Benang Tersembunyi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 23 May 2013

Kedua orangtuaku sudah bercerai sewaktu aku masih berumur 5 tahun. Dulu sewaktu SD, terkadang aku sangat iri melihat teman-temanku yang mempunyai orangtua lengkap dan mereka hidup bahagia. Tidak sepertiku yang hanya mempunyai orangtua tunggal, yaitu ibuku. Walaupun begitu aku selalu berusaha membuat ibu bahagia. Aku selalu belajar keras agar prestasiku di sekolah selalu bagus dan membuatnya bahagia.

Aku dan ibuku tinggal di Jakarta dengan hidup yang sederhana. Aku kagum dengan ibuku yang sanggup bekerja keras banting tulang untuk membiayai hidup tanpa mengeluh sedikitpun. Setiap hari ibu mencari nafkah sendiri tanpa pendamping, karena memang ibu tidak berniat untuk menikah lagi sejak bercerai dengan ayah dulu. Karena dengan melihat penderitaan ibu setiap hari yang seperti itu, aku jadi benci yang namanya cinta. Benciii sekali. Karena bagiku cinta itu hanya cerita klise yang murahan dan tidak dapat dipercaya. Buktinya saja kedua orang tuaku bercerai karenanya.

Sekarang aku dapat duduk di bangku kuliah karena beasiswa yang ku dapatkan dari hasil belajar kerasku selama ini. Aku tumbuh menjadi gadis yang tegar dan mandiri. Sejak SMA, aku sudah bekerja part time di sela-sela waktu sekolahku untuk menambah-nambah penghasilan ibu. Hari-hariku selalu disibukkan dengan kegiatanku belajar di kampus dan bekerja part time. Sampai suatu hari, aku melihat sepasang kekasih yang saling mengasihi dengan tulus. Sempat terbesit perasaan iri di hatiku ketika melihat mereka, tapi aku tetap tidak perduli. Aku tidak mungkin punya waktu untuk mengurusi hal yang sama sekali tidak penting seperti itu. Karena bagiku cinta itu munafik dan perasaan paling norak di dunia.

Sampai suatu ketika, aku bertemu seseorang yang pertama kalinya mampu membuat perasaanku berbeda. Perasaan ini sungguh menggangguku, mengganggu belajarku di kampus, mengganggu kerja part timeku, dan menyita waktu kegiatan sehari-hariku lainnya. Ada apa ini? Apa aku kena karma cinta? Tapi aku berusaha keras mencoba untuk tetap tidak perduli. Namun semakin lama, aku menyadari ternyata aku tak bisa menghindarinya. Dia Rio, mahasiswa dari Kalimantan yang melanjutkan kuliah S2 di Jakarta. Sungguh sulit kupercaya, saat itu adalah pertama kalinya aku merasakan cinta dan itu masa-masa paling terindah yang pernah ku jalani dalam hidupku. Dia sangat baik dan sopan padaku. Aku… aku sangat mencintainya, sampai-sampai aku sangat takut kehilangannya.

Sampai suatu ketika, siang itu aku di ajak olehnya berkenalan dengan ayahnya, yang kebetulan sedang ada urusan pekerjaan di Jakarta. Namun saat aku bertemu dengannya, mimpi burukku di mulai. Jantungku seakan berhenti berdetak, tubuhku diam membeku, dan kakiku gemetar. Saat itu hatiku sakit dan mataku berkaca-kaca, laki-laki setengah baya itu juga terkejut luar biasa melihatku. “Ria” sahutnya hampir berteriak. Aku tidak menyahut, walaupun sebenarnya aku sangat rindu dengannya karena dia adalah ayahku, ayah kandungku yang sudah bertahun-tahun pergi meninggalkanku. Tapi bagaimana dengan Rio? Bukankah dia ayah Rio? Saat itu ayah langsung memelukku, tanpa bisa kuhindari. Saat itu juga Rio sangat terkejut melihat kejadian itu. Ia hanya bergeming dan wajahnya pucat seketika. Pikiranku kacau dan dadaku sesak.

Oh Tuhan, katakan ini tidak benar. Tidak mungkin aku dan Rio mempunyai ayah yang sama. Tidak mungkin! Kalaupun Rio benar anak ayah, pasti dia bukan anak kandungnya. Dan tiba-tiba saja tubuhku lemas, dan semuanya menjadi gelap. Ketika aku bangun, aku sudah berada di rumah sakit. Dan ibu sudah berada di sampingku dari tadi menugguku siuman. Samar-samar juga aku mendengar pertengkaran ayah dan Rio di luar ruangan. “Demi Tuhan Rio! Kau tidak boleh mencintainya. Kalian tidak boleh saling mencintai seperti ini. Dia adikmu! Ria anak papa, anak kandung papa juga sama seperti kamu” jelas ayah. “Gak mugkin pa, gak mungkin Ria adik kandungku! kami saling mencintai pa…” Rio membantah dengan nada yang hampir menahan tangis.

Di dalam ruangan, aku terisak di tempat tidurku dan ibu segera memelukku dan menenangkanku. Ibu bercerita kalau Rio adalah anak kandung ayah dari istrinya yang pertama. “Tapi dulu aku tidak pernah melihatnya sama sekali bu” bantahku. “Karena Rio sejak kecil di rawat oleh neneknya di Kalimantan sana. Lagian sewaktu ibu dan ayah bercerai, usiamu masih sangat muda nak, kamu belum tahu apa-apa” jelas ibu. Aku sungguh tidak kuat menerima kenyataan ini. Kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan untuk dihadapi. Rio adalah cinta pertamaku.

Tuhan, aku tak mudah untuk mencintai. Aku juga tak mudah percaya akan cinta, bukan? Tapi kenapa ketika aku sudah mulai percaya dan merasakan indahnya cinta itu benar-benar ada, dalam seketika harapan itupun musnah. Aku sudah masuk terlalu jauh. Aku sungguh tidak menyangka ternyata di antara aku dan Rio terdapat benang yang menghubungkan ikatan darah persaudaraanku dengannya yang tersembunyi selama ini. Aku tidak mungkin bisa menganggap Rio sebagai kakak kandungku. Aku benar-benar mencintainya. Oh Tuhan, Engkau tidak adil! Engkau tidak adil padaku! Aku benci, aku benci hidupku! Melihat kenyataan ini rasanya aku ingin mengakhiri hidupku saat ini juga.

-Bagaimana perasaanmu jika mencintai seseorang yang sama sekali tidak boleh dicintai?-

Cerpen Karangan: Eka Wahyuni
Blog / Facebook: Cherry Blossom’s World / Eka Wahyuni Minoz
twitter: @ekaaWM

Cerpen Benang Tersembunyi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menunggu Kabar Darimu

Oleh:
“Lala“ sebutan nama itu yang sering kau lontarkan jika kau ingin memulai percakapan denganku lewat sms. Aku pun sering tersenyum tersipu serndiri jika aku membacanya. Sudah hampir 1 bulan

Don’t Say Goodbye

Oleh:
Dengan berbangga hati, kulangkahkan kakiku untuk berjalan ke sekolah, hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagiku, kalian tau kenapa?, Karena hari ini aku akan menjadi kakak kelas tujuh

Hujan yang Membuat ini Terjadi

Oleh:
Disabtu malam yang kelabu aku menatap bintang yang indah,ditemani dengan boneka teddy bearku yang seakan tau isi hatiku sekarang . Dimalam itu langit seakan ikut larut dalam kesedihanku,ikut larut

Jealous

Oleh:
Lili diam, tatapannya menekun pada laba-laba yang kerap merangkai jejaring di depannya. Tarian bunga juga tak luput dari sesekali lirikannya. Banyak yang ia pikirkan, namun tak satupun ia mengerti.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Benang Tersembunyi”

  1. suci saskia ul-husna says:

    I like your story, amazing………………

  2. eka wahyuni says:

    thanks suci 🙂

  3. lia'Z says:

    amaizingg..I like it!?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *