Belong With Me

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 January 2017

Ting!
Terdengar suara ponsel berdenting di kasur Raya. Raya yang sedang belajar, menghampiri ponselnya lalu melihat notification.

From: Lian
Lihat ke jendela.

Raya tersenyum melihat pesan itu. Sebelum membuka tirai jendela kamarnya, Raya sudah menyiapkan beberapa kertas dan spidol.

Lian adalah tetangga sekaligus sahabat terbaiknya Raya. Rumah mereka tepat bersebelahan, bahkan kamar mereka berhadapan.

Raya membuka tirai jendelanya. Dari kamarnya ini, dia dapat melihat jelas kamar Lian. Tampak Lian sedang berbicara dengan ponselnya. Raya duduk di kasurnya yang menghadap jendela, menunggu Lian selesai dengan urusannya. Cukup lama Lian menerima telepon, tetapi Raya tetap menunggunya. Selesai Lian mengakhiri pembicaraannya di ponsel, mukanya tampak kesal.

Raya mengambil kertas yang disiapkannya, lalu menuliskan kalimat dengan spidol di tangannya. Setelah itu menunjukan tulisan itu pada Lian.

‘Apa ada masalah?’

Lian membalas pesan itu dengan cara yang sama.

‘Tidak ada. Cuma Abby ngambek lagi’

Raya membaca tulisan itu menghela nafas panjang. Abby adalah pacar Lian. Mereka sudah berhubungan lebih dari 3 bulan. Memang terkadang Lian sering curhat tentang Abby, pada Raya.

Raya menulis lagi. ‘Sabar ya :)’

Lian hanya mengangguk dan tersenyum. Senyum yang selalu disukai Raya.

Sebenarnya, Raya suka sama Lian. Tapi, Raya selalu menutupinya karena tidak ingin Lian menjauh darinya. Dalam hubungan persahabatannya ini saja, sudah membuat Raya senang. Lagian, Lian tidak mungkin jatuh cinta pada cewek seperti Raya. Raya dan Abby sangatlah berbeda. Raya, cewek berkacamata yang pendiam. Sedangkan Abby, cewek populer yang disukai semua orang.

Raya melihat lagi ke arah jendela, melihat Lian menulis sesuatu di kertasnya.

‘Besok bareng kesekolah yuk?’

Raya mengangguk senang.

“Ya.”
“Hm.”
“Di situ aja yuk,” ajak Lian sambil menunjuk bangku taman di sana. Raya hanya mengangguk.

Saat ini mereka sedang berada di taman. Masih dengan seragam sekolahnya. Awalnya mereka ingin langsung pulang, tapi tiba-tiba Lian ingin berjalan-jalan di taman. Raya tidak menolak keinginan Lian.

“Raya,” panggil Lian tiba-tiba.
“Kenapa?”
“Ah.. Tidak ada apa-apa,”
“Benar?”
“Iya Raya,” kata Lian tersenyum.
“Ya udah.”

Raya sebenarnya tahu pasti ada sesuatu yang terjadi pada Lian, walaupun ia sendiri pun tidak tahu. Tapi Raya tidak pernah memaksa Lian untuk bercerita.

“Lian, pulang yuk.”
“Lho, kan baru sebentar kita di sini,”
“Ayolah. Di rumah ada es krim,” kata Raya.
“Benar?” Mendengar kata es krim membuat Lian bersemangat. Bagaimana tidak, es krim adalah moodbooster baginya.
“Iya.”
“Ayo pulang,” kata Lian bersemangat.

Aku selalu tahu apa yang kamu suka.
Aku tahu semuanya.

‘Ya, sori ya. Gue gak nemenin lo pulang.’

Raya hanya menghela nafas panjang. Tadi, sebenarnya ia ingin pulang bersama Lian. Tapi Lian pulang bareng Abby, jadi dia tidak bisa pulang bersama Lian.

‘Iya. Gak papa.’

Raya melihat Lian menulis lagi di kertasnya.

‘Oh ya, nanti ikut acara anniversary sekolah kita nggak? Minggu depan lho’

Raya menimbang-nimbang. Ia ingin ikut. Dan berharap Lian akan pergi bersamanya.

Tapi, pasti dia pergi dengan Abby.

Benar juga. Lalu Raya menulis di kertasnya. Kemudian menunjukkannya.

‘Nggak bisa. Belajar buat Ujian’

Raya melihat mulut Lian membulat sambil mengangguk mengerti.

‘Ya udah. Sampai ketemu besok.’ Tulis Lian.

Tiba-tiba saja tangan Raya menulis sesuatu di kertasnya. Dan saat ia ingin menunjukkannya pada Lian, jendela Lian sudah tertutup tirai. Raya hanya tersenyum sedih, meletakan kertas itu di atas meja, lalu pergi tidur.

‘Love you’

Raya sedang berbaring di atas kasurnya. Nanti malam acara anniversary sekolahnya. Sejak tadi pagi, di kelasnya, semua murid membicarakan acara tersebut. Bagaimana tidak, tahun ini sekolah mengadakan party night. Jadi, pasti lebih menarik daripada tahun-tahun sebelumnya.

Pergi.

Nggak.

Pergi.

Nggak.

Pergi.

Nggak.

Pergi aja deh, daripada suntuk di rumah.

Raya membuka lemari pakaiannya. Mengambil beberapa gaun selutut yang ada. Mencoba satu per satu. Sampai akhirnya pilihannya jatuh kepada gaun selutut berwarna cream dengan tali pinggang berwarna hitam. Ia langsung masuk kamar mandi untuk bersiap-siap.

Saat ia akan berangkat, Raya melihat kertas terlipat di atas meja, kertas yang ingin ditunjukkan pada Lian waktu itu. Menunjukkan cintanya pada Lian. Kertas itu dilipat lebih kecil lalu dimasukan ke dalam tas tangannya, lalu Raya pergi menuju sekolahnya.

Sampai di sekolahnya, Raya langsung mencari Lian. Niatnya sekarang ia ingin memberitahu semua perasaannya pada Lian. Raya sudah lelah memedam semuanya. Raya tidak peduli perasaannya dibalas atau tidak.

Kaki Raya membawanya ke taman belakang sekolah. Di sana ia menemukan orang yang ia cari. Lian.

“Lian.”
“Oh, hai Ya.”
“Lo kok sendirian di sini?”
“Iya, gue lagi nunggu seseorang,” kata Lian.
“Abby kan?” Tebak Raya.
“Bukan.”
“Lho? Terus siapa?”
“Kamu.”
Raya terdiam. Berusaha meredam detak jantungnya yang semakin cepat.

“Kenapa?”

Lian terdiam. Tidak mengatakan apapun.

Raya membuka tas tangannya, mengeluarkan kertasnya disimpannya. Saat ia menunjukkan kertas itu pada Lian, pada saat bersama juga Lian mengeluarkan kertas yang berisi hal yang sama.

“Bagaimana ka-”
“Aku sayang sama kamu dari lama. Dari sebelum aku pacaran dengan Abby. Tapi aku tidak pernah mengungkapkan. Lebih tepatnya, tidak berani.
“Aku juga sadar cuma kamu yang selalu ada buatku. I can see anything, Raya. Kamu yang tahu tentangku, kamu yang menghiburku, kamu yang tertawa bersamaku.
“Terlalu takut untuk kehilanganmu. Aku selalu berpikir jika aku mengungkapkannya, kamu akan pergi menjauh. Aku-”

Lian tidak melanjutkan ucapannya karena Raya sudah memeluknya. Dia kaget sekaligus senang karena Raya menerimanya.

“Love you too”

Cerpen Karangan: AngelinaCh
Facebook: facebook.com/Angelina237
Hai semua, ini cerpen pertamaku di cerpenmu.com
Jika mungkin ada kesalahan atau mungkin ada typo bisa diberitahu lewat comment di bawah, Aku sangat menghargai kritik dan saran kalian semuaa
Btw, yang ingin tau aku lebih jauh bisa add atau follow akun dibawahh:
Twitter/Askfm/Wattpad : AngelinaCh7
Facebook: facebook.com/Angelina237

Salam manis,

AngelinaCh

Cerpen Belong With Me merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rain and Rainbow

Oleh:
“Pelangi butuh hujan untuk menjamah indahnya dunia. Begitu juga hujan, ia butuh pelangi untuk menyicip manisnya dunia dengan warna indah yang mampu menutup semua tangisnya … ” ‘TAP TAP

Perjuangan Cinta Yang Sia Sia

Oleh:
Di sekolah yang mungkin bagi orang lain tidak menarik, yah? bisa dibilang sih jadul dan sangaaaatttt membosankan. Di situlah terlahir persahabatanku dengan lima temanku. Teman yang selalu membuat aku

Selalu Menunggumu

Oleh:
Hai, perkenalkan namaku Restiyana Anugrahaeni Putri biasa disapa Resti. Aku duduk di kelas 9 bangku SMP. Aku bersekolah di SMP yang cukup terkenal di kotaku. Dulu waktu kelas 7

Masih Seperti Dulu

Oleh:
Aula Symphonia. Gedung ini masih tercium aroma seperti dulu. Tirai beludru merah yang menutupi panggung masih lembut seperti dulu. Dinding dengan pilar-pilar yang masih tetap kokoh seperti dulu. Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *