Berawal Sakit, Berakhir Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 20 January 2015

Hari ini pertama kalinya aku masuk di sekolah menengah pertama. Saat aku temui seorang cowok, ganteng yang tak lain bernama Putra. Aku sangat deg-deg an saat mengetahui dirinya berada di sampingku. Kata orang-orang itulah yang dinamakan jatuh cinta, dan ini adalah untuk yang pertama bagiku merasakan hal yang semacam ini.

“Haiiii” kata Putra menyapaku dan aku pun hanya bisa tersenyum malu
“Aku Putra, kamu”
“Zufa” jawabku tegas
“Senang bisa kenal kamu”
“iyaa, aku juga” jawab ku lembut dan bergegas meninggalkan Putra yang lagi bengong.

Malam yang berbeda dengan malam-malam yang telah berlalu, aku terus kebayang wajah ganteng dan senyum nya yang manis.
“Ya Allah, kenapa ini ya, kok kebayang bayang wajah dia terus, aku tak pernah merasakan hal yang seperti ini” aku berkata dalam batinku dan pikiranku mulai kebingungan memikirkannya. Lelah ku merasakan itu semua akhirnya aku pun tertidur dengan lelepnya.

Esoknya, pagi-pagi selaki, aku didatangi Putra saat aku duduk sendiri menunggu teman-teman datang.
“Pagi Zufa” sapanya manis
“iya” jawabku yang singkat
“Lagi nunggu siapa, aku yaa…?” katanya sambil tertawa-tawa. Dan aku hanya bisa tersenyum.

Suatu hari, aku punya kesempatan jalan bareng sama Putra. Saat ada di taman, kami lelah, karena berjalan cukup jauh, akhirnya, kami pun duduk di kursi yang ada di bawah pohon rindang dan bunga di sekeliling kami dan di depan kami pun ada danau beserta pegunungan yang terjajar rapi dan indah, suasana itu pun sangat romantis.

“Zufa….” kata Putra dengan nada rendah ia memulai pembicaraan
“iyaa…” jawab ku pelan sambil menoleh kearahnya.
“Please, kiss me…” kata Putra yang kelihatan serius
“apa, gak salah denger aku…?” jawabku yang kaget
“gak kok..!!!”
“emang, aku siapanya kamu, kok berani-beraninya ngomong kayak gitu…?”
“maunya kamu, mau jadi apa”
“aku gak tau”
“lha kenapa kok gak tau..?”
“ya gak papa, ya udahlah, kita pulang, ini sudah sore” kataku mengalihkan pembicaraan
“iya” katanya singkat

Malam ini aku duduk melamun sambil memikirkan hal yang terjadi di taman tadi sore
“kkrriiinnggg” bunyi handphone ku yang seakan memanggilku untuk menerima telfon nya dan ternyata dia adalah Putra yang menelfonku
lama kami bicara, walau dengan jarak jauh, tapi aku terasa dekat dan merasakan perhatiannya padaku dan aku berfikir dia ada sesuatu padaku, dia menyimpan perasaan padaku dan itu sama seperti yang kurasakan padanya

Esok harinya, aku bertemu dia, dia tersenyum manis padaku dan aku pun membalas senyum nya.

Beberapa hari berlalu, saat aku hendak ke perpustakaan, aku melihat Putra duduk berdua sama Ana, temen ku. Aku tak habis fikir, kenapa Putra lakuin semua itu.

Malam ini, aku telfon Putra untuk meminta penjelasan atas semua ini
“Putra, dari pertamaaku tau kamu, aku sudah jatuh cinta sama kamu, aku sayang kamu…!!!”
“makasih, udah sayang aku.. tapi maaf, aku udah sama Ana.”
“kamu kok gitu, ku kira kamu ada rasa sama aku, aku udah memberi harapan yang lebih untuk mu dan aku udah terlanjur sayang sama kamu..!!!”
“mmaf, bukan maksud ku membuat mu sakit hati atau terluka, tapi aku suka sama Ana, bukan kamu!!!”
Aku langsung menutup telefon, karena aku sudah tidak mau mendengarnya lagi dan saat aku sudah mendengar penjelasan nya, aku langsung menangis, aku tak kuasa menahan ini

Esok nya Putra menyapaku, dan aku langsung meninggalkannya dan tanpa menghiraukan sapaannya itu karena aku juga sudah terlanjur sakit hati.

Dua tahun berlalu, aku pun lulus dari sekolah menengah pertama dan aku mencoba melupakan Putra dan melupakan semua kejadian itu

Pertama aku masuk sekolah menengah atas. ternyata aku masih kebayang dengan Putra, dengan semua perlakuannya padaku
Tapi saat aku tau ada seseorang yang berbeda di antara teman-teman. dan dia adalah Fahmi, orang yang juga bisa memikat ku, sama separti Putra, dan rasa ini hampir sama dengan apa yang kurasakan pada Putra, dan saat pertama ku melihat nya yang menatapku dan itu membuat ku salah tingkah
“kamu siapa?” tanyanya
“Zufa, kamu”
“Fahmi”
Dan semanjak perkenalan itu, aku jadi semakin akrab dengan Fahmi, aku sering disms ataupun ditelfon
saat aku telfon Fahmi, aku mencoba mengungkapkan semua perasaan ku
“Fahmi, aku suka kamu
“oh ya”
“iya”
“yang bener”
“iya”
“aku juga kok”
Mendengarnya, aku sangat senang, karena perasaan ku juga dibalas

Beberapa minggu kemudian Fahmi berubah jadi cuek sama aku, seakan acuh tak acuh padaku, aku jadi bingung kenapa dia berubah padaku. sampai aku penasaran kenapa dia jadi begini.. akhirnya aku sms dia, dan bertanya kenapa dia berubah padaku dia hanya menjawab
“gak papa”
Sungguh dia berubah padaku, sampai akhirnya dia mengakui kenapa dia berubah padaku, ternyata dia sudah tak ada lagi perasaan sama aku, aku merasa sangat kecewa, padahal aku telah memberinya kesempatan
kenapa hal ini terulang kembali padaku untuk yang ke dua kalinya. aku tak bisa berkata apapun, sakit hati yang dulu pernah kurasakan, kini terulang kembali, dan sakit banget
“Ya Allah, aku sudah tak kuat lagi merasakan ini semua” batinku yang sambil menangis

Beberapa tahun kemudian aku lulus dari sekolah menengah pertama dan oleh kedua orangtua ku, aku akan dijodohkan oleh anak dari teman ayahku. awalnya aku berontak, aku gak mau, karena aku gak kenal dia, tapi akhirnya hatiku luluh dan menerimanya.

Hari ini aku bertemu keluarga temannya ayah, aku hanya diam dan diam, sampai akhirnya, aku bertemu dia, dia Didin Wijaya. dia manis, baik hati, dan akhirnya hatiku pun luluh padanya.. aku dan Didin akrab, saling menyayangi
minggu depan aku tunangan dengan nya, keluarga kami sepakat untuk menikahkan kami saat aku sudah lulus kuliah
aku beruntung mendapatkan Didin, karena dia lebih baik dari Putra dan Fahmi. Aku dan Didin bahagia karena telah diciptakan untuk bersama, saling menjaga dan menyayangi

TAMAT

Cerpen Karangan: Ifda Zuhrotul Faizah
Facebook: Ifdha Fanfhalhooppeers
nama Ifda
sekolah MAN TUREN MALANG
alamat Dampit

Cerpen Berawal Sakit, Berakhir Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman Facebook yang Misterius

Oleh:
Saat jam menunjukkan pukul 3 pagi, Andine terbangun dari tidur nyenyaknya. Saat itu waktunya Andine online. Itu kebiasaannya ketika dia tidak bisa tidur… “wow…,, 35 notifications..” ucap Andine reflex.

Jam 00:18, 118 Langkah

Oleh:
Embun pagi menghiasi pagiku yang dingin. Dinginnya pagi menyelimutiku yang bahkan berselimut jaket tebal. Termenung sendiri di dalam kelas kosong yang hening dan sepi. Sebagai penghuni pertama di kelasku,

Jangan Renggut Pangeranku, Dik

Oleh:
“Terima! Terima!” riuh suara terdengar dari halaman kampus. Puluhan mahasiswa sigap berdiri memandangi pemandangan yang ada di depannya. Berkerumun dan berkasak-kusuk mengomentari sesuatu yang diimpikan oleh hampir seluruh wanita

Untuk Kamu

Oleh:
“Huuufffttt” desah Ryesa, hari benar-benar melelahkan untuknya. Gadis manis ini harus membiarkan kaki-kakinya beristirahat tenang. Tak biasanya supir pribadinya lupa menjemputnya sepulang kursus Bahasa Jepang. Walaupun sebenarnya jarak tempat

Garsel

Oleh:
Dia. Aku hanya bisa menatapnya dari jauh. Paling dekat aku hanya bisa menatapnya dengan jarak 10 cm. Hanya itu. Paling jauh adalah saat dia. menghilang dariku. Entah kenapa aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *