All About Loving Someone

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 29 May 2013

Aku bukan lelah mencintaimu. Aku hanya takut melukai hati yang rapuh ini…
Aku melangkahkan kaki satu persatu keluar dari apartemen. Dengan menenteng sebuah tas berisi pakaian dan benda-benda pribadiku. Mungkin kepergianku tanpa pamit ini lebih layak di sebut sebagai kabur.

Ah, sial. Tiba-tiba saja hujan turun ketika aku telah keluar dari gedung apartemen. Seakan menguji keteguhan niatku untuk pergi.
Aku tak peduli. Aku membiarkan air hujan mengguyur tubuhku. Karena aku tak bisa kembali. Jikalau aku kembali dan kepergok laki-laki itu, ia pasti akan menertawakan kekonyolanku. Kau urung kabur karena hujan turun? Pasti ia akan meledekku seperti itu. Dan meledaklah tawa sinisnya. Tidak! Aku akan meneruskan langkah ini sesuai dengan rencana semula, batinku.

Aku berdiri berteduh dibawah atap halte bus seraya berdoa agar hujan segera reda, atau paling tidak bus yang ku tunggu segera tiba. Sehingga aku bisa secepatnya pergi dan tidak berubah pikiran.
Lima menit, sepuluh menit…
Berlalu sia-sia. Tak ada satupun dari kedua doaku yang terkabul. Sementara tubuhku sudah mulai menunjukkan gejala kedinginan. Menggigil…
Huh… Apa aku harus menyesal sekarang, padahal aku belum memulai apapun juga.
Dan aku mulai bosan untuk berkeluh kesah.
Namun wajahku terangkat manakala mataku menangkap sepasang ujung sepatu muncul dihadapanku.
Oh Tuhan! jeritku dalam hati.
Laki-laki itu telah berdiri dihadapanku dengan tubuh basah kuyup.
“Hans?” aku melongo menatap perawakan tubuhnya.
“Kau mau pergi meninggalkanku?” tanyanya mendesak.
Aku terpana. Namun tak berusaha untuk menjawab.
Ia tesenyum pahit.
“Kenapa?” tanya Hans cepat usai melihatku menundukkan wajah. “Apa kau sudah bosan hidup denganku, atau kau sudah berhenti mencintaiku?” cecarnya.
Bukan, bukan itu Hans, batinku berteriak. Tapi bibirku sama sekali tak bergerak. Kelu.
“Mey!” ia berteriak seraya mengguncang bahuku kencang.
“Hans…” aku merintih kesakitan. Kumohon jangan seperti ini…
“Kau tidak mencintaiku lagi?” desaknya seperti orang kerasukan.
Aku menggeleng.
“Aku mencintaimu Hans,” tandasku pelan. “Tapi aku…” kalimatku tergantung di ujung tenggorokan.
Hans menatapku tajam. Menunggu kalimatku berikutnya.
“Katakan Mey…” suruhnya.
“Aku… aku cemburu Hans,” ucapku terbata.
Hans melotot.
“Cemburu?” ulangnya. “Pada siapa?” desaknya tak sabar.
Aku menghela nafas berat sebelum mengutarakan isi hatiku.
“Setiap hari kau dikelilingi gadis-gadis yang sibuk meminta foto atau tanda tangan,” ucapku memulai curahan hatiku. “Mereka mengagumi ketampanan dan bakatmu. Bahkan mereka berani menyatakan cinta padamu. Aku tidak bisa untuk tidak cemburu, Hans. Aku takut kau akan meninggalkanku suatu saat nanti…”
Perlahan air mata bening meluncur bebas dari pelupuk mataku dan merembes ke pipiku. Aku tak kuasa menahan isak tangis kali ini. Padahal Hans sangat benci dengan tangis… Karena aku tampak seperti wanita rapuh dihadapannya. Dan Hans tidak suka itu.
Hans mengusap pipiku perlahan. Tangannya dingin saat menyentuh kulitku.
“Kau tahu aku tidak seperti itu, Mey,” ucapnya. “Aku bukan remaja belasan tahun yang dengan mudah berganti pasangan. Aku memang sibuk akhir-akhir ini, tapi aku sama sekali tidak berhenti mencintaimu…”
Laki-laki dihadapanku itu segera menarik tubuhku ke dalam dekapannya.
Aku tahu kau mencintaiku. Maaf jika aku pernah meragukan cinta itu, Hans…

Cerpen Karangan: Kartika Sari
Blog: http://kartikasari-kartika.blogspot.com

Cerpen All About Loving Someone merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jodoh yang Ditunda

Oleh:
Ketika sadar aku sudah berada di rumah sakit dengan balutan di tangan serta kaki, untung saja kepalaku tidak apa-apa. Saat itu aku melihat Lia sedang berdiri di samping perawat

Hari Pertama di Bulan Desember

Oleh:
Drrrttt… Sebuah pesan singkat berisi promosi dari operator membuatku terbangun, dengan terkantuk-kantuk kulihat jam menunjuk angka 01.28 dan kuyakinkan diriku bahwa saat ini orang-orang sedang berenang dengan indahnya di

Kupilih Dia

Oleh:
Aku adalah seorang siswa di Sekolah Menengah Atas. Namaku Davi. Lengkapnya Davi Adrian. Aku berasal dari keluarga yang cukup kaya. Kata teman-temanku kekayaanku bukan cukup lagi tapi lebih. Namun,

Ku Akhiri Segalanya

Oleh:
Terbuai dalam dekapan malam, terpancarkan cahaya hati. Terlampiaskan akan canda tawa, terjerat kembali akan memori. Seuntai rasa segumpal hati. Berjuta cinta berjuta kasih tiada tara dalam kiasan hati. “Rasya…..ayo

Alsha (Part 2)

Oleh:
Pagi itu mentari bersinar sangat cerah, semua orang bersiap-siap untuk melakukan aktifitas, nggak terkecuali Alsha, saat ini dia telah bekerja di perusahaan milik almarhum ayahnya “Aku kangen sama kamu.”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *