Bayangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 January 2014

Namanya adalah Dinda, senyumnya manis semanis gula. Parasnya cantik secantik mawar tapi sayang dia berduri. Wajahnya yang biasanya adalah penuh kedengkian dan tatapanya selalu memberikan permusuhan di manapun aku melihatnya.

“Kamu lagi, apa yang kamu lakukan di sini, Kamu menghalangi jalan” orang yang telah kupikirkan berdiri tepat di hadapanku. Seperti biasa aku diam dan mempersilahkan dia lewat tanpa menatap matanya lagi. Dia hanya berjalan seperti biasa melewatiku tanpa memberikan sebuah salam saat bertemu di pagi hari. Yah di depan tangga tepat aku sering membaca buku pelajaran sebelum bel masuk berbunyi.

Begitulah hari-hariku tak ada yang namanya filosofi suka dan cinta dalam kehidupanku. Aku hanya dianggap sebagai pemain figuran dalam dunia mereka yang penuh warna, walaupun terkadang warna itu adalah abu-abu kehitaman.

Esok harinya aku berdiri di tempat yang sama, sambil membuka buku pelajaran dengan label fisika, tentu saja semua orang akan berdecak kesal tentang momentum dan listrik statis tapi tidak bagiku. Mata pelajaran ini adalah, mata pelajaran yang sangat kusenangi mungkin karena aku sudah terlalu lama dalam kesendirian.

Langkah kaki Dinda tampak seperti biasa, dia berjalan dengan anggun layak putri dari kerajaan barat. Rambutnya yang terbang saat ditiup angin merupakan harmoni pada pagi ini. Dia melangkah menaiki anak tangga bersama buku yang berada di tangan kanannya.

Aku menatap dengan tatapan terkejut, biasanya dia akan memberi salam berupa ucapan kasar dan arogan, tapi kini dia menungguku untuk beranjak dari anak tangga ini sambil memamerkan senyum ramahnya.
“Kamu sakit” ucapku dengan nada takut karena dia tersenyum ke arahku.
“Apa maksudmu, aku selalu seperti ini” ucapnya lagi dengan nada ringan kali ini terdengar sedikit ramah dan juga manja. Apa yang kupukirkan mungkin saja dia sedang senang saat ini dan aku terlalu khawatir padanya.
“Oh, iya. Silahkan” ucapku beranjak dari tempat biasa ku berdiri. Tapi Dinda belum melanjutkan langkahnya dia tetap diam di tempat sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.
“Hey, ada apa denganmu” aku bertanya lagi tapi Dinda mengakat wajahnya dengan rona merah yang sangat jelas terlihat, aku terlalu takut untuk mengukur suhu tubuhnya dan mengurungkan niatku untuk memegeng dahinya.
“Aku menyukaimu” itulah kata yang terlontar dari bibir delimannya membuatku hanyut saat itu juga. Bayangkan saja seorang perempuan yang kau anggap manis seangkatanmu menyatakan cintanya tepat di pagi hari yang sejuk.
Aku tersentak terkejut saat orang yang ada di hadapanku menatapku dengan tatapan intimidasinya. Aku kembali menggeser arah lain, agar perempuan bernama Dinda ini bisa lewat, ya kurasa dia juga harus lewat dari bayangku barusan.

Cerpen Karangan: Hittori Yudo
Blog: http://hittori-yudo.blogspot.com
Penulis adalah blogger yang memulai tulisan di hittori-yudo.blogspot.com

Cerpen Bayangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berat Sahabat

Oleh:
Suara alarm di handphonenya tak mampu kalahkan udara dingin pagi ini. Seharusnya remaja yang baru duduk di bangku 2 SMA ini sudah harus bangun 10 menit yang lalu, tapi

Surat Perahu untuk Canopus

Oleh:
Aku masih menggenggam tangannya yang begitu hangat. Mataku masih menatap tajam matanya. Deraian air mata menemani kebisuan kita. Aku tak tau harus berkata apa lagi untuk meyakinkanmu, bahwa aku

Waiting

Oleh:
Pagi yang indah, sinar mentari mulai menghiasi bumi ini. Nyanyian burung yang terdengar sangat merdu di pagi ini membuat hati ini sangat tentram. Syukur tak hentinya aku ucapkan kepada

Love in A Matter of Time (Part 2)

Oleh:
Aku mencoba melupakannya, aku akan beranjak pergi. Mungkin kirei benar benar lupa padaku.. “Kurasa, kau tak mengenalku. Maaf aku sudah menganggu waktumu aku pergi” Aku beranjak dari tempat dudukku

It’s You?

Oleh:
“Contoh Kak Harry! Dia anak rajin dan selalu jadi juara kelas! Kamu? Nilai nggak pernah jauh dari D-E-F. Mau jadi apa sih kamu?” Olokan mama kembali terngiang dalam benakku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *