Alhamdulillah (1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 27 July 2012

Mereka diperkenalkan dan dipertemukan olehNYA lewat jejaring sosial, yahoo messenger. Disana mereka ta’aruf, saling memperkenalkan diri satu sama lain, saling percaya dan yakin dengan apa yang mereka pilih. Tujuan mereka hanya ingin secepatnya menikah karenaNYA.
Hari yang dinanti pun telah tiba, 11 juni, pukul 11 siang, keluarga merekapun saling bertemu.
“assalamualaikum…..” salam abang baru tiba dan berada didepan rumah dinda.
“waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..” terdengar langsung sahutan salam dari dalam rumah yang sepertinya sudah menunggu kedatangan.
Sambutan hangatpun diterima dengan saling jabat tangan dan lempar senyum….Rasa bahagia, gemetar, merinding bercampur baur jadi satu yang dirasakan dari dua hambaNYA ini. Maklum mereka baru bertemu pertama kali namun mereka sudah saling tahu paras wajah satu sama lain meskipun hanya lewat foto.
sebelum abang melihat dinda secara langsung, ada satu moment yang cukup berkesan yang sepertinya telah dipersiapkan dengan cukup matang oleh dinda untuk memberikan surprise pada si abang.
Satu wanita masuk ruang tamu yang mana abang telah menunggunya…. tak disangka oleh abang bahwa dinda memakai burqah…tak lama kemudian, ada satu lagi wanita yang masuk ruang tamu dengan berpakaian sama persis juga memakai burqah….ya ada dua wanita kembar memakai burqah namun salah satunya berhiaskan mehindi dipunggung tangan kirinya….yang mana abang harus memilih dari salah satunya
“lho tok ono ninja loro…hayo koen..”goda kakak abang lirih dalam bahasa jawa pada abang yang hanya tersenyum
”apalagi ini ya Allah….cukup sulitkah untuk dapat melihat hamba JENENGAN secara langsung???” geramnya pertanyaan yang diajukan padaNYA dalam hati yang sedang dilanda kegalauan….namun DIA langsung memberikan jawaban dengan langsung teringat saudara dinda satunya, ayu….lalu abangpun hanya tersenyum seperti sudah tahu siapa yang akan dipilih
“kami ingin abang menebak salah satu diantara kami yang mana dinda, yang akan jadi istri abang…” salah satu dari wanita tersebut berkata.
“maaf sebelumnya, boleh bertanya??” tanya abang…kemudian abangpun terdiam sejenak berpikir, pertanyaan apa yang akan diajukan…dan secara spontan
“seberapa dekat kalian denganNYA??” tanya abang
“i fell HIM…so closer more than my blood” jawaban yang langsung terlontar dari salah satu wanita dengan beraksesoriskan flora yang menghiasi jilbabnya
satunya lagi menjawab dengan sedikit berpikir “hmm…seperti dekatnya papa-mama dengan aku, tapi kayaknya lebih dekat dikit dech….”sembari tertawa kecil
“hhmm..pertanyaannya sudah cukup, satu saja…dan…”kata abang “bismillahirrohmanirrohim..”dalam hatinya. “Allahu Akbar….Allahu Akbar….”Tiba-tiba terdengar suara adzan dhuhur dari masjid dekat rumah. “upsss…maaf banget…sebentar tak tinggal dhuhuran dulu ya….” kata abang sembari tersenyum yang ingin membuat mereka penasaran
“hmm…apa gak bisa milih sekarang akhi??kan cuman tinggal milih doank…dia atau aku” kata salah satu dari wanita yang kurang sabaran menunggu hasilnya…
”ya juga sich…cuman tinggal milih aja, tapi bolehkan kami ajukan dulu sama DIA agar gak salah pilih??”jawab abang dengan ketawa kecil “yuk kita dhuhuran dulu….”ajak abang
Lalu salah satu dari wanita berdiri dan mempersilahkan abang untuk sholat dhuhur. Kemudian abang pun pergi ke masjid meninggalkan mereka
15 menit berlalu…
“kok belum datang juga ya?”tanya salah satu wanita pada kakak abang “…ya emank gitu, kalau sholat emank agak lama…”jawab kakak abang
Beberapa menit kemudian abang datang dan dua wanita itu sudah duduk menunggu
“hehehe…soriii nunggu agak lamaan yaaak??”
“…habis hawanya suejuk sich jadi ampe’ ketiduran…hehehe…”
“hhhmmm…tapi kalian juga dah sholat dhuhur kan??”
“udah” jawab dari salah satu wanita
“alhadmulillah…brarti langsung aja yak…”
“bismillahirrohmanirrohim” kata abang dalam hati “…kami memutuskan untuk memilih anti…” sambil menunjuk salah satu dari wanita yang memakai aksesoris flora
“….abang..!!!…” spontan dari wanita yang tidak ditunjuk memanggil sembari ada rasa sedih dan kecewa seakan mengatakan “abang….ini aku dindamu, ada disini”.
Abang kaget sembari tersenyum ingin menguji seberapa besar tingkat cemburunya dinda….lalu wanita yang telah dipilih seakan memberikan isyarat bahwa pilihannya tidaklah salah…abangpun melihat sorotan mata wanita yang punggung tangannya berhiaskan mehindi lalu menoleh pada wanita satunya sembari berkata “maaf..kami pilih dia, kami yakin dia adalah dinda yang kami cari…”
yup, abang memang tidak salah pilih karena memang benar wanita yang beraksesoris flora melekat pada jilbabnya adalah dinda, hambaNYA yang ingin dilihatnya secara langsung selama ini….Lalu merekapun membuka burqahnya sambil tersenyum….
”salam….” kata dinda sambil menyatukan kedua telapak tangannya
“waalaikumsalam…”sahut abang sembari tersenyum
“maaf ya bang…dinda cuman ingin bikin surprise untuk abang….dinda cuman pengen tahu seberapa besar usaha dan keyakinan abang ma dinda…”
“…dinda masih ragu yak ma abang??…maaf juga tadi abang bikin penasaran…”timpal abang
“apa yang buat abang langsung milih dinda??” tanya dinda yang masih cukup penasaran
“..hhhmmm…sebenarnya abang dah tahu dari awal nda…”
“dindakan suka makai mehindi…dan juga kurang suka dengan yang aksesoris fauna…”
“n pertanyaan yang abang ajukan cuman karena abang pengen dengerin langsung aja jawaban dinda…”sembari senyum abang berkata
“…hhhaaa segitu perhatian yaak abang ngeliat orang??”tanya si ayu sembari kaget
“gak juga koq yu…cuman untuk dinda, abang memberikan perhatian lebih..”jawab abang
“hhmm jadi cemburu nich ayu ma kak dinda…hehehe” “tapi selamat ya untuk kak dinda ma abang…semoga hubungan keluarga kalian nantinya sakinah, mawadah warahmah, bahagia, sejahtera, anaknya sholeh/sholehah dan lucu tentunya…aamiin”
“aamiin…aamiin..aamiin..”dinda dan abang yang langsung mengamini doa si ayu
“…tapi kitakan lum pasti jadi suami-istri yu…”seloroh dinda
“ya udah kalau gitu nikahnya besok aja…gimana bang??”tanya ayu pada abang
“…tanya aja ma dinda yu gimana baiknya…kalau abang mah….besok atau….kalau bisa sekarang malahan…hehehe…lebih cepat lebih baikkan??”
“gimana kak??”tanya ayu…dinda hanya tersenyum malu dan mengangguk saja
“oia nda…ntar kalau nikah pestanya terutama ngundang anak yatim dan orang miskin yaak…gimana menurut dinda” tanya abang ”abang pengin banget ntar yang doain pernikahan kita adalah mereka…abang ingin berbagi kebahagiaan sama mereka nda…menurut dinda gimana, boleh begitu?”
“hhm…boleh laaaah bang, dinda sangat stuju banget malahan…sepertinya abang dah rencanain ini sejak lama yaakk??…” abang hanya tersenyum dan mengangguk sembari memuji syukur “..alhamdulillah..terima kasih ya dinda…”
Selang beberapa hari setelah dua keluarga bertemu kembali namun kali ini keluarga besar mempelai wanita datang, tidak ingin ketinggalan menyaksikan acara ijab-qabul, pernikahan pun dilaksanakan.
19 juni 09.00 wib…,abang duduk bersila depan sang penghulu, rasa dingin, merinding gemetar, bercampur aduk jadi satu…”tangannya adik dingin sekali…santai aja…”goda penghulu. Abangpun hanya tersenyum bahagia. Papa menatap abang, namun abang hanya menatap papa sejenak lalu menundukkan kepala sambil menghela napas panjang ”bismillahirohmanirrohim..”kata abang dalam hati…lalu menatap papa kembali dengan penuh rasa keyakinan…menyambut tangan papa yang telah menjulurkan lebih dulu dengan erat…”saya terima nikahnya dinda binti muhammad dengan seperangkat alat sholat dan uang sebesar 100ribu dibayar tunai…” kata abang dengan mantap, sepertinya abang tidak pernah berkata-kata semantap ini dalam hidupnya…papa hanya tersenyum dan berkata “alhamdulillah…”. si modinpun langsung berdoa untuk mereka, dinda dan abang, dan yang lain pun mengamininya… ditengah doa diucapkan, meneteslah air mata abang…air mata bahagia, air mata yang penuh dengan rasa syukur “alhamdulillah…matur nuwun Gusti Allah, PANJENENGAN telah manggihaken, menikahkan ugi maregaken kami ugi PANJENENGAN paringi pituduh, tuntun raos syukur niki mergo kami mboten saged nglenggahaken sakbenere lenggahan…”ucap abang dalam hati sembari senyum padaNYA.
Dindapun keluar, untuk kali keduanya mereka saling pandang, yang tergambar hanyalah senyuman diraut wajah mereka berdua sambil tersipu malu.
“…apa kabar?,…sekarang gimana perasaan dinda?….”tanya abang
“alhamdulillah…baik bang..”
“dinda merasa gemetar, dag-dig-dug…tapi yang pasti dinda sangat bahagia banget…kalau abang??”
“abang juga…”jawab abang sambil tersenyum renyah
mereka menikah dengan sangat sederhana, tak semeriah pada umumnya pesta pernikahan. Pernikahan mereka dihadiri anak yatim, utamanya seperti keinginan dari mereka sebelumnya.….
para tamu yang hadirpun saling berganti mengucapkan selamat dan doa kepada kedua mempelai…selamat..selamat…semoga DIA menjaga keluarga baru kalian…itulah sepenggal kalimat yang terucapkan oleh para undangan…ndreeeet…ndreeeet….hp abang bergetar…sembari kaget abang melihat hp yang menunjukkan pukul 10.00wib…”sebentar ya dinda…tak tinggal menemui DIA dulu” kata abang sambil terburu-buru meninggalkan dinda yang sedang menerima tamu yang hadir “siapa bang??” tanya dinda yang sedikit kaget…”dinda dah sholat dhuha??” tanya abang…”alhamdulillah..”kata dinda sembari tersenyum dan menunjukkan ruang yang akan abang gunakan untuk dhuhaan.
Kehidupan keluarga baru mereka bahagia dan mereka sangat yakin dengan keputusan yang mereka ambil hanya semata-mata demi mendapatkan ridho’NYA, sekalipun papa-mama dinda sebenarnya kurang setuju dengan hubungan mereka, karena ingin anaknya sekolah dulu seperti cita-cita mereka dan menikah. Namun lain dengan dinda sendiri, yang ingin menikah lebih dulu sesuai dengan syariatNYA, yang jikalau sudah mampu maka menikahlah dan ingin menikmati hidup dengan keluarga baru.
“terima kasih dinda karena telah memilih dan mempercayakan abang sebagai suami dan pendamping hidup dinda yang insyaAllah dunia-akhirat” kata abang kepada dinda, istri tercintanya, disambung ”abang juga bersyukur gusti Allah mempertemukan dan mempersunting dinda jadi istri dan pendamping hidup dan semoga DIA pun juga selalu memberi petunjuk, rahmat, cinta, keberkahan dan ridhoNYA kepada kita dan keturunan kita nantinya….” “aamiin…aamiin…aamiin” jawab dinda ditambah dengan senyum manisnya.”abang, dinda sedang jatuh cinta..??” abangpun hanya tersenyum melihat dinda dan berkata “semoga cintamu mendapatkan ridho’NYA…aamiin”

Nama Penulis: dian

Cerpen Alhamdulillah (1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang

Oleh:
Kenalkan aku Laura, seorang gadis muda dan pemimpi yang cukup sukses di muka bumi ini. Aku memimpikan banyak hal. Mimpi punya banyak sahabat sejati. Mimpi punya banyak waktu untuk

Cinta Tak Semanis Lolipop

Oleh:
“Hei kenapa nangis?” Tanya seorang bocah laki-laki kelas 5 SD berkulit putih dan berparas ganteng. “Aku jatuh dari sepeda ini dan kayanya kaki aku terkilir, sakit banget. Hiks” Jawab

Tidak Pernah Terbayangkan

Oleh:
Hari-hari tetap seperti biasanya dan tidak ada yang berubah. Seperti biasa pagi-sore aku bekerja dan malamnya aku gunakan buat belajar di salah satu universitas yang ada di kota semarang.

Bukan Cinta

Oleh:
Sebuah nama yang ada di alam bawah sadarku akhir-akhir ini muncul ke permukaan. Nama seorang wanita yang pernah aku coba untuk dihapus dari memory otakku, kini muncul kembali. Dia

Ketika Khatulistiwa Bersuara

Oleh:
“Kau akan menolongku jack? Atau kau akan mengakhiri hidupku?” kata sherly dengan lembut namun pasrah “bagimu semudah itukah kau menyelesaikan masalahmu?” jack balik bertanya Sherly melirik ke samping kanan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *