Apakah ini Cinta? (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 October 2019

Arya Langsung melajukan motornya, Dia sangat sakit untuk saat ini. Kesabaran Arya sudah habis dan saat ini yang Dia pikirkan hanya satu yaitu Dia ingin membuktikan semua kebenaran kepada Sasa, Bukti dari kejahatan RidHo.
Tepat di simpang tiga jalan Arya membelokan motornya ke arah sebelah kanan dan terus melajukan motornya.

Sesaat Kemudian Arya sampai ke tempat tujuannya, Arya parkirkan motornya dan perlahan Dia beranjak ke sebuah rumah yang perkarangannya cukup luas dan dengan tatanan yang sederhana.
Tepat di pagar Rumah, Arya menekan Bell yang tersedia dibagian sebelah kiri pagar, dan kemudian seseorang keluar dari rumah dan menuju ke arah pintu Pagar.

“walah Den Arya” Seorang bibi yang merupakan pembantu dari si pemilik rumah menegur dengan kesan yang akrab “Sudah lama sekali Den Arya nggak pernah main-main ke rumah lagi” Sambil membuka pintu pagar Bi Ijah menyapa penuh kesan.
“Ya begitulah Bi, oh ya Henninya Ada Bi?”
“Masuk dulu, tunggu aja di tempat biasa, Non Henninya sebentar lagi pulang kok”
“Oh Begitu, Om dan Tantenya ada Bi?”
“Kalau Tuan dan Nyonya seperti biasa ada tugas luar kota, Den”
“Oh Begitu” Arya masuk menuju teras, di tempat biasa Dia bersama Henni saat dulu, Arya dulu sering ke tempat ini.. Henni merupakan sahabat dekatnya dan juga merupakan Kakak Kelasnya.
Sudah hampir 5 bulanan Dia tidak pernah ke rumah Henni lagi sejak Henni lulus beberapa bulan yang lalu dan Dia tahu sekarang Henni sudah masuk Ke Fakuiltas Ekonomi di Universitas Negeri yang cukup ternama di kota ini.

Cukup lama Arya duduk menunggu dan akhirnya terdengar suara Mobil masuk ke pekarangan Rumah dan dengan tidak sabar Arya keluar dan menuju ke Mobil yang datang.
Arya berdiri di depan, pintu mobil terbuka dan Henni keluar dengan stelan celana levis dan baju kaos yang dilapisi jas Amamater Kampusnya.
Henni terlihat tertawa ceria tapi Dia belum melihat kehadiran dari Arya, rupanya di sebelahnya masih ada seorang lain.

Seorang itu ikut keluar dari mobil dan menghampiri Henni lalu menggandengnya, perlahan mereka berjalan menuju ke arah Arya.
Henni tertegun dengan wajah yang memucat saat melihat kehadiran Arya, Arya di depan tidak kalah terkejut melihat Henni.
Yang membuat Arya terkejut dan tidak habis pikir adalah seorang yang ada di sebelah Henni, bagaimana bisa Dia bersama Henni? Bukankah Dia seorang Playboy kelas tinggi dan hal itu Henni juga tahu jelas karena Arya mengetahui akan sifat orang itu dari Henni sendiri.
Seorang itu menatap tajam ke arah Arya dan melepaskan gandengannya terhadap Henni, perlahan seorang itu mendekati Arya dan menunju tepat ke arah Arya.

“Kamu ini, kenapa bisa ada di sini, tahun lalu Kamu boleh bangga bisa merebut pacarku tapi kali ini jangan katakan kalau Kamu juga ada hubungan dengan Henni”
Arya tidak menghiraukan seorang itu yang ternyata Ridho adanya, Arya melangkah dan melewati samping Ridho dan berhenti tepat di hadapan Henni.
“Kok bisa begini Hen, Kamu dan Dia…, mengapa seperti ini jadinya?”
“Ar, Nanti Aku jelaskan, sebaiknya Kamu pulang dulu aja yah”
“Tidak, Aku tidak bisa pulang tanpa ada penjelasan, lagian Kedatanganku kesini ingin mengambil bukti mengenai hal yang satu tahun lalu itu, tentu kamu masih menyimpannya kan”
Henni jadi salah tingkah dan tidak tahu harus berbicara apa, masalah satu tahun yang dimaksud Arya tentu bukti yang pernah dikatakan Henni kalau Ridho itu merupakan Playboy, seorang yang suka mempermainkan perasaan wanita.

“Ar, Bukti itu tanpa sengaja Hilang, Aku tidak tahu…”
“jangan bilang juga kalau semua yang kamu katakan itu juga hilang? Hen, Aku jadi merasakan kalau apa yang kamu katakan mengenai Ridho itu merupakan kebohongan ”
“Mana mungkin Aku membohongimu, memang Aku setega itu memanfaatkanmu untuk menghancurkan hubungan Ridho dan Sasa”
“Demi untuk mendapatkan Ridho, Aku rasa memang begitu bukan” Arya menatap tajam “Kamu memang tega memanfaatkan AKu yang Kamu bilang seperti saudaramu, seperti Adikmu. Aku tidak mau percaya ini, tapi bukankah saat ini Kamu bersama Ridho dan itu sudah membuktikan semuanya”

“Kalian ini sedang bicara apa” Ridho menatap tajam ke arah Arya “Apa yang tidak Kamu percaya dan bukti apaalah, Aku jadi pusing, memang kalian ini ada hubungan apa sih” Suara Ridho sedikit bergetar.
“Ridho, Aku sebelumnya minta maaf atas perlakuanku satu tahun yang lalu, pada dasarnya Aku tidak begitu mengenalmu dan karena Henni ini Aku jadi sedikit mengenalmu” Arya menghela nafas “Karena Sasa menyukaimu maka Aku ada rasa marah dan cemburu…”
“Jadi makanya Kamu melakukan hal yang membuat Aku memutuskan Sasa setahun yang lalu itu” ridho memotong ucapan dari Arya.
“Sebenarnya Aku tidak ada maksud begitu, Aku Akui Aku memang ada perasaan sama Sasa tapi kalau Dia menyukai orang lain Aku tidak akan pernah memaksakan kehendak, tapi…”
“Cukup Ar, Aku Akui Semua itu memang salahku, jadi Aku mohon jangan membahas masalah itu lagi” Henni terlihat gugup dan takut semuanya terbongkar, karena Dia-lah yang memanfaatkan Arya untuk menghancurkan hubungan Sasa dan Ridho satu tahun lalu, demi mendapatkan Ridho dan apa yang Dia katakan kalau Ridho itu Playboy dan ada bukti yang sudah direkamnya itu semua merupakan kebohongannya saja.
Saat itu Arya percaya karena selain Henni temannya, Henni pun merupakan teman sekelas dari Ridho jadi otomatis Henni tahu banyak tentang Ridho.

“Hen, Kamu tahu gara-gara semua ini…” Arya menekan perasaannya “sampai sekarang Sasa membenciku, Dia menganggap Aku adalah penjahat, Aku tidak mengapa meski begitu karena Aku rela dibenci asal Dia tidak terluka tapi apa kenyataannya saat ini?” Arya menatap tajam “Aku ternyata hanya dimanfaatkan dan apa yang dikatakan Sasa sekarang menjadi sebuah kebenaran, Aku memang Penjahat…”
“Maafkan Aku Ar, Aku tidak bermaksud begitu…”
“Cukup, Aku semakin pusing mendengar perdebatan kalian ini dan Kamu” Ridho menunjuk kearah Arya “Sebaiknya Kamu pulang Sana…”
“Aku tidak tahu harus bagaimana saat ini, Aku ingin mencuci kesalahanku dengan bukti yang pernah Kamu bilang itu, dengan harapan Sasa bisa memberi sedikit maafnya untukku” Arya menatap Henni tanpa menghiraukan ucpan Ridho.
“namun harapan itu sudah hilang dan saat ini Aku dan Sasa memang harus saling menjauh” Suara Arya terdengar lemah “perasaanku, hatiku, memang harus diakhiri, Aku akan selamanya akan menjadi penjahat di matanya” Arya menatap kosong dan memalingkan tubuhnya, perasaannya hancur, sekarang Dia sangat membenci dirinya sendiri karena betapa bodohnya Dia sehingga bisa dimanfaatkan seperti ini.
“Ar, Maafkan Aku, Aku tidak bermaksud begitu tapi…” ucapan Henni terhenti saat Dia melihat betapa Arya saat ini sangat terpukul, Henni melihat mata Arya memerah. Arya yang sangat tegar dan merupakan orang yang kuat itu menangis tanpa suara.
Henni semakin merasa bersalah, Padahal Arya menganggapnya sebagai Kakak dan apapun yang dikatakannya, Arya pasti akan percaya tapi…

Arya menghentikan langkahnya dan menatap Henni dengan mata yang memerah “Aku tidak menyalahkanmu, cinta memang diluar logika, sebenarnya mungkin Aku saat itu juga menginginkan hubungan Sasa dan Ridho berakhir agar Sasa bisa menerimaku, Seharusnya Aku berterima Kasih sama Kamu, Karena Kamu Aku ada alasan untuk memisahkan Sasa dan Ridho” Arya menghela nafas “Aku memang pantas untuk dibenci, jadi jangan terlalu merasa bersalah…”
“Ar…” Henni ikut menangis, penyesalan itu mengaliri seluruh perasaannya “Ar, maafkan Aku…” Henni menunduk, Arya memalingkan tubuhnya dan tanpa kata lagi naik dan melajukan motornya.

Henni terus menangis “Aku memang jahat Akulah yang pantas menjadi penjahat bukan Kamu Ar…”
Ridho menghampiri Henni “Sudahlah…”
“Dho, Maafkan Aku…” Henni terlihat sangat merasa bersalah.
“Sudah, Aku bilang sudah lah… Untuk apa kamu menagisi hal yang sudah lama beralu itu”
“Aku…”
“Ya, Aku mengerti, Aku bisa memahami semua itu, yang pasti saat ini Aku tidak menyesal mencintaimu…”
“Dho, Aku…”
“Ya, Mungkin apa yang kamu lakukan dulu itu memang salah, tapi untuk saat ini… Aku tidak menyalahkanmu, karena saat ini kamu adalah orang yang sangat Aku cintai..”
Henni memeluk tubuh Ridho, Dia tahu betapa jahatnya Dia, betapa besar salahnya terhadap Ridho dan juga Arya, betapa besar penyesalannya tapi meski begitu Dia merasa bahagia saat ini. bahagia diatas penderitaan orang lain.. ‘Ar, Maafkan Aku’ Batinnya.

Arya terus melajukan motornya, Bukti yang ingin Dia ambil ditempat Henni demi membuktikan semuanya kepada Sasa dengan harapan Sasa bisa mengerti tapi semua itu sudah sirna.
Betapa saat ini Arya semakin terpuruk dan kesedihan terbesarnya bukan karena Sasa yang akan selalu membencinya tapi melainkan karena orang yang sudah dianggap Kakak, saudara dan sahabatnya itu ternyata tega membohonginya.
Arya sangat percaya akan Henni, apapun yang dikatakan Henni Dia pasti percaya. tapi karena itu pula Dia harus menerima akibat yang fatal, yaitu Dibenci oleh seorang yang sangat dicintainya.

Simpang tiga Arya membelok padahal lambu rambu lalu-lintas itu masih merah dan itu tandanya jalur tersebut belum boleh dilewati tapi Arya terus melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi

Praakkkkk!!!!
Deerrrrr!!!!
Motor itu terlempar dan sebagian body motor itu hancur, seorang pengendara itu terlempar di pinggir jalan dengan keaadan yang sangat memprihatinkan.
Mobil mini bus itu oleng dan menabrak tiang listrik tapi untung tidak begitu parah keadaannya, sopirnya segera keluar dan menghampiri si pengendara motor yang tergeletak tidak sadarkan diri.

Keadaan di daerah tersebut mulai ramai, Sopir mini Bus itu cepat menelepon rumah sakit terdekat lalu dengan cepat Dia memeriksa Identitas dari si pengendara motor yang masih tergeletak itu.
Di dalam Dompet itu terdapat kartu pelajar dan nomor telepon Sekolah, Sopir itu cepat menghubungi pihak Sekolah.

Di lain tempat, terlihat Sasa duduk diam dalam kelas, ada sedikit rasa penyesalan di hatinya.
Dia memang agak keterlaluan, tidak seharusnya Dia bersikap seperti itu kepada Arya, bagaimanapun Arya juga pernah menjadi temannya yang cukup baik dan sangat perhatian.
Sasa juga ingat saat dulu betapa Dia ingin makan rujak tapi saat itu sedang hujan deras akhirnya Sasa hanya bisa menahan rasa tapi Arya, Arya rela basah demi membelikannya Rujak dan saat itu Sasa sangat berterimakasih akan Arya, keesokannya Arya demam karena Flu dan tiga hari harus izin tidak bisa ke sekolah.
Kalau mengingat itu betapa hati Sasa terasa terharu dan betapa Dia merasakan kehangatan itu, Arya memang terkadang menyebalkan namun Arya juga merupakan seorang yang menyenangkan dan Arya juga sangat mengerti Dia.

Bila mengingat itu semua ada sedikit penyeselan di hati Sasa, Satu tahun Dia tidak menghiraukan Arya, Satu tahun Dia tidak pernah mau tahu akan Arya, bukankah itu sudah lebih dari cukup untuk menghukum kesalahan Arya.
Perlahan Sasa mengelurkan kartu undangan, dan disitu tertulis satu nama. Arya.

“Sasa, Pak Markus Memanggilmu” Satu suara membuyarkan lamunan Sasa, Teni terlihat begitu cemas.
“Pak Markus? Emang ada apa”
“Nanti juga Kamu tahu, sekarang Ayo cepatan”
“Ya Ya…”

Pak Markus adalah Wali Kelas dari kelas Sasa, Sesampai di ruangan Guru, Sasa melihat betapa keadaan sedikit terlihat ramai.
Pak Markus langsung menghampiri Sasa “Sasa, Kamu ada nomor Hp orangtua dari Arya”
“ya ada”
“Berapa nomornya”
“Sebentar pak saya lihat di hp dulu” Saya membuka handponenya lalu mencari di kontak “ini pak nomornya.. 081346460077”
“Ini no hp Ayah atau Ibunya”
“Ibunya Pak..”
“Ok…” Pak Markus menekan nomor Hp itu dan sesaat kemudian Pak Markus terlihat berbicara serius.

Sasa semakin penasaran, Sasa menghampiri Teni temannya “Ten, ada apa sih sebenarnya, ada apa dengan Arya kok serius betul”
“begini Sa, Saat Aku piket ada seorang yang menelepon mengatakan kalau ada seorang Siswa sekolah kita mengalami kecelakaan lalu lintas dan kondisinya tidak sadarkan diri, jadi minta kita menghubungi ke pihak keluarganya”
“Maksudmu Siswa yang kecelakaan itu” Sasa mengigit bibirnya dan dalam hati Dia berharap agar itu bukan Arya tapi…
“Ya Sa, Siswa itu Arya…”
Sasa terduduk, lututnya terasa lemas
Teni cepat membantunya untuk berdiri, Sasa sangat menyesal saat ini, andai tadi Dia tidak mengajak Arya untuk berdebat mungkin Arya tidak keluar dan saat ini tentu kejadian ini tidak akan terjadi.

Pak Markus terlihat menyiapkan tasnya dan Pak Markus tentu ingin melihat kondisi dari Arya.
“Kalian Kembali ke kelas dulu..”
“Pak, Saya boleh Ikut Bapak..”
“sebaiknya tidak usah…”
“Arya nya bagaimana Pak kondisinya”
“Bapak Juga tidak tahu, yang bapak Tahu Arya saat ini sudah dibawa ke rumah sakit dan sekarang bapak mau ke rumah sakit dulu” Pak Markus lalu bergegas untuk menuju Rumah sakit dimana Arya dirawat.

“Kalian berdua kembali ke kelas dan kejadian ini jangan sampai teman-teman kalian tahu dulu, kita ikuti perkembangan selanjutnya saja” Pak Anwar, seorang guru BP berucap pelan.

Bagaimana keadaan Arya? ikuti bagian terkahir ( Bagian 3)

Cerpen Karangan: Jainal Hariadi
Blog / Facebook: Jainal Hariadi

Cerpen Apakah ini Cinta? (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Found You, Ciderella

Oleh:
“Nih!,” ucap Leo kepada Arka dengan menyerahkan selembar kertas. “Apaan?,” tanya Arka mendongkakkan kepalanya dengan menerima kertas yang di bawa oleh Felly. “Lu bakalan jadi ketua dalam penyelenggaraan hari

Masa Orientasi Sekolah

Oleh:
Hari itu adalah hari pertama Orientasi Siswa baru untuk masuk SMA. Rini menjadi salah satu panitia yang bertugas mengorientasi para siswa baru. Pagi-pagi dia bangun, untuk bersiap ke sekolah.

Membayar Denda

Oleh:
Siang itu, aku berjalan cemas menuju ruang perpustakaan yang berada di lantai atas sekolahku. Disaat itu juga kupegang erat-erat kartu perpustakaan yang sedang kupegang ini. Kartu dengan pemilik bernama

Janji Leria

Oleh:
“Jadi, Anda adalah tuan Radiskh yang dulu pernah menjadi hakim di kerajaan?” tanya Leria agak terkejut setelah ayahku banyak bercerita pada gadis itu tentang masa lalunya. Ayah mengangguk. Seketika,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *