kehilangan sahabat terbaiknya Mona pun mulai jaga jarak dengan edo.

Tapi mengapa Mona merasakan rasa kehilangan yang amat mendalam? “Apakah itu yg dinamakan cinta?” pertanyaan itu selalu mengganggu fikiran Mona. Mungkin baru kali ini ia merasakan jatuh cinta. Namun apalah dayanya orang yg ia cintai ternyata juga orang yg dicintai oleh sahabatnya.
Setiap hari dia selalu bengong dengan memperhatikan HP nya, ia berharap Edo akan mengirim pesan kepadanya. Beberapa saat setelah lama bengong terdengar suara “drrrrrrttttt.. ddrrrttttt” yg tak lain adalah suara HP Mona yg bergetar karena ada pesan masuk.

Perlahan lahan ia mengambil HP nya dan ia buka. “Haahhhhhh..” Dengan raut muka kecewa Mona melihat HP nya. “Bukannya edo yg sms, Ehh.. malah dapet V-Card.. No siapa lagi neh” “Ehh tapi gapapa lah buat temen sms an” Tanpa fikir panjangpun Mona langsung mengirim pesan kepada no itu. “Aduuh kirim pesan gimana yach?” Fikirnya. Akhirnya dia sms no itu dgn sms kosong .

“Ehh.. siapa neh pake sms kosong” Jawab si pemilik no itu yg tak lain adalah cowok yg bernama Aris. Mona dan Aris pun saling berkenalan.

Lambat laun Mona mulai bisa menghapus bayangan Edo yg selama ini melekat erat dibenaknya. Rasa cinta mulai tumbuh diantara mereka berdua, “Apa masih mungkin aku jatuh cinta lagi?” Sebuah pertanyaan yg muncul dalam lamunan Mona.

Bel masuk sekolah pun berbunyi. Didalam kelas yg seperti pasar, Mona menghampiri Likha.

“Hay Lik, kenapa kamu pagi2 udah nekuk muka? Kamu masih marah yach sama aku?” Tanya Mona mengelus punggung Likha

“Udahlah Mon, aku mau belajar lupain dia. Dia mau ikut ayahnya pindah keluar negri” Jawab Likha sedih

“Loohhh.. kenapa? Sabar yach Lik banyak kok cowok yg mau sama kamu” Bujukku menenangkan Likha.

“Ga tau aku, sekarang aku kesepian banget ngga ada yg bisa ngerti’in aku” Sahut Likha dgn suara pelan.

Karena masih menyimpan perasaan bersalah, Mona pun memberikan no Aris ke Likha. Dia tidak mau sahabatnya merasa sendiri dan kesepian.

Sepulang sekolah, seperti hari hari biasanya Mona dan Aris sms an lagi. Tak disangka, Aris mengungkapkan perasaannya ke Mona. Gugup.. takut.. resah.. campur aduk, karena itu kali pertamanya Mona ditembak cowok.

Setelah lama berfikir, Mona dan Aris pun jadian. Hubungan yg sangat harmonis tercipta dengan indahnya. Hingga suatu saat datanglah Likha, sosok yg mungkin baru dikenal oleh Aris.

Makin hari mereka makin dekat saja. Perasaan cemburu mulai datang pada Mona. “Kamu tolong dong jaga perasaanku” Ucap Mona kepada Aris. “Gimana sih maksudnya? Emang apa yg salah?” Jawab aris. “Fikir sendiri aja…!!!!!!” Sahut Mona kesal.

Hari penerimaan raport pun tiba, Mona jadi deg2an soalnya dia bingung apa dia masih bisa mempertahankan peringkat satunya tersebut.

“Ehh, Mon” teriak Likha dari belakang Mona

”Apa2an sich kamu, kaget tau” Jawab Mona agak kesal karena terkejut

“Idiihh.. nyantai aja kale, Oh ya aku mau ngasih tau ke sesuatu ke kamu, tapi jangan marah yach” Tanya Likha agak ragu

“Udah ngomong aja” Jawab Mona yg sebenarnya masih kaget dengan teriakkan Likha

“Aris kemaren bilang ke aku katanya dia udah nggak sayang ke kamu, dia ngajak selingkuh aku.. Yach aku bilang aja aku nggak mau” Ucap Likha terbata bata

Deegggggggggggggg.. hati Mona rasanya telah hancur berkeping keping. Mona pun lari kebelakang kelas sambil menitihkan air mata.

“Kenapa semua tega ama aku? Aku tau dulu aku salah. Tapi kenapa disaat aku mau berubah semua malah jadi kayak gini. Aku juga tau mereka saling mencintai, mungkin ini yg terbaik buat aku. Aku emang terlalu jahat untuk orang sebaik Aris” gerutu Mona dengan air matanya.

Rasa sesal yg amat mendalam menghantui fikirannya, Hubungan yg ia jalin dengan Aris selama ini berakhir sia sia. Hanya gara gara sahabatnya, kekasih yg sangat dicintainya rela meninggalkan dia dengan beribu ribu rasa sakit yg ditinggalkan.

Cerpen Karangan: Mona Widya Anggraini
Facebook: http://www.facebook.com/mhounna.wikidiwaprilliopers

Cerpen Aku, Kau dan Dia Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Caramel

Oleh:
Rey lupa kalau dasinya terbawa oleh Pandu. Sialnya Pandu udah ngebut sama motornya. Ah! Bagaimana ini, jika dasinya tidak ada Rey akan kena hukuman saat upacara hari senin. Rey

Taman Syurga Raudhatul Jannah

Oleh:
Suara gemuruh hati menikam dari dalam jiwaku. Hasrat tuk menjejaki suasana baru itu membuatku resah tak karuan. Sebenarnya apa juga yang harus kuresahkan. Praktek menjadi seorang guru itu kan

Waktu Singkat

Oleh:
Pada suatu pagi aku berangkat ke sekolah, sesampainya di kelas aku duduk di bangku temanku di jajaran paling belakang saat itu aku sedang berbincang dengan temanku, tak lama kemudian

Inikah Takdir Tuhan?

Oleh:
Pernahkah kamu jatuh cinta? Beginikah rasanya? Sesakit ini? Oh, Ya Tuhan, mengapa jatuh cinta begitu menyakitkan? Akankah selamanya tetap seperti ini? Ah, aku berharap, aku takkan jatuh cinta lagi,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Aku, Kau dan Dia Sahabatku”

  1. Putri says:

    Haaa gua banget

  2. Natalia Melati says:

    seru ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *