Behind You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 1 March 2016

Seperti masa-masa biasanya, ketika rerumputan dan beberapa bunga diam memperhatikan seorang pelajar SMA yang sedang termenung di taman belakang sekolah. Dia Karin, selama satu bulan setelah kecelakaannya tidak ada yang namanya teman dalam hidupnya. Sendiri adalah situasi yang sangat menyedihkan baginya. Bel istirahat berbunyi Karin meninggalkan tempat yang selama satu jam lalu telah menemaninya. Berjalan melewati kumpulan murid-murid lain yang masih bergurau bersama di depan pintu kelasnya. Kemudian duduk di kursi yang selama ini telah didudukinya.

“Maaf, Rifa aku lupa membawa pensil boleh aku pinjam pensil kamu?” Pinta Karin. Namun tidak ada respon dari Rifa bahkan teman yang sedang berdiri di samping mejanya.
“Tidak apa-apa.” Kata Karin. Di bawah laci mejanya terlihat pensil dengan hiasan hati di bawah mejanya. Terdapat pesan di kertas kecil yang berisi, “Aku berikan untukmu.” Tidak mengetahui dari siapa pensil itu Karin memutuskan untuk tidak memakainya. Ketika meletakkan kembali pensil itu di laci ada pesan lain yang tertinggal.

“Aku yakin kamu membutuhkannya,” Tentu saja dia membutuhkannya karena hari ini ulangan kesenian.
Tapi Karin masih tidak ingin menggunakannya. Ada lagi pesan, “Kau harus memakainya.” Tanpa menghiraukan pesan-pesan dan pensil itu Karin memilih untuk izin ke luar.
“Aku yang memberikannya, kenapa kau tidak menggunakannya?” Seorang laki-laki berdiri di belakang Karin.
“Kau siapa?” Tanya Karin.
“Maksudmu?” Tanya laki-laki itu balik.
“Aku tidak mengenalmu.” Jawab Karin
“Kalau begitu cobalah mengingatku.” Laki-laki itu berlalu pergi.

Hari ini cuaca tidak terlalu bersemangat begitu juga Karin. Ia harus berjalan kaki untuk sampai di halte bus.
“Apa yang kau lakukan?” Seseorang juga sedang berjalan di belakang Karin.
“Kenapa kau lagi?” Karin menoleh ke belakang dan berhenti.
“Kau sudah mengingatku?” Tanya laki-laki yang kemarin.
“Tidak,”
“Kalau begitu aku beritahu,” Kata laki-laki itu.
“Aku tidak peduli,”
“Tapi kau akan menyesal,” Tegasnya.
Karin mempercepat langkahnya dan akhirnya sampai di halte.

Masih di taman itu saat istirahat.
“Kenapa aku jadi bosan?” Ujarnya dalam hati.
“Kalau begitu aku akan menghiburmu,”
“Kenapa kau lagi… Baiklah katakan siapa namamu?”
“Aku ceritakan sebuah cerita,”
“Terserah,”
“Kau tahu dulu ada seseorang yang sangat ceria, baik, dan memiliki banyak teman tapi dia sering melupakan hal yang penting dalam hidupnya yaitu…” Dia terputus.
“Aku harus pergi,” karena bel istirahat sudah berbunyi kembali.
“Namaku Firhan.”
“Aku akan mengingatnya.” Karin berlalu pergi.

Sepulang sekolah Karin melihat Firhan sedang berdiri di depan pagar sekolah.
“Apa yang kau lakukan?” Tanya Karin.
“Aku menunggu seseorang,”
“Pacarmu?”
“Tentu,”
“Apa aku kenal dia?” Karin mendekati Firhan.
“Sangat,”
“Benarkah… Biarku tebak Fina, Rahmi..”
“Kamu,” Firhan memotong kalimat Karin.
“Kau lucu,”
“karena searah ayo pulang bareng,”
“Ya…”

Di dalam bus mereka duduk di bangku yang bersebelahan.
“Kau kelas berapa?” Tanya Karin.
“Aku sebelas satu,”
“Wah, orang pintar ya…”
“Tentu,”
“Bagaimana kau mengenalku?”
“Aku sering melihatmu di taman sendirian. Kenapa kau sering sendirian?”
“Aku tidak tahu, mungkin karena…”
“Aku tidak mau dengar,”
“Baiklah.”

Siang ini tidak ada jam pelajaran. Karin memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Di sana dilihatnya banyak sekali buku-buku yang berserakan di atas meja. Karin melihat sebuah buku yang sangat familiar. “Firhan, Kenapa ada di sini?” Ketika mengangkat buku itu di bawahnya ada kertas kecil berisi pesan. “Bacalah.” Kaget melihat kertas yang tiba-tiba muncul, Karin menjatuhkan buku itu. Ketika mengambilnya kembali, buku itu tiba-tiba terbuka di sebuah halaman dan berisi lukisan, “Untuk Karin tetap tersenyum, ingat aku selalu ada di sini membantumu.”

“Bagaimana bisa?” Di meja sebelah tiba-tiba ada sebuah koran yang terbuka dengan sendirinya.
“Kecelakaan dua orang murid SMA di depan halte bus, satu orang tewas dan satu lagi luka parah,”
Berita itu membuat Karin semakin kaget. Sebuah pesan muncul lagi, “Temui aku di halte itu.”

Karin berlari menuju halte tempat biasa ia menunggu bus. Dilihatnya Firhan sedang berdiri.
“Firhan, apa kamu bisa menjelaskan semua?” Tanya Karin.
“Pegang tanganku,” Setelah mengetahui semua yang terjadi di masa lalunya Karin meneteskan air mata. Di sampingnya Firhan melepaskan tangannya.

“Ini hari terkhirku, jadi kau harus menjadi dirimu yang dulu ceria, baik,”
“Maaf, aku lupa semua ini,”
“Itu bukan salahmu,”
“Haruskah secepat ini?”
“Karena kau sudah tahu semuanya,”
“Tidak bisakah sebentar lagi?”
“Ini sudah saatnya, jaga dirimu baik-baik aku selalu mengawasimu.”

Bayangan itu hilang bersama turunnya rintik hujan. Dan ini merupakan saat dimana mereka berdua dulu saling bertengkar karena masalah perhatian. Saat itu ada sebuah mobil yang menabrak mereka saat hendak berjalan ke halte itu. Kisah mereka tidak dapat diulang karena telah hilang bersama sapuan rintik hujan. Sebuah pesan kecil muncul di dalam genggaman Karin. “Behind you.” Karin tersenyum melihat hal itu.

Cerpen Karangan: Dea Safarona
Facebook: Dea Safarina

Cerpen Behind You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cintaku Juga Darahku

Oleh:
Sejak kejadian beberapa tahun silam, seiring berjalannya waktu yang aku lewati dengan rasa trauma yang sangat mendalam. Sejak kejadian bencana alam itu tejadi, masih ku ingat betapa isi bumi

Khitbahlah Aku!

Oleh:
Brukk…!!! Tubuhku terpental jauh kepinggiran jalan dan serasa tubuhku kesakitan karena tubrukan tubuhnya. namun lelaki di depanku ini hanya mengulum senyum sambil menggaruk-garuk kepalanya. “kamu siapa sih?” tanyaku padanya

Cinta Yang Tak Terucap

Oleh:
Aku adalah seorang murid yang sering membuat masalah di sekolah. Sering kali, aku bolos sekolah. Teman-temanku memanggilku Irfan. Pagi yang cerah, langit berwarna biru. Mentari menyinari dunia dengan hangat.

Mengungkap Kasus Pembunuhan Jenny

Oleh:
Lantunan ayat suci masih bergema di ruang utama itu. Sedang suara tangisku tidak kalah keras. Ini adalah hari ke-40 kembaranku pulang ke Rahmatullah. Isyarat yang ia berikan kepadaku cukup

Bintang Yang Nyata

Oleh:
Aku masih ingat pada malam itu, kau menghampiri diriku yang duduk termenung seorang diri, menatap indahnya langit malam yang ditaburi oleh bintang yang sangat berkilau terang di setiap sisi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *