Berakhir dengan Senyuman (Part 4)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 6 September 2021

Larik pun iseng-iseng bernyanyi, kali ini ia menyanyikan lagu dari Band Anda yang judulnya “Menghitung Hari 2” dan merekam suaranya melalui voice note whatsapp, kemudian mengirimkannya kepada Mala. Sembari dilanjutkan dengan membalas pesan “Hehehe… iya-iya, ngomong-ngomong pengen dengar kamu nyanyi dong Laaa… pasti merdu deh suaranya”
Mala pun bernyanyi sembari direkam via whatsapp dengan voice note, setelah beres, ia pun mengirimkannya kepada Larik.
Larik yang luluh akan suara Mala yang dikirimkannya lewat voice note whatsapp, membuat Larik membalasnya dengan memberikan pujian “Wiihh… tuh kan bener… pasti bikin luluh”
Mendapat pujian dari Larik, Mala malah memberikan candaan dengan membalas pesan “Jangan lupa periksa telinganya ke THT yahh… wkwk”
Larik pun tertawa, kemudian membalas “Mau lupa ahh… masa suara manja dari kamu harus periksa ke THT wkwk, ngomong-ngomong kamu kelahiran tahun berapa Laaa?”
“Hmmm… manja cenah yahhh wkwk, aku kelahiran 1996”
“Ohh… iya-iya, tapi kok perasaan kelihatan muda, kirain aku kamu kelahiran 1999 hehe, kalau tanggal dan bulannya berapa?”

Pesan dari Larik yang seolah-olah percaya atas apa yang dinyatakan Mala perihal tahun kelahirannya itu membuatnya tertawa sembari berkata di dalam hatinya “Larik-larik… kok kamu percaya aja sih sama omongan aku wkwk”, kemudian Mala kembali membalas “Tanggal 1 Bulan Desember”
Membaca balasan dari Mala, membuat Larik kembali bertanya “Bentar lagi dong? Hehe…”
Mala menjawab “Iyahhh… tinggal menghitung hari detik demi detik wkwk, kalau kamu kapan Rik?” seolah-olah menghubungkan dengan voice note yang dikirimkan oleh Larik, ketika Larik iseng-iseng menyanyikan lagu dari Band Anda yang berjudul “Menghitung Hari 2”.

Larik kembali menjawab dengan sedikit gurauan “Wihhh… bentar lagi menjadi milikmu… asyik wkwk, acaranya di rumah kamu dong wkwk? Kalau aku 14 Desember 1999”
“Wkwk… Jolll… di rumah aku wkwk, sama kayak kakak aku tanggal 14”
“Wkwk… tuh kan udah sama lagi, jangan-jangan kita udah sejiwa deh kayaknya, jadiin nyata yuk wkwk”
“Wkwkwk… sejiwa cenah yahhh wkwk…”
“Sehati atuh wkwk”
“Wkwk… kurang tahu Rik… acaranya di mana” balas Mala.

Mendapati balasan dari Mala, membuat Larik berpikir dan berkata di dalam hati “Kalau ternyata acaranya benar-benar jadi, apa yang harus aku persiapkan dan berikan yah buat Mala”, belum sempat Larik berpikir, tiba-tiba ada chat dari Fazrin teman dekatnya Mala, yang sama-sama teman sekelas mereka berdua.
“Rikk… kamu seriusan suka sama Mala?” isi pesan dari Fazrin.
“Iyaa Rin, Larik seriusan”
“Besok Mala ulang tahun loh… kalau kamu emang bener-bener mau serius”

Memang sebelumnya Larik sudah mengetahui secara langsung dari Mala, bahwa Tanggal 1 Desember adalah hari ulang tahunnya, akan tetapi pada saat Larik mendapatkan pesan dari Fazrin, Larik pun bingung mau memberi apa kepada Mala dengan waktu yang mepet, karena besok adalah hari ulang tahun Mala. Larik pun pada akhirnya segera bergegas dengan menggunakan sepeda motornya untuk mencari sesuatu yang bisa ia dapatkan hari itu juga, walaupun cuaca pada saat itu sedang turun hujan, itu tidak menjadi hambatan bagi Larik untuk tetap memperjuangkan cintanya demi Mala seorang yang telah lama tinggal di hatinya.

Di tengah-tengah perjalanan, Larik menemukan idenya untuk membeli seikat bunga mawar, tanpa pikir panjang ia pun mempercepat laju kendaraannya ke daerah Wastukencana, di mana ia mengetahui bahwa di daerah tersebut terdapat pasar bunga. Sesampainya di pasar bunga Wastukencana, Larik pun segera membeli seikat bunga mawar yang nantinya akan diberikannya untuk Mala. Setelah mendapat bunga yang diinginkan, Larik pun kembali ke rumahnya yang berada di daerah Dipatiukur untuk mempersiapkan pertemuan besok harinya dengan Mala.

Masih di hari yang sama, Larik mendapatkan pesan dari salah satu teman dekatnya Mala yang juga merupakan teman sekelas mereka berdua, yang bernama Tina.
Pesan dari Tina “Rikk… besok kamu mau datangkan ke ulang tahunnya Mala?”
Larik pun segera membalas pesan dari Tina “Iya Tina, bareng-bareng ya ke sananya? Kumpul di mana?”
“Ke kostan aku dulu aja Rikk… ntar bareng sama aku ke sananya, bawa helm dua ya…”
“Okey-okey” balas Larik yang sekaligus menjadi penutup perbincangannya dengan Tina malam itu.

Keesokan harinya, Larik bangun lebih pagi untuk mempersiapkan diri dan menyiapkan segala keperluan yang akan dibawanya, termasuk seikat bunga mawar yang akan diberikannya kepada Mala. Setelah dirasa siap, Larik pun berpamitan dengan Ibunya beserta keluarga yang ada di rumah. Setelah pamit, ia langsung berangkat meninggalkan rumah dengan menggunakan sepeda motornya menuju kostan Tina.

Setibanya di kostan Tina, Larik pun istirahat sejenak sembari menunggu Risma dan Dwi yang masih di jalan. Risma dan Dwi merupakan teman dekatnya Mala di kelas yang juga teman sekelasnya Larik. Di saat sedang menunggu, Larik mendapat pesan dari Mala.
“Ditunggu ya Rikkk… hehe…” pesan dari Mala kepada Larik.
Larik pun segera membalas pesan dari Mala “Hehe… iyaaa Laaa…”

Tidak lama setelah Larik membalas pesan dari Mala, Risma dan Dwi pun tiba. Merasa sudah lengkap dan tidak ada yang perlu ditunggu lagi, mereka berempat pun kemudian berangkat ke arah Cibiru yang di mana Fazrin telah lama menunggu. Sesampainya di Cibiru dan bertemu Fazrin, mereka pun kemudian bersama-sama melanjutkan perjalanan ke Borma untuk membeli kue ulang tahun untuk Mala. Setelah mendapatkan kue ulang tahunnya, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan ke rumah Mala. Sampai akhirnya mereka berlima tiba di rumah Mala.

Sebelum masuk ke rumah Mala, Fazrin mulai mengatur rencananya, setelah mendapatkan rencana yang tepat, Fazrin pun menyarankan supaya Larik jangan dulu masuk ke dalam, melainkan Fazrin, Tina, Risma, dan Dwi yang terlebih dahulu masuk ke dalam sambil membawa kue ulang tahun untuk Mala. Setelah mereka berempat masuk, kemudian Larik menyusul secara diam-diam dan bersembunyi di balik pintu.

Tidak lama kemudian terdengarlah suara Fazrin.
“Mala… kita ada surprise buat kamu…” ungkap Fazrin.
Mala pun bertanya “Surprise apa…?”
“Kita bawa orang spesial buat kamu…”
Mala kembali bertanya, kali ini ia makin penasaran “Siapa sihhh…?”
“Pujangga!!! Mana sih pujangganya… sini masuk pujanggaaa…” suara Fazrin yang mengisyaratkan Larik untuk masuk pada waktu itu juga.
Larik yang bersembunyi di balik pintu, dengan sedikit gemetar ia pun masuk sambil membawa seikat bunga mawar untuk Mala dan berkata “Happy Birthday Mala…”
Mala yang awalnya heran, pada saat itu menjadi sedikit terkejut dan terlihat malu-malu karena surprise orang spesial yang disebut dengan pujangga itu ternyata Larik. Melihat tingkah Mala yang terlihat malu-malu, seakan-akan membuat Larik semakin percaya diri untuk menyatakan perasaan yang sebenarnya terhadap Mala. Larik pun pada akhirnya menyatakan perasaan cintanya terhadap Mala.

“Mala… jujur yaa… semenjak pertama kali bertemu denganmu, terus melihat kamu senyum, aku udah luluh dan cinta sama kamu, pokoknyamah I love you…” ungkap Larik sambil tersenyum kepada Mala, seakan-akan menutupi denyut jantung yang dag-dig-dug tidak karuan.
Mendengar pernyataan dari Larik membuat Mala bertanya kembali padanya “Emang kamu udah suka sama aku gituhhh…?”
Larik pun menjawab pertanyaan dari Mala, seakan-akan menegaskan bahwa yang dinyatakannya itu benar-benar tulus dari dasar hatinya “Iyaaa… Laaa…”
Mendengar pernyataan yang diutarakan oleh Larik membuat Mala sejenak terdiam. Setelah sejenak terdiam, Mala pun berkata kepada Larik “Yaudah… wkwk”
Mendengar perkataan Mala yang hanya bilang “Yaudah” dan tertawa membuat Risma angkat bicara.
“Yaudah apa ihhh… itu cowok loh Laaa… kasihan hatinya gemetar wkwk” ucap Risma.
Mala pun akhirnya mulai angkat bicara sembari tersenyum dan berkata “Maluuuu…”, kemudian ia lanjut berbicara lagi kepada Larik, kala itu Mala berkata dengan serius “Yaudah… kita coba jalani dulu aja yahh Larikkk… semoga aku enggak ngecewain kamu, begitu pun kamu enggak ngecewain aku…”
Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Mala pada saat itu, membuat Larik sangat bersyukur dan bahagia yang tiada terhingga, Larik pun mengucapkan terima kasihnya kepada Mala sambil tersenyum “Makasih banyak yaaa… Malaaa…”
“Iyaa… sama-sama Larikkk…”

Pada hari itu juga mereka bersama-sama pergi ke salah satu tempat makan, Larik pada saat itu pertama kalinya membonceng Mala menggunakan sepeda motornya. Sesampainya di restoran, Mala pun kemudian memesan pesanan yang diinginkannya dan Larik pun menyamakan pesanannya dengan yang dipesan oleh Mala. Larik pada saat itu ditraktir oleh Mala. Oleh sebab itu, Larik berkata di dalam hatinya “Mala baik banget, maaf yah Larik jadi ngerepotin, harusnyakan cowok yang bayarin bukan cewek, tapi gapapa mungkin yah sesekalimah”, memang Larik itu orangnya gak enakan. Setelah pesanan jadi, mereka pun makan bersama-sama.

Setelah beres makan, mereka bersama-sama kembali ke rumah Mala. Sesampainya di rumah Mala, mereka pun beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Tak lama dari itu, Fazrin, Risma dan Dwi berpamitan untuk pulang duluan. Menyusul Tina dan Larik yang juga berpamitan untuk pulang kepada Mala dan Ibunya.

Tanggal 01 Bulan Desember Tahun 2018, menjadi hari yang sangat bahagia bagi Larik dan Mala. Di mana hari itu merupakan hari ulang tahun Mala yang ke-20, sekaligus menjadi hari jadiannya bersama Larik. Begitu juga dengan Larik, hari itu merupakan hari yang tak pernah terlupakan baginya, karena di hari itu ia resmi menjadi kekasih Mala yang juga bertepatan dengan hari ulang tahun Mala yang ke-20. Larik juga merasa bahagia bisa bertemu dengan kedua orang tua Mala dan juga adik kandung Mala, karena selama perjalanan cintanya, Larik belum pernah sampai bertemu orangtua atau keluarga kekasihnya seperti halnya kepada Mala. Larik belum pernah memberi seikat bunga mawar atau hadiah apapun di sepanjang perjalanan cintanya, melainkan baru hanya kepada Mala. Bagi Larik, Mala bagaikan Obat Desember yang Mengagumkan, karena hanya melihat senyumannya saja sudah membuat ia bahagia, sebab senyuman Mala itu sumber kebahagiaan Larik. Larik merasa bahwa Mala adalah cinta pertama yang sebenarnya sekaligus cinta terakhirnya yang sejati.

Hari-hari selanjutnya dilalui dengan saling memberikan kabar dan saling berbagi antara Larik dan Mala. Teman-teman kelas Larik dan Mala pun sudah mengetahui bahwa keduanya telah resmi menjadi sepasang kekasih. Hingga suatu hari Larik iseng-iseng memberikan sebuah puisi kepada Mala, dengan harapan semoga Mala tersenyum bahagia.
Tersenyum

Coba lihat ke langit
Di situ aku tersenyum
Bersama sinarnya bintang malam
Yang hadir menemanimu

Puisi tersebut sengaja dibuat oleh Larik hanya untuk membuat Mala tersenyum. Ternyata Mala pun benar-benar bahagia diberikan puisi oleh Larik. Puisi yang diberikan oleh Larik tersebut langsung dijadikannya story di whatsapp miliknya.

Cerpen Karangan: Ramadhan Attalarik Iskandar
Blog / Facebook: Ramadhan Attalarik Iskandar
Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 14 Desember 1999

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 6 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Berakhir dengan Senyuman (Part 4) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kehendak Tuhan

Oleh:
Saya hanyalah seorang manusia biasa yang tidak sempurna dan penuh dengan kekurangan. April Tanggal 17 itu tanggal ulang tahunku, aku tak suka jika ulang tahun ku ini dirayakan atau

Sabtu Malam Nila

Oleh:
Setiap tetesnya membasahi hati yang mengering, gersang, tapi sayangnya aku kehilangan senja kali ini. Secangkir capucino dan salah satu buku karangan idolaku menemani malam mingguku ditengah rintik hujan yang

Notebook Pengungkap Rahasia Hati (Part 3)

Oleh:
“Kamu kalau mau deketin Afif, jangan kayak gitu. Kamu itu harus…” Aku sedang bersama Dinda dan memberi tau hal yang tidak disukai dan disukai Afif. Saat Dinda mendekati Afif

Cinta Pada Pandangan Pertama

Oleh:
Hari ini adalah hari pertamaku sekolah di SMP kelas 7, aku berangkat dengan sahabat sahabatku yang bernama erin, nia, lita dan namaku desi, saat sampai di sekolah semuanya terasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *