Berbicara 6 Mata

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 November 2017

Namaku nadia, aku adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Kata orang, anak terakhir itu pasti manja banget. Karena, anak terakhir itu paling disayang.

Aku memang anak yang manja banget. Bukan hanya manja kepada orangtuaku saja. Tapi kepada kedua kakak laki-lakiku. Karena, aku adalah adik perempuan satu-satunya. Makanya kakak-kakakku sayang sekali sama aku. Saking sayangnya, setiap ada cowok yang deketin aku. Pasti aja dimusuhin sama kakak-kakakku. Sampai-sampai cowok yang tadinya deketin aku, tiba-tiba langsung menjauhi aku.

Terkadang aku marah dan kesal sama kedua kakakku. Tapi aku tahu mereka melakukan ini, karena sayang sekali sama aku. Apalagi mamah dan papahku juga memberikan pesan kepada kedua kakakku. Untuk selalu menjaga dan melindungiku dari bahaya apapun.

Hari ini aku masuk ke sekolah dengan hati yang ceria. Karena, hari ini akan ada lomba menyanyi di sekolahku. Dari kecil aku suka sekali menyanyi. Makanya, sampai besar gini hobiku tetap menyanyi. Aku mengikuti pelajaran dengan senang hati. Kebetulan, aku suka sekali materi yang diberikan oleh guruku. Saat guruku sedang asyik menjelaskan materi. Tiba-tiba saja, bu kepala sekolah masuk ke dalam kelas. Ibu kepala sekolah memperkenalkan murid baru yang bernama rendi. Baru pandangan pertama saja hatiku sudah meleleh melihatnya. Apalagi kalau berkenalan dengannya, pasti jantungku bisa lepas. Bu guru pun mempersilahkan rendi untuk duduk di sampingku. Jantungku tiba-tiba jadi gak konsisten karena rendi duduk di sampingku. Tetapi karena gengsi, aku pun mencoba biasa saja.

“Hai, kenalin aku rendi” sapa rendi
“Hai juga, aku nadia” ucapku sambil menjabat tangan rendi
“Tangan kamu kok dingin sih” tanya rendi heran
“Mmm… Aku kedinginan” jawabku beralasan

Rendi memandangku dengan tajam sekali. Membuat diriku semakin menjadi panas dingin. Aku pun tetap mencoba bertahan, walau rasanya sulit sekali.
Bel sekolah pun berbunyi waktunya kami untuk pulang ke rumah masing-masing. Seperti biasa aku pun menunggu kakakku di gerbang sekolah. Biasanya kakakku selalu ada di depan sekolah sebelum bel berbunyi. Entah mengapa, hari ini sepertinya kakakku akan telat menjemput. Saat aku sedang menunggu kakakku tiba-tiba saja rendi stop di depanku.

“Nadia, lagi menunggu siapa” tanya rendi sambil tersenyum
“Lagi nunggu jemputan” jawabku
“Oh gitu, ya udah ikut aku saja. Siapa tau jemputanmu nanti lama” ajak rendi
“Makasih, maaf yaa aku gak bisa. Soalnya kakakku gak suka kalo aku diantar sama laki-laki. Bisa-bisa dijahilin sama kakakku. Emangnya kamu gak takut” ucapku agak jual mahal sedikit

Tanpa berkata apa-apa, rendi pun menyalakan mesin motornya dan pergi. Aku sedih sekali melihat rendi pergi begitu saja. Padahal, sebenernya aku mau banget diantar pulang sama rendi. Tak beberapa lama setelah rendi pergi. Kakakku pun datang, aku langsung naik ke mobil.

“Dek, kenapa mukanya sedih” tanya kakakku
“Nggak, adek biasa saja” jawabku
“Jangan bohong dek, kakak kan tahu kalau kamu lagi sedih sama senang” ucap kakakku sambil melihat ke arahku

Aku pun menceritakan tentang rendi kepada kakakku. Seperti biasa, nasehat yang super duper banyak menyerbu telingaku. Aku memang anak yang tidak bisa berbohong. Makanya, setiap kali ada masalah aku selalu bercerita jujur kepada kedua kakakku.

Keesokan harinya aku masuk ke sekolah dengan semangat. Karena, aku ingin sekali cepat-cepat bertemu dengan rendi. Saat aku tiba di kelas, kulihat rendi sedang membaca bukunya. Aku pun membuka bukuku dan membacanya juga. Sesekali aku memandang rendi dari balik bukuku. Jantungku langsung berdebar dengan kencang. Belum pernah rasanya aku merasakan jatuh cinta seperti ini.

Tak terasa pelajaran telah selesai. Aku pun menunggu kakakku di gerbang sekolah. Saat aku sedang menunggu, rendi pun menghampiriku dan mengajak aku untuk jalan bersamanya. Belum sempat aku menolak, tiba-tiba kedua kakakku sudah ada di depan kami.

Kakakku pun mengajak rendi bicara 6 mata di dalam mobil, sambil menarik paksa rendi. Begitulah, setiap ada laki-laki yang dekat denganku. Kakak-kakakku selalu mengajak mereka bicara. Setelah bicara, pasti mereka menjauhiku. Sebebernya aku tidak ingin rendi menjauhiku. Makanya sejak awal aku tidak ingin kakakku melihatku dan rendi saat berdekatan.

Setengah jam aku menunggu, akhirnya rendi keluar juga dari mobil. Tapi anehnya, entah memang kakakku lupa padaku atau bagaimana. Kedua kakakku tiba-tiba menjalankan mobilnya tanpa mengajakku. Disaat aku sedang kebingungan rendi pun mengajak aku pulang bersamanya.

“Ayo kita pulang” ajak rendi tersenyum
“Pulang” ucapku heran
“Iya, kamu pasti kebingungan yaa. Kakak kamu bilang kalau aku sudah lulus tes. Jadi, aku boleh mengantarkan kamu pulang atau mengajak kamu jalan. Yang penting harus izin terlebih dahulu” jelas rendi

Aku pun menaiki motor rendi sambil memeluknya dengan erat. Belum pernah rasanya ada laki-laki yang bisa membuat kakakku luluh. Aku dan rendi pun menghabiskan waktu di semua tempat yang indah. Betapa bahagianya aku saat ini, tak bisa aku lukiskan dengan kata-kata.

Cerpen Karangan: Aprilia Tresia Tang
Facebook: Aprilia Tresia

Cerpen Berbicara 6 Mata merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hilang

Oleh:
Huh dia lagi, dia lagi. Tak bisa aku lepaskan pikiran tentang dia yang sangat menjengkelkan itu. Setiap pagi, yang seharusnya aku senang dan semangat akan pergi ke sekolah dan

The End of My Life

Oleh:
2856 hours 1440 minutes maybe the rest of my time in this world.. I actually sincere God even I remain grateful for all of this, but there is not

Surat Untuk Ayah dan Bunda

Oleh:
Malam ini, Kakakku melamun di pojok rumah, ku lihat-lihat sambil ku selidiki masalah yang membuat Kakakku melamun. Saat ini pukul 20.00 Kakak masih saja melamun, waktu berjalan dan terus

Ayah

Oleh:
Seperti biasa ketika liburan sudah mulai tiba aku selalu menginap di rumah nenekku, kebetulan ketika itu aku sedang kesal kepada ayahku karena ayah tidak mengizinkanku pergi ke dunia fantasi

Cintaku Tidak Sia Sia

Oleh:
Seperti biasa, rutinitasku setiap hari adalah berangkat pagi-pagi sekali untuk melakukan ritual pagiku di sebuah loker milik seseorang. Seseorang yang telah berhasil membuatku begitu tergila-gila padanya, meskipun aku tak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *