Berpindah ke Lain Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 31 May 2013

“Hana ini adalah hari perpisahan ku, mungkin kita ngak akan sama-sama lagi seperti hari-hari sebelumnya, aku akan melanjutkan kuliah ke BRAMA WIJAYA jawa timur, kamu kan tahu sendiri bahwa aku mendapat beasiswa disana.”
“iya dewa aku tau, mungkin aku bisa kesepian tampa kamu”
“kamu yang rajin blajar ya, agar kamu naik ke kelas 3”
“pastinya, aku yakin kamu disana pasti akan melupakanku”
“yakinkanlah pada hatimu, aku akan selalu mengingatmu, kenangan di SMA ini tidak mungkin aku lupakan”
“aku percaya padamu dewa”
Itu adalah hari terakhirku berbicara langsung dengan dewa, di taman sekolah tempat aku selalu bercanda denganya, namun di hari itu dia juga mengatakan perpisahan denganku.

Telah beberapa bulan kepergian dewa, ia tak pernah lagi mengabariku, rasa sepi ini selalu menemaniku, aku benci dengan kesepian ini. Aku harus menemukan teman.

Keesokan harinya ada anak baru ia sekelas denganku namanya refan, ia lumayan tampan namun keliatannya dia agak sedikit cuek, mungkin sangat susah untuk mendekatinya. Ibu guru telah menperkenalkannya di depan kelas dan refan pun di suruh duduk untuk mencari banggkunya. Tempat duduknya tidak jauh denganku hanya di batasi satu meja dari sebelah kiriku.
Ketika ia berjalan aku menperhatikan langkahnya, sampai menuju bangku tempat duduknya, setelah ia sampai aku tersenyum padanya dan ia pun menbalas senyumku.

Jam istirahat tiba semua temanku berhamburan ke keluar kelas kemungkinan besar mereka pergi ke kantin ataupun ke taman sekolah. Sedangkan refan masih duduk di bangkunya sambil menberes-bereskan buku-bukunya yang berserakan di atas meja.
“refan kamu tidak keluar” ajak viko teman sebangkunya refan.
“tidak viko kamu duluan saja keluar” balasnya.
“ya sudah, aku duluan ya”
“yaaa”

“hai hana, WC sekolah dimana tempatnya?”
“kamu jalan lurus aja, nanti kamu melihat mushola disana kamu akan lihat dimana WCnya” (menunjuk keluar.)
“thanks yaa hana”
“hmmm yaaa”
Refan langsung berlari kecil-kecilan keluar, ya mungkin dia kebelet. Hanya tinggal aku berada di ruangan kelas karena catatan ku masih banyak yang ketinggalan, sepertinya aku lapar aku segera mencari makanan ke kantin. Dalam perjalan menuju kantin aku melihat refan berjalan menuju kelas, terlintas di pikiranku ingin rasanya berteman lebih dekat lagi dengan refan. Tampa pikir panjang lagi, aku menjatuhkan pulpen yang ada di tanganku, ketika aku mengambilnya refan langsung menginjak tangan kananku.
“awww sakit” aku berteriak kesakitan.
“hana, kamu ngak apa-apa kan hana” dengan panik refan memegang tanganku.
“awww sakit refan, sepertinya jari telunjukku patah”
“yang seriuslah hana, maaf kan aku hana aku tidak melihat kamu”
“aduuuh gimana ini sepertinya aku tidak bisa menulis,”
“ya sudah hana jangan panik aku akan membawa kamu ke rumah sakit”

Sesampainya di rumah sakit dokter menberitahukan padaku bahwa aku, tidak bisa menggunakan tanganku untuk beraktifitas seperti biasanya, menulis, menyuap nasi dan berolah raga untuk beberapa hari ini.

Keesokan harinya aku tidak masuk sekolah, aku hanya tidur-tiduran di rumah tiba-tiba saja ada seorang yang memecet bel rumahku, ibuku langsung menbuka pintu rumah.
“ibu siapa yang datang” teriakku dari dalam kamar karena penasaran.
“namanya refan teman sekelasmu” balas ibuku berteriak.
Mendangar namanya refan, aku merasa bahagia atas kedatangannya, segera mungkin aku keluar untuk menemuinya.
“hai refan ada apa”
“bagaimana dengan tangan mu hana”
“hmmm lumayan agak mendingan lah refan”
Refan melirik jam yang ada di tangannya” hana sekarang udah jam 2 apa kamu sudah makan siang, tangan kamu kan sakit berarti kamu tidak bisa menyuap nasi”
“tahu saja kamu kalau aku belum makan”
“ya udah sekarang biar aku yang nyuapin kamu”

Sesuap demi sesuap refan menyuapi aku, aku larut akan kebaikan refan ternyata refan orang yang sangat bertanggung jawab, aku sangat merasa bersalah karena dengan sengaja menjatuhkan pulpen agar refan menginjak tanganku.
“hana” aku terkejut dari lamunanku.
“iya.. ada pa refan”
“hana, di sekolah tadi belajar MTK keliatannya sangat sulit, setelah makan ini aku akan mengajarkannya padamu kamu mau kan?”
“ok dengan senang hati”
“terus setelah itu, keluarkan buku catatan MTK mu aku akan mencatatkannya agar kamu tidak ketinggalan”
“yaaa refan kamu janganlah terlalu baik, nanti aku tidak bisa melupakan kebaikanmu”
“hhmmm biasa aja kali?”

Hampir setiap hari refan mendatangi rumahku, hingga tanganku benar-benar pulih kembali kedatangan refan benar menbuat kesepianku menjadi hilang. aku dan refan menjadi semangkin dekat ia selalu bercerita tentang sekolah lamanya denganku kehidupan di sekolah lamanya sangat menarik hingga aku penasaran dengan ceritanya.

Cerpen Karangan: Yeni Erlina
Facebook: yeniel litle

Cerpen Berpindah ke Lain Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja Merah

Oleh:
Ia berjalan menyusuri pasir yang lembut. Langit mulai memerah, dan semakin lama akan berubah menjadi gelap. Dalam remang-remang sinar matahari yang akan tertidur di peraduannya, Faras mulai berjalan kembali

Mega Mendung (Part 1)

Oleh:
Namanya Mega Melandrani, bersekolah di SMA Pancasila. Kini dia duduk di kelas 12. Jika semua anak yang sedang gugup untuk menghadapi ujian itu sama sekali tidak dirasakan Mega. Dia

Lost And Love

Oleh:
“ku temukan alasan apa yang pantas sebagai elakan untuk menyerah, menyerah dan berdamai dengan perasaan ini. Alasan yang sangat nampak dari masa lalu, masa yang menghubungkanku denganmu di masa

Dibalik Sapu Tangan Biru

Oleh:
Bulan Juli tahun 2011 Asty berangkat ke Yogyakarta guna untuk melanjutkan kuliah S1. Tiba disana dia disambut hangat oleh sahabatnya Yuni yang juga kuliah s1. Walau berasal dari kota

Bisikku Pada Hujan

Oleh:
Hujan mengguyur Banjarmasin sore ini, membasahi setiap jengkal tanah dan atap-atap rumah yang karatan. Hujan. Di mataku hujan adalah jembatan kenangan, membawa sejuta cerita. Ah, sialnya. Cerita yang dibawa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *