Apa Sih Cinta? (Part 4)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 June 2016

“Cinta itu butuh pengungkapan, karena kita bukan Tuhan yang tahu semuanya, jadi bagaimana kita tau perasaan seseorang tanpa pernyataan.”

Driana segera menyuruh Chika untuk ke rumah sakit, tempat Bayu di rawat.
Perasaannya bercampur aduk saat ini.
Entah kesal, senang, kecewa, jadi campur dalam benaknya.
“Lo kok gelisah gitu sih.” kata Chika.
“Gue mau ketemu Bayu, dan mau minta dia jawab pertanyaan gue.” kata Driana.
“Lo mau tanya apa sama dia?” tanya Chika
“Gue mau tanya, kenapa ada foto foto gue dikamarnya dia, dan perlu lo tau, itu foto udah lama.” kata Driana.
“Berarti selama ini dia udah kenalin elo dong. Terus mau apalagi, jelas jelas dia suka sama lo, Dri. Mending kalian pacaran.” kata Chika.
“Gue belum terlalu yakin sama perasaan gue.” kata Driana.
“Mau sampe kapan. Udah terbukti dia suka sama lo, dia jadi secret admire lo. Dan lo tinggal jadian, apa susahnya coba.” kata Chika.
“Gue takut jatuh terlalu dalam, sampe gue takut kehilangan dia pada akhirnya.” kata Driana.
“Oke, sekarang lo pilih mana, terima dia saat ini dan lo coba untuk menerima segala kemungkina di masa depan, apa lo bakal diem dan nyesel di masa depan?”kata Chika untuk meyakinkan sahabatnya.
“gue rasa, gue mau coba pilihan pertama deh.” kata Driana sambil tersenyum, Chika ikut tersenyum juga.
Sesampainya di rumah sakit, Driana segera menuju kamar dimana Bayu dirawat, sesuai apa yang disampaikan mamanya Bayu, ruang 301

Di depan kamar, Chika menyuruh Driana masuk sendirian.
Dengan ragu Driana membuka pintu kamar.
Bayu sedang tertidur.
“Hai, Bay.” kata Driana, dia mengira Bayu tidur.
“Gue dateng tapi lo tidur, lo jahat sama gue Bay. Kenapa lo boongin gue.” kata Driana, entah kenapa dirinya tak kuasa untuk menitikkan air mata.

Bayu yang hanya pura pura tidur pun membuka matanya.
“Lo dateng buat jenguk apa buat nangis di hadapan gue?” kata Bayu.
“Tau, bodo amat. Lo jahat sama gue.” kata Driana.
“Gue jahat? Siapa bilang gue baik.” kata Bayu melucu.
“Yaudah gue pulang aja.” kata Driana merajuk.
“Gitu aja marah. Lo nggak kangen sama gue?” kata Bayu.
“Enggak. Sama sekali. Gue mau lo jawab pertanyaan gue.” kata Driana.
“Nanya apa?” kata Bayu penasaran.
“Sejak kapan lo kenal gue?” pertanyaan Driana membuat Bayu terkejut.

“Akan aku jaga kepercayaanmu, dan aku harap kau akan selalu memberiku kepercayaan, cinta tanpa kepercayaan dan kesetiaan hanyalah kata cinta tak berarti.”

Mendengar pertanyaan Driana membuat Bayu tertegun.
“Lo udah tau ya, gue gak mau ngeles. Emang gue tau lo udah lama, sejak MOS. Mungkin lo berfikir gue ngasih hukuman ke lo karena gue jahat sama lo, tapi jujur gue pingin kenal lo, gak sekedar jadi pengagum rahasia lo.” jelas Bayu.
“Kenapa nggak lo kasih tau. Kalo gitu gue udah kenal lo dari dulu. Asal lo tau Bay, gue suka sama lo. Dan gue sempat berfikir cinta gue bertepuk sebelah tangan. Kalo aja gue gak tau fakta ini, gue bakal …” kata Driana, dengan cepat, namun Bayu menutup mulut Driana.
“Dri, lo itu di rumah sakit, dan cerewet minta ampun. Kalo ada pasien yang punya penyakit jantung gimana.” kata Bayu sambil tersenyum.
“Ngapain lo senyum-senyum. Eh ya kaki lo udah sembuh?” kata Driana.
“Udah, lo dateng kaki gue sembuh.” kata Bayu dengan cengirannya.
“Apaan sih lo, bikin gue ngefly nih.” kata Driana.
“Dri, kalo gue minta sesuatu lo bakal kasih nggak?” kata Bayu.
“Lo mau minta apa sama gue?” tanya Driana.
“Gue minta hati lo, gue minta lo bisa jaga hati lo cuma buat gue, dan lo cukup jadi teman hidup dan kasih gue kesetiaan dan kepercayaan lo. Gue minta hati lo untuk ngejaga hati gue. Dan saat gue sedang rapuh lo jaga hati gue, untuk bertahan.” kata Bayu.
“Lo ngomong begitu gue jadi baper.” kata Driana.
“Lo laper Dri, ayo makan.” kata Bayu.
“Lo mah becanda mulu, tapi bener juga gue laper.” kata Driana.
“Yang tadi gue serius, lo jawab dengan?” kata Bayu penuh harap.
“Kalo gue gak bisa jaga hati lo gimana, kalo suatu saat gue buat hati lo terluka?” kata Driana.
“Gue bakal terima itu, karena gue siap untuk menerima semua yang bakal bisa terjadi. Karena gue percaya kalo gue cinta sama lo, berarti gue harus tanggung semua resikonya.” kata Bayu.
“Gue sama. Gue bakal ambil semua resikonya. Gue cinta sama lo, Bay.” kata Driana.
“I love you.” Kata Bayu dengan senyuman.
“Love you too.” kata Driana.

“Cinta itu apasih sebenarnya?”

Tanggal 14 februari 2016
Tepatnya pukul 8 pagi, Driana sedang bermalas malasan di kamar. Sejak kemarin jadian dengan Bayu perasaannya tak karuan.
Setiap menit dia berusaha untuk mengecek ponselnya, dia berharap Bayu akan mengirim sms atau meneleponnya.
“Dia gak mungkin nelpon, lo terlalu berharap Driana.” kata Driana untuk dirinya sendiri.
Tak lama ponselnya berbunyi, ada panggilan masuk dari Vino.
“Hai Vin. Ada apa?” tanya Driana.
“Gue mau nagih kata kata lo, untuk hari Minggu ini.” kata Vino.
“O, oke gue bakal tepatin. Dimana kita ketemuan?” tanya Driana, daripada hanya tiduran di rumah dan menanti kabar Bayu mending dia pergi keluar batin Driana.
“Gue tunggu di Cafe Mockha, jam 9.” kata Vino.
“Oke. Gue siap-siap dulu ya.” kata Driana.
Driana segera mandi dan berganti pakaian. Kaos panjang warna hijau tosca dengan celana jeans panjang, dan sepatu nike menjadi style nya hari ini.
Driana menyuruh supirnya untuk mengantarnya.
Di cafe Driana melihat Vino, duduk santai.
“Hai Vin. Kok lo udah dateng? gue pikir lo bener dateng jam 9. Ini kan baru jam setengah 9.” kata Driana.
“Duduk dulu, Dri.” kata Vino
Driana duduk berhadapan dengan Bayu.
“Valentine’s day ya Dri.” kata Vino sambil menyerahkan sebuket bunga mawar dengan sebuah coklat.
“Thanks ya, Vin.” kata Driana.
“Sama sama Dri. Oh iya lo baru jadian sama Bayu kan? Btw selamat ya. Gue harap kalian langgeng.” kata Vino.
“Iya Vin. Lo bener sahabat gue. Maaf ya gue dulu gak bisa bales perasaan lo.” kata Driana.
“Udah gak usah ngerasa bersalah. Cinta emang gak bisa dipaksa.” kata Vino.
“Gue tadi sms Chika suruh dateng kesini.” kata Driana.
“Chika mau dateng ke sini juga?” kata Vino.
“Lo suka sama Chika nggak Vin?” kata Driana.
“Gue nggak tau. Gue belum bisa move on dari lo.” kata Vino.
“Kalo lo jadian sama Chika, gue orang pertama yang ngedukung lo. Dan jangan lupa traktir gue.” kata Driana.
“Doain aja, gue bisa dapetin jodoh.” kata Vino.
Tak lama Chika datang.
“Hello guys. Gue telat ya. Maaf ya…” kata Chika.
“Lo emang suka telat Chik.” kata Vino.
“Lemot dasar.” kata Driana.
“Oke, gue baru dateng udah dikatain. Gue balik lagi aja nih.” kata Chika.
Ponsel Driana berbunyi, Bayu menelepon.
“Dri, bisa ketemuan nggak?” tanya Bayu.
“Dimana?” kata Driana.
“Lo sekarang dimana?” tanya Bayu.
“Cafe Mockha.” kata Driana.
“Oke, lo tungguin di depan. Gue langsung ke sana.” kata Bayu.
“Sorry ya, gue udah mau di jemput Bayu.” kata Driana.
“Dri, lo udah pacaran, tapi gak pake kata sayang sayang gitu?” kata Chika.
“Emang harus ya pake gituan?” kata Driana.
“Ya gak ada yang ngeharusin sih. Tapi masa pacaran sama enggak rasanya sama aja.” sindir Chika.
“Bodo, yang penting gie ngejalaninnya heppy.” kata Driana.
“Bener Dri. Lo ga usah dengerin Chika. Dia lagi ngiri tuh.” kata Vino.
“Bener Vin. Lo jagain dia ya.” kata Driana.
“Emang gue masih kecil apa pake dijagain. Sama dia lagi, males banget.ini bunga dari Vino ya?” kata Chika.
“Tanya aja sama Vino.Bye dulu ya gue udah ditungguin.” kata Driana seraya berjalan menuju keluar cafe sambil membawa buket bunga dan coklat dari Vino.
Bayu sudah berada di depan cafe.
“Bay, kok lo udah nyetir mobil?kaki lo kan baru sakit.” kata Driana.
“Gue udah sembuh kali. Langsung aja yuk.” kata Bayu.
Di dalam mobil hanya ada keheningan menyelimuti.
“Itu bunga dari siapa?” kata Bayu.
“Oh ini. Dari Vino.” kata Driana.
“Lo suka bunga?” tanya Bayu. Sebenarnya Driana tidak begitu suka dengan bunga, tapi mau bagaimana lagi ini bunga pemberian. Dan dia sangat berharap Bayu yang memberikannya.
“Gue suka bunga. Bagus ya?lo tau hari ini hari apa?” tanya Driana.
“Ini hari Minggu.” kata Bayu datar.
“Gue tau ini Minggu. Tapi masa nggak ada yang spesial gitu.” pancing Driana.
“Setau gue nggak ada.” kata Bayu.
“Lo nyebelin.” kata Driana kesal. Dia terdiam.
“Lo marah sama gue?” tanya Bayu.
“Menurut lo gimana?” kata Driana.
“Menurut gue lo cinta sama gue.” kata Bayu.
“Siapa yang bilang?” kata Driana, dengan wajah yang masih kesal.
“Lo bilang sendiri kemarin.” kata Bayu.
“Bay, lo ngerasa nggak sih hubungan kita aneh. Kita nggak ada romantis romantisnya. Gue di ketawain sama Chika, karena gue nggak bisa kayak orang pacaran pada umumnya.” kata Driana.
“Terus? lo nyesel Dri pacaran sama gue?” kata Bayu.
“Bukan begitu Bay, gue pingin tau kalo lo cinta sama gue apa nggak sama gue.” kata Driana.
“Dengan apa perlu gue buktiinnya?dengan bunga sama coklat?” Kata Bayu.
“Bukan begitu Bay.” Kata Driana.
Setibanya di suatu tempat Driana tercengang, ternyata Bayu membawanya ke danau yang pernah ia datangi bersama Bayu. Disana ada dekorasi yang menarik, 2 kursi dan meja dengan lilin dan bunga mawar.
“Lo ngerancang ini semua Bay? Gue pikir lo nggak akan bikin sesuatu yang spesial.” kata Driana.
“Karena gue gak kasih kabar lo dari kemarin malem. Jadi lo pikir gue akan ngilang?” kata Bayu.
“Gue nggak percaya lo bikin beginian.” kata Driana.
Meraka duduk di kursi itu, Bayu memegang kedua tanga Driana.
“Dri, gue bakal bilang sesuatu lo harus dengerin gue.” kata Bayu, Driana hanya mengangguk.
“Gue tau kita bukan pasangan yang romantis, ideal, dan perfect. Tapi gue mau kita jadi pasangan yang menerima satu sama lain. Yang mengerti satu sama lain, percaya satu sama lain. Kalo lo mau kita seperti orang lain, karena perkataan orang lain, lo harus hapus itu, kita jalanin apa yang ngebuat kita nyaman, dan kita tetap jadi diri kita. Gue mau lo yang apa adanya di depan gue dan menjadi pribadi yang sebenernya, nggak bersikap berbeda, lo cukup jadi diri lo. Dan tentang cinta gue, lo harus percaya. Mungkin gue nggak manggil lo dengan kata sayang, honey dan sebagainya. Tapi yakini hati lo, kalo nama lo itu ada di hati gue.” kata Bayu.
Mendengar kata kata Bayu, Driana menjadi yakin kalau Bayu adalah laki laki yang akan membuatnya bahagia. Tanpa harus mengubah dirinya menjadi orang lain.
“Gue cinta sama lo, dan rasa cinta gue bukan untuk hari valentine ini, gue cinta bukan untuk sekejap bukan untuk sementara tapi untuk selamanya.” kata Bayu.
“Bay, gue cinta sama lo. Dan perkataan lo hari ini ngebuat hati gue lebih yakin.” kata Driana.
Bayu memberi sebuket bunga kepada Driana. “Gue berharap bukan hanya hari ini kita bisa menyayangi tapi untuk selamanya. Dan gue jadiin hari ini awal lo dan gue menjadi kita.” kata Bayu.
Hati Driana dibuat luluh dan menghancurkan segala keraguan di hati.

cinta sejati tak berhenti sampai disini, karena cinta sejati itu tiada berakhir dan akan abadi.

End

Cerpen Karangan: Almira Zahra
Facebook: Almira Zahra
Hi…
My name Almira
I like write and imaginate

Cerpen Apa Sih Cinta? (Part 4) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yuki Wanita Spesial

Oleh:
Satnight kali ini cerah, aku selalu berharap agar satnight itu hujan badai. Aku bukan sirik dengan mereka yang pacaran, aku hanya tidak suka. Beda kan sirik sama tidak suka,

Dunia Mimpi

Oleh:
“Di mana aku?!” Senyap dan Hening yang aku rasakan.. Sekarang Yang aku dengar hanya suara detakan jarum jam. Tak beberapa lama suara itu menghilang. Bagai di tengah malam yang

Cinta Kopi Susu

Oleh:
Di sebuah universitas ada anak baru, cowok keren tapi dingin sama cewek. Dia dikagumi seluruh mahasiswi tapi dia tak menggubrisnya. Dia bernama Irfan Julian Adi. Dia pindahan dari bandung

Ternyata Kamu

Oleh:
Aku pun termenung mengingat semua itu. Oh tuhan… sungguh benar-benar membuatku tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Semua yang ku ingat tentangnya itu benar-benar kejadian yang konyol, gila bahkan membuat

My Wedding (Part 1)

Oleh:
Aku menatap bayangan dalam cermin, bayangan diriku sendiri, dengan gaun warna ungu muda, rambut yang ditata sangat indah, dan polesan make up yang menambah keanggunan seorang pengantin, ya hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Apa Sih Cinta? (Part 4)”

  1. doni santoso says:

    Bikin nangis bacanya

  2. yuyun says:

    keren banget,, jd baperan jg niih..

  3. Mita seftiana says:

    Bagus bangetttt 😉 😉

  4. Annisa mahdyah says:

    Keren banget,baper ,the best berkarya terusyaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *