Berawal Dari Sepotong Roti

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 November 2017

Menurut sebagian orang roti hanyalah sebuah makanan yang dapat mengganjal perut di saat lapar. Tapi tidak dengan Leo, menurutnya roti adalah makanan yang membuatnya bertemu dengan cinta pertamanya, memang aneh kedengarannya tapi itulah yang terjadi.

Semua bermula ketika Leo sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah dengan angkot. Pada saat menaiki angkot semuanya terasa biasa saja, tapi semuanya berubah ketika seorang gadis yang membuat dia mengenal cinta menaiki angkot yang sama dengannya. Leo sering memperhatikan gadis itu ketika jam istirahat, tetapi Leo tidak tau siapa nama gadis itu. Leo dan gadis itu memang satu sekolah tetapi mereka berbeda kelas. Sebenarnya Leo ingin berkenalan dengan gadis itu saat berada di sekolah, tetapi Leo adalah orang yang pemalu karena itulah Leo tidak berani berkenalan dengan gadis itu di sekolah.

Saat berada dalam angkot Leo selalu curi-curi pandang terhadap gadis itu, selama itu pula Leo selalu berpikir bagaimana caranya agar dia bisa berkenalan dengan gadis itu. Saat berpikir tiba-tiba saja perut Leo terasa lapar, kebetulan sekali di dalam tas Leo memiliki dua potong roti. Lalu Leo berpikir “mungkin dengan roti ini aku bisa berkenalan dengannya”, akhirnya Leo pun memutuskan untuk menggunakan roti sebagai alat untuk berkenalan dengan gadis tersebut. Leo tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan rencananya tersebut.

Waktu yang ditunggu-tunggu oleh Leo pun tiba, pada saat angkot tak terlalu ramai Leo mengeluarkan dua potong roti yang tadinya dia simpan untuk diberikan kepada gadis tersebut.
“Hai, apakah kau mau?” tanya Leo sambil menunjukkan roti itu pada sang gadis “terima kasih, aku memang sedang sedikit lapar” jawab sang gadis dengan memberikan senyumannya yang indah kepada Leo. Melihat sang gadis tersenyum kepadanya, hati Leo pun deg-degan.

“Oiya kita belum berkenalan, perkenalkan namaku Leo syahputro” kata Leo sambil menjulurkan tangannya. “hai Leo senang berkenalan denganmu, namaku Nifa rahmadhani” jawab Nifa sambil menjabat tangan Leo. Selama di perjalanan Nifa banyak bercerita mulai dari harinya di sekolah, hal yang dia sukai dan tidak, dan masih banyak lagi. Tak terasa mereka sudah lama berbicara dan akhirnya Nifa pun turun dari angkot karena sudah sampai di tujuan, sebelum turun Nifa memberikan nomor telepon miliknya kepada Leo. Leo sangat menyukai sosok Nifa karena dia adalah orang yang baik dan ramah pada siapa saja.

Pada malam harinya Leo memberanikan diri untuk menelepon Nifa.
“Halo ini siapa ya?” jawab Nifa
“Halo Nifa, ini aku Leo yang tadi bertemu kamu di angkot tadi” jawab Leo sambil mengatur nafasnya (agar tidak kedengaran kalau dia sedang grogi).
“Oiya Leo, ada apa?”
“Aku hanya ingin bertanya, apa besok kau ingin pulang bersama lagi?” tanya Leo gugup.
“Tentu saja aku mau pulang bersamamu, kenapa tidak?” jawab Nifa dengan sedikit tertawa, mendengar jawaban dari Nifa Leo merasa sangat senang.
“Baiklah, besok setelah bel pulang sekolah aku akan menunggumu di pintu gerbang”
“Oke Leo, aku tidur duluan ya udah ngantuk banget nih” jawab Nifa sedikit menguap.
“Oke Nifa, selamat malam”
“Selamat malam juga Leo”

Keesokan harinya Leo sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah, selama jam pelajaran berlangsung Leo tidak bisa fokus ke pelajaran yang sedang dijelaskan oleh gurunya. Di dalam pikiran Leo hanya ada Nifa, Leo sangat tidak sabar menunggu jam pulang sekolah. Saat jam pulang sekolah tiba Leo langsung pergi ke pintu gerbang sekolah, tapi sebelum ke sana Leo menyempatkan diri untuk membeli roti, karena perutnya sedikit lapar. Setelah membeli roti Leo langsung ke Pintu gerbang sekolah, ternyata di sana Nifa sudah menunggu.

“Maaf ya agak lama, udah nunggu lama ya?” tanya Leo sambil terengah engah.
“Iya tidak apa-apa kok Leo, belum lama kok” jawab Nifa sambil memberikan senyum manisnya, melihat senyuman itu Leo menjadi salah tingkah. Akhirnya angkot yang akan mereka naiki pun tiba. Selama di dalam angkot tidak ada percakapan sama sekali antara Leo dan Nifa, tiba-tiba Nifa bertanya kepada Leo.
“Leo apakah kau sudah memiliki pacar?”
“Belum, kalau kau bagaimana? apakah kau sudah punya?” tanya Leo sedikit gugup.
“Aku juga belum punya, tapi akau sedang menyukai seseorang” Jawab Nifa sedikit malu. Mendengar jawabannya Leo merasa sedih, karena orang yang dia sukai sedang menyukai seseorang.
“Seperti apa orang yang sedang kau sukai itu Nifa” tanya Leo dengan ekspresi muka datar.
“Dia itu orangnya baik, ramah, tampan, dan taukah kamu Leo saat kami berkenalan dia memberikanku sepotong roti” mendengar jawaban dari Nifa membuat Leo sedikit kaget, lalu Nifa melanjutkan jawabannya.
“Dan orang itu sekarang sedang duduk di sampingku, aku menyukaimu Leo” Mendengar hal itu hati Leo langsung berbunga-bunga.
“Kamu menyukai ku? tapi sejak kapan?” tanya Leo penasaran
“Aku dari dulu sudah menyukaimu dan aku selalu ingin berkenalan denganmu tapi aku malu” jawab Nifa dengan senyum dan wajah yang sudah memerah.
“Nifa sebenarnya aku juga menyukaimu sejak lama, tapi aku rasa ini lah saatnya” Nifa tampak senang dengan pernyataan dari Leo, lalu Leo pun mengeluarkan sepotong roti yang dia beli tadi.
“Nifa rahmadhani maukah kau menjadi pacarku?” tanya Leo sambil memberikan sepotong roti kepada Nifa.
“Ya Leo, aku mau menjadi pacarmu” jawab Nifa dengan perasaan yang sangat gembira dan menerima roti pemberian Leo.

Sejak saat itu Leo dan Nifa menjadi sepasang kekasih yang bahagia. Begitulah Kisah cinta pertama Leo, siapa sangka dia akan dipertemukan dengan Nifa karena sepotong roti.

SELESAI

Cerpen Karangan: Dimas Dwi Putra
Facebook: facebook.com/dimas.putradwi
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan masih baru soal nya, jika ada kritik dan saran hubungi:
Id Line: droid_12

Cerpen Berawal Dari Sepotong Roti merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senyuman Senja Terakhir

Oleh:
Kucabut satu per satu kesepian di ruang kelas baruku ini. Kutatap tajamnya sinar mentari pagi yang menembus kelambu biru langit di sampingku. Aku duduk di bangku paling belakang. Kesunyian

Rani Menanti

Oleh:
Hari ini Rani Berdiri di depan kaca, senyumnya selalu terpancar pagi ini. Mulai dari dia bangun tidur hingga mengenakan setelan seragam sekolahnya yang baru. Tentu saja, sekarang di akan

Hari Hukuman Nathalie

Oleh:
Mentari pagi menyapa dengan sinar hangat yang terpancar dari jendela kamar. Nathalie, cewek yang periang, cerdas, dan mudah bergaul ini sudah terbangun dari mimpinya. Sedangkan Nathan yang notabennya cowok,

Ma Dengarkan Aku

Oleh:
Aku terpejam dan merasakan setiap detik denyut nadi yang bekerja. Gemercik darah menetes, saat sayatan itu terbuka menganga di pergelangan tanganku. Seketika aku tak lagi mendengar denyut dari nadiku

Teman Baruku Si Cinta Pertamaku

Oleh:
Saat matahari mulai lelah menyinari bumi, pelen-pelan dia terbenam ke arah barat, dan bersembunyi di belakang pegunungan, langit pun menjadi kemerahan. Saat itu juga aku terbangun dari tidur siangku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *