Benci Jatuh Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 3 January 2014

“Liiiaaannn…” Teriak Nita dari kantin.
“Ada apa Nita?” Jawabku sembari menghampiri Nita.
“Bisa minta tolong nggak?, antarin aku ke toko buku Pulang sekolah nanti” Kata Nita dengan nada meminta.
“Oke..” Jawabku sambil tersenyum padanya.

Namaku Rizki Julian, akrabnya dipanggil Lian. Aku tinggal di Lubuklinggau. Sebuah kota kecil beriklim panas yang memiliki keindahan alam luar biasa cantik dan populasi penduduknya, bisa dikatakan tidak terlalu padat. Ada banyak sekolah menengah atas di kota kelahiranku ini, salah satunya SMA Negeri 1 Lubuklinggau, sekolah tempatku menempuh pendidikan sekarang.

Di sekolah, aku termasuk anak yang lumayan gaul dan memiliki banyak teman akrab, salah satunya Esti Yunita, atau biasa aku memanggilnya Nita. Seorang gadis berjilbab yang memiliki paras cantik, senyum menawan, pipi yang chubby, berkulit putih dan tinggi.

“kriiinnggg…” bel pulang sekolah pun berbunyi. Aku menunggu Nita di gerbang sekolah. Seperti janjiku tadi, aku akan mengantar Nita ke toko buku. Nita memang hobi membaca buku, terutama novel. Tak lama aku menunggu, Nita pun muncul dan menghampiriku.
“Liaann, udah lama yah nunggunya?” Sapa Gadis cantik ini sambil tersenyum.
“Ah, nggak juga kok Nita. Jadi nggak ke toko bukunya?” Tanyaku sambil membalas senyumnya.
“Hmmmm… Jadi dong, ayo kita pergi sekarang” Jawab Nita dengan penuh semangat sambil menarik tanganku. Aku tidak tau apa yang membuat Nita bersemangat sekali. Sangking bersemangatnya, Nita tidak melihat ada motor yang melaju dengan kecepatan tinggi.
“Aaaaaa…” Teriak Nita dengan keras. Entah refleks atau apa, aku langsung menarik tangan Nita. Dan untungnya, motor itu masih bisa menghindar. Nita pun terjatuh di pangkuanku. Seperti adegan di sinetron-sinetron yang sedikit alay, aku dan Nita saling berpandang-pandangan. Mataku dan Nita saling bertemu, seakan memberi isyarat padaku untuk tidak melepaskan pelukanku pada Nita.

Jantungku berdebar-debar, aku merasakan gejolak aneh di hatiku, yang sering aku rasakan ketika jatuh cinta. Aku tersenyum pada Nita, begitu juga dengan Nita yang membalas senyum dengan malu-malu.
“Ehh… Maaf Nita, aku nggak ada maksud apa apa kok” Kataku sambil melepaskan peganganku pada Nita.
“Huuhhh… Nggak apa-apa kok Lian, makasih yah kamu udah nyelamatin aku” Jawab Nita sembari menghela nafas panjang.
“Iya sama-sama, kita nggak usah ke toko buku yah, aku anterin kamu pulang aja, gimana?” Tanyaku dengan nada lembut. Nita yang sebelumnya bersemangat, berubah 180 derajat menjadi cemas dan lesu. Raut wajahnya seperti maling yang sedang dihakimi masa.
“Hmmm… iya deh” jawab Nita ragu.

Aku langsung mengambil motorku dan mengantar Nita pulang. Selama di perjalanan, tidak ada dialog sedikit pun antara aku dan Nita. Sesekali aku melirik Nita lewat kaca spion, Nita hanya sibuk membenahi jilbabnya yang tertup angin dan Nita selalu memasang wajah kaku dan tegang. Sejak kejadian yang dramatis tadi, aku canggung untuk membuka pembicaraan dengan Nita. “Mungkin nggak yah, Nita juga merasakan perasaan yang aku rasakan tadi” Pikirku.
“Niiittt… Nittaaa, sudah sampai nih di rumah kamu” Kataku sambil melirik Nita lewat kaca spion.
“Eehhh… Iya… sudah sampai yah..” Jawab Nita dengan nada terkejut sambil turun dari motorku. Aku yang heran melihat perubahan sikap Nita, mencoba menanyakan apa yang terjadi.
“Nit, kamu nggak apa-apa kan? Kok sikap kamu berubah sejak kejadian tadi?” Tanyaku penasaran.
“Nggak apa-apa kok Lian, eh iya sekali lagi makasih yah kamu udah nolongin aku dan mau nganterin aku pulang” Jawab Nita sambil tersenyum penuh makna. Layaknya ABG yang masih polos dan lugu, aku tidak mampu untuk menafsirkan makna dari senyuman Nita itu.
“Iya, sama-sama Nita, aku pulang dulu yah, Assalamualaikum” Jawabku sambil membalas senyumnya dan menekan klakson motorku.

Cerpen Karangan: Adhe Julian Pertananda
Blog: adhejulian.blogspot.com
Saya Adhe Julian Pertananda, seorang cowok keren yang mudah galau.
Twitter @AdheJp

Cerpen Benci Jatuh Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penggemar Atau Kepo?

Oleh:
Penggemar, fan, atau sebutan lainnya pasti tidak asing lagi. Ya! Penggemar yaitu orang yang mengidolakan seseorang figur publik, maupun orang biasa lainnya. Biasanya penggemar selalu ingin tau apa saja

Satu Menit Pandangan

Oleh:
Udara pagi yang sejuk, membuatku semangat untuk menyambut hari yang bahagia ini. Setelah 3 minggu kita berlibur sekolah, meskipun libur sekolah kemarin bukanlah hari yang membahagiakan bagiku. Karena saat

Tak Seindah Harapan (Part 3)

Oleh:
Setelah hari itu, kupikir kami akan dekat, tapi ternyata aku salah kami tetap seperti biasanya. Hanya saling menyapa dan tersenyum kalau hanya ada kami berdua. Tapi, ada yang beda

Pelangi Biru

Oleh:
“Pelangi.. katanya ada murid baru lho” “Emang apa urusannya sama aku?” “Katanya dia ganteng, kaya, pokoknya kece abis” Dita mulai lebay. “Terus apa urusannya?” Pelangi mengulang pertanyaannya. “Aduhh!! astaga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *