Baby Blue

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 February 2016

Lorong sekolah dengan baris pasang mata yang berjejer di antara langkah yang nyata. Di mading sekolahku yang selalu nampak ramai di saat aktivitas kegiatan jam belajar mengajar usai ataupun hanya untuk sekedar tempat tongkrongan para siswa-siswi mulai dari senior ataupun junior. Dan aku adalah salah satu di antara mereka, seorang siswi yang masih duduk di indahnya bangku 2 SMA. Banyak hal yang aku lakukan di sini bersama mereka yang aku sayangi. Nampak ceria dan selalu bahagia itulah yang aku rasa. Sekilas pagi menyapaku dengan senyuman sejuta rasa. Dia? Tak banyak yang aku tahu tentangnya, namun kekaguman itu selalu ada meskipun hanya sekedar memupuk rasa. Rasa yang hadir tanpa diketahui ataupun berharap banyak untuk dimengerti.

“Gey nanti sore jangan lupa nonton final futsal ya! kelas kita tanding loh?”
“Oh, iya Kak Eby! pasti nonton kok, kan kelasku tanding sama kelas kakak pasti seru,”

Lontaran kata dalam sapaan sederhana di langkahku yang kebetulan tak sengaja berjalan ke arah kelas yang sama. Sejauh ini kedekatanku hanya sekedar saling mengenal layaknya keakraban senior dan junior pada mestinya. Dia yang menurutku satu-satunya lelaki yang nampak berbeda dari kebanyakan lelaki lainnya. Ramah dan sopan? ya itulah hal yang paling aku kagumi dari lelaki tampan dan multi talenta satu ini.

“Ehh Gey kamu berangkat sekolah bareng sama kakak baby blue itu?”
“Apaan sih? Enggak kok, cuma kebetulan bareng aja,”
“Bareng aja tapi seneng banget kan? Tuh lihat deh senyumannya lebar bener,”
Itulah teman-temanku yang selalu mendukungku dan selalu ada untukku serta pendengar setia di setiap ceritaku. Tak heran, jika aku pun merasa nyaman bersama mereka. Banyak hal yang selalu kita lakukan bersama, baik di sekolah ataupun di rumah? Semuanya nampak sama dan tak ada perbedaan sedikit pun tentang hangatnya persahabatan kami.

“Tett, Tett,” bel istirahat berbunyi.
“Guys kantin yuk laper nih!”
“Duluan aja! aku mau salat dhuha bentar,”

Ini adalah salah satu rutinitasku bersama sahabatku yang tiap jam istirahat selalu makan di kantin sekolah. Tapi berhubung siang ini rasa lapar itu tak berkunjung, aku pun memutuskan untuk sejenak sekedar salat di mesjid sekolah yang letaknya hanya tepat di depan kelasku. Tatapanku yang mampu menembus beningnya kaca nampak terlihat kakak Baby Blue. Subhanallah? Dia yang nampak terlihat indah dan menyejukkan bersama air wudhu yang membasahinya. Pikirku sejenak yang kabut sesaat! Lalu langkahku ku percepat untuk berwudhu yang kemudian sejenak menunaikan ibadah salat dhuha beberapa saat.

Jam istirahat pun usai dalam beberapa menit. Saatnya untuk belajar materi pembelajaran yang berbeda. Sejarah? Mata pelajaran yang saat ini dipelajari. Namun tak ada satu pun di antara kami yang mendengarkan materi dari sang guru. Semua sibuk dengan apa yang mereka sukai, mulai ngobrol sendiri, mainan handphone, ataupun hanya sekedar menonton film korea di PC.

“Kringg,” suara bbm di handphoneku.
“Gey nanti pulang sekolah sibuk enggak?”
“Enggak kak kenapa?”
“Mau ya nemenin kakak makan siang bentar?”
“Hm lihat nanti ya kak!”
“Oke,”

Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB yang artinya jam kegiatan belajar mengajar pun selesai. Waktu yang sebenarnya paling aku tunggu. Namun sesaat aku hanya terdiam di dalam kelas dengan banyak hal yang memenuhi pikiran. Beban hidupkah? Ah, ternyata hanya sekedar kegelisahan yang menghempas sesaat. Bayangan tentang Baby Blue? Dan semuanya benar adanya tentang apa yang ku rasa. Nampak konyol namun ini adalah fakta nyata yang menjelma.

“Gey ngapain masih di dalam kelas? Ayo buruan keluar!”
“Sekarang?”
“Bukan tahun depan, iyalah sekarang! Buruan dek!”

Bahkan sekedar menolak untuk ajakan makan siang pun aku tak mampu? Lalu harus aku apakan lagi perasaanku ini. Semua yang mudah nampak terlihat rumit. Aku takut ya Allah? Aku takut jika rasa ini terus tumbuh melebihi apa yang aku bayangkan. Lalu harus aku apakan perasaanku ini? Berdosakah aku memendam dan mengubur semuanya di sini? tanpa memberitahu dan juga menyembunyikan kebenaran dari yang ku rasa selama ini.

Terik matahari yang menyilaukan pun tak mampu membakar kehangatan kebersamaan kami di siang ini. Laju bersama canda tawa dan cerita kita tuangkan di sini. Penuh dengan keabadian nyata yang sebenarnya banyak kata yang ingin ku ucap bersama dengan nada yang tak bersuara. Namun aku tak mampu untuk berkata dengan apa adanya? Hanya mampu bersandiwara seolah tak merasakan apa-apa. Aku hanya mampu memandangnya dengan tatapan yang berbeda.

Tak ingin ku perlihatkan semua rasa yang ada karena aku berdiri di sini sekedar mengagumi keabadian. Lalu bagaimanakah dia yang aku kagumi? Apakah dia merasa seperti yang ku rasa, tanpa sandiwara dan kediaman yang menyakitkan. Sesuatu yang butuh penjelasan tanpa harus memendam perasaan. Ternyata sangat sulit untuk kita jalankan seperti apa yang aku inginkan, jauh dari bayangan tanpa keraguan.

“Gey mau makan apa?”
“Mie Ayam aja kak,”

Makan siang berdua pun kami lalui di kantin sekolah bersama. Dengan dia yang satu tahun terakhir ini aku kenal dan masih bersamaku dengan kedekatan yang nampak akrab. Sebenarnya Aku dan Eby ternyata ada sesuatu yang tersimpan jauh dari yang orang lain tahu. Lalu apakah ada yang disembunyikan di antara kita?
“Gey pernah berpikir nggak sih? Tentang kedekatan kita selama ini,”
“Ya.. Cuma sekedar merasa dekat dalam arti sahabat kak,”
“Dan perasaan kamu?”
“Hanya berpikir sebatas itu,”

“Dan kamu nggak berpikir lebih dari sekedar itu?”
“Jika aku berpikir lebih dari itu? Apakah kamu juga berpikir hal yang sama?”
“Aku sayang kamu Gey,”
“Ini pernyataan atau cuma sekedar…”
“Ini pernyataan yang pengen aku ungkapin dari dulu Gey! dan aku pengen lebih dari sekedar senior-junior ataupun sahabat Gey! Would You Be Mine?”
“Oke kita coba jalani seperti yang kita harapkan.”

Cerita baru pun kita ukir menjadi sebuah kisah baru di antara aku dan Eby. Aku bahagia bisa bersama dengan seseorang yang sangat aku kagumi. Bahagia yang sekejap ku rasa namun mampu memberiku berjuta kisah sempurna di likunya kisah kita berdua. Berdua yang aku harapkan dapat bertahan untuk selamanya dan dipersatukan dalam hati yang hakiki. Futsal pun segera berlangsung. Semangat Eby! kata sederhana yang aku ucapkan untuknya. Meskipun aku juga secara tidak langsung adalah supporter dari kelasku. Semangat! Semangat guys! Semangat Eby! Eby yang jago bermain sepak bola itu ternyata memang benar-benar handal dan sangat sulit untuk dikalahkan. Waktu berlalu, dan skor 4-2 pun tercetak sudah antara XII IPA 3 dan XI IPA 3. Tanpa perlu dipertanyakan? Pemenang SMANSAGA cup kali ini adalah XII IPA 3.

“Congratulation baby blue-ku!”
“Iya gey Makasih udah nyemangatin aku.”

Tahukah kamu? Bahagiaku tak hanya sekedar di sini. Semua yang ku rasa tentangmu berubah indah ketika aku mampu menatapmu dengan perasaan yang sebenarnya ku pendam lama. Tanpa ada kata lelah yang terselip di benakku selama satu tahun terakhir ini untuk mencoba mencintaimu. Kemudian menyayangimu pun adalah salah satu pilihan dalam keinginanku. Dan aku masih bertahan dalam semua keyakinan itu tanpa kegoyahan yang merapuhkanku dalam kelayuan. Lalu bertahanlah di sini bersamaku seperti apa yang aku lakukan untukmu. Tanpa banyak alasan dan juga keraguan. Dan izinkan aku untuk menemanimu bersama lentera malam yang menerangi syahdu. Tangisan sendu? Buanglah semua itu tanpa sisa dan jangan sampai berhenti di sini. Lumpuhkan semua itu dengan kasih cinta kita berdua yang akan kita ukir di masa depan.

Terima kasih untuk kebersamaanmu selama ini. Aku mengagumimu Baby Blue-ku! dan aku akan tetap bertahan di sini dengan rasa yang sama untuk waktu yang lama. Lalu mengukir masa depan bersamamu. Itu adalah pilihanku. Aku bahagia dengan rasa yang ada. Tetaplah engkau menjadi sosok lelaki yang tak akan pernah lelah untuk ku kagumi. Dan kita bertahan untuk selamanya. Aku menyayangimu Baby Blue-ku.

Cerpen Karangan: Ardianti Kusumawati
Facebook: Ardianti Kusumawati

Cerpen Baby Blue merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menikam Hati (Part 2)

Oleh:
Obat Hati Memasuki SMA. Aku memang berencana memasuki SMAI AL Maarif. Alhamdulillah aku lulus dari SMP. SMAI memang kecil. Tapi entah kenapa tempat inilah yang kupilih tulus dari lubuk

Terjebak Cinta Yang Salah

Oleh:
Cinta itu kadang seperti coffee yang hangat jika dinikmati, tapi kadang pahit jika terlalu lama dirasakan. Cinta itu tak pernah salah dan tak pernah membuatmu sakit hati, mngkin belum

Angin, Aku Tunggu Kamu di Jogja

Oleh:
Pagi cerah menyapa bumi. Mentari bersinar membuka pagi yang indah. Bercampur awan putih menghiasi langit. Hmm.. sangatlah enak dipandang. Bel sekolah di sekolah SMA ternama di Jogja itupun berbunyi

This Is My Love Story

Oleh:
Saat itu aku sedang menunggu sahabat kesayanganku dan tiba-tiba ada seseorang yang turun dari mobil lalu menghampiriku. Dari situlah awal cintaku… “Hai”, sapanya “Hai”, ucapku membalas sapanya “Ngapain disini?”,

Arti Cinta Untukku dan Untukmu

Oleh:
Dalam hidup,ada yang namanya datang….dan datang selalu diikuti kepergian….kadang kita tak bisa mengerti siapa yang akan datang ke kehidupan kita dan siapa yang akan pergi dari kehidupan kita.dan aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *