Alita dan Cintanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 22 May 2013

Panggil saja gue Alfiansyah Ababil. Teman-teman suka memanggil gue Alfian atau Inyong. Entah awalnya bagaimana tiba-tiba gue di panggil Nyong Inyong. Sempat gue tanyain, mereka hanya menjawab muka gue katanya JAMET alias Jawa Metal. Ya, kebetulan gue pernah tinggal di semarang 3 tahun namun sekarang pindah ke Jakarta dan masih kental dengan logat medoknya bahasa Jawa. He he.

“Assalamu’alaikum” sebuah suara yang sangat di kenal muncul dari balik daun pintu tempat tinggalnya yang berukuran sekian kali sekian meter. Rumahnya yang terdiri dari tiga ruang. Tepatnya rumah kontrakan. Hamid sahabat karibnya nongol sambil nyengir kuda ciri khasnya.
“Wa’alaikumsalam Warrohamtullohi Wabarroaktuuuuhhh” suara lantang sang tuan rumah hanya menoleh ke belakang. Tangannya tetap berada di keyboard komputernya yang tengah setia menyelesaikan Tugas Akhirnya sebagai mahasiswa di sebuah kampus yang berada di kota Jakarta Selatan. Udah kita nggak usah memikirkan apa nama kampusnya. Itu bukan urusan kita. Yuk baca lagi
“Ada apaan loe Nyong manggil gue suruh datang kemari?” sambil slonong boy masuk ke dalam ambil air minum. Maklum persahabatan meraka sudah kenal luar dalamnya. Jadi bukan luar dalam hatinya saja tapi juga kontrakannya (ya iyalah, he he).
“Loe kayaknya lagi bete banget sih, bete kenape Nyong?, hidup udah susah jadi jangan tambah susah dengan muka loe yang kusut kayak baju belum di seterika,”
“Tau nih Mid, gue lagi bingung sama Titta, mana Tugas Akhir gue belum beres lagi,”
“Yaah makanya gue bilang juga ape, kalo punya cewek jangan cuma satu tapi emang bagus setia sama yang satu doang tapi lebih baiknya lagi satu disini, satu disana, terus satu lagi disononoh”
“Ah Mid, serius dikit dong, bantuin gue nih. Gue bener-benar bingung apa yang terjadi sama Titta, coba bayangin, gini nih,” dengan muka sedikit serius dan antusias ingin bercerita panjang lebar tiba-tiba sohibnya memotong pembicaraannya
“Stop-stop entar dulu gue bayangin dulu nih” sambil telapak tangannya memegang pelipis kanan seolah-olah sedang membayangkan. Serius namun matanya melirik meledek Alfian.
“Ah loe Mid, serius nih,”
“Hehee, iye maap-maapin deh. Ya udah sekarang cerita deh, gue dengarakan dengan seksama, et ets entar dulu gue minum dulu,” Hamid hanya tersenyum jail melihat tingkah laku sohibnya yang mulai kesal.
“Gini Mid, kemarin hari Kamis malam Jum’at sekitar sehabis bada’ Isya gue telpon Titta nah biasa tuh bercanda-bercanda walaupun cuma bentaran doang. Ada yang beda dari sikap Titta. Beberapa hari sebelumnya juga. Walaupun gue baru kenal Titta tapi biasanya dia selalu dan selalu bercanda terus, kagak bisa serius ketawa mulu tapi kemarin waktu diajakin ngobrol di telepon sedikit doang bercandanya. Terus ada kata-kata yang bikin gue tanda tanya. Waktu gue tanya kayaknya ada yang beda deh sama kamu, kamu ada apaan? Titta jawab nggak ada apa-apa. Tapi Mid, besoknya gue telepon masih beda juga. Nah kemarin pas hari Jumat sore-sore gue telpon mau jemput kuliah hari Sabtu eh Titta nolak tapi nggak kasih tau apa alasannya. Gue kesel tuh Mid, tapi gue juga nggak bisa marah Mid. Trus udah tuh, gue tutup obrolannya udah ngucapin salam juga, tapi gue nggak langsung tutup hape eh disananya Titta langsung tutup begitu ajeh. Biasanya Mid, tuh Titta ga bakalan nutup hape sebelum gue yang matiin hape, tapi ini nggak Mid. Pokoknya gue ngerasa Titta beda. Kira-kira kenapa ya Mid?” dengan wajah bingungnya dirinya bertanya sama sohibnya Hamid.
“Udah nih ceritanye? Ya udah sekarang giliran gue yang cerita. Loe jangan potong pembicaraan gue ye, kalau mau motong noh rumput halaman depan. Iye-iye gue serius nih. Gini ya Alfian. Gue nggak tau seperti apa Titta cewek loe justru yang lebih tau Titta ya cowoknye nah itu loe Nyong. Gue nggak bisa berpendapat seperti apa Titta. Tapi gue coba jawab sepengetahuan gue tentang makhluk Tuhan yang namanya kaum hawa. Gini deh gue mau tanya, kemarin-kemarin loe punya salah nggak sama Titta?. Karena biasanya cewek akan berbeda dari biasanya kalau ada sesuatu yang nggak berkenan dari pasangannya. Atau mungkin memang Titta lagi ada masalah yang belum bisa cerita sama loe Nyong. Atau nggak ya mane gue tau kan loe cowoknya…?” Alfian hanya diam dan menarik nafas masih tak mengerti perubahan sikap Titta ceweknya beberapa hari terakhir ini.
“Udah lah Nyong entar juga bae’an, mungkin emang bener Titta lagi ada masalah yang belum bisa cerita sama cowoknya. Udah ah gue kesini juga mau main games favorit gue. Dan TA loe entar malam aje deh, kita bahas bareng-bareng. Oke!”
Setelah Alfian bercerita tentang ceweknya yang bernama cuma empat huruf Titta dirinya duduk bersandar di dinding. Lalu keduanya berdiskusi masalah lain. Entah masalah apa itu hanya mereka berdua dan Allah yang tahu. Bahkan tetangganya pun tidak tahu, karena kalau tetangganya mau cari –tahu- bukan di kontrakan sebelahnya tapi di tukang sayur yang suka keliling pake gerobak sayur.

Seminggu berlalu perubahan masih ada dalam diri Titta, dan Alfian masih terlalu bungkam untuk menanyakan secara jelas. Hingga akhirnya perubahan sikap Titta masih berlanjut. Namun meski Titta berubah sedikit dirinya tetap perhatian dan sayang pada Alfian. Keduanya saling mendoakan dari jauh segala kebaikan untuk dirinya, hubungan dan masa depannya. Keduanya pun memasrahkan akhir dari kisah cintanya karena keduanya dari awal sudah berkomitmen semuanya pasrahkan pada ALLAH. Karena sejatinya manusia hanya bisa berencana dan ALLAH jualah yang menentukan.

Indahnya sebuah komunikasi timbal balik karena dengan komunikasi secara timbal balik maka akan saling mengetahui satu sama lainnya. Dan berusahalah untuk berpositif thingking. Keep spirit and do all thing with love.

Cerpen Karangan: Jheyanz Gastsmile
Blog: gastsmile.blogspot.com
Facebook: Itha Zhumarooh Qathrunnada
Twitter: twitter.com/gastsmile

Cerpen Alita dan Cintanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dialah Jodoh Ku

Oleh: ,
Di malam ini terlihat sepasang kekasih tengah menjalin asmara sebut saja Simon dan gue, di malam ini tepat malam minggu, seperti biasa setiap malam minggu kita pasti berduaan di

Dia Yang Selalu Ada (Part 4)

Oleh:
Pukul 20.30 tampak para tamu undangan banyak yang sudah berdatangan dan setengah jam lagi acara akan dimulai tapi Raka belum datang yang membuat Shintia terus bertanya-tanya. Shintia mulai melirik

Cinta Pandangan Pertama

Oleh:
Panasnya terik matahari di pagi hari. Tak membuat anak-anak menjadi lemas tak berdaya. Mereka malah sangat bersemangat mengikuti upacara bendera Senin itu. “Sesyl, dari tadi aku perhatiin kamu ngelihatin

Jodohku Orang Itu

Oleh:
“Hei… Kapan punya pacar?” Sapaan yang selalu membuatku bosan, apa tidak ada sapaan lain yang lebih enak di dengar telinga, ya.. Tiap kali ada yang bertanya tentang pacar aku

Indahnya Cinta

Oleh:
Pagi yang cerah, dengan bersemangat Dera berangkat sekolah. Tak lupa dia berpamitan dengan orangtuanya. “Ma, pa.. Dera berangkat dulu ya” ucapnya sambil mencium tangan kedua orangtuanya. “Hati-hati ya” ucap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *