Baca Juga Cerpen Lain’nya:

ich Liebe Zahra

“Kau suka padanya?” tanya Reizh membuyarkan anganku. “Tidak!” “Tapi, kenapa kau menatapnya begitu dalam…” “Ah, perasaanmu saja….” “Benarkah?” Reizh meledekku. “Tapi, sepertinya dia juga suka...

Tak hanya sekedar temanmu (A reason- tentang Ray)

Ray melihat Dilla, berjalan ke arah meja piket dengan kertas dan pulpen di tangan berjalan dari koridor putri. Dengan wajah datarnya dia menghampiri Ray dan Kak Andien. Lalu menaruhnya di atas meja. “Eh, laporannya gimana...

Indah Pada Waktunya

Setahun berlalu ingatan ku masih tertuju padanya sampai sekarang dia belum pulang entah kemana. Aku terlalu bodoh selalu nungguin dia selalu mikirin dia belum tentu dia mikirin aku. Perasaan ku masih untuknya aku belum bisa...

Bunglon Hitam Putih 2: Selingkuh Itu Halal Kok!!!

“Dodudu, Cuit… Cuit… Tu… Kukuku, Ruyuk… Ohok-ohok, Hoeekkk…” Suara kicauan burung yang merdu dan suara ayam berkokok yang sedang batuk, menggambarkan suasana pagi yang khas di kota...

Air Mata untuk Sahabatku

Ratia… Ya ini adalah nama panggilan kesayangan dari keluarga maupun dari sahabat-sahabatnya. Sebenarnya Ratia adalah gadis yang ceria, namun entah sebab kenapa terkadang ia terlihat murung bahkan tak jarang ia menetes...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply