Benci Bisa Jadi Suka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 December 2014

Lama-kelamaan aku makin nyaman berada di desa ini, Ayah dan Ibuku pun memutuskan untuk menetap disini. Seperti biasanya pagi itu aku berangkat sekolah bersama Shilla dan Mauline. Ujian dimulai hari ini entah apa yang sudah ku siapkan hanya sedikit membaca buku tadi pagi rasanya kurang cukup, sesampainya di sekolah rasanya ingin cepat-cepat menuju kelas.

“Mauline, Shilla aku ke kelas duluan yaa mau belajar!” ucap ku sembari meninggalkan mereka di depan gerbang sekolah. Aku berlari secepat kilat tanpa sengaja, Praaakkkk, aku menabrak seseorang, bukuku berantakan, aku terjatuh kakiku lecet-lecet, “Maaf gua gak sengaja!” ucap seseorang tadi dengan nada ketus menyodorkan buku-buku ku yang dipungutnya. Dengan reflek aku pun menoleh ke atas, ternyata orang yang menabrakku tadi adalah anak baru yang kemarin aku temui. “Mata lu ditaruh dimana sih, udah tau ada orang lari ehh malah ditabrak” gumamku dengan nada kesal. “Ihh kok lu jadi nyalahin gue sihh? Jelas jelas lu yang salah, ngapain sih pake lari-lari di koridor sekolah udah tau sempit banyak orang lagi, udah sini bangun” jawab anak baru itu sambil menyodorkan tangannya ke arahku. Aku pun menjabat tangannya, dia memapahku sampai ke UKS dan mengobati kaki ku yang lecet-lecet tadi.

“Cewek tengil kaya lo ternyata bisa luka juga yah!” Ledek anak baru itu. “Apa? Gue cewek tengil? Loe tu yang so cool” ucapku dengan nada bertambah kesal.
Tettt tettt bel masuk pun berbunyi. “Udah sana ke kelas udah masuk tuhh” ucap anak baru itu. “Iyee iyee, tapi gua gak bisa jalann” jawabku. “Ya udah sini gua anterin, sebenernya sihh gak mau juga nganterin cewek tengil manja kaya lo, tapi ya udah lah secara kan gue baik hati” ujar Rafa si anak baru nyebelin itu.

“Udah sampai tuhh sana masuk, oiya bilang makasih atau apa kek” ucapnya sambil memasang muka sok cool nya. “Maksa banget, ya udah makasih!” kata ku sambil masuk ke kelasku.

Bel pun berbunyi tanda ujian telah selesai, seperti biasanya aku menuju tempat favoritku di taman belakang sekolah. Sembari duduk di bawah pohon tua seperti biasa aku pun menyalakan lagu kesukaanku. *Dia Dia Dia tlah mencuri hatiku.. “Suara gak bagus aja pake nyanyi bikin gigi gua sakit aja” ucap seseorang yang seketika membuat aku berhenti menyanyi. Aku pun menoleh ke belakang betapa terkejutnya aku ternyata dia “aahh sial hari ini aku benar-benar sial kenapa sih harus ketemu orang seperti dia” gumamku dalam hati. “ngapain lo disini? ngikutin gua yaa?” Tanyaku dengan muka meledek. “ihhh PD banget sih lo gak level kali ngikutin cewek kaya lo!” Jawabnya.

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan, bulan bergati tahun. Aku dan rafa pun sering bertemu, bukan bertemu sih tapi tepatnya kita sering bertengkar kata teman-teman sih mirip tom dan jerry. Pagi itu mungkin adalah pagi yang paling menyebalkan bagiku, Aku bertemu Rafa anak baru yang cool itu rasanya ingin ku obrak-abrik wajahnya sungguh menyebalkan. “Ngapain liat-liat?” tanyaku kepada Rafa yang pada saat itu memandangiku. “Ge er banget sih lo? siapa coba yang ngeliatin lo? orang gua lagi ngeliatin tulisan di belakang lo” jawab Rafa mengelak. “Ahh pake ngeles lagi bilang aja lagi ngeliatin gue kan? iya kan?” ucapku sambil meledek rafa. “Ih enggak tau, lah udahlah gue gak ada waktu buat ngomong sama lo” ucap rafa sambil berjalan menuju kantin.
“Cantik sih, pinter lagi tapi sayangnya nyebelin banget” Gumam Rafa dalam hati sambil mengingat wajah Tata yang cantik. “Hayoo lo! lagi ngelamunin apaan?” Tanya Fachri yang seketika menghentikan lamunan Rafa. “Enggak ri, Cuma lagi mikirin pelajaran tadi” Jawab Rafa.

*Tetttt… Tettt bel pulang pun berbunyi. Dari kejauhan terlihat Rafa yang sedang berdiri di depan kelas tanpa sadar aku memandangi wajahnya. “hmmm… cakep juga tuh cowok tapi sayangnya bikin jengkel mulu” Gumamku dalam hati. “Ayo ta pulang!” Ucap mauline dan shilla sahabatku yang seketika menghentikan lamunanku. Akhirnya kami pun pulang, saat perjalanan pulang lagi-lagi aku bertemu dengan manusia paling nyebelin yang pernah aku kenal tapi ada yang sedikit berbeda dengan perasaanku kali ini entah mengapa hatiku bergetar-getar tak karuan. Rafa pun juga merasakan hal yang sama.

Cerpen Karangan: Regatta Ringga Hanessa Putry
Facebook: https://www.facebook.com/regattaringga.putrygclluuntxmue
Twitter: @Regattaringga01 @re_gta @regattaringgahp

Cerpen Benci Bisa Jadi Suka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lembayung Senja (Part 2)

Oleh:
“Nah udah gitu aja. Ngerti, kan?” katanya sambil meregangkan badan. Aku mengangguk sambil merapikan kembali partitur. Lalu menatap Khalil sambil bertopang dagu. “Doain ya, Lil, semoga besok lancar dan

Number One For Me

Oleh:
Minggu pagi yang cerah. Di kamar itu, kamar yang bernuansakan biru langit dan dipenuhi oleh poster-poster seorang penyanyi religi terkenal, Maher Zain. Rika, si pemilik kamar itu sepertinya adalah

Hujan

Oleh:
Aku termenung menatap jauh ke luar jendela yang basah dikarenakan hinggapnya percikan air yang turun dari langit. Tidak ada satu orang pun yang berada di luar saat ini. “Aini”

Mencium Hawa Penjara Di Dalam Kampus

Oleh:
Pagi itu ketika angin dan gedung-gedung tinggi bersedia menyapa kami di pinggir jalan yang hendak menuju kampus, hari itu kami begitu bersemangat menerima ilmu di bangku perkuliahan. Dengan tas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *