Askar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 March 2018

Untuk masalah cinta, kita bisa memilih siapa orang yang ingin kita cintai, siapa orang yang ingin kita jadikan teman hidup. Tapi pada kenyataannya kita tak bisa mengelak ketika si hati sudah menjatuhkan pilihannya sendiri, termasuk denganmu, Askar.

Untuk soal jatuh cinta, aku tak pandai, tergolong sulit. Bahkan karena si patah hati aku pernah menjeda untuk mencintai, sampai sampai julukan Jojoba (jomblo jomblo bahagia) pernah aku dapatkan. Kita bertemu tanpa sempat berkenalan bukan? Begitu saja berjalan seadanya, hingga aku mulai menyukai segalanya tentangmu.

“Cie yang sweet seventeen” ledekku menatapnya
“Ih kamu, kan aku bilang sama kamu jangan bawa apa-apa, cukup kamu pulang ke sini itu udah cukup.” katanya, menatapku. Dia yang berdiri di hadapanku dengan wajah dan pakaian yang berantakan karena habis dikerjain, aku tersenyum saja dengan berdiri membawa kue di hadapannya.
“Syuut, jangan ngomel. Sekarang tiup lilin, jangan lupa, berdoa yang banyaaaaak” kataku. Askar tersenyum dan sejenak menundukan kepalanya, tak lama dia tiup lilin yang berangka-kan 17. Aku dan teman-teman yang ikut membantuku memberi kejutan, kita berfoto bersama terlebih dulu.

“Sekarang potong kuenya ya” kataku.
Askar tersenyum sambil memotong kue.
“Besar jangan potongannya? Besar deh ya, kamu biar gendut” ledeknya.
Potongan pertama dia beri padaku, dan potongan potongan selanjutnya dia beri kepada teman-teman yang ada di ruangan.
“Wah.. si aku dapat potongan pertama” kataku. Askar tersenyum.
“Tuh kan jadi ngerepotin gini, padahalmah gak usah” katanya lagi.
“Udah ah jangan bilang gitu, bosen. Padahal aku senang ngelakuinnya” jawabku sambil asik memakan potongan kue. Dia hanya tersenyum, dan begitu saja mengotori wajahku dengan krim kue yang ada di tangannya.

Aku senang melihat dia tersenyum, entahlah tapi begitu saja aku merasakannya. Mungkin Askar adalah pria yang biasa saja menurut beberapa orang, tapi bagiku tidak. Dia memiliki sikap yang bernilai, dia mempunyai harga diri yang tinggi, dan aku menyukai itu. Pria tinggi, yang berkumis tipis dan memiliki alis tebal. Ah, entah sejak kapan aku mulai memikirkan tentangnya, atau mulai menyukai dirinya, semua berjalan begitu sajan termasuk rasa takut kehilangan begitu memuncak ketika rasa ingin memiliki melekat.

“Ayo pulang, dianterin” katanya. Aku mengangguk dan berjalan mengikuti dia. Beberapa percakapan terjadi saat di perjalanan, aku menyukai suaranya maka dari itu aku tidak suka bila dia mulai diam.
“Kita udahan yu” katanya, ketika di perjalanan pulang.
“Udahan apa?” Kutanya dengan mata yang cukup lelah.
“Kode-kodeannya” jawabnya. Otakku yang belum konek, karena mungkin rasa ngantuk yang amat sangat meruntuhkan konsentrasiku, beberapa hal aku tidak paham yang dia utarakan.
“Ya udah, udah aja” kujawab begitu saja.
“Ih aku serius” katanya.
“Aku juga”

Tak lama sampai di depan rumahku, aku turun dan sejenak menatap dia yang masih cukup berantakan karena terigu dan telur.
“Hati-hati ya, cepet pulang terus langsung mandi, bau” ledekku.
“Siap” jawabnya, berlalu.
Untuk hari ini mungkin cukup melelahkan, tapi semua terbayar ketika begitu saja aku melihat senyuman manis yang dia punya. Ah, Askar kau memang membuatku senang.

Malam ini aku hanya berbaring dengan menatap layar handphone, ya ngapain lagi kalau bukan chat sama Askar, hehe. Dibilang mengantuk, iya. Tapi terlalu senang bila aku menghentikan malam ini.

“Udah ya, Fer. Kode-kodeannya” katanya.
“Iya udahan, kan dari tadi juga udahan kode-kodeannya” kataku.
“Ih, kamu mah pasti gak ngerti. Emang masih musim kalau aku bilang, Fer mau gak jadi pacar aku?” Jelasnya. Mataku begitu saja melotot ketika membaca balasannya, entahlah tapi begitu saja debaran perlahan menjadi getar.
“Coba sebentar, biar aku tanya mamahku” kataku.
“Ih, gak usah. Biar aku jelasin” katanya. Tapi aku hiraukan, aku segera bangun dari tempat tidur dan menghampiri mamahku yang sedang menonton tv.

“Mah..” kataku.
“Hmm…” jawabnya dengan mata fokus kelayar tv.
“Dengerin Feran ih”
“Iya, apa?” Tanya mamah mentapku.
“Liat nih, Askar bilang gini” kataku dengan meperlihatkan pesan dari Askar. Aku melihat ekspresi mamah yang tersenyum sambil membaca chat dari Askar.
“Maksud dia gimana sih mah?” Kutanya menatap heran mamah.
“Feran. Askar itu nembak kamu, kamu mah gak peka. Katanya suka sama Askar, setiap hari curhatnya Askar terus. Sekarang Askar nembak kamu, lah kamu lemot” jelas mamah. Mungkin karena otakku yang gak konek makanya lemot.
“Wah? Hahaha. Ini serius begitu?” Kutanya antusias. Mamah hanya tersenyum dan mengangguk. Aku tersenyum lalu mengambil handphone di tangan mamah, begitu saja aku lari kembali masuk ke dalam kamar.

Ah kau tau mungkin rasanya, ketika apa yang kau harapkan terjadi. Ketika jatuh cinta menjadi nyata, debaran terus menerus menjadi getar. Mungkin untuk hal ini, kuharap bukanlah mimpi.

“Gimana?” Tanya Askar.
“Gimana ya?.. emhh” kubalas
“Gak gimana gimana hehe” katanya
Aku diam sejenak untuk mengumpulkan keberanian membuat keputusan, aku tau sangat berat mempertanggung jawabkan pilihan yang kau ambil, ah tapi kurasa ini adalah keputusan yang tepat bila jatuh cinta lagi.
“Iya.. aku mau” kataku.

Dengan segala kegembiraan dan lelah untuk hari ini, aku senang. Bahkan aku ingin segera pagi dan terbangun lalu mencintainya dengan terus. Beberapa hal mungkin aku takutkan, ya bagaimana bila aku hanyalah singgahan sementara? Padahal aku tahu, waktu itu Askar baru saja putus dengan kekasihnya, lalu bagaimana bila tiba-tiba dia kembali kemasa lalunya pada saat aku benar-benar mencintainya?. Ah sudahlah, lupkan. Aku tidak peduli bagaimana dia sebelum denganku, siapa saja wanita yang sudah ia singgahi, hingga akhirnya singgah di hatiku, aku ingin benar-benar acuh saja. Ya, peduliku untuk sekarang hanya untuknya, untuk dia yang berusaha aku bahagiakan. Ini adalah pertarungan terberatku, ketika aku harus berjuang dalam urusan jatuh cinta. Tapi biarkanlah, semua terasa begitu tenang dan nyaman ketika bersamanya. Aku senang jatuh cinta kepadanya, jatuh kepada dia yang aku cintai.

Cerpen Karangan: Novia Fernanda
Facebook: Novia Sepersial Fernanda

Cerpen Askar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jodoh yang Ditunda

Oleh:
Ketika sadar aku sudah berada di rumah sakit dengan balutan di tangan serta kaki, untung saja kepalaku tidak apa-apa. Saat itu aku melihat Lia sedang berdiri di samping perawat

Pesawat Kertas

Oleh:
Sahabat Pesawat Kertas Senja telah tiba Siang telah berlalu… Gelap malam telah menanti dengan senyum beribu bintang…. Yang setia menemani bulan…. Seperti Kyky Larasasti yang setia mendengar cerita Andika

Takdirku

Oleh:
Apa itu cinta? Kata orang jatuh cinta itu indah dan seribu rasanya. Bagiku cinta itu bagai coklat, manis namun ada rasa pahit yang terasa meski hanya sedikit. Apa kau

The Valuable Shadow

Oleh:
Braaak!!! Aku langsung berlari menghampiri asal suara itu. Terlihat seorang gadis tergeletak di pinggir jalan dengan posisi setengah badan tertindih motor yang dikendarainya. “Kamu baik-baik saja?” Tanyaku sambil mendirikan

Aku Masih Mengharapkanmu Jadi Imamku

Oleh:
“Tut… Tut..” Suara handphone milikku berbunyi merdu membangunkanku dari tidur. “Ahh,” ucapku lirih. Sambil ku lirik jam di handphoneku ternyata jam 04:13 pagi. Aku lihat lagi di layar handphoneku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *