Be My Lady

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 May 2015

Iqbal, pria manis dengan wajah tampannya ini sangat terlihat cuek bagi gadis yang belum mengenalnya, namun, ada suatu rahasia yang sudah lama ia simpan.

“bal, hari ini kita kerja kelompok, lo dateng gak? Kasian si Emily tuh, capek capek dateng, eh lo nya kemana-mana” ucap Yuri, teman akrab Iqbal sekaligus tetangga Iqbal.
“iya iya gua dateng” cetus Iqbal.

Gadis manis dengan kemeja biru jeansnya tengah duduk di ruang tamu Yuri. Mengetuk-ngetukkan kakinya di lantai, bosan, lagi-lagi ia harus menunggu. Ia Emily, gadis cantik berperawakan mungil dengan hidung sedikit mancung, pipi tembam dan lesung pipit di pipi kanannya.
“diminum nak” ucap wanita paruh baya di hadapan Emily membawa nampan berisi beberapa gelas teh hangat beserta keripik pisang.
“iya bu” Emily tersenyum ramah.
GBRAKBUGHBRAK!
2 orang masuk secara rusuh, mengagetkan keduanya. Ibu yuri pergi ke dalam, sementara Emily menautkan alisnya, menatap Iqbal dan Yuri bersamaan.
“fitri juga belum dateng?” tanya Yuri, mengambil satu keripik pisang. Emily menggeleng.
Yuri memutar kedua bola matanya kesal. “bal, lo jagain Emily, awas ilang, gua tabok lo” ucap Yuri, Iqbal memasang tampang sarkastik, walau dalam hatinya ia bersorak girang.
“ajak jalan aja sana, muter komplek, gua jemput Fitri” ucap Yuri, berlalu mengambil kunci motornya.
Keduanya saling diam, tak ada yang memulai pembicaraan.

Iqbal keluar rumah, Emily mengikutinya. “mm.. mau kemana?” tanya Emily gugup.
“muter muter komplek” jawab Iqbal. “mau ikut?” tawar Iqbal. Emily mengangguk.

“ini gedung lama, biasanya dipake buat latihan futsal. Cuma udah jarang orang kesini” tutur Iqbal, Emily hanya manggut-manggut.
“oh iya mil, gua boleh ngomong sesuatu gak?” tanya Iqbal. Emily mengangguk, menatap keadaan luar melalui jendela.
“sebenernya.. Dari dulu itu, gua sayang mil sama lo” ucap Iqbal membuat Emily tersentak menghadap ke belakang.
“will you be my lady?” tanya Iqbal. Emily hanya diam.
“oh lo gak mau ya? Ya udah deh, sori ya gua lancang” ucap Iqbal berbalik arah bermaksud untuk pergi.
HAP!
Emily menarik Iqbal, tak ada jarak di antara keduanya. “gua juga sayang sama elo” ucap Emily.
“Jadi?” tanya Iqbal.
“emm..” belum sempat Emily mengucapkan kalimat selanjutnya, hembusan nafas hangat Iqbal menyapu permukaan wajahnya, semakin lama semakin dekat, tatapan Emily terfokus, menatap mata Iqbal yang teduh.
“CIIEEE!!!” goda dua orang gadis di belakang, berteriak sekeras mungkin. Menggagalkan aksi Iqbal.
“selamat ya Emily” ucap Fitri dan Yuri, tanpa menghiraukan wajah Iqbal yang merah padam.
“ganggu!!” umpat Iqbal kesal.
“hehe, gak boleh bal, belum sah” nyengir Yuri.
“lagian siapa suruh di tempat sepi, kan kehasut setan ntar” ucap Fitri, disertai kikikkannya.
“yuk belajar kelompok lagi” ajak Emily malas mempermasalahkan kejadian 2 menit silam.
“yuk” Iqbal menarik tangan Emily, lalu merangkulnya mesra. Sejak hari itu, Iqbal dan Emily sah berpacaran

Cerpen Karangan: Gebrina Artha Agustina
Facebook: Gebriina Arthaa & Gebrina Artha

Cerpen Be My Lady merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nikmat Membawa Sengsara

Oleh:
Aku masih tersandar di kursi persegi panjang yang berada di samping kamar kos yang kutempati ini. Kursi ini kelihatan lembab terkena air, ya.. tak salah lagi air mata yang

Pejuang Perbedaan

Oleh:
“Terus apa salahnya kalau sekarang aku pacaran dengan Bintang, Mbak?” tanyaku dengan emosi yang jelas-jelas menunjukan kekecewaan. “Ya Mbak bukannya ngelarang, tapi kamu tahu sendiri resiko nya, la.” bantah

Berlalu Seperti Rintik Hujan

Oleh:
Dalam tubuhku Megalir cinta kita Yang begitu syahdu Mengalun riang gembira Aku menjadi doa bagimu Begitu juga kau Menjadi malam bagiku Dimana aku selalu Bersahaja memikirkan Tubuh-tubuh kita Sajak

Bertahan Pada Ketidakpastian

Oleh:
Hujan menghampiri mataku malam ini, ya tiba-tiba saja air mata ini mengalir dengan sendirinya. Di kesunyian malam jantung ini berdetak semakin kencang saat aku mengingat itu semua, semua peristiwa

Pahit Manisnya Perjalanan Hidup

Oleh:
Namaku Ayu, aku lahir di tanah Jawa. Tapi, sekarang aku menetap di Bali bersama kedua orangtuaku. Kartika Sari dan I Wayan Durma mereka adalah orang yang telah membesarkanku selama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *