Berawal Dari Facebook

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 November 2014

Ini kisahku sekitar 3 tahun yang lalu. Ya 3 tahun yang lalu memang ada kejadian yang sungguh mengesankan. Namaku Tasya duduk di bangku SMP kelas 7, Mula-mula aku terkejut saat ada yang menginboxku di facebook atau FB nama kerennya.
“assalamualaikum” ya dia sering menyapaku dengan salam.
Lalu aku jawab salamnya “waalaikumsalam”. Dan dia bertanya tentang hal yang basa-basi dan kami tidak menyangka kalau kita satu sekolahan namun berbeda kelas.

Awalnya dia meminta nomer telefonku, lalu aku berikan saja. Dan awalnya kita hanya sebatas sahabat, namun lama kelamaan rasa itu berubah dan aku tidak bisa menghindar dari itu. Saat aku mengagumi dia, aku sulit untuk mengungkapkan karena aku wanita. Saat itu pula perhatian darinya sedikit berkurang, aku tidak tahu? Apa ada wanita lain selain aku? Tapi kenapa aku cemburu? Aku dan dia hanya sekedar sahabat.

Esoknya aku menyelidiki itu, aku temukan jawaban yang tepat. Sungguh aku kecewa, aku sakit, merasa tertipu. Harusnya aku tidak tau tentang ini. Diaa.. ya diaa.. wanita di seberang sana adalah pujaannya. Sakit saat bertemu dengan lelaki yang pernah aku kagumi, seakan dunia ini sempit sekali. Tak kuasa aku meneteskan air mataku dan sahabatku memelukku dan menenangkan aku. Dan aku bercerita kepada sahabat-sahabatku itu. Mereka tidak terima kalau sahabatnya diperlakukan seperti itu.

Sahabatku bicara kepada lelaki itu “hey bodooh, ya kamu, orang temanku aja sayang sama kamu malah kamu sia-siakan!!” dengan penuh emosinya.
Lalu lelaki itu hanya diam seperti tak ada salah.

Keesokkan harinya lelaki itu meng-inboxku kesekian kalinya “kenapa teman-temanmu bicara kepadaku seperti itu? Apa ada yang salah denganku? Kenapa tadi kamu menangis? Apa gara-gara aku?”
Hatiku berbunga kembali, tangis kini menjadi tawa, namun apa maksud semua ini? Apa aku harus tunjukkan yang sebenarnya? Jika aku beri tau yang sebenarnya apa dia meninggalkanku lagii? “Apa aku harus menjawab dengan jujur? Apa jika jujur tak mengganggu hubunganmu dengan wanita itu?” jawabku
“wanita? wanita siapa? Kau pikir aku menghilang? TIDAK! aku masi menyayangimu” jawabnya.
“Tidak mungkin. Kamu menghilang dariku berbulan-bulan apa kamu masih menyayangiku itu mustahil”
“Aku menyayangimu sungguh! Kamu cinta pertamaku. Aku ingin mengulang hari-hari yang kosong itu lagi, aku ingin menghapus air matamu yang sekian lama tak pernah aku hapus Tasya” jelas lelaki itu.
“Terima kasih. aku gak ingin kehilangan kamu lagi. Sudah lelah aku menantimu, jangan menghilang lagi” Senyum pun kini nampak di wajah tasya.

Dan semua berakhir dengan indah sampai sekarang hubungan itu terus berlanjut… Walaupun keduanya pernah jatuh…

Suatu saat kami akan melanjutkan hubungan yang lebih serius dan tak akan pernah digantikan oleh sosok lain.

Cerpen Karangan: Rani Septiani
Facebook: Rani Septiani
@rann_17
Nama: Rani Septiani
TTL: Mjk, 08 September 1997
Alamat: Perum Sambong Permai, Jombang
X IPS 1 – SMAN 3 JOMBANG
Cerpen pertama saya untuk kekasih saya yang sudah 3 tahun menemani saya. dan semoga akan melangkah ketahap yang serius

Cerpen Berawal Dari Facebook merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Love U Today.. Tomorrow and Forever

Oleh:
“ kemarin , sekarang , besok bahkan selamanya rasa ini akan selalu tumbuh dalam diriku hanya untuk kamu “ Tiba tiba kata kata itu terdengar jelas di telinga ku

Diam Diam Suka

Oleh:
Namaku Angela Garavani S. Aku akrab dipanggil Angel. Ceritaku ini berawal dari aku duduk di bangku SMP. Aku sekolah di SMPN 1 CIKARANG UTARA. Aku mempunyai 2 sahabat yang

Queen of Tears

Oleh:
Hai, kenalin aku Monalisa Priscilla Sudjatmiko, tapi biasanya orang-orang manggil aku Lisa. Aku adalah salah satu siswa SMA swasta di Jakarta yang bisa dibilang cukup elite namanya “SMA Budi

Now I Know

Oleh:
“Ta, tunggu!” Teriak Meyla sambil berdiri di depan pintu kelas. Yang dipanggil tetap tidak menoleh dan berjalan dengan santai menuju depan gerbang sekolah. “Lolita!” Panggil Meyla sekali lagi. Akhirnya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *