Antara Cinta Dan Keadilan (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 19 August 2021

Aku Ilham, Aku dulu adalah seorang Anak yang patuh, dan sangat menghormati kedua orangtuaku, dan kedua orangtuaku sangat menyayangiku. Alhamdulillah Aku Dilahirkan di keluarga yang bisa dibilang mapan dalam segi materi dan ilmu agama, kami selalu menunaikan perintah Allah. ayah, dan ibuku sudah pernah menunaikan ibadah haji. Aku bekerja di Salah satu anak perusahaan ayahku, sebagai Manager. Jadi, bisa dibilang Keluarga kami adalah Keluarga yang sangat Bahagia, dan harmonis.

Namun kebahagiaan itu Sirna tatkala Ibuku meninggal dalam suatu kecelakaan, dan ayahku depresi sehingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Aku Harus menjual sebagian Aset Ayahku untuk membiayai pengobatan ayah. Sampai akhirnya semua harta benda kami habis, namun ayah tak juga sembuh.
Inilah Awal Aku mengenal Dunia yang selama ini tak pernak aku kenal sebelumnya, yaitu Dunia malam. Di dunia malam kita bisa mendapatkan Apa yang kita inginkan, dengan cara Apapun itu.

Aku menjual obat-obatan, aku bermain perempuan, sampai aku memperdagangkan mereka kepada pria-pria hidung belang. Tapi, Awal perkenalanku dengan dunia malam, adalah saat aku mengikuti ajang balap liar. Dalam Dunia balap liar Namaku terkenal, bahkan dalam balapan liar tidak ada yang bisa mengalahkan aku. Sampai aku dijuluki “Setan Merah” karena caraku mengendarai motor yang sangat cepat, tidak peduli Itu jalanan lurus, atau tikungan, Aku mengendarai motorku dengan sangat cepat.

Karena sepak terjangku dalam dunia kejahatan Aku menjadi DPO nomor satu oleh Aparat kepolisian. Tingkah dan perilakuku semakin gila semenjak Ayahku meninggal, Aku sampai tidak segan-segan untuk menghabisi saingan bisnisku atau siapapun itu yang Aku anggap sebagai Musuhku.

Bisnis hitamku tidak hanya di dalam negeri saja, tapi sampai luar negri, Aku memperdagangkan wanita-wanita ke luar negeri dengan kedok untuk menjadikan mereka TKI. namun semua itu hanya kedok semata, sebenarnya mereka Aku jadikan sebagai Wanita penghibur.
Aku tak hanya bekerja sendiri. Tapi, Aku merekrut orang-orang yang professional dalam dunia kejahatan. Ada yang sebagai copet biasa, ada yang sebagai rampok kelas kakap, bahkan ada juga “Pembunuh Bayaran”. Mereka Aku ajak bergabung untuk membantuku menguasai Dunia Kejahatan
Mereka yang tergabung Dalam kelompokku, tidak hanya piawai dalam ilmu bela diri, mereka juga piawai dalam memakai senjata, baik itu senjata tajam sampai senjata api.

Seiring berjalannya waktu kelompokku memiliki anggota 2.500 orang, yang tersebar di berbagai daerah, bahkan di luar negeri. Karena, seperti yang aku bilang tadi, bisnis yang aku jalani ini tidak hanya di dalam negeri saja, tapi juga di luar negeri. Jadi, Aku bukan hanya DPO pihak kepolisisan RI saja. Tapi DPO pihak berwajib di beberapa negara. Sampai Kelompokku pernah terlibat Bentrok antara Pihak berwajib di negara Spain (Spanyol), dalam Insiden itu, memakan korban tidak hanya dari kelompokku saja tapi dari pihak kepolisian Spain (Spanyol) juga. Dalam insiden itu 25 orang tewas, dan 25 orang luka tembak, dari kubu kelompokku. Sedangkan dari pihak kepolisian, 15 orang tewas, 20 orang luka tembak. Tidak Cuma itu, dari kelompokku ada yang tertangkap tapi, mereka memilih bunuh diri dengan cara menembak diri mereka sendiri, Memang dalam kelompokku sudah memiliki Semboyan “Lebih baik “mati” dari pada Tertangkap”.

Kejahatan, kejahatan dan kejahatan entah kejahatan apa yang belum pernah kami lakukan, mulai dari bisnis perj*dian, perampokan, membunuh (Menjadi pembunuh bayaran), menjual obat-obatan, perdagangan manusia (dari bayi sampai orang dewasa) Sudah kami lakukan, dan semua itu kami harus bayar dengan kehilangan beberapa anggota kami. Namun setiap kali kami kekurangan anggota, kami selalu merekrut anggota baru. Mereka yang mau bergabung Bersama kelompokku, harus melewati beberapa ujian/Tes, baik fisik maupun mental. Tapi, Ada dalam suatu waktu saat kami mengadakan pengrekrutan Anggota baru, yang mendaftar bukan hanya pria saja. Tapi, ada juga wanita yang mau bergabung dengan kelompokku. Jelas itu membuat Aku terkejut, Apa alasan mereka mau bergabung dalam kelompokku, apakah sekedar coba-coba, mencari pengalaman atau itu hanya modus untuk bisa dekat denganku, hehehe, entahlah. Tapi, Untuk menghilangkan rasa penasaranku, Aku bertanya pada salah satu calon anggota, Namanya Yuki.

“apa yang membuatmu mau bergabung dengan kami?” tanyaku penasaran,
“dalam hidup itu harus punya tantangan, kalau hidup lurus-lurus saja, gak ada tantangannya, gak asik” jawabnya menjelaskan. “Apa? Kamu jangan bercanda yuki, kamu tau kan, dalam pekerjaan ini apa yang kamu pertaruhkan?” tanyaku
“Iya, aku Tau. Tapi, Aku orang yang suka dengan tantangan” katanya santai
“Kamu sudah Gila, Kamu gak sayang sam orangtua kamu, Bagai mana jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan kepada kamu?” tanyaku lagi ..
“Maaf, Kedua orangtuaku sudah lama meninggal” katanya dengan wajah yang sedih
“Oh, maaf” kataku dengan perasaan bersalah sudah mengatakan atau mengungkit mengenai orangtuannya. “Santai saja pak” katanya “Karena itu Aku ingin menyusul mereka. Tapi, sialnya sampai saat ini Tuhan masih sayang kepadaku, dia tidak membiarkanku menyusul kedua orangtuaku” katanya menjelaskan. Seasaat Aku terdiam dan berbisik dalam hati ‘Mungkin apa yang dia inginkan, aku menginginkannya juga: Menyusul orang-orang yang Aku cintau, yaitu Ayah dan ibuku’.

“Jadi, kamu serius ingin bergabung dengan kami?” tanyaku untuk memastikan
“Iya yakin, kalau gak ngapain aku dating kesini” katanya meyakinkan
“yakin kamu tidak akan menyesal” kataku berusaha menggoyahkan pendiriannya
“Yakin, dan aku tidak akan menyesal, bahkan aku akan sangat berterima kasih jika kamu dapat mempertemukanku dengan orangtuaku” katanya
“Apa?” kataku terkejut. “Ok, Kalau begitu, selamat bergabung dengan kelompokku” Timpalku

Awalnya tak ada yang aneh, sampai suatu saat aku tidak sengaja melihat yuki keluar dari sebuah masjid, pada saat itu aku tidak menegurnya. Karena aku berpikir mungkin dia numpang ke toilet atau membersihkan wajahnya atau apa saja, yang pasti saat itu aku tidak terlalu mempedulikannya. Namun kejadian itu terulang lagi, dan kali ini aku menegurnya.

“Hey Yuki, Kamu ngapain disini?” tanyaku penasaran “oh, Aaaaa, aaaa, aaku sedang..” katanya gugup
“jawab, kamu sedang apa disini?” tanyaku lagi “Aaa, aaku sedang,” belum sempat dia menjawab pertanyaanku dia langsung menarik tanganku untuk menjauh dari masjid itu.
“Hey, apa-apaan sih ini” kataku sambal melepaskan tangannya yang sedari tadi menarikku. “Maaf, Boss, Aku tidak bermaksud apa-apa< Aku Cuma tidak mau ada yang mendengar pembicaraan kita” katanya sambil melirik ke kanan, dan ke kiri memastikan keadaan aman. “Emang ada apa?” tanyaku penasaran “Gini Boss, Aku itu baru saja mengambil duit di kotak amal” katanya menjelaskan.. “Apa, Kamu sudah gila yah” kataku terkejut ... Cerpen Karangan: Wandi Karim Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 19 Agustus 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Antara Cinta Dan Keadilan (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang Sebuah Penyesalan

Oleh:
Terkadang.. Terkadang tak semua yang kita anggap benar itu benar. Dan terkadang tak semua yang kita anggap dapat dipercaya itu dapat dipercaya. Mungkin kita pernah menganggap sesuatu benar adanya,

Sosmed Love

Oleh:
Hafsa memperhatikan layar handphone yang dipegangnya, dia tersenyum sendiri melihat isi dari handphone itu. Semenjak bel istirahat berbunyi 15 menit yang lalu, Hafsa tidak beranjak sedikitpun dari tempat duduknya.

Rindu dan Buku Harian (Part 2)

Oleh:
‘Dear buku kesayangan, Kamu tahu siapa pria yang mampu memahat hatiku? Pria yang menurutku sangatlah kurang ajar! Karena dia telah mencuri perhatianku dan begitu pula dengan hati ini. Dia!

Tak Terduga

Oleh:
Hari ini sangat melelahkan, toko tempatku bekerja sedang ramai-ramainya. Tapi hal itu menjadikanku lupa untuk mengabari seseorang yang disana. Setelah selesai bekerja, aku segera pulang dan pergi ke rumah

Aku dan Ceritaku

Oleh:
Namaku Aditya Prahasta, hobiku menggambar. Saat menggambar aku hampir sering lupa waktu. Itu membuatku jarang bersosialisasi dan membuatku hanya punya sedikit teman atau sering kusebut sahabat. Aku seorang pemalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *