Bagaimana Aku Bersyukur?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 10 April 2021

“Na, ntar sore aku main ke rumah kamu yaa… aku juga, aku ikut yaa..” kata teman-teman cewek di kelas Anna. Anna pun sadar, ternyata kedatangan Dion di rumahnya membuat teman-teman sekelasnya penasaran. Terutama teman-teman perempuan sekelasnya. Walaupun Anna tidak pernah membicarakan tentang Dion, dan Dion tidak ada hubungan darah dengan Anna, tapi orangtua Anna telah menganggap dan mengurus Dion seperti Anna sejak SD. Orangtua Anna pun meminta Anna harus belajar terbiasa menganggap Dion sebagai kakaknya. Dan sekarang, walaupun Dion dan Anna masuk SMP yang berbeda, ketampanan Dion telah tersiar di sekolah Anna. Semua teman perempuan Anna ingin melihat wajah tampan Dion. Mereka akan berusaha mencari alasan untuk sekedar bertemu Dion. Mulai dari kegiatan belajar kelompok hingga sekedar memberikan salam dan bertamu ke rumah Anna. Mita termasuk salah satunya. Mita adalah sahabat Anna dan ia sering diajak ke rumah Anna. Orangtua Anna pun telah dengan jelas meminta Dion untuk lebih akrab dengan Mita, dengan harapan bahwa Mita akan menjadi pasangan yang tepat untuk Dion.

Anna sendiri lebih dahulu mempunyai pasangan, yaitu dengan Nando, salah satu teman sekelas Dion yang sering main ke rumah mereka. Nando telah meminta Anna untuk menjadi pacarnya sejak setahun yang lalu. Setiap Sabtu, Anna, Nando dan Dion selalu menghabiskan waktu bersama teman-teman mereka. Mereka sering bermain game online, nongkrong di cafe, hingga berolahraga bersama.

“Dion, kita kan sekolah tinggal beberapa bulan, kamu mau lanjut kemana?” tanya Nando. Dion dan Nando berada satu tingkat kelas diatas Anna. “Aku kayaknya mau lanjut ke Amerika. Aku sudah dapat izin dari papa mama. Mereka punya teman disana yang akan bantu urus pendaftaran kuliahku,” jawab Dion. Anna merengek, “Dion, jangan pergi, kamu kuliah di UI aja, bareng Nando. Kenapa harus jauh-jauh. Ntar kamu kesepian lho, nggak ada kami”.

“Dion, jangan lupa makan yaa.. jangan sampai kamu sakit di sana yaa.. Kalau kamu ada kesulitan disana, jangan sungkan telepon kami yaa… Berbagai nasehat lain pun terucap dari mulut mama Anna. Dengan berat hati, kedua orangtua Anna melepas kepergian Dion ke Amerika.

Hari terus berganti, bulan terus berjalan. Kini dalam keheningan, Dion teringat kembali kenangan tentang Anna sewaktu mereka masih bersama. Waktu itu Anna menangis dan memohon kepadanya untuk tidak melanjutkan kuliah di Amerika, namun Dion beralasan bahwa ia ingin menggapai kesuksesan sendiri dan ia tidak ingin mengecewakan sahabatnya Nando. Walaupun Anna telah mengutarakan bahwa ia mencintai Dion, tetap saja hal itu akan terasa sangat mengganjal bagi orangtua mereka. Dion takut bahwa ia akan mengecewakan orangtua yang telah membesarkan Anna dan dirinya dan saat itu Dion pun belum yakin akan perasaannya terhadap Anna. Walaupun selama ini Dion menjalani hubungan dengan Mita, Dion tidak pernah mengutarakan perasaannya pada Mita.

Masih terbersit bayangan senyum dan tawa Anna, serta wajah cemberut Anna ketika ia merengek meminta sesuatu. Aku harus bisa berhasil, aku harus sukses sebelum aku pulang ke Jakarta, janji Dion dalam hatinya. Aku akan menyibukkan diri supaya konsentrasiku tidak terpengaruh perasaan rindu ini. Tunggu lah sebentar lagi, Anna.. aku akan menemuimu dan semoga kita bisa bersama lagi, selamanya…

“Anna, ada apa, nak? Kamu sakit?” tanya mamanya dengan lembut sambil membelai lembut rambut Anna. “Dari tadi Nando sudah menunggumu di ruang tamu. Kamu masih belum siap berdandan?” kata mamanya. “Aku… aku…” Anna tidak sempat menjawab pertanyaan mamanya, ketika pintu kamarnya terbuka dan papa Anna bergegas mengajak mama Anna untuk menemui tamu-tamu yang mulai berdatangan ke rumah mereka.

Hari ini adalah hari pertunangan Anna dan Nando. Orangtua kedua belah pihak telah menentukan hari ini dan seharusnya hari ini adalah hari yang membawa sukacita dalam kehidupan Anna. Tapi ternyata perasaan Anna sangat kacau. Memang selama ini ia dan Nando telah menjalani hubungan dengan baik, namun jauh di dalam lubuk hati Anna, masih tersimpan perasaan sayangnya kepada Dion.

Aku tidak boleh begini, aku seharusnya bahagia. Nando telah mandiri secara financial, dan ia sangat mencintaiku, aku tidak boleh menolak lamarannya. Tuhan, tolonglah aku untuk dapat mencintai Nando dengan segenap hatiku, begitulah doa Anna semalam. Anna telah memikirkan lamaran Nando, ia telah terjaga sepanjang malam. Saat ini Anna merasa sangat kelelahan dan mengantuk dan ia ingin segera menyelesaikan semua acara keluarga ini.

“Selamat yaa.. selamat yaa… semoga lancar-lancar sampai hari-H. Itulah harapan dan doa-doa yang diucapkan oleh para kerabat dan tamu yang datang. Nando dan Anna pun mengucapkan terima kasih kepada tamu yang berpamitan pulang.

Acara pertunangan Anna dan Nando terlihat sangat sukses, itulah gambaran yang tersirat dalam media sosial yang dilihat Dion yang berada jauh di Amerika. Yang penting Anna bahagia, aku harus melepaskan perasaanku ini, demikian batin Dion dalam hatinya.

Cerpen Karangan: Lidry

Cerpen Bagaimana Aku Bersyukur? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Secret Lover

Oleh:
“Aldi, ini surat cinta lagi”, kata seorang perempuan berkacamata yang merupakan teman sekelas aldi. Aldi menoleh dan bangkit dari kerumunan geng JEMBRONG yang sedang mendiskusikan tentang sesuatu. Inilah surat

Sahabat Jadi Cinta

Oleh:
Pagi yang cerah. Dimana terdapat burung-burung yang berkicau dengan merdunya. Ku terbangun dari tidur lelapku semalam dan mandi untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah. Setelah mandi dan memakai seragam SMA-ku,

Love Story

Oleh:
Perlahan aku membuka sebuah diary usang, aku yakin umur diary ini sudah lebih tua dari umurku. Tentu saja, diary usang ini milik Ibuku, bungkusnya masih tampak rapi, tulisan di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *