Aku Pergi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 13 November 2017

Entah harus kumulai dari mana ketikan ini, mungkin aku hanya sedikit rindu dengannya, dengan siapa? Entahlah, bagaimana mungkin bisa kusebut ini rindu sedangkan dia mungkin tak pernah mengingatku.

Kadang aku mencari satu alasan, mengapa aku masih bertahan sampai detik ini, bukankah ini konyol. Kau tau, kadang aku butuh melakukan hal bodoh hanya, agar aku tau bagaimana rasanya bahagia tanpa harus takut, kebahagiaan itu akan hilang dariku, aku butuh melakukan hal bodoh, agar aku tau bagaimana rasanya sakit saat terjatuh.

Kadang aku sengaja melakukan hal yang membuatku benar benar sibuk, hingga aku lupa bagaimana rasanya sakit ketika aku sendiri, kadang aku berlari di tengah keramaian agar aku tidak merasakan bagaimana rasanya kesunyian.

Mungkin aku terlalu bodoh, aku selalu bersikap seolah-olah semua masih baik-baik saja! Kau tau apa yang sedang aku lakukan saat ini, ya! aku sedang membohongi diriku sendiri, sampai kapan entahlah. Kadang, ada kalanya dimana aku berfikir untuk berhenti, bukan karena aku lelah untuk mencintai, tapi aku sadar bahwa ada hal yang tak mungkin untuk aku paksakan.

Kau tau bagaimana rasanya terjatuh di tengah keramaian, di saat semua mata, mengarah ke arahmu, namun tak satu pun dari mereka yang ingin membantumu, bahkan menyapa pun tidak.

Dear, diary! Bolehkah aku sedikit bercerita,
Mereka mengatakan, tak satu pun terjadi tanpa alasan, setiap yang terjadi bukan tanpa sebab, bahkan daun yang jatuh sekalipun.
Jika itu benar, bolehkah aku sedikit bertanya, mengapa tuhan membuatku jatuh cinta hingga dua kali pada hati yang sama, jika boleh bertanya, mengapa dia memintaku datang untuk kedua kalinya?, kalau hanya untuk memintaku untuk pergi lagi, jika boleh bertanya, apa gunanya dia berkata sayang jika itu semua adalah bohong?.

Apakah lelucon harus dilakukan pada setiap hal, tidakkah kamu berfikir bagaimana sakitnya saat kita harus berjuang sendiri. Lalu apakah kau tau, bagaimana sakitnya saat kau harus tetap berjalan meski tanpa alas kaki?.
Kumohon jangan buat aku percaya, jika itu bohong, jangan buat aku jatuh cinta, jika akhirnya aku harus tersakiti, jangan biarkan aku datang, jika akhirnya aku harus pergi.
Karena kau tidak akan pernah tau bagaimana sakitnya jadi dia, yang harus kembali disaat dia telah lupa arah pulang. Aku berharap ketika aku pergi nanti, kau temukan cinta yang lebih baik dariku, yang membuatmu nyaman, yang mampu mengerti semua tentangmu, lebih dari aku mengerti kamu.

Kau tau, saat ini aku hanya belajar untuk kuat, aku belajar untuk bangkit dengan caraku, banyak ornag di sekitarku mengatakan, aku itu selalu tau bagaimana cara menghibur mereka ketika mereka membutuhkan solusi dari setiap masalah mereka.
Tanpa mereka tau, aku melakukan itu lebih untuk diriku, aku bersikap seperti orang yang selalu baik-baik saja, hanya untuk menutupi kesakitanku saja. Andai aku bisa melakukan satu hal, aku ingin berlari sejauh mungkin agar tak satupun yang mampu mengikutiku.

Sekarang aku harus kuatkan, aku harus tetap baik-baik saja, tapi bagaimana caranya? bahkan aku lupa bagaimana caranya tertawa di hadapan mereka. Bisakah kau mengajariku bagaimana caranya baik-baik saja, disaat aku kehilangan hidupku, bisakah kau membantuku menemukan semangatku kembali, seperti yang pernah aku lakukan untukmu dulu, bisakah bantu aku menemukan alasan untuk tetap bahagia disaat aku lupa caranya tertawa, setidaknya untuk sesaat, bantu aku untuk lupa hingga aku benar-benar kuat.

Bisakah, bantu aku berjalan di saat aku tak sanggup untuk berdiri, bisakah? ketika nanti aku pergi, kumohon jangan minta aku untuk berbalik untuk melihatmu lagi, cinta tak sebercanda ini kan. Ketika kau memutuskan pergi, pergilah dan jangan pernah kembali lagi, tinggalkan aku untuk selamanya. Jangan tanyakan apapun lagi tentangku, biarkan aku tetap di sini, di tempat dimana dulu kau menemukanku.

Mungkin setelah ini aku tak akan seperti dulu lagi, tidak seperti wanita yang kau kenali dulu, yang selalu temukan cara untuk tertawa lepas, semua itu karena kau, pria yang selalu menghadirkan tawa dalam kesendirianku, dan memberi luka di antara tawaku.

Cerpen Karangan: Dilla Adilla
Facebook: Dilla Adilla
Kasifadilla[-at-]gmail.com

Cerpen Aku Pergi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tersenyumlah (Part 1)

Oleh:
You Don’t Know How Precious It Is To Have A Body,Do You? Being Able To Touch And Feeling Warmth. You Have A Voice That Someone Else Can Hear And

Kalung

Oleh:
Di sebuah ruangan berhiaskan lampu tergantung di tengah-tengah ruangan , tembok berwarna putih gading di beberapa bagian nampak cokelat kusam. Di salah satu sudut terlihat seseorang pemuda berbaring melepas

Story Love Wisnu Puji

Oleh:
Tanggal 20 Mei 2012, pukul 21.45 adalah awal kisah kami berdua. Dari pertanyaan “maukah kamu jadi pacarku?” dan jawaban “iya aku mau” dari bibirku. Resmi sudahlah hubungan kami berdua.

Harapan Palsu

Oleh:
Namaku Maria. Aku siswi kelas tujuh di SMP Meraih Cita. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. Aku tinggal bersama kakek dan nenekku. Sementara ayahku dan ibuku tinggal bersama

Teganya Kau Mendua

Oleh:
Malam yang indah itu bertabur bintang di angkasa, kunikmati sambil meminum secangkir teh hangat di meja. Tak kurasa smartphoneku berdering, ternyata ada sebuah pesan yang masuk, pesan yang membuat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Aku Pergi”

  1. Pebbi says:

    Latar waktu ny apa. Latar tempat ny apa.Latar sesuasana nya apa.Tokoh protagonis dan antagonisnya apa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *