Believe It

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 17 June 2013

“Mampus, aku kesiangan” kulihat jam beker’ku 06.35. padahal hari ini adalah hari pertama MOS untuk siswa baru di SMK Cahaya Bintang. Duh aku bisa kena hukuman karena telat, apalagi aku jadi panitianya. Akupun bergegas mandi dan siap-siap berangkat. jarak rumahku ke sekolah biasanya di tempuh 45 menit, tapi hari ini jadi 25 menit. Akupun bergegas memarkir sepeda motorku dan masuk ke dalam ruang organisasi. Untung saja aku masih tepat waktu. Tepat 07.15 aku sampai, akupun duduk di sebelah sohibku namanya Bioly, “Asya kamu kesiangan?” tanyanya padaku, aku mengangguk.

Rapatpun dimulai, aku mendapat bagian untuk menjadi pendamping ruang 8. Ini adalah pengalaman pertamaku jadi panitia MOS, padalah aku hanya mengikuti Organisasi Pramuka dan biasanya hanya datang pas acara Persami, tapi tahun ini tidak. Semua organisasi membaur jadi satu untuk kelangsungan acara Mos selama seminggu penuh. Jam 07.30 kamipun bergegas melaksanakan tugas kami masing-masing tiap ruangan terdiri dari 3 pendamping. Aku, Wina, Tyo sama-sama menjadi pendamping ruang 8. Aku dari oraganisasi Pramuka, Wina organisasi Osis, dan Tyo organisasi PA (Pecinta Alam). Aku dan Wina satu angkatan sedangkan Tyo adik tingkat kami.

Akupun Gugup sendiri saat memasuki ruangan, aku, wina, dan tyo, saling bertapapan. Seakan akan bicara, kamu yang mulai, enggak kamu yang mulai.
“selamat pagi adik-adik” akupun bersuara. Sedikit gugup tapi aku mencoba tenang.
“pagi kak” jawab siswa baru itu serentak
“waah… ruangan 8 anaknya Cantik-cantik dan ganteng-ganteng ya” ucapku memuji. Ruangan itu malah jadi rame
“ah kakak bohong” teriak salah satu siswa cowok. Dan yang lainya hanya tertawa, aku wina, dan tyo juga ikut tertawa
“kakak juga cantik-cantik dan ganteng” ucap siswa cowok yang duduk di bangku depan sendiri. Akupun hanya tersenyum.

Akhiranya aku, Wina dan tyo memperkenalkan diri masing-masing. Setelah acara perkenalan kamipun mencoba lebih akrab. Biasa kalau Mos pertama kali yang ditanyakan 1) Kenapa kok pilih sekolah ini? Pertanyaan yang sama saat pertama kali aku Mos dulu. Jawaban merekanpun berbeda-beda. Ah senang banget rasanya bisa jadi panitia MOS, banyak hal-hal yang bikin lucu dan ketawa.

Hari pertama berakhir dengan lancar, dan saat pulang sekolah aku dan Bioly sempat bercerita tentang ruangan yang kami dampingi masing-masing. Hari kedua, Lucu banget ngeliat siswa-siswa baru pake atribut MOS yang bikin geli perut. Hari ini kegiatanya adalah materi tentang Pengembangan diri setelah pemberi materi selesai, ruangan diberikan kepada pendamping sampai jam pulang. Ada aja yang kami lakukan, bernyanyi, tebak-tebakan.
“kak Asya, nyanyi lagi” entah apa yang membuat anak-anak baru ini suka banget kalau aku nyanyi, mungkin suaraku yang jelek bisa bikin ketawa. Ah biarlah.
“nggak ah… kalian yang nyanyi, siapa yang nggak nyanyi dapat hukuman, gimana kak Wina dan kak Tyo?”
“setuju kak, ayo… pokoknya yang nggak nyanyi dapat hukuman” ucap Wina. Di ruangan ini yang sering bicara aku dan Wina, Tyo hanya diam aja.

Kamipun bernyanyi bersama-sama, aku, Wina, dan Tyo berkeliling supaya mendapatkan korban untuk di hukum. Akhirnya 2 korban didapatkan 1 cowok 1 cewek.
“ayo perkenalkan kalian dulu?” Wina menyuruh mereka memperkenalkan diri
“sudah kenal semua kok sama aku” jawab si cowok. Ternyata dia adalah cowok yang duduk di bangku depan, dia juga jadi ketua kelas di ruangan ini. Cowok ini juga yang paling berani menggoda aku dan Wina.
“o ya?” tanyaku, sambil menatapnya “udah pada kenal dia?” tanyaku pada siswa yang ada diruangan itu. “nggakk” jawab mereka serempak padahal sebenarnya sudah tau. Cowok itu menggerutu kesal pada teman-temannya. “ayo perkenalkan diri kalian?” perintahku lagi pada ke 2 korban.
“Nama saya Nurul dari SMP Pratiwi” ucap si cewek. “oooowwwcchh” teman-teman yang lainnya berseru.
“Nama saya Caraka dari SMP Harapan” ucapa si cowok dengan nada lirih. “Siapa, ulangi?” tanyaku
“nggak mau” jawabnya. “apa kalian dengar namanya siapa?” tanya Wina pada yang lainya. “ngggaaaakk” sontak mereka menjawab dengan semangat. Lagi-lagi cowok itu hanya menggerutu, sambil menggarup-garuk kepalanya.
“Nama saya Caraka Saputra dari SMP harapan!” ucap cowok itu dengan lantang. Akupun hanya tersenyum, sedikit terganggu sih, takut takut kedengeran sampai ruangan sebelah.
“Ok, kalian dapat hukuman, cari 3 Tanda tangan panitia Mos, dan tanda tanganya di bagian tubuh kalian, misal tangan, jidat, pipi” jelasku
“ya kak, gak mau” tolak caraka
“ini hukuman!, nurul kamu didampingi kak tyo, dan kamu caraka sama kak Asya” perintah Wina. Lhoo lhoo.. kok aku harus dampingin caraka. Wah wina… akupun hanya bisa tersenyum sinis.

Aku, Tyo, nurul dan caraka menuruni tangga, wina meminta kami untuk cari panitia MOS yang ada di ruangan lantai 2 sebelah… hujan rintik-rintik, memang cuaca hari ini rada mendung. Setelah sampai di lantai 2 nurul dan caraka hanya diam, disini ada ruangan 10-14…
“ayo cepat, silakan” ucapku mempersilakan mereka mengerjakan hukuman. Merekapun mulai mendekati panitia Mos yang ada di lantai itu. Lucu banget…
“kak, minta tanda tangannya?” pinta caraka ke salah satu panitia mos yang bertugas diruang 13. Hah… ternyata itu bioly.
“buat apa?” tanya bioly cuek… “disuruh kakak itu?” jawab caraka sambil menunjukku. “kok mau?” tanya bioly lagi. Caraka hanya menggaruk garuk kepalanya…
“ayolah kak, tanda tangan disini, please” ucap caraka sambil memberikan spidol dan mengulurkan tangannya. Bioly melihatku, aku hanya tersenyum. Sambil memberi isyarat , kasih aja.

Akhirnya caraka dan nurul menyelesaikan hukumanya. Nurul, 2 tanda tangan di tangan dan 1 di pipi, caraka 1 di tangan, 1 di pipi, 1 di jidat, hahaha lucu banget. Teman-teman ruangan 8 yang melihatnya sontak tertawa… “mantap Kka!” teriak Ipul teman satu bangku Caraka. Wina dan aku hanya tersenyum. Banyak kejadian lucu selama MOS berlangsung… ada yang mulai PDKT, ya wajar lagi puber-pubernya… ada yang mulai musuh-musuhan, haah … sampai hari terakhir Mos.. seperti mos-mos biasanya di hari terakhir pasti di suruh bikin saran dan kritik untuk pendamping ruangan. Merekapun antusias menulis, sesekali aku menggoda mereka saat menulis. Ada yang malu-malu.. jadi inget aku dulu.
“kak, jangan dibaca’in ya” ucap seorang siswa cewek, saat kertas-kertas berisi saran dan kritik itu dikumpulkan.
“emm…. ini dari Novi… katanya..” aku menggoda mereka, merekapun jadi ramai sendiri.
“ya ya kak… jangan!” ucap si pemilik kertas. Aku hanya tersenyum dan menumpuk kertas itu lagi.

Karena Mos udah kelar sekarang tinggal Persami, ini adalah tugas kami para penghuni oraganisasi pramuka.. mulai dari mempersipkan acara pembukaan sampai acara api unggun. Tapi disela-sela waktu istirahat sebelum acara persami aku dan Wina, menyempatkan membaca kertas-kertas yang berisi curahan siswa baru ruang 8. Aku dan wina tertawa-tawa sendiri saat membacanya. Ada yang nulis namaku salah. Masak Asya jadi Hasya, Isya, yang paling parah Asyah … padahal kan aku udah pake tanda pengenal.
“eh .. dari caraka, buat kamu ni” ucap wina, sambil memberikan kertas kepadaku. Akupun membacanya. Tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri saat membacanya.

Buat : Kak Asya Rennada (ini yang betul namaku)
Dari : Caraka Saputra
Kak asya cantik, baik, dan sederhana. Apalagi kalau tersenyum tuambaah cantik.. hehehe Coba kalau kakak bukan kakak kelas udah aku gebet, hehehe. Just kidding ^_^ kak minta no hp-nya? Jangan pelit-pelit dong. Kritik : jangan jutek jutek…

Acara pembukaan persamipun di mulai tepat pukul 14.10… aku hanya kebagian jadi petugas P3K.. jadi hanya berdiri di belakang menunggu korban berjatuhan… hehehehe, setelah acara siang-sampai sore selesai, sekarang tinggal acara puncaknya.. aplagi kalau bukan Api unggun. Akupun ikut mempersiapkan api unggun. Jam 18.45 siswa-siswa baru mulai berbaris di lapangan.. acara api unggunpun di mulai… senang sekali rasanya, apalagi mungkin ini acara api unggung penyambutan siswa baru yang terakhir, karena aku kan sudah kelas 3. Sorak sorai siswa barupun bercampur keceriaan malam ini. Aku & Bioly berkeliling untuk menanyakan ada yang sakit atau tidak, aku berhenti saat ada anak yang melempar punggungku dengan batu kecil. Akupun berbalik dan mencari tersangka pelemparan batu kecil itu. Hah…
“Siapa yang ngelempar batu tadi?” tanyaku pada segerombolan anak cowok yang sedang duduk.
“Caraka kak!” jawab ipul sambil menunjuk caraka. “apa? Bukan” jawabnya mengelak. Ah gak penting, akupun berbalik dan mengikuti bioly..
“kak Asya .. tunggu” caraka memanggilku. “apa?” tanyaku dengan nada tinggi. Teman-teman caraka malah tertawa melihat aku berkata dengan nada tinggi. “hukum saja kak” timpal ipul “diem lu” caraka memperingatkan ipul.
“iya deh, aku yang nglempar batu ke kakak tadi” ucapnya “terus?” tanyaku
“maaf” akupun hanya memandangi cowok dihadapanku ini. “minta no hpnya dong kak?” ucapnya sambil sedikit menggodaku, “buat?” tanyaku memastikan “ya, buat PDKT” jawabnya dengan tertawa. Rasanya ingin aku tonjok ni anak. “enggak.. enggak kak” lanjutnya. Akhirnya dia mendapatkan no hp’ku..

Tahun pelajaran barupun dimulai, sekarang aku duduk di bangku kelas XII Akuntansi 1. Tentunya masih satu kelas lagi sama bIoly.. absen kita kan tak begitu jauh jadi selalu satu kelas. Seperti biasanya aku dan bioly berangkat bersama-sama… kami cukup aktif untuk berangkat pagi-pagi, karena alasanya malas ketemu sama satpam yang Killer abiiiiesss…
“Caraka” ucapku lirih saat turun dari sepeda, cowok itu sedang duduk di aula, aula dan tempat parkir sekolahanku berdekatan. Ah mungkin dia berangkat pagi karena masih siswa baru.
“ada apa sya?” tanya Oly (panggilan kesayangan) “gak pa-pa kok” jawabku, aku dan oly berjalan menaiki tangga karena kelas kami di lantai 2. Caraka masih menatapku dengan tersenyum.

Hari-hari berikutnya tak ku sangka hampir setiap hari aku bertemu dengan caraka, di tempat parkir inilah dia selalu duduk-duduk, saat pagi ataupun saat pulang sekolah. Menatapku saat aku menaiki tangga. Tak jarang dia menyapaku. Aku hanya membalasnya dengan senyuman. Dia juga sering sms, menanyakan kabar ataupun mengombal padaku. Aku juga sering memikirkan dia. Ah jangan, ini gak boleh terjadi.

Pagi, memang terlalu pagi aku dan Oly berangkat. Tapi masih saja aku menemukan caraka yang datang lebih dulu dibandingkan aku. Karena terlalu pagi sekolahpun masih sepi. Caraka melompat dari posisi duduknya dan menghampiriku.
“pagi kak” sapanya. “pagi” balasku. Entah mengapa aku senang sekali melihat caraka, cowok ini berkulit sawo matang, rambut lurus, badanya lebih tinggi dari aku. Kalau di lihat-lihat manis juga. Ah ada apa denganku.
“ya dah, aku mau ke kelas dulu” ucapku “ya udah kak” jawabnya, berjalan mundur dan masih menatapku. entah merasa kegirangan atau apalah, sampai-sampai dia menabrak salah satu tiang yang ada diparkiran saat ia hendak berjalan lurus. Sontak aku dan olypun tertawa melihat kejadian itu, sedangkan dia hanya menggaruk-garuk kepalanya. Untung sekolah masi sepi.

Saat aku memasuki kelas, aku membuka hp’ku, ada satu pesan dari caraka. “gara-gara kak Asya tadi” akupun tersenyum melihat sms’nya “kok aku?” balasku. “iya, habis kak Asya cantik sih” balasnya lagi. Gila ni anak.. coba kalau gak bronis. Ah Jangan…
“sya, napa senyum-senyum?” tanya oly, “gak … gak apa-apa kok” jawabku masih dengan senyum-senyum.
“tenyata ada cowok lain juga yang bisa bikin kamu senyum-senyum selain Radit” ucapan oly, membuyarkan senyumanku. Radit… seketika aku teringat tentang dia. Raditya Nasution adalah sahabatku dari kecil dan juga kekasihku, orang yang aku cintai tapi dia harus meninggalkankanku begitu cepat. Karena Kecelakaan mobil merenggut nyawanya.
“maaf sya” ucap oly. Yang melihatku tampak sedih mendengar ucpanya. Aku menggeleng. Inilah aku sekarang, aku masih diselimuti bayangan radit, teramat sulit melepas kepergiannya. Bayangankupun melayang saat radit masih bersamaku.

“Arsya jelek!” teriak adit, saat itu kami sedang bermain ombak di pantai dia teriak-teriak nggak jelas. Aku hanya bisa tersenyum melihat ulahnya. Ombak pantai menyapu kakiku.. bermain-main dengan air laut. Mendorong radit sampai terjatuh. Minum es kelapa hijau sambil duduk di bibir pantai. Kenangan itu masih tergambar jelas. Saat itu adalah kenangan terakhir yang ku ukir bersama radit, karena kecelakaan yang merenggut nyawanya terjadi saat radit pulang dari rumahku. Rasa bersalahpun selalu menghantuiku. “I will always love you till the end of day, believe it” kata terakhir yang diucapkan radit. “I believe you, I believe you, I believe you” balasku. Saat itu dia memelukku dengan erat. Tapi semua itu sirna ketika tuhan menuliskan yang lain. Kita sekarang berada di alam yang berbeda. Tapi aku masih mencintainya. “Radit tunggu aku” itulah kata-kata yang keluar setiap kali aku teringat padanya.

“sya” panggil oly. “kamu gak apa-apa?” tanyanya. Aku memeluk oly dan menggeleng. Kenangan itu begitu indah untuk di ingat.

Semakin hari caraka mulai mendekatiku, memberikan perhatian padaku. Tapi bagiku semua kesalahan. Dia bisa mendapatkan cewek setingkatnya, bukan kakak kelasnya.
“Kak asya nolak aku karena aku masih kelas X?” tanya caraka dengan sedih.
“Kka, kamu tu sudah aku anggap kayak adikku” jawabku
“tapi aku nggak mau” ucapnya
“Believe it, kamu pasti mengerti Kka, kamu masih bisa mengenal cewek-cewek lain” jelasku. Dia hanya terdiam. Bukan aku tak menyukainya tapi aku merasa lebih senang menganggapnya sebagai adik. Waktu terus berlalu akhirnya caraka mengerti posisiku juga, dia mau menganggapku sebagai kakak. Dia juga tak sungkan meminta bantuanku untuk mengerjakan tugas sekolah. Caraka juga mulai tertarik dengan teman sekelasnya. Mungkin itu lebih baik. “Radit, I will always love you tiil the end of the day, believe it”….

Selesaiii (Ganbatte!!!)

Cerpen Karangan: Anitrie Madyasari
Facebook: Anitrie Ganbatte Pholephel

Cerpen Believe It merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Retak Pecah Hancur

Oleh:
Kisah ini dimulai dari seorang wanita dan pria yang saling membenci satu sama lain walau mereka kenal dari SD (Sekolah Dasar) dan tak mengapa saat mereka bertemu mereka menjadi

Cinta Tanpa Kepastian

Oleh:
Aku mencintaimu, bagaikan langit memeluk bintang Aku lukiskan cinta di hati, tak terbatas lagi Cinta yang dulu bersemi, kini menjadi masa laluku Hatiku hancur tiada berkeping, bagaikan segelintir debu

Rangga (Part 3)

Oleh:
Kutatap lekat lekat tubuh seseorang itu dari belakang. Kayak kenal deh gue, ucapku dalam hati. “Ngapain lo berdiri di situ?” Ucapnya seketika yang membuatku tersentak kaget. Dengan sedikit kesal

Untuk Sahabat

Oleh:
“Dis, liat deh cowok yang di bawah pohon itu.” Kata Winwin dari balik jendela kelas. Namaku Gladis, dan ini Winwin sahabat baikku. Aku dan Winwin bersahabat sejak masuk SMA

Bukan Untukku (Part 2)

Oleh:
Hari semakin petang. Segera kukembali ke rumah. Pikiranku melayang. Entalah apa yang kupikirkan. Aku butuh waktu sendiri. Kali ini aku tak langsung pulang. Aku menuju sebuah taman yang cukup

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *