Aroma Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 September 2016

Aku geram kepada anggotaku, bagaiman mungkin Grup ini bisa ribut dengan Grup sebelah, untung masalah ini tidak sampai ke kakak pembina! Tapi tetap aku harus menindak semuanya. karena impianku adalah menang di Pramuka ini. Aku mondar-mandir di dalam kemah sementara anggotaku duduk diam di dalam kemah. Sekarang lagi istirahat jadi tidak ada aktifitas. Disaat malam nanti baru ada perlombaan Drama, Puisi, Yel-yel dan lomba lainnya. Aku menggelengkan kepala.

“Kenapa kalian bisa ribut dengan grup singa?”
Semua membisu, walau aku seumuran dengan mereka tapi aku disegani. karena aku ketua kelas dan sekarang ketua grup ini. Selain itu aku pernah dapat peringkat 3 atlet silat sekecamatan dan gugur mewakili kabupaten. Pernah saat aku melaporkan Jodi si badan besar yang sudah 3 kali tidak naik kelas itu buat dia marah dan mengajak teman-temannya mengeroyokku namun apa nyatanya merekalah yang kewalahan menghadapiku. Teman-temanku berfikir dua kali ingin melawanku, walau begitu aku harus bersikap baik karena aku tidak ingin ditakuti. Aku bukan orang gila yang marah tanpa sebab tapi aku marah demi kebaikan itulah yang aku lakukan sekarang! Kuharap semua temanku mengerti.

“Miki kamu anggotaku yang jujur! Kenapa bisa grup Singga benci pada kita?”
“Awalnya ada yang melempar tenda kita! Kami melihat lemparan itu dari grup Singga! Akhirnya kami lempar balik! Terjadilah perang dan tenda kita jebol! Lihat disitu!” jelas Miki sambil menunjuk atap tenda. Miki melanjutkan “Kami geram, kami pun mendatangi grup Singga dan bilang tenda kami jebol! Mereka bilang kami yang melempar tendanya duluan, akhirnya kami ribut dan bekelahi”
“Untung aku cepat datang, kalo tidak keributan kalian ketahuan oleh pembina! Aku tidak mau kalah di Pramuka ini! Kamu lihat Debi yang harus pulang karena salah minum dia keminum Minyak Tanah dan jadi sakit. Perjuangan kita tidak boleh sia-sia! Kita harusnya berjiwa Pramuka! Coba Putra sebutkan Dasa Dharma yang kedua”
“Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia” jawab Putra.
“Jadi jelas permusuhan tidak ada di dalam Pramuka dan sekarang saya minta semua minta maaf kepada grup Singga tidak peduli siapa yang salah demi kemenangan Pramuka kita! Jika tidak permusuhan ini akan mengacaukan semua”
“Okelah ketua!” jawab Bobi.

Mereka semua ke luar tenda dan ketenda grup Singga. Aku bangga, jelas kami semua adalah Anggota pilihan mewakili sekolah tentu semua sudah kompak. Penekanan arahan Guru kemarin adalah semua harus patuh kepadaku, ibarat suatu tubuh aku adalah otaknya dan tidak ada alasan membatah perintahku.

Aku ke luar tenda kulihat suasana kelihatan sibuk, ada yang membawa kayu bakar, ada yang tertawa bersama teman-temannya. Kalo kami benar-benar beristirahat sekarang karena semua sudah kuberi tugas dan semua sudah diselesaikan. Mereka memang ingin cepat selesai karena kata mereka agar cepat istirahat.

“Hai…” Sapa Bunga.
“Hm…” Jawabku bergumam.
“Aku tadi lewat sini dan aku denger kamu lagi memarahi Anggotamu mm…memang Ketua teladan”
“Ya… memang harus begitu!”
“Baru kelas 2 SMP”
“Eh… kemana Bu Dewi?”
“Kenapa nanyain Bu Dewi?”
“Kok dia biarin kamu disini? Ini kan perkemahan cowok?”
“Kan sore bukan malam!”
“Disini Bu…!” tanganku menunjuk Bungga.
Wajah Bunga cemberut, memang dari kejauhan Bu Dewi memanggilnya. Aku tertawa kecil melihat raut wajah Bunga yang cemberut, kelihatan lucu.

Emapat tahun telah berlalu
Aku kini telah dikelas 3 SMA IPA. Sementara Bunga si anak manja itu masuk IPS kami satu sekolah namun terpisah kelas. Tapi Bunga tidak mau dipisahkan, bentar lagi dia pasti datang. Ini jam istirahat dan tentu seperti biasa dia kesini. Kalo aku males istirahat ini ke luar kelas mending uang jajanku aku tabung walau keluargaku bukan tergolong miskin maka duit jajanku selalu lancar dikasih oleh orangtuaku tiap hari. Kami juga bukan orang kaya bisa dikatakan keluarga sederhana.
Aku membaca buku dan menyoret-nyoret kertas mengulangi pelajaran tadi. Sulit jika contoh soal dan soal berbeda diamana sulit memahami sesuai rumus.

“Ya ampun Arjuna, kamu nggak dengar lonceng berbunyi?”
“Dengar” jawabku.
“Itu tandanya lonceng istirahat” Jelas Bunga, sementera aku tersenyum kecil mendengar candaan Bunga.
“Iya aku tau”
“Trus kamu kenapa masih belajar?”
“Aku tidak mengerti pelajaran ini, makanya aku coba memahami”
“Ya deh murid teladan”

Kini Bunga duduk di sampingku, menaruh kepalanya di bahuku.
“Dasar manja”
“Kamu bilang apa tadi”
“Ini rumusnya gimana ya?”
“Owh… kukira ngatain aku”

Aku sadar secara diam aku mencintai Bunga dari SMP dari mulai cinta monyet sampe cinta beneran. Tapi aku tidak pernah menggungkapkan kata cinta karena kalau dulu hingga sekarang tidak pernah pacaran. Biarlah aku terus begini aku dapat melihat senyumnya, yang terpenting aku selalu bersamanya. Entah apakah Bungapun begitu padaku dan yang palin aku syukuri Bunga dan aku hingga sampai saat ini menjomblo. Aku sering menanyakan ke bunga kenapa dia memilih menjomblo? Katanya dia dilarang kedua orangtuanya pacaran. Sementara aku beralasan ingin mengejar kesuksesanku dulu padahal karena Bunga.

“Jun… aku mau curhat”
“Curhat apa?”
Kamu tau Putra?”
“Iya”
“Dia nembak aku!”
Rasanya tubuhku ini seperti tersengat listrik dan tubuhku terasa getaran cemburu.
“Ehm… terus”
“Menurutmu terima atau nggak?”
“Dia itu lelaki yang tampan aku khawatir kami dia duakan!”
“Tapi dia sudah putus dengan Andini”
“Tapi dia itu play boy”
“Siapa bilang! Dia putus karena di selingkuhi”
“Dia itu… pokoknya kita putus persahabatan jika kamu tetap pacaran sama dia”
“Kenapa?”
“Pokoknya nggak aja! Bukannya kamu dilarang pacaran sama orangtuamu?”
“Iya tapi orangtuaku tidak tahu”
“Itu tidak baik bohongi orangtua”
“Kamu melarang karena kamu jomblo jadi aku juga harus joblo gitu?”
“Bukan begitu…”
“Makanya cari cewek”
“Ngapain nyari cewek”
“Aku nggak mau, aku terus menjomblo hanya Putra yang berani menembakku”
Aku baru sadar ini sebuah singgungan untukku, apakah Bunga juga mencintaiku?
“Itu Putra lagi main voly aku mau kesana”
Tangan kananku menahan tangan Bunga sementara tangan kiriku mengisyratkan menyuruh Bunga duduk di kursi kembali. Semua itu membuat aku takut Bunga menjadi milik yang lain, aku ingin mengungkapkan semua perasaan ini. Aku mengisap nafas panjang
“Aku tidak terpikir semua kan seperti ini, yang terpikir adalah aku suka kau di sampingku aku nyaman kau di sampingku makanya tidak ada wanita yang aku cintai selain kamu makanya itulah yang menyebabkan aku menjomblo. Kumohon jangan tinggalkan aku… dan tetaplah di sampingku selamanya! Jadilah pacarku…”

Aku tidak sadar bahwa bel masuk telah berbunyi jadi kami telah ditonton oleh semua teman-teman sekelasku. Aku tersadar ketika semua menyoraki kami “TERIMA… TERIMA… TERIMA…”
Ini kepalang basah sehingga aku membuang maluku, semoga Bunga menerimaku. Bunga pun mengangguk perlahan, segera aku memeluk Bunga. Syukur cinta yang tidak jadi hilang dari tanganku.

Cerpen Karangan: S Ibrahim
Facebook: Baim Sabtu Ibrahim
Saya suka menulis dan entahlah apakah aku berbakat? tapi jika penilayan penerbit berbakat aku siap jadi penulis ini no hp saya 082374366878

Cerpen Aroma Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Satu Pelajaran

Oleh:
“Eric. Cowok jangkung, cakep, pinter, keren lagi. Masa kamu nggak tertarik De?” tanya Della padaku saat kami mengerjakan tugas matematika di rumahku. “Nggak, ah. Aku mau fokus sama pelajaran

Salah Sasaran

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama ujian tengah semester genap untuk naik kelas 3 SMP, aku telah belajar dengan giat untuk ujian ini. Perkenalkan namaku Desy Herliana, aku datang pagi

Lighter (Part 1)

Oleh:
Ku temukan janji manis dari kumpulan kata-katanya, teduh dari gema suara baritonnya. Seperti gulali dari toko manisan di depan rumah, manisnya mengikat lidah. Seperti pohon besar menjulang tinggi di

Sandiwara Cinta

Oleh:
“Untuk apa kau ingin menemuiku di sini?” Alex tersenyum, ia lalu berjalan mendekat ke arah Dino. “Untuk membunuhmu.” ucapnya. Hembusan angin membuat suasana seakan mencekam. Dino benar-benar tak mengerti,

Love At First Sight

Oleh:
Pernah jatuh cinta pada pandangan pertama? Jika pernah biarkan aku menyelesaikan cerita yang tidak berujung pada kalian Jatuh cinta memang menyenangkan? Dan setiap hari hampir satu juta manusia mengalami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *