Alayers Dapatkan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 June 2017

Aku berjalan dengan percaya diri menuju kelas. teman teman menatapku kurasa mereka terpukau, mereka tertawa melihatku dasar caper!. kenalin aku angeline jenifer jeruk peras di gelas. panggil aja aku angel.

“jeni, kenapa kamu terlambat?”. tegur pak hendro saat aku masuk kekelas.
“gue angel, bukan jeni. dan gue terlambat karena macet dalam mimpi pak!”.
“artinya loe ketiduran ya dasar kucing garong, enak aje loe”. ucap Aan.
“busyet haters diam!”. balasku.
“apa?, jadi haters loe aja gue ogah apalagi fans loe. cermin aja pecah liat muka loe”.
“cantik cantik gini loe bilang jelek, muka kayak monyet aja songong. ngaca dong!”. aku ngak mau kalah, teman teman bersorak.
“kucing garong!”.
“monyet!”.
“eh sudah, jangan perebutkan aku!”. lerai pak hendro dengan alaynya.
“haha.. bapak alay!”. kami tertawa. tiba tiba kami tersentak. “perebutkan bapak?, OGAH!”. ucap kami bersamaan, seisi kelas tertawa lepas.
“makanya, jangan berantem terus. duduk sana!”. perintahnya.

Waktu pulangan tiba, di mading ada pengumuman. para siswa mengerumuni mading tersebut. ternyata isi pengumuman itu adalah acara perkemahan untuk mengisi waktu liburan sekolah, aku berniat untuk ikut serta.
Aku berbaring di ranjang. kupandang langit langit kamar, cahaya lampu meneranginya.
“angel neng ayu ku, makan dulu nak?”. mama membawa makanan ke kamarku.
“nggak selera makan ma”.
“kenapa to nak, mama takut kamu sakit”.
“nggak bakalan ma, angel mau jalan nih, boleh kan?”.
“boleh to nak, tapi jangan larut malam ya”.
“oke!”. aku mengambil tas jalanku. lalu mencium punggung tangan mama.
“oh ya, makannya mama aja yang ma’em ya! bye”. aku berlari ke luar kamar.
“oalah nak, tau aja kalau mama laper”. ucap mama.

Aku menyusuri toko toko di mall. Suasana amat ramai, kebetulan aku melewati toko kosmetik, aku teringat ejekan Aan. akan kubuat ia terpesona, ucap batinku. aku membeli alat alat kosmetik.

Aku memasuki gerbang sekolahku dengan menggendong tas yang gendut karena penuh barang untuk perkemahan. semua orang memandangku aneh. mungkin mereka terpesona, pikirku.
“muka loe kenapa, kok lebam?, haha..”. tanya Aan ia menertawakanku.
“eh monyet, loe itu buta atau apa sih. gue cantik begini ditertawakan, syaraf lo putus ya!”. dumelku kesal.
“apa, cantik?, haha”. ia makin kayak orang gila.
“sinting loe, gue benci!”. ucapku emosi.

Tiba tiba mona sahabatku menarikku. ia membawaku ke toilet.
“loe apa apaan sih ngel, pake make up segala. loe itu terlihat aneh tau nggak!”. protesnya.
“aneh?”. aku bingung.
“liat muka loe!”. ia menunjuk cermin. aku melihat mukaku, yang aneh dan make up ku menor.
“astagaa!”. aku panik dan kaget. ia menenangkanku, lalu menghapus semua make up ku. ia mengajarkan cara yang benar, dan hasilnya sempurna.
“thanks ya mon”. aku memeluknya, ia membalasnya dan menganggukan kepala.

Kami telah tiba di lokasi perkemahan. di tepi sungai yang indah dan jernih, pepohonan tumbuh lebat. kami mengumpulkan kayu di hutan, benar benar awal yang asik.
“ini apa hayo!”. Aan menyodorkan ulat daun padaku.
“Aan.. Jauhkan itu dariku. bego loe!”. aku mulai histeris, ulat itu hewan yang menjijikan.
“haha.. seru nih. muka loe cantik kalau takut!”.
“ah, jangan jahil. gue capek!”. aku menjauh darinya. ia tertawa lagi.

Setelah acara api unggun. kami melaksanakan kegiatan tracking, sialnya aku sekelompok dengan Aan. di perjalanan ia terus menjahiliku, tapi tak mau kalah aku balas pula dikala ada kesempatan. sampai teman teman menegur tapi tak kunjung kapok jua si Aan itu.

“jalurnya ke mana nih?”. tanya mika.
“entah, nggak ada petunjuk”. aku mengarahkan sinar senter ke sekitar.
“lewat sini aja!”. Aan berjalan kekanan.
“nggak salah loe an, loe itu kan tolol!”. ejek ku.
“kita lurus aja”. ucap sasha.
“ke kanan, kalau kalian mau lurus ya ke sana aja. gue tetap ke kanan!”. Aan mulai keras kepala.
“ya udah!”. mereka berjalan lurus, kecuali Aan. aku mengikuti Aan, takut ia sendirian.
“kenapa loe keras kepala amat sih an”. tegurku. ia menoleh padaku.
“mereka yang keras kepala”.

Kami mulai tersesat, berputar di tempat yang sama. keadaan yang gelap mempersulit perjalanan.
“tuh kan, loe salah jalan”. aku panik.
Kami berhenti di tepi sungai, ia memandang sungai yang mengalir itu.
“sebenarnya loe sadar ngak sih kalau gue suka sama loe”. ia menoleh padaku, aku terkejut.
“jadi loe juga punya rasa sama gue?”.
“iya, sejak awal gue kenal loe rasa itu sudah ada”.
“tapi kenapa loe ngak bilang dan malah ngejekin gue sih”.
“gue malu, jadi cuma caper”.
“jadi?”. aku menuggu lanjutannya.
“loe mau ngak jadi pacar gue?”.
“jangan bercanda an!”.
“gue serius!”. ia menatapku tajam.

“ya, sebenarnya gue juga suka sama loe. tapi loe ngak juga nembak gue, kan gengsi. jadi gue suka caper sama loe, tanpa loe gue kesepian”. ungkapku.
“jadi loe mau jadi pacar gue?”. tanyanya, aku menganggukan kepala.
“yes, alayers gue takluk juga akhirnya!”.
“apa, loe menipu gue?”. aku terkejut dan merasa dipermalukan.
“gue sayang loe!”. ia memelukku erat, aku membalas pelukannya.
“ciee”. teman sekelompokku bersorak di belakang, kami terkejut.
“jangan pacaran mulu, ayo!”. ajak mereka.
“jadi ini direncanakan?”. tanyaku, ia tersenyum malu.
“iya”. jawabnya.

END

Cerpen Karangan: Ramdini Aldianti
Facebook: Ramdini Aldianti
Buat readers cerpenku, makasih ya atas antusiasnya.

Cerpen Alayers Dapatkan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pucuk Harapan

Oleh:
Siang hari langit teduh dan tampak kebiruan. Matahari bersinar terang tanpa segumpal awan pun yang menghalangi rerimbunan rumpun pohon bambu. Sejuk angin yang berhembus dari celah rerimbunan pepohonan yang

Hujan Yang Sama Cerita Berbeda (Part 2)

Oleh:
Hari ini benar-benar menyebalkan, bagaimana tidak menyebalkan kalau gua sedari tadi harus mendengarkan ejekan dari teman gua karena gua mendapatkan hukuman. Dan pastinya orang yang berani mengejek gua tidak

One Day to Remember

Oleh:
“Are you ready?” Aku melemparkan tatapan sengit pada Nathan. Cowok itu seperti tidak mendengarkan kata-kataku. “WOI NATH!” Dia baru menatapku ingin tahu. “Are you ready?” “Are you ready apaan?”

Persahabatan Cinta

Oleh:
Ceritaku ini berawal ketika aku kelas 2 smp. saat itu aku dekat dengan nya saat pergi studytour ke jakarta. singkat cerita beberapa hari setelah kepulangan kami dari jakarta kami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *