Anak Mami

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 23 August 2017

Di sore hari, ku sendiri ditemani secangkir kopi sambil memandang indahnya alam yang telah tuhan ciptakan. Orang-orang bilang bahwa hidup itu harus ada perubahan, tujuan dan berani menatap masa depan. Sekarang usiaku masih remaja, pemikiran masih labil. Masih ragu untuk melakukan segala sesuatu mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupanku selanjutnya.

Entah, tiba-tiba hati dan pikiran sekarang sejalan. Memikirkan dan merasakan getaran cinta di dalam dada ketika bertatap muka dengan seorang wanita yang sungguh mempesona yang bisa mengikat hati seorang pria tampan di pinggir jalan. 1.000 rayuan pun seakan tidak akan mampu untuk meluluhkan hatinya. Ketika kamu memandangnya aku yakin kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa, kamu hanya bisa terdiam dan menatap kedua bola matanya yang begitu indah.

Seminggu telah berlalu, aku sudah bisa untuk tidak memikirkan wanita itu lagi. Karena kata mamahku, kalau bisa kamu jangan pacaran dulu. Mamahku juga bilang di usia kamu sekarang yang mau beranjak dewasa mamah ingin kamu bantu ekonomi keluargamu dulu. Bisa dikatakan ekonomi keluargaku sekarang kalau kata pribahasa gali lubang tutup lubang.

Aku punya mimpi, mimpiku seperti duri, kecil tapi bisa melukai hati.
Ketika aku kecil aku ingin menjadi seorang pelari, lari secepat mungkin agar bisa masuk 10 besar pelari tercepat di seluruh dunia. Beranjak remaja, aku pun menjadi seorang pelari. Tapi, bukan si pelari di pinggir garis lapangan yang siapa cepat dia dapat. Aku hanyalah si pelari kehidupan. Yang belum kuat melawan kerasnya kehidupan.

Nasihat demi nasihat telah kudapati, dari televisi, koran bahkan dari teman. Tapi, aku tidak mau beranjak pergi dari kasur ini yang setia menemani.

Kemudian hari aku pun mencoba beranjak pergi, ke luar rumah berharap mendapatkan pemikiran yang baru lagi. Tanpa di sengaja aku bertemu kembali wanita yang telah menggorogoti hati dan pikiran ku selama seminggu pada waktu itu.
Tapi, tatapan yang sekarang dia tersenyum melihatku. Seakan dia berkata kepadaku, raihlah aku dan gapailah mimpimu.

Cerpen Karangan: R Hidayat
Facebook: facebook.com/riki.hidayat.140

Cerpen Anak Mami merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kusadari

Oleh:
Aku hidup bukan untuk menunggu Cintamu Sulit ku terima semua keputusan itu Yang kini hilang tersapu angin senja Masih sulit pula untukku lupakan Suram dan seram jika kuingat kembali

Ada Cinta di Bis Kota

Oleh:
Pagi ini aku buru-buru berangkat sekolah. Aku hampir lupa kalau hari ini ada jam tambahan pelajaran pagi. Yups, aku sekarang kelas XII SMA dan wajib mengikuti jam tambahan pagi.

Wasiat Cinta

Oleh:
Putra namamu. Untuk pertama kalinya kau titip salam kepadaku lewat sahabatku, Maya namanya. Waktu itu dan sekarang sangat berbeda. Kali ini aku bahagia, aku telah tahu semua kebenarannya. Aku

Skizofrenia

Oleh:
Dokter Herman menuliskan sesuatu pada layar i-pad di pangkuannya. Garis wajahnya terlihat serius. Dengan kacamata dan tumpukan berlipat keriput kulit di dahinya, membuatnya tampak terlihat lebih tua dari umur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *