Antara Cinta dan Keadilan (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 26 August 2021

“Jangan Bohong kamu!” kataku dengan menatapnya tajam. “Ini Buktinnya Boss..” katannya sambil mengeluarkan sejumbla Duit dari Kantong celanannya
“Ya sudah kalau gitu, lekas kita tinggalkan tempat ini sebelum ada yang melihat kita” Kataku sambil menarik tangannya..

Jika Aku pergi kemanapun itu, Aku tidak memakai pengawal. Aku sengaja melakukan itu agar tidak ada satu orangpun yang curiga dan mengetahui siapa aku sebenarnya. Namun Aku sudah menyebar Anak buahku di berbagai pelosok, dan mereka menyamar. Ada yang berprofesi sebagai tukang sol sepatu, ada yang sebagai pengemis, bahkan ada yang sebagai pegawai bank. Semua itu aku lakukan untuk memuluskan semua rencanaku.

Sampai suatu ketika Aku berencana untuk merampok 2 bank sekaligus di dua negara berbeda, yaitu negara spain (Spanyol) dan Negara Api. Di negara Spain (Spanyol) perampokan dipimpin oleh Yuki, sedangkan Aku memimpin perampokan di negara Api. Tapi, perampokan kali ini sangat berbeda dengan perampokan-perampokan yang sudah pernah kami lakukan. Karena, perampokan kali ini sudah terencana dengan sangat matang, kami memakai orang dalam untuk memuluskan rencana kami, dan pada Akhirnya perampokan di dua negara itu berhasil dengan memakan korban dari kelompokku yang dipimpin oleh Yuki, yaitu 2 orang meninggal, dan 5 orang terluka tembak. Sedangkan di negara Api, tidak memakan korban satu orang pun.

Orang-orang yang sudah menjadi mata-mata atau yang membantuku melakukan perampokan itu (Orang dalam) kami habisi, tanpa meninggalkan jejak. Semua itu Aku lakukan agar tidak ada saksi mata atau orang lain yang tau selain dari kelompokku. Selain itu untuk menjaga supaya mereka tidak membuka mulut dan menjadi ancaman untuk kelompokku suatu saat nanti.

Namun, Satu hal yang menjadi pertanyaanku, kenapa perampokan di negara Spain (Spanyol) bocor, sampai aparat kepolisian mengetahui aksi kelompokku, sedangkan pada saat itu kelompokku sudah memutuskan Semua akses telekomunikasi, baik itu telepon, jaringan internet, bahkan kamera CCTV.

Hal itu yang selalu mengganggu pikiranku “Apakah di kelompokku ada pengkhianat?” terkadang pertanyaan itu selalu muncul dalam benakku. Tapi, jika memang benar ada yang berkhianat dalam kelompokku, Tidak akan aku ampuni. Karena itulah aku mengadakan pertemuan besar, semua Anak buahku yang ada di berbagai negara aku kumpulkan untuk membicarakan hal ini. Dalam pertemuan itu aku berterima kasih atas kerja keras, dan kerja sama mereka sehingga kelompokku menjadi salah satu kelompok terbesar, tersukses dan terkenal di dunia. Tapi, aku juga mengingatkan kembali kepada mereka, jika dalam kelompok ini ada semboyan, lebih baik mati, dari pada tertangkap, dan jika pengkhianat akan mendapatkan Hadiah, yaitu “Rumah Abadi”. Merekapun paham dan berjanji tidak akan pernah membuka mulut jika suatu saat tertangkap, dan tidak akan pernah berkhianat.
Setelah rapat itu kami mengadakan pesta, dan mengakhiri hari itu dengan rasa Bahagia.

Saat itu Aku sedang berjalan mencari angin, dan terbersit dalam pikiranku untuk melakukan hal iseng, yaitu mencopet. Sampai akhirnya Aku melihat seorang wanita yang sedang berjalan sendirian, dan akupun mendekatinya. Niatku adalah untuk mencopetnya, namun suatu hal mengejutkan terjadi, saat aku berniat mengambil dompetnya, tanganku langsung ditangkap, dan akupun dibanting olehnya.
Pada saat badanku terbanting, dan dia berniat memukulku, wajah kami saling bertatapan, dan… Masing-masing dari kami terkejut.

Ternyata wanita yang ingin aku copet adalah teman sekolahku dulu, dan ternyata dia masih mengenalku, karena itu dia urungkan niatnya untuk memukulku.
“Lu.. Hmmmm” Katanya sambil berusaha mengingatku.. “Lu.. Jenifer Kan, Yang sekolah di SMA 80” Kataku sambil menunjuk kearahnya. “Iya, Lu Ilham kan, Cowok Kutu buku itu kan” katanya sembari meledekku. “Iya” jawabku singkat. “Lu apa kabar? Kemana aja lu?” tanyanya “Yah seperti yang kamu lihat, Keadaanku sakit, setelah kamu banting tadi” kataku sembari memegangi pinggangku yang sakit. “Uupsss, soryy, Habis Lu sih mau copet dompet Gue” Katanya Dengan tatapan sedikit rasa bersalah “Lah, enak aja lu ngomong, siapa juga yang mau nyopet dompet lu” kataku sembari menatapnya “Aku kan mau nyopet hati lu” timpalku sembari tersenyum sembari menggaruk kepalaku “Haahhhh, Emang bisa” tanyanya menantang “Bisa, lagi pula bukannya udah yah” Kataku meledek.. “Maksud Lu apa?” tanyanya kesal “Bukannya Lu udah suka sama Gue sejak Kita Sekolah Dulu” Kataku mengejek “Ayo ngaku aja, gak usah gengsi” timpalku lagi “Ih apa sih lu” katanya kesal sembari memukul perutku “Aduuh, Atiitt” kataku meledeknya

Oh ya, Jenifer itu teman sekolahku dulu waktu SMA, Dia adalah Primadona di sekolah, Banyak Cowok yang mengejar cintanya. Tapi, Tidak denganku, Aku dulu adalah Cowok yang bisa dibilang Kuper, dan Kutu buku, walaupun kami sama-sama tergabung dalam organisasi Osis. Di Organisasi Osis Dia menjabat sebagai wakil, sementara aku ketua osis.
Walau saat itu kami dekat, dan sering bertemu, Namun sama sekali tidak terbersit di benakku untuk menjadikannya sebagai kekasih. Walaupun saat itu Aku tau Jenifer meyukaiku, namun Aku sama sekali tidak meresponnya.

Dia sering memberikan aku perhatian-perhatian kecil, Seperti mengingatkanku makan, membawakanku makan saat Aku tidak punya waktu untuk pergi ke kantin, bahkan dia pernah membersihkan Lukaku akibat terjatuh saat main basket. “Apa, terjatuh main basket, Emang Cowok Kuper dan kutu buku seperti aku bisa bermain basket?” jika itu yang ada di benak kalian, disini aku jelaskan yah.. Walaupun Aku Kuper dan kutu buku, Aku dan Jenifer adalah orang yang cukup populer di sekolah. “Kok bisa, kenapa?” Karena, Aku selain Ketua Osis juga Kapten Tim Basket, Sedangkan Jenifer selain Wakil Ketua Osis, Dia Juga Kapten Tim Cheerleaders.

Sampai Akhirnya Kita Lulus dan melanjutkan Studi di Perguruan tinggi, Semenjak saat itu komunikasi kita Putus, Aku tidak tau lagi kabar mengenai dia, sampai bertemu lagi saat peristiwa itu (Aku ingin mencopet dompetnya). Itu Awal pertemuanku dengan jenifer setelah sekian lama tidak berjumpa, dari situlah terjadi pertemuan-pertemuan selanjutnya yang membuat Aku dan Jenifer semakin dekat, lebih dekat dari waktu Kita sekolah dulu.

Aku Menutupi pekerjaanku yang sebenarnya dari Jenifer, Dia hanya tau Aku bekerja di salah satu perusahaan suwasta yang bergerak dalam bidang Ekspor, dan impor barang-barang antik. Dia tidak mengetahui jika perusahaan itu adalah milikku. Karena saat itu Aku menyuruh Yuki Untuk berpura-pura menjadi Atasanku, dan ternyata Yuki memiliki bakat menjadi Pemain sinetron. Karena, Aktingnya sungguh Luar biasa bagus, sampai Jenifer percaya jika Yuki adalah Atasanku.

Bukan penjahat kelas kakap Namanya jika hanya memiliki satu nama saja. Dalam dunia Kriminal Aku dikenal sebagai Read Devils, Sapaannya adalah Read (Boss Read), sedangkan di dunia Sosial, Aku dikenal sebagai Ilham. Aku telah memikirkan semuanya secara matang, Itulah Aku. Setiap kali melakukan sesuatu Aku akan memikirkan resiko, dan untung ruginya dari tindakan yang akan aku ambil.

Seperti saat ini, Yuki menjadi Atasanku, dan menjalankan perusahaanku.

Cerpen Karangan: Wandi Karim
Blog: wandiyoutube.blogspot.com

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 26 Agustus 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Antara Cinta dan Keadilan (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Air Mata untuk Sahabatku

Oleh:
Ratia… Ya ini adalah nama panggilan kesayangan dari keluarga maupun dari sahabat-sahabatnya. Sebenarnya Ratia adalah gadis yang ceria, namun entah sebab kenapa terkadang ia terlihat murung bahkan tak jarang

Aku, Kamu dan Kita

Oleh:
Aku duduk di sebuah taman dekat sekolah, menulis cerita tentang sebuah kisah persahabatan. Aku Hera, gadis SMP sama seperti kalian, menyukai musik, membaca novel dan dance. Aku mempunyai sahabat

Cinta Di Jam 11.00 Malam

Oleh:
Di malam itu, di tempat Rico kost. Sedang ada sebuah acara makan-makan oleh seluruh penghuni kost, karena salah satu teman Rico sedang berulang tahun hari itu, mengetahui adanya acara

Teka Teki Si Klimis

Oleh:
“Sil, lihat tuh Fajar sama Bela loh,” Sila hanya bisa tertegun mendengar perkataan temannya itu. Ya, mungkin ada perasaan menyesal bercampur lega yang memenuhi dadanya sehingga terasa sesak. “Hahaha,

Daffodil (Part 1)

Oleh:
Deretan fajar yang indah mengingatkanku akan saat itu. Saat dimana kau siramkan air garam pada luka hati yang masih menganga ini. Berulang kali telah kucoba menghapus semua yang berkaitan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *