Amira’s Love Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 13 August 2018

“kriiinggg…” bel masuk sekolah berbunyi, menandakan bahwa upacara penerimaan siswa-siswi baru akan segera dimulai. Upacara adalah salah satu hal yang paling tidak disukai oleh gadis berambut ikal ini. Dari awal upacara hingga selesai, Amira hanya memandangi jam yang ada di tangan kirinya.

“ra, bayangin deh kalo upacara itu nggak Cuma hari senin aja tapi tiap hari” ujar Kiki teman sebangku Amira.
“Mungkin sekolah ini bakalan sepi karena nggak ada murid yang mau sekolah di sini gara-gara upacara setiap hari. hahaha” jawab Amira dengan gaya komedianya.

Ketika sedang asik menulis puisi, tiba-tiba seseorang mendekatinya, seketika itu Amira dibuat kaget dan terpukau. “bawa bulpoin berapa?” tanya Aldi ketua kelas di X 5. “Cuma bawa satu” jawab Amira. Sebenarnya Amira memiliki persediaan bulpoin di dalam tasnya, karena gugup dan salah tingkah akhirnya dia melontarkan kata seadanya. “Mungkin ini akan jadi cerita cintaku di awal dunia putih abu-abu” gumam Amira. “Kenapa ra?” tanya Kiki. “oh nggak papa, hehe” jawab Amira sambil memperlihatkan giginya yang memang kurang rapi.

Ini adalah awal dimana Amira merasakan jatuh cinta yang memang benar-benar dalam, dan baru terjadi kali ini dalam hidupnya. Tapi apa daya, Amira hanya bisa mencintai dalam diam setiap hari, memandang Aldi dari kejauhan dan berharap Aldi bisa tau apa yang dirasakanya saat ini.

Hari demi hari perasaan itu masihlah sama, hingga pada awal semester 2 mulai ada kedekatan di antara Amira dan Aldi karena tempat duduk mereka berdekatan. Mereka bercanda bersama, hingga membuat Amira semakin menyukai Aldi.

“wiih gila, cewe-cewe di kelas X 1 cantik-cantik banget bro” ujar Bayu teman sebangku Aldi. Aldi pun hanya tertawa kecil melihat tingkah temanya yang memang jika melihat wanita cantik selalu begitu.
“Ra, aku mau kamu bikin puisi buat lomba mading yang bakal Osis adain antar sekolah” kata Dera salah satu teman Amira di X I
“Loh kenapa aku de? Aku kurang berbakat untuk tugas itu”” jawab Amira
“Aku yakin kamu bisa kok ra” lalu Dera meninggalkan Amira sambil tersenyum. Saat Dera keluar dari kelas Amira, tiba-tiba Bayu memanggilnya “Dera ya? Dicariin sama Aldi Mahendra”. Dera tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh Bayu, dia tetap berjalan menuju ke kelasnya. Ketika itu, Amira mendengarnya dan segera mengintip ke jendela. Pada saat itu Aldi hanya tersenyum melihat tingkah Bayu. Amira pun seketika bersedih melihat hal itu, muncul di pikiranya bahwa Aldi menyukai Dera. “Aku sadar kok aku nggak secantik Dera, tapi aku yakin aku bisa bahagiain kamu” gumamnya dalam hati. Sedang asiknya terlamun di jendela, tiba-tiba Aldi melihat Amira. Lalu Amira segera menundukan kepalanya.

Jam menunjukan pukul 14.00, waktunya siswa SMA N 25 Karangsari untuk mengakhiri pelajaran yang membosankan itu. Amira keluar kelas paling akhir karena buku-bukunya yang masih berserakan di meja, Buku novel, puisi, buku harian, semua ada di meja nomor 2 dari depan. Ketika sudah sampai pintu kelas, tiba-tiba seseorang yang ada di belakangnya menepuk pundak Amira. “Bulpoinya ketinggalan” ujar Aldi. Amira pun tak bisa berkata apa-apa, dia hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan segera berjalan cepat menuju parkiran untuk mengambil sepeda bututnya. Di parkiran Dera sudah menunggu dengan menunggangi motor beat merahnya dan segera memberi tau tema puisi yang akan dijadikan mading sekolah.

Sampai di kamarnya dia segera menyiapkan netbooknya untuk mengetik puisi yang bertema cinta. Jari-jarinya yang panjang dan manis itu mulai mengetik alunan kata-kata tentang cinta. Namun saat kata sudah tersusun menjadi 1 bait, jari-jari itu menekan tombol backspace. Semua itu dilakukan berulang kali hingga waktu menunjukan pukul 15.15. Tiba-tiba muncul lampu kecil berwarna merah di bbnya itu namun tak dihiraukan oleh Amira. Dia baru membukanya pada pukul 17.05.

Setelah dibuka, jumlah chat ada 7. Deretan 1-5 hanya broadcoast message dan yang ke 6 adalah dari Joko seseorang yang tak dikenal oleh Amira dan yang terakhir tertulis dari “Bayu Mahendra”. Amira secara spontan melompat-lompat di kasur empuknya sambil meringis kegirangan menyadari seseorang yang disukainya memulai chat duluan.

“PING!!!” dari Aldi Mahendra
“iya” Amira Dewi Anggita
“Tadi kamu ngapain ngeliatin aku di jendela? :D” Aldi Mahendra
“Haha, kamu kePDan kali” Amira Dewi Anggita
Dst.
Chatt itu berlangsung hingga pukul 22.30, Amira pun tidak tega untuk menghapus chatt dari sang moodbooster itu.

Hari ini hari dimana pelajaran matematika menjadi pelajaran paling bikin ngantuk sedunia, anak-anak di kelas hampir seluruhnya menguap ketika diajar oleh Bu Nani seorang guru matematika dari Kota Solo. Cara penyampaianya sangat lembut seperti seorang ibu yang sedang mendongeng untuk anaknya agar lekas tidur. Kiki lah orang yang membuat Amira tidak merasa ngantuk karena selalu ada pembicaraan yang dibahas oleh Kiki tiap menitnya entah itu penting maupun tidak penting.

“Ra, aku curhat boleh nggak” tanya Kiki.
“Oh iya boleh, tumben kamu mau curhat” jawab Amira dengan rasa penasaranya.
“Ra, bantuin aku dong biar bisa deket sama Aldi. Aku udah lama punya rasa sama dia” kata Kiki
Tiba-tiba saja Amira terhenti dalam lamunanya seolah-olah ada sesuatu yang mengenai hatinya.

“Ra, kok diem aja. kamu nggak papa?” ujar Kiki
“hah, oh iya-iya. emm gimana ya, mungkin kasih perhatian aja kali ya ki” gugup Amira.
“oh gitu ya, oke deh” jawab Kiki.

Hari demi hari seolah-olah kedekatan antara Aldi dan Kiki semakin menjadi-jadi, hingga pada akhirnya mereka mengadakan hangout bersama tapi bukan untuk berdua, tapi untuk semua teman X 5. Karena hangout akan diadakan hari minggu pagi, maka hari sabtu anak-anak pulang lebih sore untuk membahas acara hangout bersama itu. Mereka akan pergi ke Jogja dengan menyewa bus besar dengan tujuan ke Candi Prambanan, Malioboro, dan ke Candi Borobudur. Tiba-tiba Riko memberi usul yang sangat konyol.
“Tunggu-tunggu, aku punya usul nih. Waktu di bus duduknya kan dua-dua tuh, gimana kalo kita undi aja buat nentuin duduknya” ujar Riko. Amira pun hanya terdiam atau bisa dikatakan netral. Ternyata semua anak menyetujui termasuk juga Aldi dan Kiki.
Pada saat itu Amira sedang asik dengan novel yang dibacanya sambil menikmati cemilan yang ada di mejanya. Saat itu Kiki terus saja berdoa agar bisa duduk bersama Aldi.

“Amira…” ucap Aldi
Saat itu juga Amira menjadi tersedak saat suara yang sangat dikenalnya itu menyebut namanya. Dia hanya bisa memandangi teman-teman dan Aldi dengan muka bodohnya. Dia juga sempat memandang Kiki dengan wajah sinisnya kepada Amira. Teman-teman hanya menertawainya begitu juga Aldi. Pada saat itu Kiki mendapat undian duduk bersama Bayu.

Keesokan harinya anak-anak sudah berkumpul di dekat alun-alun kota untuk segera menaiki bus. Amira menempatkan diri di deretan bangku yang berada di bagian belakang, sekitar nomor 4 dari belakang sedangkan Kiki berada di barisan depan bersama Bayu.

Amira duduk di dekat jendela karena dia sangat menyukai pemandangan di sepanjang jalan, lalu datang Aldi duduk di sebelahnya. Di sepanjang jalan mereka hanya terdiam, hingga Aldi memulai pembicaraan duluan.

“Gimana ulangan kimia kemaren? Apa kamu optimis remidi ra?” candanya.
“enak aja, aku optimis 85 loh hehe” jawab Amira
“ah nggak mungkin, kalo emang iya kamu nggak remidi aku bakalan kasih kamu hadiah deh” ujar Aldi
Amira pun hanya tersenyum kecil sambil memandang Aldi.

Tiba-tiba bus berbelok membuat semua penumpang miring ke kiri, dan saat itu juga muka Aldi dan Amira nyaris bersentuhan, mereka hanya saling menatap beberapa detik dan tersipu malu. Suasana kembali senyap.

Beberapa jam kemudian tibalah bus ke tempat tujuan yaitu di Candi Borobudur. Anak-anak segera turun dan menuju ke bangunan tua itu sambil membawa kamera masing-masing yang digunakan untuk narsis di depan patung budha. Pada saat itu anak-anak berpencar dan kumpul kembali di parkiran bus. Amira berpencar bersama Kiki, Dewi, Arini, dan Bela. Di perjalanan Amira memulai percakapan dengan Kiki.

“Ki, kamu marah?” tanya Amira dengan nada memelas
“enggak kok, masa aku marah sama sahabat sendiri, kan nggak lucu ra” jawab Kiki sambil tersenyum

Setelah cukup lama berjalan, mereka menuju pasar ular yang menjual berbagai macam kerajinan tangan. Sedang asiknya memilah-milih, Amira baru sadar bahwa dia tertinggal dengan rombonganya. Dia pun terus berjalan sendirian, hingga terhenti di sebuah bangku memanjang yang terbuat dari kayu. Di sana ada sosok laki-laki yang membuat jantungnya berdegup kencang saat di bus. Dia adalah Aldi.

“Al, kamu ngapain di sini?” tanya Amira
“Iya, tadi aku cape banget jadi istirahat di sini” jawab Aldi
“yang lain mana?” tanya Amira
“yang lain udah di depan, kok kamu sendiri ra?” tanya Aldi
“Aku berpisah sama temen-temen waktu lagi asik ngliat-ngliat kerajinan tangan yang ada di pasar” jawab Amira
Akhirnya mereka berdua berjalan bersama menuju parkiran. Di sana teman-teman sudah memasuki bus dan duduk di tempat duduk masing-masing.

Jurusan selanjutnya ialah ke Candi Prambanan. Amira sudah merasakan lelah sampai dia terjatuh saat menaiki tangga di Candi Prambanan dan kakinya terkilir. Dengan sigap, Aldi langsung menopang tubuh Amira dan membawanya ke bus untuk diobati. Melihat hal tersebut Kiki merasa cemburu dan tanpa disadari dia meneteskan air matanya.

Saat Aldi kembali ke Candi Prambanan, segera Kiki mendatanginya.
“Gimana keadaan Amira?” tanya Kiki
“Kakinya Cuma terkilir, tadi udah aku urut pake minyak urut” jawab Aldi
“Oh syukurlah. Oh iya aku mau tanya” ucap Kiki
“Tanya apa?” jawab Aldi
“Kamu suka Amira kan? Jujur. Kalo emang iya, terus kedekatan kita slama ini kamu anggep apa? Apa kamu Cuma mau mainin perasaanku?. Seharusnya kamu itu sadar kalo aku itu sayang sama kamu” ucap Kiki sambil meneteskan air mata.
“Jujur aku emang udah lama suka sama Amira, tapi aku takut dia nggak punya perasaan yang sama kaya aku. Aku udah anggep kamu kaya adek aku sendiri ki, maafin aku kalo selama ini kamu kira aku udah ngasih harapan yang lebih ke kamu. Aku Cuma nganggep kamu sebagai adek nggak lebih” jawab Aldi
Segera Kiki berlari sambil menangis meninggalkan Aldi yang sangat merasa bersalah.

Jurusan terakhir adalah ke Malioboro. Tempat ini adalah tempat dimana para cewe udah nunggu-nunggu dari tadi. Mereka siap menyerbu apa saja yang ada didalamnya. Karena kakinya masih sakit, dia dibantu berjalan oleh Dewi sedangkan Kiki sudah jalan di depan.

“Ra, kamu mau beli apa?” tanya Dewi
“Aku pengin beli sepatu wi” jawab Amira
Mereka menghabiskan waktu di Malioboro selama 2 jam penuh untuk memilih sesuatu yang mereka suka. Amira dan Dewi datang ke bus lebih awal.
Ketika duduk di bus, Aldi datang di sebelahnya dengan membawa boneka beruang berwarna putih dan memberikanya kepada Amira.
“Loh? Buat aku?” tanya Amira
“iya, tadinya mau aku kasih ke Adeku tapi dia nggak suka warna putih” jawab Aldi
Amira menjadi salah tingkah dan sempat berfikir sejak kapan Aldi Mahendra mempunyai adik perempuan. Bukankah dia anak tunggal. Tapi semua itu membuat hatinya bertaburan bunga.

Pukul 20.00 WIB, bus mereka tiba di alun-alun. Mereka sudah dinanti oleh orangtua masing-masing. Ayah Amira sudah tiba di sana dan segera memanggil Amira.
Begitu sampai di rumah, Amira langsung menuju kamar mandi dan lekas berbaring di tempat tidurnya ya empuk itu.

“tuit…” terdengar suara ada bbm masuk dari handphone Amira.
“Good night cantik, mimpi indah”
Ternyata itu bbm dari Aldi, betapa senangnya hati Amira.

Amira bangun dengan rambutnya yang seperti singa dan berdiri di depan cermin kamar mandinya. “Mimpi apa gua semalem, mana mungkin Aldi ngebm gua. Bodoh” sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri.

Amira tidak terlalu mempedulikan bbm dari Aldi karena dia mengira bahwa ada yang membajak telepon genggam milik Aldi. Dia tidak akan menaruh harapan yang lebih kepada Aldi karena dia tau bahwa sahabatnya menyukai orang yang sama.

Waktu begitu cepat bergulir hingga semakin hari Amira cukup memiliki perasaan yang dalam kepada Aldi. Berhari-hari ia mencoba untuk menghapus semua perasaan itu namun tetap saja ia tidak dapat mendustainya. Sehingga bertahun-tahun mereka masih dalam status yang sama tidak pernah pacaran namun keduanya memiliki perasaan yang sama sedangkan Kiki sudah resmi berpacaran dengan Bayu walaupun awalnya justru mereka saling membenci. Begitulah cinta.

Waktunya telah tiba. Amira dan teman-temanya akan segera menjadi mahasiwa. Hal yang paling disedihkan oleh Amira adalah ia harus berpisah dengan Aldi. Walaupun Aldi tidak pernah mengungkapkan perasaanya tetapi dengan semua perhatian Aldi yang diberikan kepada Amira itu semua sudah membuat Amira percaya bahwa Aldi memiliki perasaan yang sama denganya. Amira masuk di universitas ternama di Yogyakarta. Dia mengambil jurusan Kedokteran. Meskipun Aldi mengambil jurusan yang sama dengan Amira tetapi dia tidak satu universitas denganya. Ia harus melanjutkan studynya di Bandung karena pada saat itu orangtuanya dipindahkan tugas di sana.

Selama kuliah, Amira dan Aldi sangat jarang berkomunikasi mungkin karena mereka sibuk dengan kuliahnya masing-masing.
“Kenapa ya aku kangen sama Aldi. Ah pasti dia udah ketemu sama cewe cantik di sana apalagi di Bandung, kota kembang. Aku yang begini bisa apa”, gumam Amira sambil memeluk boneka pemberian Aldi dulu.

Tahun demi tahun akhirnya Amira bisa lulus dengan gelar dokternya itu. Kemudian ia berhasil diterima kerja oleh rumah sakit besar di Yogyakarta sebagai dokter umum. Pada waktu itu diadakan rapat para dokter untuk yang pertama kalinya kemudian Amira melihat sosok yang tidak asing lagi dia adalah Aldi, dokter bedah. Dalam rapat mereka saling pandang dan sesekali tersenyum. Setelah rapat usai Aldi mengajaknya makan.

“Aku udah lama kerja di sini tapi aku baru tau kalo kamu ternyata ada di sini juga. Bener-bener nggak nyangka. Kaya mimpi tau”, ucap Amira
“Aku sengaja selama kerja di sini nggak bilang sama kamu, aku sering liat kamu tapi aku sengajain buat nggak nyapa biar kamu liat sendiri kalo aku ada di sini tapi kamu sok sibuk terus”, jawab Aldi.
“Kamu itu ya emang bener-bener ngeselin. Aku tuh bukanya sok sibuk tapi emang sibuk”, jawab Amira dengan raut wajah sedikit cemberut.
“Iya deh iya bu dokter. Btw, aku seneng kita ketemu lagi. Gimana kalo bulan depan aku dan keluarga datang ke rumah. Aku mau bilang ke ayahmu kalo aku ingin anak perempuanya menjadi istriku”, jawab Aldi.\

Seketika itu Amira tidak bisa berkata apa-apa. Perpaduan rasa sangat bahagia dan terharu pun tercampur di dalam hatinya, tanpa disadari ia meneteskan air matanya. Namun, Amira masih tidak yakin kemudian timbul pertanyaan kepada Aldi.

“Emangnya kamu belum ada calon? Ini kan udah bertahun-tahun”, tanya Amira.
“Aku nggak pacaran dari SMA sampe sekarang. Mungkin aku pernah deket sama beberapa cewe tapi aku anggap mereka biasa dan aku nggak ada rasa. Aku sadar perasaanku cuma buat kamu ra. Aku sengaja nggak macarin kamu dulu karena aku takut kita putus dan musuhan”, jawab Aldi.
“kalau begitu datanglah ke rumahku”, kata Amira.

Akhirnya, mereka segera melaksanakan pernikahan dan menjadi pasangan yang sah. Mereka membuktikan bahwa tanpa pacaran mereka juga bisa melangsungkan pernikahan. Mereka percaya bahwa cinta sejati akan selalu datang sejauh apapun jarak memisahkan keduannya. Akhirnya waktu mempertemukanya kembali dalam upacara sakral.

THE END

Cerpen Karangan: Annisa Ismaya
Blog / Facebook: Annisa Ismaya
Nama: Annisa Ismaya
Instagram: Annisa Ismaya
Alamat: Kebumen, Jawa Tengah
Pendidikan: Semester 3 D3 Keperawatan STIKES Muh Gombong

Cerpen Amira’s Love Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhirnya Beneran (Part 2)

Oleh:
“Gak apa-apa sih, tapi kayaknya gak bisa deh males ah mending gue ngegame aja di rumah,” “Masa? Beneran nih, tapi Dini juga ikutan loh,” “Kok lo tahu sih?” “Ya

MyCerpen 1: Terakhir Kuingat Namamu

Oleh:
Namaku Ajang, sekarang ini aku berada dikelas 10 SMK. Aku sangat senang belajar disekolah kejuruan ini, gak pernah terpikir kalau aku akan melanjutkan sekolah lagi. Biaya sekolah yang mahal,

I Hate U

Oleh:
Hai, namaku Handayani Brad Kyano. Aku kelas 10. Gue punya pacar. Namanya Amelia Putri Rahmat. Aku punya temen. Namanya Lala, Dhee dan Alifah. Walaupun nggak punya teman cowok 1

Cinta Yang Berakhir Tragis

Oleh:
Perkenalkan dulu, kenalkan Shinta temen sebangku Ayu mereka bersekolah di SMA Harapan Jaya Jakarta Selatan kelas XI-IPA/3, dan temennya atau cowok yang Ayu yaitu Tian yang bersekolah di SMA

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *