Bidadari Tanpa Sayap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 3 July 2013

Awalnya aku sempat tak percaya. Diriku yang serba biasa ini semakin terenyuh meratapi nasib buruk yang menimpaku saat mengetahui dokter telah memvonis diriku mengalami gangguan pada indera pendengaran, dan itu sudah hampir tidak mungkin untuk dikembalikan seperti semula.

“jadi dok.. selanjutnya bagaimana?” tanyaku tak berdaya.
“sabar, meskipun demikian kamu masih bisa kok mendengar. hanya saja kualitas pendengaran kamu sedikit berkurang” dokter meyakinkanku.
“coba saja terapi yang saya berikan ya, semoga bisa membantu” lanjutnya.
“iya dok, tapi kira-kira apakah tidak ada jalan lain?” harapku.
“bisa saja, ada alat yang bisa kamu pakai untuk membantu menambah pendengaran kamu, tapi itu juga butuh biaya yang tidak sedikit” jelasnya.
“emm. kalau saya boleh memberikan saran, daripada kamu membeli alat itu, selain harganya yang cukup mahal, lebih baik kamu jaga telinga kamu dengan baik, dan usahakan sering kontrol. terus jangan lupa di minum teratur obatnya, bagaimana?” dokter mencoba menenangkanku
“baiklah, mungkin saya akan mencoba saran dokter” jawabku

Setelah pulang dari praktek dokter, akupun menjadi bimbang. perasaan antara sedih, bingung dan minder jadi satu. karena ketika itu aku didampingi kekasih pujaan yang selama ini sangat aku sayangi, dan dia pun mengetahui akan hal ini.
“sabar ya..” hiburnya sambil senyum menguatkanku
“iya..” sahutku sambil tertunduk
“iya, yuk kita ambil obatnya” ajaknya sambil menuju apotik

Aku pun membuntutinya meski dengan langkah yang berat
“ini obatnya sayang, ingat pesan dokter tadi. minum obatnya yang teratur nanti biar cepet sembuh” ia mengingatkanku dengan senyumnya yang tiada duanya itu.
“iya sayang” jawabku dengan tak kalahnya membalas senyumnya
“ya sudah, sekarang kita cari makan dulu yuk, habis itu nanti di minum obatnya” ajaknya.

Diapun jalan terlebih dahulu di depan, lalu…
“uhuk. huk. huk. hukkkk!!”
Aku melihat ia batuk, ternyata dia sakit. akupun jadi khawatir..
“sayang sakit?”, tanyaku cemas.
“gak kok yang, cuman batuk biasa” jawabnya menenangkanku.
“kenapa gak istirahat aja sih yang kalau sakit?” aku merasa bersalah karena meskipun dia sakit tapi masih merelakan dirinya untuk menemaniku berobat.
“gak apa-apa sayang, nanti juga sembuh kok” jelasnya sambil senyum.
“sayank..” sahutku lirih
“maaf yaa, sayang minum obat yaa” lanjutku
“gak. gak apa-apa sayang. cuma batuk biasa aja kok. yuk, kita jalan” sahutnya.

Akupun sebenarnya tidak tega, lalu aku kembali ke apotek untuk beliin obat meskipun aku tahu ia sangat sulit minum obat di saat sakit. lalu aku pun mengajaknya makan di warung yang tak jauh dari praktek tempatku berobat.
Meski aku lapar, aku merasa kurang lahap makan. aku merasa sedih karena hal memalukan yang baru saja menimpa diriku, aku juga takut kalau saja kekasih pujaan hatiku ini akan meninggalkanku. aku merasa tidak punya harga diri lagi. apa yang akan aku banggakan didepannya?
Aku yang tak seberapa ini, yang biasa-biasa saja justru harus di tambah dengan kejadian yang mungkin bisa di bilang memalukan. Aku ragu, dan sempat pasrah andai kata ia ingin meninggalkanku.

“my. (panggilan sayangku padanya, Mygy)” panggilku lirih
“hemmm.” sahutnya sambil terus lahap memakan ayam bakar.
“my..” ulangku
“kenapa by..? (panggilan sayangnya padaku, Myby)” jawabnya sedikit meninggi karena terganggu konsentrasinya mencuil daging ayam bakar, lalu menoleh, “kenapa sayang?” lanjutnya.
Akupun terdiam, sebenarnya ragu ingin menyampaikan pertanyaanku tentang tanggapanya setelah ia mengetahui diriku yang sedikit malang ini.
“isshhh.. malah diam tuh na” jawabnya kesal karena merasa dicuekin.
“kenapa juga?” lanjutnya masih penasaran.
“gak papa..” jawabku singkat
“hihhh.. kalau ga papa kenapa mukanya gitu” tanyanya sambil melanjutkan makannya.
“emmm.. Sayang, cinta kan sama myby? sayang kan sama myby?” tanyaku mulai menghilangkan penasarannya
“iya lah, kenapa juga tanyanya gitu tuh?” jawabnya sambil ngrenyutin dahi.
“beneran?” aku mengulangi pertanyaanku
“memangnya kenapa by?” sahutnya kurang jelas karena sambil mengunyah makanan
“emm. enggak. myby cuman takut, kalo aja mygy ninggalin myby setelah tau myby kayak gini” jawabku sambil cemberut dan nunduk lesu
“emh. emh.. emh.. apa-apaan juga myby ini” ketusnya sambil gigitin daging yang tinggal tulang.
“myby sayang.. kalo memang mygy tuh mau ninggalin myby.. udah dari dulu-dulu..” jawabnya sekenanya
“iyaa. tapi myby kan kayak gini my, myby malu sama mygy” sahutku
ia pun melepas gigitannya lalu noleh…
“sayang. buat mygy, sayang itu udah orang yang paling baik yang pernah mygy kenal, gak perlu ganteng, gak perlu pinter dan seterusnya.. tapi sikap myby yang baik, itu udah cukup buat mygy..” jelasnya meyakinkanku dengan wajah kalemnya yang menenangkanku.. suit.. suitt.. oh my GOD..
“you know..?” lanjutnya memamerkan kebiasaanya kalau dia menjelaskan padaku.
“he.. he.. he..” akupun senang tidak kepalang.
“nyengir aja, udah makan tuh nasinya.. ntar keburu di makan lalat tuh..!” sahutnya
“iya, lalatnya cantik yaa..” jawabku bercanda, lalu makan dengan lahapnya.
“yeee..” sahutnya lagi tersipu malu
“pelan-pelan makannya..” lanjutnya khawatir karena melihat cara makanku yang tak biasa..

Senangnya hatiku. ternyata aku sudah berprasangka buruk terhadap Tuhanku sendiri. karena aku berfikir Alloh itu tidak adil. padahal, aku adalah orang yang paling beruntung. meski aku tidak sempurna, tapi aku telah di anugerahkan seorang bidadari yang telah menyempurnakan diriku.

terima kasih ya Robb..

Cerpen Karangan: Toffa eLdiani
Facebook: Fatto Diha

tercipta dari sel sperma dan sel telur pilihan.
lahir ke dunia seperempat abad yang lalu..
biasa saja, tanpa ada kelebihan yang bermakna.
tertarik 100% kepada perempuan.
kadang pendiam, kadang juga menghumor, tapi dikit aja..
intinya, layaknya orang pada umumnya lah..
sliweran di jejaring sosial dengan akun.. fb : Fatto Diha, tweet : @Toffa5Hadi, blog: Surveilans Puskesmas Tanjung Palas Utara

Cerpen Bidadari Tanpa Sayap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cincin Tahun Baru

Oleh:
Aku masih saja duduk termangu disini, bersama deburan ombak, serta langit dengan semburat warna oranyenya. Aku seperti merasakan anugerah yang Maha Kuasa di tempat ini. Ditambah lagi aku baru

Setengah Bagian Hidup Rania

Oleh:
Sejak masa ospek yang berlangsung selama tiga hari itu, hubungan Rania dengan Oki bertambah akrab. Meskipun jurusan yang mereka ambil berbeda, tapi tidak membuat keduanya saling menjauh. Melainkan jadi

Baiknya Begini

Oleh:
“Sudah cukup Han, pikirlah apa yang membuatku seperti ini. Pikir!” Aku berdiam diri menatap langit-langit yang seakan ikut menghakimiku. “Berkali-kali aku katakan padamu, tak usah menghubungi wanitamu itu lagi.”

Antara Sahabat dan Cinta

Oleh:
Namaku Hanifah umurku 16 tahun, Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara kakakku bernama Ray dia berumur 18 tahun dia adalah orang yang tidak pernah sedih dalam hal apapun,

Gadis Berkursi Roda (Part 2)

Oleh:
Aku pun tak mampu menolak tawaran Ghani dan hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Ternyata Ghani mengajakku ke taman belakang sekolah. Taman itu terlihat lebih indah dari biasanya, seperti telah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *