Amnesia (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 2 June 2018

“Kau ingat sesuatu pak?” tanya Dokter kepada lelaki berusia 45 tahun yang menjadi pasiennya di hadapannya.
“Aku tak ingat apa-apa. Aku hanya ingat namaku.” jawab lelaki yang bernama Leonard Dawson.
“Ayolah pak. Ini sudah 20 tahun dan kau tidak mengingat apa-apa? lalu untuk apa semua pengobatan ini?” kata Dokter dengan sedikit lantang. Leo hanya terdiam sambil meratapi nasibnya.

“Hai berhenti! aku akan menangkapmu.” kata Leo yang sedang bermain ps dengan anaknya, Jack.
“Tidak akan! tangkap aku jika bisa Leo!”
Leo terdiam. Dirinya ingat sesuatu..

Flashback on
“Tangkap aku Dawson!” kata seorang perempuan cantik.
“Aku akan menangkapmu! lihat saja nanti.” lalu mereka berdua main kejar-kejaran.
Flashback off

“Aaa!! kepalaku sakit!!” jerit Leo kesakitan sambil memegangi kepalanya
“Ayah! tenang! akan aku bawa ke dokter.” kata Jack sambil membantu ayahnya.

“Sekarang, apa yang kau ingat?” tanya Dokter
“Ya, aku mulai ingat perlahan-lahan.”
Lalu Leo menceritakan hal-hal yang dia ingat.

Flashback on
20 tahun yang lalu..
Adela Wilde adalah seorang penjahat yang paling ditakuti di kota RedCity. Hobinya adalah mencuri berlian dan membunuh orang. Adela hidup bersama anak buahnya. Orangtuanya sudah meninggal karena ia bunuh. Adela penjahat kaya raya no 1

Suatu hari..
Leo duduk di kursi rumahnya. Dirinya bingung karena sejauh ini belum mendapat pekerjaan. Sejak orangtua angkatnya meninggal. Ya! Leo adalah anak yatim piatu yang miskin. Setelah lulus sma dan orangtua angkatnya meninggal, Leo hidup sendiri di rumah kecil peninggalan ayah dan ibu angkatnya.
Lalu dia pergi menuju jalan raya dan berjalan di trotoar sambil mencari tempat yang membutuhkan tenaga kerja. Di depan sebuah bangunan yang besar dia berhenti lalu masuk ke dalam bangunan yang menurutnya unik.

“Permisi. Saya Leonard Dawson. Saya mau melamar pekerjaan di sini. Apakah kalian membutuhkan tenaga kerja?” kata Leo di depan pintu. Lalu seorang pemuda tinggi kekar keluar sebuah ruangan dan menemui Leo di depan pintu.
“Hai mau apa kau di sini? mau kutembak?” kata pemuda kekar itu
“Hai bro maaf mengganggu, Saya mau mencari kerja di sini. Apakah kamu membutuhkan orang?”
“Saya Bodyguard. Saya tidak butuh seseorang tapi, mungkin Lady Del butuh.”
“Siapa Lady Dele?”
“Kau tidak tahu siapa dia? dia adalah penjahat no 1.”
“Apa!?” Leo kaget

Tiba-tiba wanita muda keluar ruangan dan marah-marah.
“Hai kamu! ada apa ribut-ribut di sini? saya lagi terima telepon penting tahu!” kata wanita muda itu
“Maaf Lady Del.” kata Bodyguard sambil menundukkan kepala di hadapan wanita itu.
“Siapa dia?” tanya wanita muda itu yang ternyata Lady Del, panggilan akrab Adela Wilde sambil menoleh ke arah Leo.
“Dia Leonard Dawson. Dia mencari kerja di sini.” jawab Bodyguard. Leo hanya senyam-senyum sopan.
“Hmm.. ya aku butuh seseorang. Sini aku interview.” kata Adela lalu masuk ke sebuah ruangan.
“Ya. Terima kasih Lady Del.” kata Leo. Bodyguard mendekatkan mulutnya di telinga Leo.
“Semoga sukses. Hati-hati dengan wanita itu.” bisik Bodyguard
“Ya.” jawab Leo lalu berjalan memasuki ruangan yang baru saja dimasuki Adela.

“Jadi kau yatim piatu? sekolah terakhir sma pria yang baik dan penurut. Oke! kau diterima!” kata Adela
“Terima kasih Lady Del.” kata Leo
“Sama-sama.” lalu Adela mengambil pisau kecil di laci kerjanya lalu dilempar ke arah Leo. Dan Leo berhasil menangkap pisau itu.
“Bravo! kau hebat juga ternyata.”
“Ya Lady.”
“Sebelumnya sudah ada 10 orang terkena pisau itu di bagian keningnya.”
“Tapi kali ini kau hebat!” Lanjut Adela.
“Terima kasih.”
“Besok pagi jam 9 datanglah kemari. Kau akan menjadi asisten pribadiku.”
“Baiklah.”

Di perjalanan pulang Leo berpikir akan menjadi anak buah seorang penjahat. Tapi tak apa. ia akan menjadi tetap baik dan kalau bisa merubah sifat bosnya nanti.

“Bagaimana? Besok aku ingin ke GreenCity. Tolong urus Visa dan Paspor.” kata Adela
“Baik Lady Del.” kata Leo. Lalu Leo pergi ke kedutaan besar GreenCity.
“Leo, sebenarnya aku suka sama kamu.” batin Adela sepeninggal Leo

“Lady Del, paspor dan visa nya sudah siap. Kalau mau kita beres-beres dulu.” kata Leo
“Tak usah. Aku ingin jalan-jalan menghabiskan waktu denganmu.”
“Denganku?” tanya Leo terbelalak
“Ya memangnya tidak boleh?” lalu Adela naik ke dalam mobil di bangku sebelah pengemudi. Leo masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku pengemudi.
“Kita mau ke mana?” tanya Leo
“Muter-muter RedCity aja.” lalu mereka memulai perjalanan.
“Lady Del, kata Bodyguard kau penjahat no. 1 tapi, kenapa kau tidak jahat padaku?” kata Leo memulai obrolan
“Tak selamanya penjahat harus jahat. Jahat hanya untuk keperluan saja. setelah itu aku tidak akan menjadi jahat dan tidak juga menjadi baik. Biasa aja, itu menurut aku ya. Soalnya aku seperti itu.” kata Adela menjawab pertanyaan Leo
Leo asyik menyetir dan menyimak Adela.

“Kau tahu Leo? aku membunuh orangtuaku sendiri saat aku berusia 15 tahun.” lanjut Adela
“Hah!? kenapa?” Leo kaget mendengar pernyataan Adela.
“Ayah dan ibuku mempunyai anak angkat laki-laki usianya 5 tahun lebih tua dariku. Anak itu selalu disembunyikan oleh mereka karena takut kalau aku mencelakainya. Sifat psikopatku sudah tumbuh ketika aku berumur 5 tahun. Ya! umur yang sangat muda untuk menjadi penjahat. Aku membunuh orangtuaku agar aku mendapatkan seluruh hak waris orangtuaku yang kaya raya. Tapi mereka selalu menyembunyikan anak itu dan dokumen tentang adopsi anak itu.”
Leo termenung. Cerita Adele hampir mirip dengan dirinya dan tentang kematian orangtuanya yang dibunuh seseorang. Lagipula umur Leo dan Adele hanya 5 tahun lebih tua Leo. “Lalu, kau terus mencari anak itu sampai sekarang?”
“Aku sudah lelah mencarinya. Tidak ada petunjuk.”
“Hmm.. ya. Apa kau sudah bosan menjadi penjahat?”
“Sudahlah. Penjahat itu pekerjaanku dan aku tidak akan pernah bosan.”
“Lebih bagus kalau kau menjadi orang baik.”
“Ya. Orang baik yang dimanfaatkan.”
“Tidak selama kau berhati-hati.”

“Apakah kau orang baik?”
“Aku selalu berbuat baik. Tapi, kebaikanku tak ada artinya hingga saat ini. Aku sudah lelah menjadi orang baik. Tapi, ayahku berpesan agar aku menjadi anak baik. Selalu menjadi anak baik.”
“Berarti kau dimanfaatkan hingga kebaikanmu tidak ada artinya sampai sekarang. Ayahmu orang baik?”
“Ya. Dia orang baik karena mau mengadopsiku dan mengajariku nilai-nilai kebaikan dan agama selama dia masih ada.”
“Baik sekali ayah angkatmu.”
“Ya. Dia sangat baik.”
“Bagaimana dengan orangtua kandungmu?”
“Aku tak tahu. Mereka menaruhku di panti asuhan saat aku masih bayi.”
“Oo. Aku ingin mencoba menjadi orang baik kalau begitu.”
“Hah?! Apa kau serius??”
“Ya. aku serius.”

“Kapan terakhir kali kau ke gereja?”
“Saat berumur 6 tahun. Saat itu aku berdoa agar aku diterima sekolah disekolah internasional. Setelah itu aku tak pernah ke gereja lagi.”
“Akan kuantar kau ke gereja untuk bertaubat.”
“Tidak! aku tak mau bertaubat. Aku hanya ingin melakukan kebaikan yang sangat kecil.”
“Hmm.. ok. Kau lihat itu?” kata Leo sambil menunjuk ke arah pengemis anak kecil.
“Ya, seorang anak kecil.”

Cerpen Karangan: Ardelya Putri Wahyudi
Nama: Ardelya Putri Wahyudi
TTl: 30 mei 2005
Sekolah: Sdn Bidaracina 05 pagi
suka menulis cerpen. awalnya si cuman baca di cerpenmu.com. akhirnya mau coba ikutan deh

Cerpen Amnesia (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terpleset Cinta di Lapangan Hijau (Part 2)

Oleh:
“Assalamu’alaikum” aku dan Egi mengucap salam bersama. Kita saling pandang karena tak menyangka akan mengucap salam bersama. Kemudian aku membuka pintu. “Wa’alaikumsalam.” Terdengar suara ayahku menjawab salam. “Eh, Nak

Dipertemukan Karena Rasa Sakit

Oleh:
Ada banyak arti dari sebuah kata dan banyak maksud dari setiap kata yang terucap dari seseorang. Bagaikan petir di pagi hari, itulah perasaan yang kurasakan saat diri ini tersadar

Menghapus Benci

Oleh:
Hari masih pagi kala itu. Matahari sudah terbit namun sinarnya masih belum terlalu menyengat. Langit sangat cerah dan udara sejuk, sehingga cukup banyak orang bersantai di sekitar taman. Mulai

Relationship Make Stupid

Oleh:
Pacaran. Kadang menyakitkan, kadang bikin melayang. Aku sudah setengah tahun pacaran sama si Mawar. Aku kenal dia karena aku satu sekolah sama dia. Tapi, beda kelas. Dia IPA dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *