Berani LDR Berarti Setia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 15 July 2018

Kata orang LDR itu sulit. Iya memang sulit bagi yang tidak setia.
Kata orang LDR itu tantangan. Iya memang bagi orang yang tidak pernah setia.
Bagiku, LDR itu pengujian. Disinilah awal dimana Aku harus berjuang membuktikan kalau Aku setia.

Waktu itu lebaran 2016, lebaran tentu hari yang sangat ditunggu untuk orang lain karena bisa ketemu dengan orang yang disayang. Tapi tidak denganku justru Aku berbanding terbalik dengan hal itu. Aku justru harus berpisah dengan orang yang Aku cinta setelah orangtua dan keluargaku.

Tapi perkenalan dulu, Aku Revi seorang karyawan di perusahaan swasta yang sudah bekerja lebih dari 2 tahun. Aku bekerja di dekat dengan tempat tinggalku. Aku menjalin hubungan pacaran dengan seorang karyawan di tempat kerja yang sama, Dia adalah Endra. Dia berasal dari kota yang berbeda denganku, dari perbedaan kota asal inilah Aku harus rela LDR dengannya selama libur lebaran. Meskipun tidak jauh Aku di Semarang dan Dia di Tegal tapi sangat terasa jauh.

“Sayang, kamu jaga diri di rumah ya? Aku pulang dulu nanti kita ketemu lagi habis lebaran”
“ya sayang, insya Allah Aku baik baik aja sayang di sini. Aku bisa jauh dari Kamu sayang. Janji ya bakalan jaga mata, jaga hati dan jaga semuanya selama jauh dari Aku mas”
“Tentu saja sayang, kan Aku cintanya Cuma sama kamu. Kamu juga jaga mata, jaga hati dan jaga semuanya di kampung ya de”
“uuuhhh.. Pasti sayang. Aku cinta kamu juga mas”
Tanpa terasa butiran-butiran air mata kini mulai berjatuhan di pipi kanan dan pipi kiriku. Hingga tangannya dengan cepat mengusap butiran tersebut di pipiku tanpa tersisa sedikitpun.

“Oh Tuhan, jaga Dia.. Jaga Endra calon suamiku untukku” doaku dalam hati.

Aku mulai berfikir, bagaimana agar Aku bisa kemana-mana sendirian, ngga manja, dan ngga apa-apa serba endra. Aku yang dari semenjak mengenal endra percaya endra bisa menjaga Aku setelah keluargaku selama Aku di perantauan kini mulai berfikir Aku harus dewasa. Meskipun Kami hanya LDR 10 hari. Tapi sangat terasa lama waktu yang Aku rasakan.

Apa mungkin ini yang namanya cinta? Jauh sebentar serasa bertahun-tahun. Jauh sebentar serasa ada bagian tubuh yang hilang. Apa ini? Ah ini masalah kecil, Aku bisa kok, Aku bisa sebentar doang jauh dari Dia. Ah Aku bisaaa!

Hari itu tiba, dimana Aku harus berpisah sementara dengan Endra. Aku membantunya mempersiapkan segala jenis kebutuhan yang akan dibutuhkan saat mudik. Aku membantu mempersiapkan oleh-oleh yang akan dibawa untuk keluarganya. Ah sedih rasanya, Aku harus berpisah.

Pukul 16.00 Dia mulai pergi meninggalkan kos-kosannya. Tentu Dia tidak lupa untuk berpamitan denganku dan keluargaku. Dengan sepeda motor bututnya Dia pun pergi beranjak dariku.
“Hati-hati di jalan sayang. Aku tunggu Kamu”

Yaa, saat itu juga 2 Juli 2016 pukul 16.00 Aku mulai menjalani LDR dengan Dia. Aku hanya bisa berkomunikasi dengannya melalui layar hp. Aku memang terbiasa dengan LDR. Sehingga Aku pun yakin Aku bisa LDR dengan Endra. Karena sebelum Aku menjalin hubungan dengan Endra, Aku pernah menjalin hubungan dengan orang lain. Aku pun menjalin LDR dengan Dia. Bahkan lebih dari ini. Aku pernah LDR 8 bulan lamanya.
Kebayang kan bagaimana dan sebesar apa rasa rindu selama menjalin LDR seperti ini?

Hari-hariku disibukkan dengan berbagai macam hal. Aku mulai mempersiapkan segala kebutuhan lebaranku. Mulai dari membeli berbagai jenis makanan. Membeli sejumlah pakaian. Dan juga membersihkan seluruh isi rumah yang tentunya agar rumah menjadi lebih bersih di hari lebaran itu.
Memang sudah jadi tradisi, jika lebaran tiba banyak orang yang pulang ke kampung halaman. Termasuk di kampungku. Banyak sekali orang yang mudik istilah yang sering digunakan untuk menamakan pulang kampung. Mereka pulang untuk bertemu keluarganya.

Tak terasa, hari lebaran pun tiba. Aku pun bermaaf-maafan dengan semua tetanggaku. Alhamdulillah.. Dapat melewati puasa ramadhan penuh dengan tenang dan hati yang ikhlas. Kini kembali suci. Tak lupa juga Aku pun meminta maaf dengan Endra dan keluarganya. Meskipun hanya sebatas lewat tulisan yang muncul di layar hp dan juga pantulan suara yang muncul dari speaker hp insya Allah semua kembali suci.

Kebahagiaan pun menyelimuti Kami semua. Bisa berkumpul dengan keluarga itu rasanya sangat amat bahagia. Rindu yang dari dulu terpendam kini tak lagi muncul. Kami bersenang-senang hari itu. Alangkah bahagianya..
Tapi satu hal yang mengganjal di hatiku. Aku yang sudah 5 hari menjalani LDR pun merasakan kerinduan yang amat teramat dalam. Aku merindukan Endra. Aku pengin ketemu Dia. Ingin bercanda lagi dengan Dia. Sekarang saat Aku kangenpun Cuma foto yang bisa Aku pandang. Ya, gambar Dia yang bisa Aku lihat. Rindu yang teramat rindu.

Berat rasanya menjalani LDR kali ini. Selain karena Aku terbiasa bersama setiap hari setiap detik hanya terpisah saat malam tiba. Sekarang justru Aku tidak ketemu lebih 24 jam sehari. Lama sekali..
Banyak sekali godaan yang datang kepadaku selama jauh dari Endra. Mulai dari mantan yang kembali menghubungiku. Teman cowok yang ngajak Aku ngabuburit. Hingga orang yang selama ini mencintaiku mengajakku untuk menikmati malam lebaran bersama. Mulai goyah fikiranku. Aku sering chat dengan Mereka hingga lupa waktu. Bahkan Aku pun mulai nyaman dengan Mereka.
Tapi, lagi-lagi Rasa SETIA ini menyadarkanku. “Setia vi, harus setia. Ingat Endra vi, jangan membuat nyaman orang lain.” Fikirku dalam hati..

Tiba-tiba lamunanku dikagetkan oleh dering ponselku yang ternyata sedari tadi berbunyi. Tak lain tak bukan tentu saja itu dari Endra. “Sayang lagi ngapain? Aku kangen”
Sontak Aku langsung mengetik dan mengirimkan balasan pesan Whatsapp darinya. “Lagi duduk sayang. Kangen juga. Aku kangen sama mas”
“Ya sayang, sabar ya kan bentar lagi tanggal 13 kita ketemu, tetep setia kan sama Aku sayang?”. “Tentu saja sayang”
Aku kaget membaca tulisan darinya. Betapa bodohnya Aku kemarin. Kenapa Aku berhubungan dengan mantanku lagi. Hari itu juga Aku langsung memutuskan kontak dengan mantan-mantanku yang lain.

Tak terasa.. 13 Juli pun datang. Aku bahagia rasanya. Aku bisa bertemu dengan Endra Lagi. Tapi semua keinginanku ternyata tidak sama persis dengan yang Aku inginkan. Endra justru tak datang. Dia absen hari ini karena ada hal yang harus diurusnya. Sehingga baru keesokan harinya Dia ke sini. Rasanya bertambah rasa kangen yang Aku rasakan. Aku harus kembali menahan kangen.

Esok harinya ia pun datang. “Sayang” “iya sayang” “Mas kangen ade” “sama sayang” kamipun menghabiskan waktu itu, esok, esok, dan esoknya lagi dengannya.
Dari inilah Aku pun sadar Berani LDR Berarti Setia karena Aku bisa menghindari berbagai godaan yang datang.

Cerpen Karangan: Wentyand
Blog / Facebook: Wenty Prihatin
Harap dimaklumi 🙂 baru mencoba lagi..

Cerpen Berani LDR Berarti Setia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Butiran telur

Oleh:
Rara berjalan gontai menyusuri lantai atas gedung kantor. Rara berjalan dengan tatapan yang kosong, di tangannya memegang sebuah kotak berwarna hijau. Sembari ia berjalan lambat dan sesekali rambutnya berterbangan

Pacar Dunia Maya

Oleh:
Jam menunjukan pukul 23.30 wib. Aku masih sibuk memainkan game di smartphoneku… Ughh terasa berat mata ini, setelah melakukan aktifitas rutin seperti biasa dipagi hari yaitu kerja. Perkenalkan namaku

Tahun Baru Untuk Helen

Oleh:
Cinta itu aneh, kadang orang yang kita cintai tak mencintai kita dan orang yang mencintai kita tak kita cintai. namun, di balik semua itu hanya satu kata yang tepat

Pemilik Tatapan Teduh

Oleh:
Belaian mentari sopan menyentuh pagiku hari ini, di balik sejuknya embun pagi jiwa ini terasa enggan meninggalkan sayup pilu angin yang menghalau pori-pori nafasku. Sontak aku ingat pagi ini

Ketika Rasa Dipertemukan

Oleh:
Waktu… seperti sungai, selalu mengalir, meskipun kita menyentuh air sungai tersebut, tak akan sama dengan air sungai yang pernah kita sentuh sebelumnya. Air sungai itu akan terus berlalu dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Berani LDR Berarti Setia”

  1. Dinbel says:

    Kerenssss, good job untuk pengarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *