Aku Merindukannya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 14 August 2017

Silih berganti, datang dan pergi. Hari demi hari, ada saja yang datang dan pergi. Namun mereka tak berarti apapun, semuanya tetap sama walau ada yang datang dan pergi. Mereka hanyalah planet kecil yang datang dan pergi, tak seperti matahari yang begitu betah tinggal hati. Dia tak tinggal secara nyata, hanya tinggal di hati. Satu yang pasti hanya ada satu matahari yang menerangi, planet manapun tak dapat menggantikannya. Mereka datang dan pergi, bertanya “kau mau jadi pacarku?”.

Beberapa laki-laki telah menembakku. Namun, tak ada yang puas dengan jawabanku. Teman-temanku mengeluh lelah karena tak kunjung berhasil menyatukanku dengan salah seorang laki-laki yang mereka dekatkan. “Ingin yang seperti apa lagi?” Tanya temanku. Semua yang teman-temanku pilihkan memang kandidat yang baik, namun tak ada satupun yang menyangkut di hati. Beberapa di antara mereka sampai saat ini pun tak pergi begitu saja, tetap meminta aku untuk membuka hati. pilihannya selalu ada padaku, jadi aku tak pernah menjawab “ya” pada pertanyaan mereka.

Jujur saja, aku kadang lelah dengan harap-harap yang tak berujung ini. Terus bersembunyi pada kata “Aku sudah milik lelaki lain” padahal dia tak memilikiku. Aku hanya berbohong, agar mereka tak terus mendekatiku. Melupakan bukanlah hal yang mudah, sulit bagiku. Aku juga terus bersembunyi pada kalimat “tidak, hanya hubungan tanpa status” bila mereka bertanya “pacaran?”. Seperti yang telah aku katakan tadi, mereka kandidat terbaik. Namun apa arti semua itu bila aku hanya menganggap kalau ada satu orang yang menjadi kandidat terbaik untukku?. Peluang begitu besar dan juga banyak, namun hatiku tetap terjerat pada sosok seorang Adrian Faturahman. Diam, aku tak lagi mengatakan tentangnya di depan semua orang. Alasannya? Dia telah berhubungan dengan wanita lain.

Kabetulan, seorang dengan nama awal yang sama dengannya mendekatiku. Untuk pertama kalinya, aku mulai membuka hati. Aku tergila-gila pada sosok Adrian Faturahman, hingga aku mengaggap kalau Adrian alamsyah lelaki yang mendekatiku adalah adrian faturahman. Hingga, aku mengganti nama BBM Adrian alamsyah dengan Adrian faturahman. Aku hanya terlalu tinggi berangan-angan, hingga yang ada dalam angan-anganku adrian faturahman lah yang sedang dekat denganku. “Cukup asraa, jangan menanganggap kalau kak rian dalah adri” kataku sendiri.

Adrian faturahman, biasanya kusebut dia dengan adri. Kak Adrian alamsyah, biasa disebut kak rian. Suatu hari, kak rian pernah bertanya “apa kamu mencintai lelaki lain asraa?”. Aku pun menjawab “ya” padanya. Aku fikir dia akan berhenti mendekatiku seperti kebanyakan kandidat sebelumnya, namun nampaknya tidak. Dia tetap mendekatiku, dan pernah berkata “aku akan membantumu melupakannya”. Ahh, dia terlalu baik untuk kuhiraukan begitu saja.

Hari-hari berlalu, dengan kebahagiaan yang menyertaiku. Setiap hari memandang layar handphone, saling mengirim dan menerima pesan. Suara dering telephone membuatku melupakan aktifitasku dan beralih mengotak-atik handphoneku itu. Aku merasa kembali bersemangat hidup, tak merasa kesepian lagi. Semakin dekat dengan kak rian, aku memintanya untuk mengganti panggilan “kak rian” jadi “kak adri”. lagi-lagi karena aku menganggap Kalau yang dekat denganku adalah Adrian faturahman. Hingga suatu hari namaku telah tercantum dalam status di bbm kak adri. Aku tetap berkata “nanti saja” ketika kak adri memintaku untuk mencantumkan namanya dalam status si bbmku. Karena, aku hanya ingin menulis nama “adrian faturahman”

Setelah aku dan kak adri jadian satu minggu, aku menyadari sesuatu. Aku tak bisa menyakitinya lebih dalam lagi, menganggapnya sebagai orang lain. Kutinggalkan identitas sebenarnya, mengganti namanya di kontakku dengan nama “Adrian faturahman”. Aku tak bahagia sepenuhnya, ketika aku kembali sadar kalau dia bukanlah adri yang aku inginkan. Aku pun mengahapus niatku untuk melanjutkan hubunganku dengan kak adri. Aku pun mulai mengetik banyak kata, untuk memutuskan hubunganku dengan kak adri. Namun aku tak mungkin berkata jujur kalau sebenarnya aku bukan mencintai kak adri tapi mencintai adri. Hingga aku beralasan kalau aku ingin fokus deegan sekolahku, alasannya bisa ia terima dengan mudah karena ia sangat baik.

Hubunganku telah berakhir. Aku kembali pada diriku yang sebelumnya mengagumi Adrian faturahman dengan diam-diam lagi. Tak lagi butuh deringan handpone dengan kontak palsu. Hanya dengan suara motor adri di tempat parkir sudah cukup membuatku bahagia. Aku menikmati hari-hariku, walau sepi menghampiriku kembali. Menjadi pengagum rahasia, yang menutup hati untuk laki-laki lain lagi. Sementara itu, kak adri tetap tak bosan mengirim pesan dan bertanya kabarku. Sepi, hingga rasanya hidup ini datar-datar saja. Beberapa kali, kak adri menembakku kembali. Tapi aku menolaknya berkali-kali dengan alasan yang berbeda. “Aku telah jadi miliki orang lain” kataku. “Katanya asraa tak akan berpacaran dulu?” Tanyanya kemudian. Aku pun tak lagi membalas pesan singkatnya.

Aku membohongi diriku sendiri dan orang banyak. Pura-pura membuat status untuk seorang pria, padahal hanya status bohong. Bagaimana dengan kak Adrian alamsyah? Dia mungkin telah lelah terus menunggu selama beberapa Bulan. Sampai dia memiliki seorang pacar lagi. Sebelumnya dia mengirim pesan, “asraa” namun aku tak membalasnya. Sepertinya dia akan meminta izin kalau dia tak akan menungguku lagi.

Suatu kenyataan.
Aku rindu, aku rindu kak adrian alamsyah. Aku rindu perhatiannya, aku rindu apapun tentangnya. Dia begitu baik padaku, menungguku beberapa lama namun aku menyia-nyiakannya. Sekali lagi aku menyesal dan rindu. Maaf kak Adri, aku telah menyia-nyiakanmu. Aku rindu sosok yang menemaniku beberapa saat yang lalu. Aku pun menyesal telah menganggapnya sebagai orang lain. Hingga Cinta datang terlambat. Dan untuk terakhir kalinya aku berkata aku merindukannya.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany
Benar lohhhh ini cerita nyata, hanya namanya aja yang diubah

Cerpen Aku Merindukannya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kupercayakan Pada Udara

Oleh:
“Felly!,” seru seseorang yang tidak asing lagi bagi Felly. Yang tengah berlari menuju Felly dengan nafas yang terengah-rengah. “Bram!” “Hufffttt, lu tuh ya, kocek banget jadi cewek. Cantik-cantik kocek!”

Sumur di Halaman

Oleh:
Dulu, saat aku masih kecil, seorang anak perempuan memberitahuku bahwa di bawah sumurnya terdapat istana. Dia memberitahuku dengan wajah yang berseri-seri, senyum yang sangat cerah, di bawah kelabunya langit

Martha Eldisya

Oleh:
Untuk Martha Eldisya, dara lima belas tahun dengan inner beauty yang jelita. Bagaimana kabarmu sekarang? Kotamu masih sepanas dulu, kan? Kotaku juga. Dan sekarang aku meranggas dalam gurun kerinduan

Sampai Ajal Menjemput Kita

Oleh:
“ma… pa… aku pergi berangkat dulu ya?” kataku. “Gak sarapan dulu sayang?” kata Mama. “gak ma… aku udah telat nih” jawabku. “ya udah hati-hati ya” kata Papa. Aku pun

Kekuatan Cinta

Oleh:
Rindu menjadi bisu saat dia tak pernah tau. Bagaimana dia tau? Aku dan dia mustahil menyatu. Dia punya segalanya sementara aku hanya punya cinta. Cinta? Apa 2 suku kata

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *