Aku Sendiri Karenamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 September 2016

“Felly! Ini berkas-berkas surat izin dari Kepala Sekolah sebelum kita berangkat tugas,” ucap Riska dengan senyuman manisnya.
“Sejak kapan lo meminta berkas beginian?”
“Udah dari kemarin! Tapi, beruhubung gue lupa ngasihkannya ke lo, jadi baru sekarang. Dan, kebetulan, gue bisa makan makanan pesenan lo! Lo pasti bakalan baca dulu, kan ketentuan apa aja sebelum tanda tangan?!,” kata Riska dengan mengedikkan matanya genit.
“Tch! Dasar!”
“Hahaha… udah! Nih bolpoinnya! Gue janji nggak bakalan makan makanan lo! Tapi, gue akan minta traktir, hehehe!”
“Hahahaha, udah sana pesen!,” pita Felly dengan membaca berkas-berkas pemberian Riska.

Tak lama dari itu, ia mendengar beberapa anak yang tengah asik memakan makanannya tengah bergosip mengenai penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, ada beberapa alumni yang datang hanya sekedar memberikan info dan sosialisasi kepada adik kelasnya.
Seketika gerakan mata Felly terhenti dari deretan huruf yang membentuk kalimat. Matanya terpaku dengan apa yang baru saja ia dengarkan dari anak-anak yang bergosip mengenai alumni. Ia pun beranjak dari tempat duduknya. Meletakkan berkas penting itu tanpa berpikir terbang karena terpaan angin atau apapun itu. Ia lari dari kantin dan ke luar ke arah Ruang Tata Usaha.

Seluruh mata tertuju padanya. Bagaimana tidak? Felly Anggi Wiraatmaja. Selain ia cantik dari segi wajah dan juga postur tubuhnya, ia juga pintar dala akademi dan juga musik. Bahkan ia adalah seorang model remaja yang baru saja debut beberapa bulan yang lalu sebagai model promosi product baru dari beberapa Investor.

“Cari siapa, Fel?,” tanya Billy dengan wajah polosnya.
Felly tidak menjawab, ia masih tetap celingukan ke sana kemari menembus keramaian orang yang tengah bergerombol dengan jas dari masing-masing alamamater.
“Fel! Gue tunggu di studio, ya?! Bye!,” ucap Bram dengan menepuk Felly.
‘”Iya,” ucap Felly singkat tanpa membalas tatapan Bram. Melainkan, ia masih celingukan untuk mencari seseorang.

Lama Felly ada di sana, matanya terus tertuju pada segerombolan kakak kelas yang tengah membahas untuk sosialisasi. Bahkan, ia juga terus mengawasi kakak alumni yang keluar masuk dari ruangan Tata Usaha. Hingga akhirnya, ia kembali tersadar saat ada seseorang yang menepuk pundaknya.
“Kak Leo?!,” nyata Felly.
“Kamu cari siapa?”
“Enggak kok.”
“Kebetulan kamu ada di sini. Bisa bicara sebentar?”
Felly menganggukkan kepalanya. Kemudian, ia mengikuti langkah Leo yang mengarahkan Felly ke arah taman yang sejuk dan rindang. Di sana, Leo memulai pembicaraannya dengan serius.

“Sebetulnya, lama aku ini berkata seperti ini. Sebelumnya, aku meminta maaf kepadamu jika aku lancang berbicara seperti ini. Tapi, aku tidak bisa terus membohongi diriku bahwa aku menyukaimu.”
“Apa?,” tanya Felly tak percaya seraya matanya menatap Leo tajam dengan tatapan tidak menyangka.
“Yah.. aku menyukaimu.”
“Maafkan aku, Kak. Aku masih mencintai seseorang yang bisu, buta dan tuli. Meski Kakak sempurna, aku tidak bisa menerima perasaan Kakak. Mungkin aku akan menerima jika memang Kakak mau menganggapku sebagai Adik semata. Tidak lebih. Permisi,” ucap Felly setelah ia menghembuskan nafas beratnya.
“Arkana Aditya. Apakah benar?”
Seketika langkah Felly terhenti. Lalu, ia kembali menatap Leo yang masih terduduk di taman. Setelah itu, ia menganggukkan kepalanya. Karena memang, ia masih mencintai laki-laki yang pernah berpisah dengannya sekalipun laki-laki itu munafik dengan cintanya.

Cerpen Karangan: Pratiwi Nur Zamzani
Facebook: Pratiwi Nur Zamzani (Pakai Kerudung Putih)
Nama saya Pratiwi Nur Zamzani. Dapat menghubungi melalui akun facebook saya yaitu Pratiwi Nur Zamzani ( Pakai kerudung putih ) , twiiter @nur_zamzani atau E-mail pratiwinurzamzani[-at-]yahoo.co.id. Dengan no Telepon 085-852-896-207. Dengan alamat, Jl. Rambutan, Pesanggrahan selatan, Bangil, Pasuruan. Prestasi yang pernah saya raih adalah juara 3 Mading, puisi dan cerpen pernah diterbitkan di majalah SPEKTRUM dan berbagai buku antologi. Antara lain adalah, Menjembut Ridhomu, Sapa malam teriak rindu, Dream Wings, dll.

Cerpen Aku Sendiri Karenamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Am I Yours

Oleh:
Hari sudah beringsut syuruq, deburan ombak berlomba-lomba silih berganti di ruang-ruang sunyi pasir pasir basah digenangi hujan yang jemu surut, diselingi angin musim desember yang sedikit-sedikit membawa aroma dingin.

Kecewamu Menjadi Kecewaku Juga

Oleh:
Aku menangis dengan diamku, tertawa di balik kesedihanku, aku tegar di pandangan tetapi aku rapuh di baliknya. Aku membutuhkan genggaman tetapi mereka yang ku harapkan seolah tak mengerti kesedihanku.

Ajur? Tidak Sama Sekali

Oleh:
Detik berganti detik, menit berganti menit. Jam berganti menuju ke arah yang salah. Jam 12.00 tengah malam. Aku masih berjaga-jaga, memincingkan mata kantukku dan menahan kelopak mata agar tidak

Puzzle Cinta

Oleh:
Kenalkan namaku Shasa. Aku anak pertama dari satu saudara (maksudnya anak tunggal). Aku duduk di kelas XII SMA. Dan saat ini statusku JONES (JOmblo ngeNES) itu predikat yang diberikan

Permaisuri Hati Fahrie

Oleh:
Mata Fahrie menatap buliran-buliran rintik hujan dibalik kaca jendela ruang bersalin tempat istrinya Farida dirawat setelah baru saja melahirkan 2 jam yang lalu. Samar-samar dia teringat sesuatu. Dia berusaha

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *