Biarkan Aku (Kembali) Jatuh Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 27 March 2019

Sama seperti hari-hari sekolah biasanya, ketika bel istirahat berbunyi lagi-lagi sebuah buku yang menjadi temanku. Kali ini buku biografi Dante Alighieri, seorang penyair kelahiran Florence, Italia. Sudah lama aku menyukai sastra klasik, jadi sudah tentu aku juga membaca biografi para sastrawan dunia.

Halaman demi halaman kubaca ternyata Dante punya kisah hidup yang menyedihkan juga, ketika cintanya bertepuk sebelah tangan. Aku hanyut saat membacanya hingga seorang tiba-tiba duduk di sampingku dan sontak berbicara. “Hen, ga bosen apa baca terus? Ga tertarik main-main sama teman gitu?” sambil tersenyum ke arahku. “Eh Nin namanya baca ga pernah bosen dong, sebetulnya gue mau aja main sih sama teman-teman, tapi bingung mau ngomongin apa nanti” jawabku. Nindya adalah teman yang paling mengertiku, setiap aku sendirian membaca dia selalu menghampiriku dan bertanya mengenai kebiasaan bacaku yabg menurutnya sudah kelewat batas normal.

“Hen, lu pernah ga jalan-jalan gitu ama teman sepulang sekolah?” tanya Nindya. Sontak aku bingung nah jawab apa, karena selama ini yang kulakukan sepulang sekolah pasti langsung pulang ke rumah dan kembali melanjutkan bacaanku. “Duh ga pernah Nindya, gue mah sepulang sekolah ya langsung pulang” jawabku dengan polosnya. “Kalo sepulang sekolah ini kita jalan-jalan ke taman gimana Hen? Sekalian biar lu juga bisa liat pepohonan yang hijau-hijau jangan cuma baca doang. Mungkin aja lu dapet cewe di sana” Nindya kemudian tertawa, aku pun ikut tertawa mendengarnya. Tak lama bel masuk berbunyi kamipun langsung kembali ke tempat duduk masing-masing karena pak Zul langsung masuk ke kelas kami, maklum hari ini akan ada ulangan kimia.

Hari berlalu dengan cepat saatnya pulang sekolah, Nindya pun langsung menghampiriku dan bertanga mengenai rencananya tadi, aku pun mengiyakan. Kami pergi ke taman kota dengan naik sepeda motor milikku. Sesampainya di sana kulihat suasananya cukup asri udaranya sejuk tidak seperti di lingkungan sekolah kami. Nindya lalu mengajakku berkeliling taman itu, tampaknya dia sudah sering ke sini karena dia tahu persis semua tempat di taman ini.

Setelah lelah berjalan Nindya mengajakku duduk di bangku dekat pohon beringin yang cukup besar. Anginnya sepoi-sepoi aku begitu menikmati suasananya. Tepat di depan kami ada sebuah air mancur yang mirip seperti air mancur trevi di Italia. Tapi tunggu aku teringat sesuatu hal saat melihat air mancur yang berada tepat di tengah-tengah taman itu. Aku tersadar dahulu aku pernah mengajak seseorang yang kucintai ke taman ini. Ya Adriana tak salah lagi, setahun yang lalu aku mengajaknya ke sini. Kami berjanji akan bertemu di dekat air mancur itu. Tapi semuanya tidak seindah yang kukira, di tempat inilah aku melihat dia dengan lelaki yang tidak kukenal. Aku masih ingat dimana lelaki itu merangkul Adriana, mereka terlihat begitu mesra. Seketika itulah hatiku begitu hancur, ya aku patah hati. Aku langsung pulang dengan penuh kesedihan, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan selama 3 bulan berikutnya. Yang ada di pikiranku hanya bertanya salah apakah aku hingga Adriana berbuat sekejam itu, padahal aku telah berjanji untuk bertemu dengannya di taman itu. Sejak itulah aku tidak mau mengenal cinta kembali, makanya aku membatasi pergaulanku agar aku tidak pernah jatuh cinta lagi.

Nindya tampaknya bingung melihat lamunanku, dan dia pun bertanya satu hal “Hen lu pernah ga jatuh cinta?”. Sontak aku tersadar dari lamunanku, mendengar kata-kata itu seperti petir yang menyambarku. Aku bingung mau menjawab apa, masa lalu itu sungguh menyakitkan bagiku bahkan akupun tidak mau mengingatnya lagi. “Hen? Kok diam aja?” tanya Nindya lagi. Aku tak tahu apa yang harus kujawab tanpa sadar aku langsung berlari ke arah luar taman tepatnya ke parkiran. Nindya yang melihatku lari begitu saja langsung berteriak “Hen mau ke mana Hen?” aku tak mempedulikan lagi sekelilingku langsung saja kuambil sepeda motorku dan tancap gas ke arah rumah. Dengan pikiran yang dihiasi memori kelam itu aku tak berkonsentrasi mengendarai motor. Tiba-tiba saja sebuah mobil melaju dengan kencang dari arah berlawanan dan motorku kehilangan keseimbangan, hingga mobil itu menabrakku. Aku terpental dan menghantam aspal, untungnya aku memakai helm namun setelah kejadian itu aku tidak sadarkan diri.

“Di mana aku?” aku membuka mataku, aku melihat sekelilingku ada ayah dan ibuku di sana tampak sangat cemas, serta Nindya dia juga disana tampat raut mukanya sangat sedih mengetahui keadaanku. Lantas ibuku langsung memelukku dia begitu senang aku siuman setelah berjam-jam koma. Aku tak ingat apapun kenapa aku bisa di sini, semuanya tampak gelap. Hingga Nindya menceritakan hal buruk yang baru saja menimpaku kemarin. Nindya tampak merasa bersalah atas musibah yang menimpaku, mungkin dia berpikir jika tidak mengajakku ke taman, tidak akan terjadi peristiwa ini. Kulihat tubuhku penuh luka dan banyak perban yang membungkusnya. Aku berpikir pasti insiden yang menimpaku sangat buruk, beruntung aku masih tetap hidup.

Tiga bulan kemudian, aku telah kembali bersekolah, entah kenapa kali ini aku lebih membuka diri dengan lingkungan sekitar. Aku mulai bermain dengan teman-teman yang lain, namun Nindya tentu dia temanku yang paling baik aku sangat berterima kasih padanya karena selama aku sakit dia sering datang untuk menemaniku atau sekedar membawakan buah tangan. Disaat inilah aku mulai merasakan perasaan yang telah lama hilang, ya aku merasa jatuh cinta padanya.

Saat sepulang sekolah aku mengajaknya untuk makan di kantin sekolah, dan dia mengiyakan. Kemudian kami bercerita banyak hal hingga entah apa yang menyambarku, aku mengatakan itu. “Nin waktu itu lu pernah nanya ke gue kan, apa gue pernah jatuh cinta, bener ga?”. Nindya merasa cemas mendengar perkataanku, takut kejadian yang sama akan terulang lagi. “Hen, udah ga usah dijawab kok, gue gamau lu kaya waktu itu lagi Hen” pinta Nindya. Aku tersenyum kearahnya sambil berkata “Nin jujur gue pernah jatuh cinta dan sekarang gue lagi jatuh cinta” jawabku. “Jatuh cinta sekarang? Sama siapa? Wah hebat bisa jatuh cinta juga rupanya lu Hen” saut Nindya. “Iya dong, gatau kenapa gue jatuh cinta sama lu Nin gue ngerasa hubungan kita udah spesial banget” tegasku. “Hen, kenapa kita sama?” sontak Nindya. “Sama apa maksudnya?” jawabku dengan bingung. “Iya Hen sebenernya udah lama gue juga suka sama lu, sebelum musibah itu malahan” lalu Nindya tersenyum kearahku. “Nin gimana kalo kita memulai hubungan baru kita sekarang, lu mau kan?” pintaku. “Ga mau ah” sontak Nindya. “Lho kenapa?” lantas aku kaget. “Maksudnya gamau, ga mau nolak lu” lalu Nindya tertawa, akupun ikut tertawa, inilah hari dimana aku kembali jatuh cinta.

Cerpen Karangan: Hendra Bagus Purwanto
Blog / Facebook: Hendra Purwanto

Cerpen Biarkan Aku (Kembali) Jatuh Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Halaman Terakhir Diaryku

Oleh:
Senja itu aku masih duduk di kursi taman sebelah rumah kostku, kubuka buku Diari masa remaja ku yang telah usang, yang sengaja aku minta adikku untuk mengirimkannya ke rumah

Way Back Into Love

Oleh:
Kamu dan aku. Dua buah kursi dan sebuah meja menemani kita. Kenapa begini? Larut dalam diam selama 1 jam ini. Sore ini aku dikejutkan kedatanganmu yang mendadak, bisa dibilang

Origami

Oleh:
“Ah seneng banget, seharian full gue bisa di deket lo” “Kapan sih lo jadi milik gue? Peka dong!” “Oh ternyata lo udah ada yang punya ya? Maaf gue terlalu

Hydrangea

Oleh:
Pesona bunga Hydrangea selalu nampak bermekaran untuk menghiasi awal musim panas yang cerah. Meskipun hujan kerap kali membasahi Hydrangea, dirinya tetap saja menghasilkan pemandangan yang sangat cantik. Air hujan

Kesahatan itu Mahal Harganya

Oleh:
Nisa menarik nafas dalam-dalam. Pikirannya kosong menerawang ke langit. Dua mata pelajaran hari ini menguap begitu saja. Bahkan sampai jam terakhir, tidak ada satupun materi masuk ke otaknya. Otaknya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *