Benang Putus Di Rumah Kos Tua

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 3 October 2020

Di rumah kos tua di pinggir tanjakan. Siang itu cuaca mendung. Pepohonan menari bergoyang ditiup angin. Truk Tua merayap pelan dengan gemuruh mesin dan kebulan asap Hitam. Dua sahabat karib Toyik Dan Jarot bercengkerama diselingi tawa gelak-gelak keduanya. Entah berapa bungkus rokok yang sudah dihabiskan. Gelas kopipun tinggal menyisakan hitam di pantatnya.

Toyik meraih gitar butut yang bergantung di dinding, jari jemarinya menari di leher dan perut gitar. Mengalunlah lagu “Masih Kau Yang Di Hatiku” Karya Deddy Dores.

Masih engkau yang s’lalu ada
Di dalam setiap cerita
S’lalu saja namamu aku bawa
Saat ku ungkapkan tentang cinta

Ingin aku berkata jujur
Apa yang ada di hatiku
Betapa ku rindukan dirimu
Semestinya kini engkau tahu

Namun aku tak habis mengerti
Hidup kita bagaikan kereta api
Seiring namun s’lalu tak bertemu
Tak percaya tapi nyata
Haruskah semuanya kini
Menyatu hanya di dalam mimpi
Sepanjang musim yang telah berlalu
Masih engkau yang ada di hatiku

Ingin aku berkata jujur
Apa yang ada di hatiku
Betapa ku rindukan dirimu
Semestinya kini pun engkau tahu

Namun aku tak habis mengerti
Hidup kita bagaikan kereta api
Seiring namun s’lalu tak bertemu
Tak percaya tapi nyata
Haruskah semuanya kini
Menyatu hanya di dalam mimpi
Sepanjang musim yang telah berlalu
Masih engkau yang ada di hatiku
Sepanjang musim yang telah berlalu
Masih engkau yang ada di hatiku..

Ketika dentingan gitar belum berakhir. Datang bertamu sesosok gadis cantik, seksi penuh pesona. Ternyata dia Kartika. Nama yang pernah aku tulis di buku harianku. Nama yang telah lama hilang.
Entah apa yang mendorongnya datang ke pondok tua ini. Aku masih tertegun dalam lamunanku.

“Mas boleh masuk nggak?” Kartika menegur dengan seunyuman manisnya. Yah senyuman yang pernah menemani hari-hariku bersamanya.
“Oh iya, silakan masuk Tika” Sambil kujabat tangannya.
Kupersilahkan duduk di bangku bambu tua. Toyik tanpa kuminta segera ke belakang mangambil segelas air bening, untuk tamuku yang Bening.

Cukup lama aku berpisah dengannya, sedikit kikuk ketika harus berjumpa lagi. Lamunanku meloncat 1 tahun kebelakang. Saat itu ketika masih menjalin cinta dengan Kartika. Aku pernah melakukan satu kesalahan. Aku tergoda dengan gadis berambut panjang. Aku menduakan cinta Kartika. Aku begitu bodoh, Kartikapun pergi dengan luka.

“Mas…” teguran Katika membuyarkan lamunanku.
“Kok malah diam dan melamun?”

“Gimana kabarmu Tika?”
“Baik Mas”
“Tika tahu dari mana, aku ada di sini?”
“Tami mas yang kasih tahu”

Kesempatan langka ini aku sampaikan, rasa penyesalan dan permintaan maaf. Benang layangan yang putus mungkin tersambung lagi. Tapi hati yang terluka tidak mudah terobati.
“Tika, maafkan salahku”.
“Ya mas, aku sudah melupakan semuanya”

“Oh ya, adakah hal penting yang ingin kau sampaikan padaku?”
“Iya nih mas, aku ada tugas sekolah yang belum selesai. Minta tolong diajarin”.
Kartika, masih duduk di kelas 3 SMA. Sedang aku Mahasiswa semester 4. Mahasiswa bengal tapi banyak teman suka nyogok sebungkus rokok untuk diajarin atau minta contekan.

“Ah dari dulu, kau ini masih malas aja belajar”. ledekku
“Bodo ah, pokoknya minta diajarin”. Tika merengek manja seperti anak kecil minta permen.
“Tapi ada syaratnya” godaku.
“Ajarin…”
“Ogah”
“Ya udah, Syaratnya apa?”
“Rokok Dji Sam Su 12 pak, ayam putih Mulus, telur angsa, dan kembang 7 rupa”
“Syarat apaan, kaya mbah dukun saja”
“Ogah”.
“Syaratnya ganti ini aja”

Cuuup…
Tiba-tiba mengecup pipiku sambil tersenyum manja.
Aku tersentak, mataku terbelalak, jantungku berdetak kencang. Bahkan buah kelapa pada berjatuhan.
Ternyata Toyik sedang memetik kelapa muda, untuk kami nikmati bersama.

Cerpen Karangan: Anan Sukanan
Facebook: facebook.com/skennanda

Cerpen Benang Putus Di Rumah Kos Tua merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lima Belas Juni

Oleh:
Kasih… Atas nama cinta, aku akan menahan himpitan kemiskinan dan kepedihan derita, serta kehampaan yang terasa dalam perpisahan. Atas nama cinta, aku akan tetap berdiri kokoh laksana batu karang

Love Mystery (Part 1)

Oleh:
Gina, gadis sederhana yang cantik dan masih kuliah. Dia selalu berangkat ke kampus memakai sepedanya. Tiba tiba di jalan, dia ditabrak oleh sebuah mobil dan akhirnya terjatuh. Untung saja

Surat Tinta Cokelat

Oleh:
“Fred, cepetan. Udah jam setengah tujuh nih. Elo nggak tahu…” kata-kata Feri terhenti ketika kakaknya, Ferdi; remaja berkulit cokelat muncul dari pintu rumah. “Iya-iya. Eh, kuncinya mana?” Ferdi dengan

Salam Rindu Di Album Kenangan

Oleh:
Malam ini aku masih menikmati malam yang begitu indah menatap bintang-bintang yang bertaburan di langit, angin kumbang pun terasa dingin mendesir menggugah pori-poriku. Namun, semua itu bertolak belakang dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *