Berakhir dengan Senyuman (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 6 September 2021

Awal Bulan Oktober Tahun 2018. Perkuliahan sudah mulai efektif, Larik dan teman-teman sekelasnya mengikuti perkuliahan sebagaimana layaknya mahasiswa/mahasiswi yang dibimbing oleh dosen pengampu. Sampai suatu ketika, Larik dan teman-temannya bertemu dengan mata kuliah Berbicara Interaksional, yang di mana mata kuliah Berbicara Interaksional ini lebih memfokuskan mahasiswa/mahasiswinya untuk dapat berbicara secara baik dan benar. Pada waktu itu, Ibu Andarini, selaku dosen pengampu mata kuliah Berbicara Interaksional menugaskan mahasiswa/mahasiswinya untuk berbicara dan bercerita mengenai pengalaman yang tidak akan pernah mereka lupakan dengan menceritakannya di depan kelas satu-persatu. Pada saat itu, Larik memperhatikan salah satu teman wanitanya yang bernama Mala. Mala ini merupakan teman sekelas Larik yang baru ia kenal, Mala pada waktu itu bercerita mengenai pengalaman kerjanya di salah satu tempat kerja yang di dalamnya banyak mempelajari tentang psikologi pada anak dan bagaimana caranya mendidik anak dengan memberikannya dongeng sebelum tidur agar anak terbiasa dan terlatih dalam hal mengingat. Mendengarkan Mala bercerita, membuat Larik berkata-kata di dalam hatinya “Mengagumkan, sudah pasti Mala ini wanita yang sangat penyayang” sontak saja Larik pun teringat akan kata-kata terakhir Sara kepadanya, yang menyatakan bahwa “Akan ada seseorang yang baru di kehidupanmu, yang akan menggantikan posisiku saat ini menjadi lebih bahagia” Larik pun kembali bertanya pada hati dan perasaannya “Apakah orang yang dimaksud oleh Sara itu Mala? Soalnya begitu aku melihat dan mendengarkan Mala bercerita, seakan-akan aku menemukan seseorang yang dapat membuat hatiku lebih bahagia”.

Selesai mendengarkan Mala bercerita, kini bagian Larik yang bercerita, Larik bercerita mengenai kenangan indah bersama teman-teman sekolahnya dan pengalaman kerjanya bersama teman-teman sepekerjaannya, yang kedua-duanya itu sangat mengutamakan solidaritas, kerja sama, dan sikap saling menghargai layaknya seperti keluarga sendiri.

Awal Bulan November Tahun 2018. Larik pun mengikuti kegiatan Malam Bimbingan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Angkatan 2018, serta Malam Keakraban Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2018 bersama teman-temannya, dari kegiatan-kegiatan yang dilalui inilah yang membuat Larik semakin akrab dan lebih mengenal teman-temannya, terutama pada Mala, Larik secara diam-diam mulai suka memperhatikan Mala.

Pertengahan Bulan November Tahun 2018, ialah hari di mana Ibu Andarini memberikan tugas UTS mata kuliah Berbicara Interaksional, mahasiswa/mahasiswi yang diampunya ditugaskan untuk membuat naskah drama secara berkelompok, dengan catatan pembuatan naskahnya harus dari hasil karangan kelompok masing-masing dan tidak boleh copy paste dari google atau mengambil hasil karya dari pengarang lain, setelah itu naskah drama yang selesai dibuat kemudian dipraktikkan dengan pertunjukkan drama oleh kelompoknya masing-masing. Sontak saja waktu itu Larik dan teman-teman sekelasnya termasuk Mala, menyegerakan untuk membentuk kelompok.

Setelah selesai dibentuk kelompok, alhasil Larik dan Mala ternyata kebagian kelompok yang sama, yaitu kelompok dua. Melihat hasil pembagian kelompok tersebut, membuat Larik melirik ke arah Mala, sambil tersenyum dan berkata di dalam hati “Kok aku ngerasa bahagia banget ya bisa sekelompok sama Mala, di sisi lain… Mala juga wanita yang berbakat dalam bidang drama, pasti senang deh bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengannya”. Hari itu menjadi hari yang berarti bagi Larik, seakan-akan Larik menjadi lebih bersemangat menjalani perkuliahan karena ada Mala teman sekelasnya yang ia kagumkan.

Beberapa hari kemudian Larik dan Mala beserta teman-teman sekelompoknya berniat untuk mengerjakan tugas naskah drama bersama-sama di Bapusipda. Hari di mana pertama kalinya Mala mengabari Larik melalui media sosial whatsapp.
“Rikk…” pesan dari Mala kepada Larik.
Namun, ternyata Larik sedang berada di perjalanan menuju Bapusipda, sehingga ia tidak sempat membalas pesan dari Mala, melainkan hanya sempat membacanya saja, karena Mala pada saat itu pun sudah mengetahui bahwa Larik dan teman-teman sekelompoknya termasuk Mala akan membuat naskah drama bersama-sama di Bapusipda.

Sesampainya Larik di Bapusipda, teman-teman Larik pun sudah ada menunggunya, dan menyusul Mala yang juga baru sampai. Larik pun sempat bertanya sebentar kepada Mala, sebelum pengerjaan naskah drama dimulai.
“Rumah kamu di mana Mala?” tanya Larik, mengharap jawaban dari Mala.
“Di Cileunyi” jawab Mala.
“Ohh… emang asli Cileunyi?” tanya Larik dengan penasaran dan ingin tahu.
“Iyahh… hehe…” jawab Mala singkat.

Setelah dirasa kelompoknya sudah lengkap Larik pun memulai untuk menentukan tema atau judul dari naskah drama yang akan dibuat bersama kelompoknya, yaitu naskah drama yang berjudul “Dua Sejoli Play Boy Kampus yang Akhirnya Mendapatkan Cinta Sejatinya”, Larik memilih judul naskah drama itu karena baginya Mala lah yang dirasa akan menjadi cinta sejatinya. Ternyata, ide Larik dalam menentukan judul naskah drama tersebut pun disetujui oleh teman-teman sekelompoknya, begitu juga dengan Mala seorang wanita yang sangat dikaguminya.

Pengerjaan pun berlanjut dengan menuangkan ide-ide secara bersama-sama dan Larik selain membantu menuangkan ide, ia pun membantu kelompoknya dalam mengetik naskah drama yang dirasa bagus dan menarik sesuai dengan kesepakatan bersama. Di dalam naskah drama ini, Larik dan Ghani berperan sebagai dua sejoli play boy kampus. Larik berperan sebagai play boy kampus yang ramah, yang akhirnya mendapatkan cinta dari Mala yang cantik, centil dan bijak. Ghani berperan sebagai play boy kampus yang asyik, yang akhirnya mendapatkan cinta dari Nur yang cantik dan baperan. Ayu berperan sebagai cewek yang digoda oleh Ghani, namun tidak mempan, karena Ayu berperan sebagai cewek yang jutek, akan tetapi ia pintar, sedangkan Zahra berperan sebagai cewek yang digoda oleh Larik, namun tidak mempan, karena Zahra berperan sebagai cewek yang cuek dan pendiam. Dan yang terakhir Waroma yang memiliki sifat baik, akan tetapi ia tegas, Waroma ini berperan sebagai seorang pria yang memperkenalkan Ghani dengan Nur, sekaligus memperkenalkan Larik dengan Mala, yang ternyata dua pasang kekasih ini memang cocok dan akhirnya menjadi dua pasang kekasih yang sejati.

Larik yang membuat skenario ini, seakan-akan percaya diri bahwa Mala lah yang benar-benar akan menjadi cinta sejatinya, bukan hanya di dalam drama, akan tetapi di kehidupan nyata. Setelah dirasa naskah drama yang berjudul “Dua Sejoli Play Boy Kampus yang Akhirnya Mendapatkan Cinta Sejatinya” itu selesai, maka Larik, Mala, dan teman-temannya pun pada akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya masing-masing dan berencana untuk melanjutkan sesi latihan dengan pembacaan naskah dramanya besok hari.

Keesokan harinya, Larik, Mala, dan teman-teman sekelompoknya memulai latihan pembacaan naskah drama, karena waktu yang dirasa semakin mepet menuju hari di mana kelompok mereka akan tampil di hadapan teman-teman kelas. Perlahan tapi pasti, Larik, Mala, dan teman-teman sekelompoknya pun latihan secara berulang-ulang, walaupun sesekali Larik dan Ghani tertawa bersama karena melihat naskah drama hasil kelompok dua ini isinya lucu dan menarik dengan ending yang bahagia. Setelah dirasa cukup untuk sesi latihan sore itu, akhirnya Larik, Mala, dan teman-teman yang lain pun memutuskan untuk pulang kembali ke rumahnya masing-masing dan saling berjanji untuk menghafalkannya di rumah karena akhir Bulan November kelompok mereka akan tampil di hadapan teman-teman kelas.

Begitu sampai di rumah, Larik pun merasa sedikit resah, karena ia harus bisa menghafal naskah drama dengan waktu yang singkat, yang memang di dalam naskah drama itu Larik menjadi pemeran utamanya bersama Mala. Sontak saja Larik teringat akan Mala sembari berkata di dalam hatinya “Apa yang harus aku lakukan ya, hmmm… ohh… iya-iya benar juga, mungkin dengan bertanya pada Mala, aku akan mengetahui caranya, lagi pula Mala kan jago dalam hal drama”, tanpa banyak berpikir, Larik pun akhirnya bertanya kepada Mala melalui chatting di media sosial whatsapp.

“Mala…” kiriman pesan dari Larik kepada Mala.
“Iya Rik… ada apa?” jawab Mala, sembari bertanya balik.
“Kamu udah hafal belum yang naskah drama?”
“Alhamdulillah udah, lagian akumah kebagiannya kan dikit wkwk” ungkap Mala.
“Wkwk… kalau aku gimana ya… takut engga hafal nih… kasih tahu dong caranya, kamu kan jago kalau soal drama hehe”
“Tenang aja Rik, caranya kamu improf aja di bagian yang kamu kurang hafalnya, gapapa kok sedikit melenceng dari naskah juga, asalkan maksud yang kamu nyatakan sejalan dengan alur cerita yang ada di naskahnya hehe”
“Ohh… iya-iya Laaa… Bismillah… makasih ya buat penjelasannya”
“Iya Rik sama-sama, pokoknya pinter-pinter kita aja buat mengimprofisasikannya, pasti bisa… semangat…”
“Hehe… iyaaa Malaaa makasih ya buat dukungannya”
“Hehe… iyahh masama Rikkk”

Perbincangannya bersama Mala, membuat Larik menjadi termotivasi, bersemangat dan lebih percaya diri bahwa dirinya bisa memerankan karakternya sebagai seorang play boy yang ramah.

Akhir Bulan November Tahun 2018. Hari itu pun tiba, hari di mana Larik dan Mala, beserta teman-temannya memerankan sekaligus mempertontonkan hasil dari drama yang dibuat kelompoknya di hadapan teman-teman kelas. Mereka semua berperan sesuai dengan naskah drama. Hingga akhirnya, Larik ingin membuat momen yang tak terlupakan dan spesial bersama Mala, yaitu Larik menyanyikan lagu yang berjudul “Tanpa Cinta” dari salah satu grup band terkenal di Kota Bandung, yaitu Grup Band Yovie and Nuno. Dengan penuh perasaan dan dari hati yang benar-benar tulus kepada Mala, Larik pun perlahan-lahan melantunkan lagu tersebut di hadapan Mala, yang di mana waktu itu keduanya saling bertatap muka. Terlihat Mala pada saat itu tersenyum bahagia sembari menikmati dan merasakan getaran yang berbeda dari apa yang dirasakannya dari Larik.

Suasana di dalam kelas yang asalnya tenang dan hening, tiba-tiba menjadi gaduh dengan sorak dan lontaran kata-kata dari beberapa teman kelas yang berkata “Awas cinlok wkwk” “Cinlok berawal dari drama wkwk” “Malaaa baper… wkwk” “Jomblo berkelas anjay… wkwk”, ada pula beberapa teman kelas yang sengaja merekam momen tersebut dan kemudian mengabadikannya di dalam galeri handphonenya. Alhasil, alhamdulillah pertunjukkan drama yang diperankan oleh Larik dan Mala beserta teman-teman kelompoknya dari awal hingga akhir berjalan dengan sukses.

Perkuliahan pada hari itu pun selesai, Larik dan Mala terlihat mulai memancarkan sinyal-sinyal cinta di antara keduanya. Sampai akhirnya Larik dan Mala pulang ke rumahnya masing-masing. Setibanya di rumah Larik mendapatkan pesan dari kedua teman kelasnya yang bernama Asih dan Andiana, dan dilanjutkan dengan Larik mengirimkan pesannya kepada Mala.

Asih mengirimkan video yang ternyata sengaja direkamnya kepada Larik sembari memberikan pesan “Rik… suara kamu mirip seseorang wkwk”
Larik pun membalas pesan dari Asih “Makasih ya Sih… buat videonya hehe, mirip seseorang siapa? Wkwk”
“Ada lah… pokoknya seseorang aja wkwk” balas Asih menjadi penutup perbincangan.

Tidak lama setelah selesai melakukan perbincangannya dengan Asih, tiba-tiba ada pesan yang dikirimkan oleh Andiana kepada Larik, yang ternyata isinya sama saja soal video yang barusan dikirimkan oleh Asih, hanya saja video yang dikirimkan oleh Andiana lebih dekat dan jelas.

Melihat teman-temannya seakan-akan mendukung, Larik pun mengirimkan video yang didapat dari Andiana kepada Mala. Mala pun sama bahwa dirinya mendapat video yang dikirimkan oleh Asih. Dengan mendengar pernyataan Mala, Larik pun semakin yakin bahwa Mala memiliki rasa yang sama dengan apa yang dirasakan oleh dirinya. Kemudian, Larik pun iseng-iseng membuat status video di whatsapp miliknya, dengan caption “Akhirnya udah engga joms lagi… ia lah orang cuman drama wkwk”. Ternyata, Mala dan teman dekatnya yang bernama Fazrin yang juga teman sekelas Larik melihat status dari Larik tersebut, sehingga keduanya memberikan pesan kepada Larik.
Pesan dari Mala “Emm…hihi… emang kamu udah baper gitu ke aku? Tapi itu… emang kamu sengaja nyanyi gitu sendiri?”
Pesan dari Fazrin teman dekatnya Mala di kelas, sekaligus teman sekelasnya Larik “Mau asliii juga gapapa kok Rik… orang Malanya juga udah baper wkwk”
Membaca pesan dari Mala, membuat perasaan Larik tak karuan, dengan segera Larik pun membalas pesan tersebut “Iyaa… itu dari imajinasi Larik… Malaaa… hehe… pengen gitu bikin yang spesial buat kamu, walaupun cuman sederhana”
Sembari menunggu balasan selanjutnya dari Mala, Larik pun membalas pesan dari Fazrin “Wkwk… emang iya Rin? Larikmah gimana Malanya aja Rin hehe”
Mala pun kembali membalas pesan dari Larik “Akumah suka kalau kamu lagi fokus merhatiin dosen”
Larik pun semakin percaya bahwa Mala sudah mulai ada rasa yang sama dengan Larik, Larik pun kemudian membalas “Asliii Laaa? Wkwk… kalau di kelas juga sama kok, aku suka curi-curi pandang gitu ke kamu, malu soalnya takut anak-anak ada yang lihat”
Mala pun kembali membalas “Yah… ketahuan dong… kalau aku suka merhatiin kamu wkwk”

Cerpen Karangan: Ramadhan Attalarik Iskandar
Blog / Facebook: Ramadhan Attalarik Iskandar
Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 14 Desember 1999

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 6 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Berakhir dengan Senyuman (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hey, Apa Kabar Kamu

Oleh:
Hari ini waktu begitu panjang. Aku masih saja tetap terjaga dengan jari menciptakan bunyi-bunyian ketikan di atas papan laptop. Teringat lagi kisah yang masih tersisip lama di otakku. Sebuah

Love in A Matter of Time (Part 1)

Oleh:
Sore itu menjadi sore yang sejuk untukku, aku berjalan jalan di taman menikmati suasana di sekitar taman itu. Aku sering kali berjalan santai setiap sore menikmati, hamparan angin yang

Cowok Nakal

Oleh:
Pagi ini, suasana kelas 9E masih sama seperti sebelumnya. Teriakan anak perempuan menggema di sudut kelas. “Ihh! Adit! Gak usah tarik-tarik rambutku bisa enggak? Sakit tau!” Bentak Clarissa. “Biarin,

Cokelat Story

Oleh:
Aku dan Anton sebenarnya sudah kenal lama, kami teman sekelas waktu SD. Aku masih teringat kebiasaan buruknya, karena kebiasaannya itu sempat membuatku marah. Suatu ketika kaos kaki kesayangannya yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *