Antara Sahabat Dan Cinta (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 11 November 2017

Lisa… biasa namanya dipanggil icha oleh sahabat sahabatnya.. Sekarang lisa sudah kelas tiga di salah satu SMA paling favorit di Jakarta. Terlahir dari kedua orangtua yang mampu, namun sifat lisa sangatlah sederhana. Karena keserhanaannya itu banyak orang yang mau menjadi temannya. Semuanya bisa lisa dapat, populer, sahabat sahabat yang baik, uang dan cita citanya bisa dia dapat, tapi sayangnya tidak dengan kehidupan Cintanya. Dua tahun dia menyukai seseorang tapi sampai sekarang pun dia belum bisa mendapatkan orang tersebut. Bahkan sampai dia lulus SMA.

“cha, lo gak ke kantin?…” sapa fanny sahabat lisa.
“gue lagi malas fan…” Jawab lisa.
“lo kenapa sih… dari kemarin muka lo cemberut terus, kenapa ada masalah?” Tanya fanny lagi.
“engga kok fan gue cuman lagi dapet aja…” jawab lisa lagi.
“yahh gue kira lo kenapa kenapa? Hmm gak taunya… ya sudah gue ke kantin duluan yah,..” sambung fanny dan langsung pergi meninggalkan lisa di kelas.

Seperti biasa kesendirian lisa di kelas hanya bisa dia habiskan dengan menulis diary di buku pribadinya. Selain pintar dalam menyanyi dan bermain aneka alat musik, lisa juga hobby menulis. Dalam buku pribadinya itu, lisa selalu menuangkan semua yang ia rasakan. Termasuk perasaannya kepada Andre. Dari dua tahun yang lalu lisa sudah menyukai Andre, namun tak berani mendekatkan dirinya kepada andre.

Andre adalah cowok pertama yang lisa sukai, bahkan bisa dibilang cowok pertama yang lisa cintai. Andre juga sudah kelas tiga seperti lisa yang sebentar lagi akan lulus. Andre adalah ketua team basket di SMA tersebut, sesekali mereka bertemu, walaupun itu hanya dalam forum resmi seperti pengurusan OSIS, selebihnya tidak. Banyak Cewek cewek di sekolah itu yang menyukai andre termasuk fanny sahabat lisa. Lisa tau fanny juga sama seperti dia, tapi fanny lebih agresif dari lisa, di tiap kesempatan fanny selalu mendekati Andre walaupun respon Andre yang sangat Cuek kepada fanny…

“Li slo tulis apaan sih…” tiba tiba amel mengagetkan lisa.
“haa elo mel, kagetin gue aja lo..” jawab lisa yang langsung menutup buku hariannya.
“fanny mana…?” Tanya amel.
“ke kantin dia…” Jawab lisa.
“kita ke kantin juga yuk… dari pada elo sendiri di sini…” ajak amel.
“ya sudah, ayo…” sambung lisa, dan langsung pergi.

Sesampainnya di kantin, ternyata fanny sedang duduk di mejannya Andre bersama teman teman andre.

“kita duduk di sana aja yam el…” ajak lisa, yang sudah lebih dulu melihat fanny dan andre.
“kita gabung aja sama fanny dan teman temannya andre itu…” Ajak amel yang ikut melihat fanny juga.
“kita di sini ajalah… kan di sana juga sudah penuh tuuuh…” ucap lisa yang tak mau ikut amel.

“cha, amel… sini duku sini aja.” Pangil fanny yang melihat lisa dan amel.
“itu kan dipanggil juga, ayo kita ke sana aja…” Ajak amel lagi.

Akhirnya dengan sangat berdebar di dada lisa, lisa mengiyakan ajakan amel, dan mereka pun duduk bersama di mejannya andre. Secara tidak langsung lisa dan andre duduk berhadapan. Dan itu sangat memnuat lisa gugup, sampai sampai duduknya saja hanya menunduk, karena tak mau melihat wajah andre.

“cha lo kenapa sih, duduk tapi nunduk gitu?” Tanya fanny tiba tiba.
“haaa enggak kok gue cuman balas sms nyokap gue aja…” alasan lisa.
“pacarnya kali… Cieeee” sambung benny.
“apaan sih…” ucap lisa, yang wajahnya mulai memerah.
“guys gue cabut duluan. Ben, tom, ikut gak?” ucap andre dan juga mengajak benny dan tommy pergi dari situ.
“gue cabut juga deh, dahh amel…” sambung tommy.
“dahhh” sambung fanny.
Lisa hanya bisa menatap andre, sementara fanny sangat senang karena bisa duduk bersama andre.

“yaa ampun cha, amel.. gue seneng banget deh,…” ucap fanny setelah andre dan teman temannya pergi.
“kenapa sih lo, seneng banget…” Tanya amel.
“lo tau kan? Gue itu suka banget sama andre, haaa gue seneng banget karena gue bisa duduk dan ngobrol sama dia… ya ampun mel… andai saja yah, andre itu jadi pacar gue, pasti hidup gue sempurna banget…” ucap fanny dengan wajah yang sangat bahagia.
Entah kenapa hati lisa begitu perih, mendengar ucapan fanny, dia binggung harus bagaiman, di sisi lain dia sangat mencintai andre, tapi sahabatnya juga mencintai andre.

“ica,.. kok lo diam lagi sih…” ucap fanny, yang melihat lisa hanya diam terus.
“gue gak papa kok fan, gue cuma…” Jawab lisa,
“elo pasti juga seneng dong, kalau nanti gue jadian sama andre…” Sambung fanny cepat memotong ucapan lisa.
“gue, gue… Ikut senang kok fan, lihat sahabat sahabat gue senang…” jawab lisa dengan senyum memaksa.
“oh ujian kita kan sudah selesai nih, dan minggu depan adalah pengumuman lulus kita, gue yakin sih, kita semua bakalan lulus, dan rencana gue adalah kita bertiga harus kuliah bareng bareng, di tempat yang sama. Gue pengen persahabatan kita itu berjalan terus dan gue juga mau kita kuliah di tempatnya andre…” ucap fanny kepada amel dan lisa.
“di tempatnya andre? Berarti gue harus lihat andre tiap hari dong? Dan bakalan sakit banget kalau sampai lihat fanny dan andre jadian?” batin lisa.

“gimana guys ide gue?” ucap fanny lagi.
“ehh gue setuju ide lo… lo gimana lis?” sambung amel yang setuju dengan fanny.
“guee, gueee…” ucap lisa masih ragu.
“ayolah cha, gue harap elo setuju…” Sambung fanny.
“iya, gue setuju kok…” Jawab lisa.
“yehhh akhirnya kita semua tetap bersama sama.” Sambung fanny dan memeluk amel dan lisa.

Hari pengumuman kelulusan tiba, dan ternyata lisa mendapat peringkat pertama, mereka semua senang termasuk andre dan teman temannya. Mereka semua merayakan kelulusan mereka. Tapi hati lisa sangat kacau, dia harus berhadapan dengan kenyataan di mana dia harus merelakan perasaaanya karena sahabatnya sendiri.

Di hari perpisahan putih abu abu, sekolah mengadakan malam perpisahan.
“OK guys, mala mini sangat spesial buat kita semua, dan mala mini juga teman kita lisa akan menyumbangkan beberapa buah lagu untuk kita semua. Dan ini dia lisa…” Ucap salah satu siswa di malam perpisahan sekolah.

Lisa pun maju di atas panggung dan membawakan beberapa buah lagu. Semua orang memandang lisa dengan kagum.

“ternyata lisa pandai nyanyi juga, baru tau gue…” ucap bayu di depan andre dan tommy.
Andre hanya diam dan tak menangapi ucapan tommy, dia pun merasakan kagum dengan suara lisa, baru malam itu andre mendengarkan suara lisa, dan tak beranjak dari tempatnya berdiri. Dia terus memandang lisa sampai lisa selesai bernyanyi.

Dua bulan kemudian…
“Akhirnya guys, sekarang kita hanya pake baju bebas doang, dan tidak terikat dengan seragam sekolah lagi…” ucap amel yang begitu senang bisa masuk kampus setelah masa ospek selsai.
“woooww welcome masa bebas gue…” sambung fanny…
“hmmm selamat datang penderitaan hati gue” ucap lisa dalam hatinya.

Lisa dan teman temannya mengambil jurusan teknik informatika sama sama dengan jurusan yang andre dan teman temannya ambil.

“kalau jaman sekolah selama tiga tahun kita gak sekelas sama andre, tapi sekarang kita bakalan sekelas sama dia…” ucap fanny dengan senangnya.
“hay, kalian di kelas ini juga…” sapa benny ketika kami masuk dalam kelas itu.
“iyalah…” sambung fanny.
Andre hanya bisa menatap lisa dan teman temannya tanpa berkomentar, dan fanny langsung duduk di samping andre.

“gue duduk sebelah lo yah,” ucap fanny.
“duduk aja kali, gak usah tanya gue.” Jawab andre sedikit cuek.

Hati lisa sangat sakit melihat andre dan fanny duduk bersama.

“hmmm mendingan jaman SMA deh, dari pada sekarang? Berarti gue harus lihat selama empat tahun fanny bareng sama andre dong, haaaa… Mama lisa mau pindah kampus…” Batin lisa.

Dan lisa akhirnya duduk dengan amel, sementara benny tetap duduk dengan tommy.

Masa masa indah selama kuliah dijalani mereka dengan bahagia, tapi tidak dengan lisa, dia selalu merasa sesak di dadanya kalau melihat fanny berdekatan dengan andre, sementara amel, amel sudah jadian dengan benny…

“tak pernah kubayangkan cinta kan seperti ini, memandangmu… membuatku…” lisa bernyanyi dengan memainkan piano di ruang musik kampus itu.

Disaat lisa sedang asyik memainkan piano, tak sadar andre sudah lama berdiri di belakang pintu, melihat dan mendengarkan lisa bermain piano.
“suara lo bagus, kenapa berhenti?” sapa andre yang tiba tiba masuk mengagetkan lisa.
“elo?” ucap lisa yang mendadak menjadi gugup melihat andre.
“iya kenapa lo berhenti memainkan piano itu…?” Kata andre lagi.
“gue, gue sudah selesai memainkannya kok, gue pergi dulu yah…” ucap lisa yang sangat kebingungan melihat andre dan mengobrol dengannya.

Sebelum lisa keluar dari pintu itu, andre sudah mencegahnya terlebih dahulu, sampai sampai wajah mereka berdua sangat dekat, dan membuat jantung lisa sangat cepat berdetak.
“elo bisa memainkannya sekali lagi?” ucap andre dengan pelan, membuat lisa tak mampu menolaknya.

Akhirnya lisa memainkan piano itu lagi, dan andre hanya bisa melihat kagum lisa. Entah kenapa ada yang beda dengan andre, dia seperti terhipnotis dengan suara lisa.
Hari itu lisa sangat senang, karena biasa bersama andre, dan dia tak bisa melupakan kejadian itu, begitu pula dengan andre. Andre juga sama seperti lisa. Bahkan ketika mereka bertemu mereka selalu salah tingkah dan tak mampu untuk saling menyapa.

“ohh ya cha, gue benar benar udah gak sabar deh nunggu andre tembak gue…” ucap fanny, mendadak membuat lisa kaget dan tesedak dengan minumannya.
“elo kenapa sih cha, kaget gitu dengar ucapan gue…?” ucap fanny lagi melihat tingkah lisa.
“gue, gue… gak papa kok…” jawab lisa.
“gue sih ada rencana cha, gue pengen nembak andre entar malam, gimana menurut lo? Yahh gue sih udah gak bisa nunggu lagi cha, gue pengen andre jadi pacar gue?” ucap fanny meminta pendapat lisa.
“bagaimana mungkin gue bisa melarang lo fan? Gue sebenarnya sakit banget mendegar ucapan lo fan? Tapi gue gak bisa buat apa apa…” Batin lisa.
“cha, chaa… Yah elo kok malah bengong sih? Gimana?” Tanya fanny membangunkan lamunan lisa.
“itu, itu… apan lo yakin fan? Maksud gue, apa lo…”
Gue yakin kok caha, andre juga suka sama gue,” sambung fanny memotong ucapan lisa.
“gue harap juga begitu fan..” ucap lisa yang hampir menangis.

Malam itu fanny memutuskan untuk menembak andre duluan, fanny mengajak andre buat ketemuan. Dan fanny pun tanpa basa basi menyatakan perasaaannya.
“dre, gue sebenarnya suka sama lo…” Ucap fanny blak blakan di depan andre.
“haaaa?” ucap andre kaget mendengar pernyataan fanny.
“iya, dari kita masih SMA gue sudah suka sama lo, tapi gue gak berani nembak elo, dan sekarang gue benar benar yakin dre sama perasan gue dan gue juga harap lo suka sama gue…” jelas fanny.
“fan, gue hargain perasaan elo, tapi maaf banget, gue sudah sayang sama orang lain fan, gue minta maaf gak bisa balas perasaan elo, gue harap elo gak marah ya, gue yakin elo bisa dapat seseorang yang lebih tepat dari gue…” ucap andre menjelaskan perasaannya ke fanny.
“jadi, jadi elo gak suka sama gue? Dan elo…?” ucap fanny yang mulai meneteskan air matanya.
“gue minta maaf sama lo fan tapi gue gak bisa.” Jelas andre lagi.
Andre pun pergi dari tempat itu.
“andre tunggu…” Panggil fanny menghentikan langkah andre.
“Siapa cewek itu ndre?” Tanya fanny.
“elo gak harus tau siapa dia,” jawab andre dan langsung pergi.

Fanny benar benar sangat terpukul karena cintanya baru saja ditolak oleh andre, dan dia masih terus bertanya siapa cewek yang disukai andre selama ini?

“fan, elo kenapa nanguis sih…” tanya amel,
Fanny menelepon amel dan lisa buat ketemuan.
“gue ditolak andre mel…” jawab fanny dengan tetap menagis.
“haaa elo nembak andre fan? Kok bisa sih…” Ucap amel yang kaget, karena baru tau fanny nembak andre.
Berbeda dengan lisa yang sudah tau dari awal, tapi lisa bingung apa dia harus senang atau sedih dengan keadaan itu.

“elo ditolak?” Tanya lisa.
“iya cha, andre bilang dia sudah suka sama cewek lain, tapi dia gak bilang siapa cewek itu!” ucap fanny menjelaskan.
“haaa andre sudah suka sama cewek lain? Tapi siapa? Jadi…” batin lisa.
“lis, pokoknya gue harus tau siapa cewek itu, gue…” Ucap fanny.
“sabar yah fan…” Ucap amel.
Lisa terus menerus berpikir tentang cewek yang disukai andre, dia merenung terus di ruang musik, sesekali memainkan piano. Tapi pikirannya sangat kacau.

“elo di sini lagi?” ucap andre mendadak.
“andre?” sapa luna balik yang kaget melihat andre.
“elo bisa meaminkan sebuah lagu buat gue?” pinta andre.
“lagu?” ucap lisa yang masih bingung dengan permintaan andre.
“iya lagu, gue pengen denger lo nanyi.” Ucap andre yang sudah tepat berdiri di depan piano lisa.

Lisa pun akhirnya memainkan sebuah lagu, lisa tak mampu menolak keinginan andre.
Tapi… Dibalik pintu, ada fanny di sana.
Fanny melihat andre tak mampu memalingkan pandangannya dari lisa. Fanny sangat sakit melihat lisa dan andre berduaan. Pikirinnya kacau saat itu, dan berlari pergi.

“oh yah, lagunya sudah selesai.” Ucap lisa membangunnkan lamunanan andre.
“ohh kamu sudah selesai. Ya sudah gue pergi dulu yah…” ucap andre yang mulai salah tingkah.
“Kenapa andre jadi lain gitu yah?” batin lisa.

“seneng yah, yang sekarang lagi dekat sama andre?” ucap fanny yang mendadak masuk.
“fanny? Elo…” ucap lisa kaget.
“gue sudah lihat semunya kok lis, gue gak nyangka, teman gue sendiri nusuk gue dari belakang?” ucap fanny sinis.
“maksud lo apaan sih fan, gue nusuk lo apa?” ucap lisa yang binggung dengan ucapan fanny.

“kalian di sini, gue dari tadi nyariin kalian,” ucap amel yang juga sudah berada di situ.
“kalian kenapa?” Tanya amel yang bingung dengan amarah fanny.
“gue lihat andre gak bisa berhenti natap lo lis, atau jangan jangan elo cewek yang dimaksud andre? Jadi selama ini elo menyembunyikan semuannya lis, iyaaa, jawab gue lisa, jawab…” ucap fanny yang mulai menagis dan berteriak di hadapan lisa.
“fan gue gak ngerti apa maksud lo, tadi andre cuman minta gue menyanyi fan gak lebih dari itu?” ucap lisa menjelaskan.
“fan maksud lo apa sih? Dan lo juga lis, andre kenapa sih?” sambung amel yang masih belum mengerti kenapa lisa dan fanny bertengkar.
“lisa, mel, dia sudah berkhianat sama gue, dia rebut andre dari gue, dan dia juga alasan kenapa andre nolak gue.” Ucap fanny dengan masih emosi.
“apa? Jadi…” ucap amel.
“bohong, itu gak benar mel, gue gak pernah rebut andre dari lo fan… lo sahabat gue, tapi kenapa lo gak percaya sama gue?” ucap lisa yang mulai meneteskan air mata.
“fan, lisa gak mungkin deh rebut andre dari lo, mungkin tadi itu cuman kebetulan doang…” jelas amel menenangkan fanny.
“gue kecewa sama lo lis…” Ucap amel dan langsung pergi…
“gue, gak rebut andre dari fanny mel, tadi itu andre cuman minta gue menyanyi itu doang…” Jelas lisa ke amel.
“gue tau kok, mungkin fanny cuman masih sedih doang, dan gak terima kalau ada orang lain yang dekat sama andre apalagi sahabat sendiri, gue akan bantu jelasin ke fanny kok, lo tenang aja yah…” ucap amel menenangkan lisa.

Cerpen Karangan: Merry Adc
Blog / Facebook: Merry Rapar / Maria Merry Rapar

Cerpen Antara Sahabat Dan Cinta (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bergulir Kembali

Oleh:
“Tak ada yang bisa, mengantikan cintamu.. Tak ada yang bisa, membuat diriku, jauh darimu..” sambil memetik gitar bolong pemberianku, Yuda menyanyikan lagu yang sangat kami sukai, sebagai hadiah ulang

Tuhan Jagalah Mereka

Oleh:
Kulihat pemandangan di pagi hari dari balik jendela kamarku seusai bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Melamun sambil menghirup udara sejuk yang membuatku lebih semangat untuk menjalani hidup ini. Tuhan

Cinta di Dunia Maya

Oleh:
“Although we have never met… but you were able to make me comfortable… I guess I’m fall in love…” Begitu statusku di fb. Namaku Indah, aku adalah seorang gadis

Hadiah di Hari Valentine

Oleh:
Hari ini adalah hari valentine – hari kasih sayang, di hari yang istimewa ini aku malah sedang dilanda kebosanan. Berbeda dengan yang lain, mungkin yang sedang asik bertukar cokelat

Impianku Menjadi Pianis Terkenal

Oleh:
Hari ini hari yang kutunggu. Setelah lama menunggu. Katanya, hari ini SMP Mentari akan mengadakan seleksi untuk mengikuti lomba pianis tingkat internasional. Aku menggenggam erat tanganku yang bergerak dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *