Ayah, Mengapa Aku Berbeda?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 September 2014

Aqeela adalah gadis remaja yang berusia 16 tahun. Dan juga Aqeela adalah gadis remaja yang ramah, baik, sopan santun rajin dan pintar. Aqeela duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia hidup berdua dengan ayahnya setelah ibunya meninggal dunia saat dia masih berusia 6 tahun. Ayahnya adalah seorang tukang ojek yang berusia 42 tahun.

Dikala hari yang cerah, ketika Aqeela sedang memasak di dapur. “na… na… na… na… na…” menyanyi sambil memasak. Tiba-tiba ayahnya datang dan berkata “kamu lagi masak apa sayang yah?” “aaa… aaa… aaa… eee… eeooo… uuu… uuuu… niii”, kata Aqeela sambil memperlihatkan hasil masakannya. Setelah memasak mereka pun langsung ke meja makan dan memakan makanan hasil masakan Aqeela. Dan Setelah selesai menyantap sarapan pagi dan menyelesaikan semua pekerjaan rumah Aqeela pun berangkat ke sekolah dengan diantar oleh ayahnya menggunakan sebuah sepeda motor tua yang berwarna hitam kecoklatan.

Dengan rambut terurai yang indah Aqeela tampak cantik seperti putri yang turun dari atas motor yang dikendarai oleh ayahnya. Aqeela pun menjabat dan mencium tangan ayahnya. Ayahnya pun pergi dan Aqeela pun masuk ke dalam kelas. Tapi, di jalan teman kelas Aqeela yang bernama Angga bersama teman-temannya. Angga adalah seorang anak kepala sekolah di sekolahnya. Dia adalah teman Aqeela dari SMP. Angga adalah orang yang sok jagoan di sekolahnya. Angga bersama teman-temannya malah menjahili Aqeela dengan mengambil tas dan melempar dari tangan satu ke tangan yang lainnya. Aqeela pun menangis dan berkata “aaaa… aaaa… ae… ai… ie… ae, dengan nada sedih” Aqeela pun pergi dan sedih tiba-tiba Angga dan teman-temannya berenti melempar-lemparkan tas Aqeela dan melihat Aqeela yang sedih dan pergi duduk di bangku dekat taman sekolah.

“Kamu tidak apa-apa kan? maafkan aku dan teman-teman aku yah, aku tidak bermaksud melakukan semua itu” kata Angga dengan nada menyesal. Tiba-tiba datang seseorang yang tak lain adalah kakak kelas Aqeela yang paling populer di sekolahnya yang paling banyak disukai cewek-cewek di sekolahnya, dia bernama Andes. Andes adalah tipe orang penolong. “kamu tidak apa-apa kan?” kata Andes yang datang di dekat Aqeela. “aaa… aaa…aa. aaa” menjelaskan kalau dia tidak apa-apa.

Hari pun sudah mulai sore Aqeela pun akhirnya pulang sekolah, tiba-tiba di jalan dekat rumahnya datang seorang anak kecil yang meledek Aqeela. “ada orang bisu… orang bisu aaa… a… a… aaa…” kata anak kecil itu. Aqeela pun lari masuk kedalam rumah dan langsung masuk kamar dan menangis meratap-ratap. Tiba-tiba ayahnya datang “Assalamu alaikum… Aqeela ayah pulang sayang” nada memanggil. Ayah langsung masuk ke kamar Aqeela dan berkata “Aqeela kamu kenapa lagi sayang, setiap pulang sekolah kamu pasti menangis terus”. Aqeela pun memeluk ayahnya dengan erat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kamu yang sabar yah nak yah, orang sabar pasti disayang Tuhan yah nak yah, dibalik semua ini pasti ada hikmahnya” kata ayah sambil mengusap kepala Aqeela. Aqeela pun menganggukkan kepalanya dan menghapus air matanya.

Aqeela pun mengambil sebuah kertas dan menulis sesuatu “Ayah, mengapa aku berbeda? aku ingin seperti yang lainnya aku ingin hidup normal seperti mereka, aku cape dihina terus sama orang-orang ayah” Aqeela memberikan kertas yang sudah ditulisi kepada Ayahnya dan ayahnya pun membaca tulisan itu, tiba-tiba air mata Ayahnya pun juga jatuh karena sedih melihat tulisan yang ditulis oleh anaknya Aqeela. Aqeela pun menghapus air mata Ayahnya dan memeluk Ayahnya. “kamu sabar yah sayang yah” kata Ayah.

Hari itu sudah mulai menunjukkan pukul 17.30 sore Aqeela pun memasak makanan untuk makan malam. Seperti biasa ikan asin, sambal, dan sayur bening hidangan makan malam mereka berdua setiap harinya. Setelah semuanya selesai mereka pun menyantap makanan itu. Dan setelah makan malam seperti biasa Aqeela belajar dan selesai belajar Aqeela memijit kaki dan tangan ayahnya karena seharian bekerja. “Makasih yah sayang, sekarang kamu tidur aja besok kan kamu sekolah” kata ayah. Aqeela menggelengkan kepala dan segera masuk ke kamar.

Hari itu begitu cerah dengan rambut kepang dua dan dengan menggunakan pita yang berwarna biru cerah, dia adalah Aqeela. Ketika aqeela ingin berangkat ke sekolah tiba-tiba Angga datang dengan mambawa sepeda motor tapi dia sendirian dia tak ditemani teman-temannya. “Aqeela aku kesini mau menjemput kamu” Aqeela heran dan ayahnya pun tersenyum kecil dan berkata “Aqeela ayah berangkat dulu yah kan udah ada yang jemput, yah” menepuk punggung Angga. “Nah sekarang ayo naik, ayo” kata angga sambil menarik tangan Aqeela. Aqeela pun naik dan mereka pun berangkat sekolah.

Sesampainya di sekolah, “Aqeela bareng aku masuk yuk, ayo” Angga mengajak Aqeela dan menarik tangan Aqeela. Aqeela pun menganggukkan kepalanya dan akhirnya mereka pun masuk ke dalam kelas. Waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 jam sekolah pun usai Aqeela pun merapikan semua bukunya tapi, tiba-tiba Angga datang dan berkata “Aqeela pulang bareng yuk aku akan antar kamu sampai rumah kamu, mau nggak?”. Tiba-tiba Andes datang dan berkata “Aqeela pulang bareng aku yuk”. “he sadar nggak kamu Aqeela itu pulang sama aku, aku yang ajak Aqeela pulang duluan, dan kamu malah menyeronos ngajak Aqeela pulang bareng, tidak” kata Angga dengan nada emosi. “Aqeela ayo pulang nanti dia ganggu kamu lagi” kata Andes sambil menarik tangan Aqeela. Angga pun pergi dengan marah.

Keesokan harinya Angga datang untuk menjemput Aqeela. Aqeela pun keluar rumah dan tersenyum dengan kedatangan Angga di rumahnya. Mereka pun berangkat sekolah. Tapi, di tengah jalan Angga malah berhenti dan turun dari motor. “Aqeela aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu” kata Angga sambil menatap dan memegang tangan Aqeela. Aqeela pun heran dan bingung. “Aqeela aku cinta sama kamu, aku sayang sama, kamu mau nggak jadi pacar aku, tapi bagaimana dengan Andes, kamu suka kan sama Andes?” kata Angga. Aqeela mengambil kertas dan menulis sesuatu yang isinya “aku tidak pernah suka sama Andes aku Cuma kagum sama Andes, lagian Andes sudah punya pacar. Tapi, apa kamu serius sama aku?, Aku ini tidak normal, aku bisu. Apa kamu tidak malu punya pacar seperti aku?” Aqeela pun memberikan kertas itu kepada Angga.
Angga pun membaca tulisan itu dan dia pun tersenyum dan berkata “Aqeela aku itu cinta kamu dengan tulus dan dengan apa adanya. Lagian kamu itu berbeda dengan perempuan yang lainnya, kamu itu unik. Dan juga maafkan aku yah karena dari SMP aku selalu menghina kamu, mengejek kamu dengan sebutan bisu, tapi aku lakukan itu untuk mendapat perhatian dan simpati dari kamu karena kamu selalu aja ngelirik Andes melulu, kaya tidak ada cowok yang lain aja. Aqeela pun tersenyum dan memegang tangan Angga. “Walaupun kamu bisu tapi kamu orangnya baik, unik dan seru, itu yang bikin aku cinta dan sayang sama kamu, jadi sekarang kamu mau nggak jadi pacar aku? aku janji aku tidak akan pernah nyakitin kamu dan aku janji kalau ada yang nyakitin kamu dan menghina kamu akan aku cekek dia sampai lehernya patah”. Aqeela tersenyum dan menggelengkan kepalanya bahwa dia mau menjadi pacarnya Angga. “Jadi sekarang kita resmi pacaran dong” kata Angga dengan perasaan senang. Aqeela pun tersenyum dan tiba-tiba Angga memeluk Aqeela dan menggendongnya dan berteriak “aku sudah punya pacar” . Tiba-tiba Andes lewat dengan sepeda motornya dengan seorang wanita yang tak lain adalah pacarnya sendiri. Andes berkata dan tersenyum “cie… cie… cie.. ada yang baru jadian nich yech.”

Pagi itu begitu indah Aqeela bersiap-siap berangkat sekolah tapi ketika Aqeela keluar rumah anak-anak kecil malah menghinanya. “ada orang bisu… orang bisu aaa… a… a… aaa… orang bisu aaa… aaa.. a.. a.. aaa…” kata anak kecil itu. Aqeela pun lari masuk ke dalam rumah dan langsung masuk kamar dan menangis meratap-ratap. Tiba-tiba ayahnya datang “kamu kenapa Aqeela kamu tidak berangkat sekolah? tapi, kamu kok nangis? kamu di ejek anak-anak kecil itu lagi?”, kata ayah sambil memeluk Aqeela. Tiba-tiba Angga datang “Assalamu alaikum, Aqeela… Aqeela, Mengetuk pintu dengan nada memenggil. Dan ayah Aqeela pun keluar dan berkata “Kamu siapa dan ada urusan apa kamu disini? Aqeela lagi sedih di kamarnya”. “Aku Angga om aku pacarnya Aqeela, apa dia dihina lagi om sama anak-anak kecil itu”, gelisah dan bertanya. Tiba-tiba Aqeela keluar “Aqeela, kamu tidak apa-apa kan?”, menarik tangan Aqeela dan mengusap kepala Aqeela. Aqeela menggelengkan kepala dan menghapus air matanya. Angga dan Aqeela pun berangkat sekolah.

“Aqeela, aku sayang sama kamu dan aku janji aku akan terus jaga kamu dan aku akan selalu bahagiakan kamu”, Kata Angga sambil menatap Aqeela dan memegang tangan Aqeela”. Aqeela tersenyum dan memeluk Angga.

Tak ada yang menyangka hubungan Aqeela dan Angga sudah sejauh itu kemana-mana selalu bersama setiap hari berangakat dan pulang sekolah bareng dan di kelas juga duduk sebangku bahkan ke kantin juga sama-sama bahkan di waktu pacaran mereka digunakan untuk belajar bersama.
Mereka pun hidup bahagia dengan status mereka yang pacaran. Dan setiap ada yang menghina Aqeela ada Angga yang selalu menolongnya.

Detak-detak waktu telah berlalu, Hari itu begitu indah dengan suasana yang cerah dengan hembusan angin kencan dan di bawah naungan pohon rindang yang daunnya berjatuhan duduk seorang gadis dengan rambut terurai yang tak lain adalah Aqeela dengan sebuah buku diary. Di bawah pohon itu Aqeela menulis dengan tulisan yang begitu indah di diarinya “Tuhan, terima kasih engkau telah mengirimkan aku seorang malaikat berhati mulia, dia begitu gagah perkasa, baik, pemberani, sopan santun, pintar dan rajin. Walaupun aku bisu dia bisa menerima aku apa adanya dan mencintai aku dengan tulus. Dia akan selalu ada di hatiku, Dia adalah Angga orang yang sangat kucintai. Tuhan terima kasih. Angga I LOVE YOU SO MUCH FOREVER”.

Cerpen Karangan: Siti Maryam Arifuddin
Facebook: Maryam Arief

Nama Lengkap: Siti Maryam Arifuddin
Nama Panggilan: Maryam
Tempat, Tanggal Lahir: Wonomulyo, 21 Desember 1995
Alamat: Polewali Mandar

Cerpen Ayah, Mengapa Aku Berbeda? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Melodi dan Memori

Oleh:
“Cause I’m broken. When I’m lonesome. And I don’t feel right when you’re gone. You’ve gone away. You don’t feel me. Anymore” Alunan lagu Broken selesai dibawakan oleh duet

Hujan yang Kurindukan

Oleh:
Hujan di awal masuk sekolah di sma di semarang, pagi itu setelah sarapan aku berpamitan untuk berangkat ke sekolah. Aku menuju sekolah menggunakan payung berwarna abu-abu dan jaket hitam.

Different World (Part 2)

Oleh:
“Nes, kamu kenapa?” tanya Steve. “enggak aku gak kenapa-kenapa” jawabku dengan nada lesu. “Oh ya udah aku ke kamarku dulu ya. Aku mau tidur siang bentar” jawab Steve. “oke,

Inikah Senja

Oleh:
Ketika senja berlalu pergi, ketika sinar jingganya mulai kelam, ketika langit biru mulai menghitam, Ia, wanita yang manis itu menumpahkan segala air mata pengharapannya. Menumpahkan segala rasa sesal akan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Ayah, Mengapa Aku Berbeda?”

  1. alkisa says:

    ada sedikit kritik dari
    saya..
    Seharusnya isyarat yang berarti tanda setuju adalah mengangguk.
    Sebaliknya ya itu tidak setuju isyaratnya dengan menggeleng

    trims
    semangat terus untuk berkarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *