Arjuna Hilang Khadizah Meninggalkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 16 February 2016

Aku dinikahi seseorang yang asing bagiku, dia bagaikan pangeran yang kaya raya membawaku ke dalam istananya, dia berhati mulia dengan menerima keadaanku yang kala itu setengah gila karenamu, terlebih setelah kecelakaan maut merenggut sebagian ingatanku, dia dengan sabar mendampingi dan mencintaiku yang gila. Namun semua itu tidak mampu membuatku mencintainya, napasku masih selalu menyebut namamu yang tak pernah kembali, di mana kamu? baikkah kau di sana? Masih ingatkah denganku? Ini salahmu, dulu, kau datang dan pergi sesuka hatimu, tanpa kamu sadar jika aku ini wanita, yang bisa saja lelah dan terluka akan sikapmu.

Lalu kau kembali datang setelah sekian lama berlayar, datang memberi setumpuk harapan, mengajariku menyusun masa depan, satu persatu ketakutan mampu kau hilangkan dengan tutur manismu yang penuh keyakinan. Berlalu dengan sangat cepat, kau menghilang setelah berhasil tanamkan harapan itu dalam hatiku, kau menghilang dan ku harap tak usah kembali. Kau memang tak pernah kembali. Seandainya kamu tahu, setiap hari aku selalu mengunjungi taman itu, taman di mana kau mampu sematkan rasa yang dalam padaku, taman yang menjadi saksi betapa sering aku menangis menantimu, menunggu di tengah ketidakpastian itu melelahkan, hingga tiba dimana aku menyerah dan meninggalkan.

“Nek Ayo kita masuk, Ibu telah membuatkan sup kesukaan Nenek.” Seorang gadis kecil sadarkan dia dari lamunannya.
Di dalam, ada seorang lelaki tua, yang dipanggil gadis kecil itu Kakek, juga ada Ibu dan Ayah dari sang gadis. Mereka tinggal berlima di dalam rumah yang mewah nan megah itu.
“Ibu ayo makan, ini kesukaan Ibu, aku membuatnya khusus untuk Ibu.” Perempuan berparas elok berusia 30 tahunan itu terlihat membujuk sang Nenek mereguk semangkuk sup buatannya, namun tidak berhasil. “Temani saja aku ke taman.” pinta sang Nenek pagi itu.

Akhirnya di hari libur kala itu, sang Kakek dan gadis kecilah yang menemaninya ke taman yang letaknya tak begitu jauh dari kediaman mereka. Setibanya di taman, sang Nenek duduk di bawah pohon rindang yang dalam sedikit ingatannya, di sanalah tempat ia menunggu Arjunanya -panggilan sayang untuk kekasih yang begitu ia cintai, dengan pandangan kosong lamunannya kembali menerawang, terlihat lelaki muda gagah nan tampan melemparkan senyuman dengan membawa seikat bunga mawar yang harum untuknya. Dari arah yang tak begitu jauh hanya berjarak sekitar 2 meter, sang Kakek dan gadis kecil terus memantau sang Nenek yang memang kala itu hanya ingin sendiri menikmati rindangnya pohon yang meneduhinya.

“Cu tunggu sebentar, Kakek akan segera kembali.” Ucap sang Kakek pada gadis kecil itu lalu berlalu.

Kau tak pernah kembali Arjuna, kau menghilang dan aku pun telah meninggalkan. “Arjuna.” Suara pilu sang Nenek tiba-tiba terdengar ketika melihat pemuda tampan menghampirinya.
“Mimpikah ini? Arjuna? inikah kamu yang ku tunggu?” Lalu sang Nenek menundukkan pandangannya.
“Pergilah Arjuna tak usah kembali, biarkan rinduku mengeriput seiring dengan usiaku yang telah menua karena menunggumu.”
“Aku kembali padamu Khadizah, menjemputmu dari sepinya menunggu.” Lelaki itu terus mendekat. Lelaki yang tampan di mata sang Nenek itu kini memeluknya dengan erat. Haru biru pun terlihat dari ungkapan kasih sayang keduanya, melepas kerinduan yang tertahan selama puluhan tahun lamanya.

Si Gadis kecil berlari menghampiri. “Nenek… Kakek… aku juga ingin berpelukan dengan kalian.”

Arjuna tidak pernah menghilang, Khadizah juga tidak pernah meninggalkan. Arjuna pergi berlayar untuk kembali, dan Khadizah menunggu dalam kegilaannya.

Cerpen Karangan: Yesi Noor
Blog: http://yesinurhidayati.blogspot.co.id
Yesi Noor seorang wanita yang sedang belajar menulis, dan akhir-akhir ini terkena virus event hunter, juga telah merilis sebuah novel bergenre romance dengan judul “MINE” bisa dihubungi melalui akun Facebook: Yesi Nurhidayati

Cerpen Arjuna Hilang Khadizah Meninggalkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Prasangka

Oleh:
Peluh rasanya sudah membuat sekujur tubuhku basah, seragam putih yang kupakai mungkin sudah beraroma tak karuan asamnya. semua ini gara-gara pak Budi yang tanpa rasa kasihan terus saja menyuruhku

Sesuatu di Bandung

Oleh:
Hey cantik Coba kau catat keretaku tiba pukul empat sore Tak usah kau tanya aku ceritakan nanti Hey cantik Ke mana saja tak ada berita sedikit cerita Tak kubaca

Malam Minggu Yang Bahagia

Oleh:
Malam yang indah dan sunyi, yang hanya ditemani alunan musik. Bintang-bintang yang cantik, bulan yang bersinar terang menambah indahnya malam ini. Sungguh pemandangan yang menawan di malam hari. Tapi

Sebuah Cerita dari Sepasang Mata

Oleh:
Merah pada tangkup bibirnya boleh jadi tiada bergeming. Namun kelopak retinanya, lihatlah. Atau lebih tepatnya, dengarlah. Ia tengah bercerita. Tengah mengibaratkan dirinya sebagai sepasang kekasih. Dalam hal ini mungkin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *