Bimbimbab Bulgogi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Inggris, Cerpen Cinta, Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 1 September 2016

“Cincah!, njang! salamdeul-eun wae eojjaessdeun e naleul ttaleula ida?! ttohan sonsil, yeogi seong su issseubnida! jenjang jenjang! salamdeul-eun wae eojjaessdeun e naleul ttaleula ida?!,” hardiknya kepada dirinya sendiri sembari ia bersembunyi di balik restoran itu. sial! Kenapa itu orang mengikuti gue terus, sih?! Rugi juga, gue dapat nama marga di sini! Sial! sial! Kenapa itu orang mengikuti gue terus, sih?!
Ia pun menolehkan kepalanya ke arah belakang seraya merasakan sesuatu yang tengah menyentuhnya. Dengan cepat, ia terlonjak dari jongkoknya. Lalu, menatap wanita yang ada di depannya.
“Miane!,” kata Arka dengan membungkukkan badannya.
“I am sorry, I dont be able wear Korea language. Can you speak english?,” tanya perempuan itu.
“Oh.. Yes, I can speak English. I think you dont authentic inhabitant Korea, right?”
“Yes, I am from Indonesia.”
“Are you, really?”
“Yes. I really. Why you shock to hear that?”
“Because I same with you. I am from Indonesia.”
“Maaf, saya tidah tahu kalau kamu dari Indonesia.”
“Hehehe. Iya.”

Dengan cepat, Arka mendorong gadis itu untuk lebih masuk ke dalam restoran. Kemudian, menjongkak dan bersembunyi di bawah meja saat Arka melihat orang yang tengah mengejarnya.
“Kenapa kamu bersembunyi.”
“I think, he is lion.”
“Apa? Singa?,” tanya gadis itu.
“We? Oh.. I am sorry. I think, it’s delusion.”
“Can I help you?,” tanyanya dengan menarik tangan Arka untuk duduk di atas kursi. Lalu, memanggil pelayan untuk membawakan makanan hidangan.
“Aigoo! I Miss it,” ucap Arka saat makanannya telah datang kepdanya.
“You never eat that?”
“Yes! I just eat bread and modern food in this country.”
“Hahahahaha. What you athentic Indonesian people. Why you speak English if you be able Indonesia language?”
“I am just little for it. Because my aunt from Indonesia. She’s lives in Indonesia. And My father from New York. I was born in New York. My Mom from Korea. I am more then live in New York. Around seventy years. And, I live in Indonesia, just two years for study culture and control my business. Then, I lives in Korea ten years,” kata Arka menjelaskan.
“Oh…”
“What’s your name?”
“My name, Felly Anggi Wiraatmaja.”
“I am have name Arkana Aditya. Because this is Korea. My name, Lee Young Pal.”
“Lee Young Pal,” gumam Felly mengulang.
“Why you case race with person some time a go?”
“Because, he is need me for lead meeting with client.”
“And, you hidden in here?”
“Yes! Because, I don’t like them is behavior.”
“Why?”
“I must found wife. I think now not period Joseon!,” kata Arka menjelaskan dengan tetap memakan Bimbimbapnya.
Felly hanya bisa tersenyum melihat laki-laki yang ada di depannya. Arka makan begitu lahap. Ia sangat menikmati makanan itu. Sampai-sampai, banyak orang yanag melihat Arka layaknya orang yang kelaparan.

“Miss Felly, thank you for food. We are very like you Bulgogi.”
“Oh, yes. I happy to hear that. But, you be able come back in here. I will lunching new food.”
“Cincah?!,” sentak Arka saat ia mendengarkan percakapan Felly.
“Yes, I think this.”
“Ibwa! yeogi dasi ol su issseubnida! Aracchi?,” ucap Arka semangat dengan mengacungkan sepasang sumpitnya. Hey! Kalian, bisa kembali ke sini! Mengerti??!
“Neeee!,” jawab anak-anak sekolah itu secara bersamaan.
Felly tak dapat melakukan apapun saat ia melihat binar semangat di mata Arka. Laki-laki itu, telah menyita perhatian Felly. Bagaimana tidak? Pemilik restoran dengan bisnis yang ada dimana-mana dan tidak pernah tertarik dengan seorang laki-laki, kini dapat memandang laki-laki dengan durasi waktu yang cukup lama.
“Ahjumma! I must go to in office. My father will angry if know I in here. Ah cam! Thank you for bimbimbap! Bye!”
“Bye!,” jawab Felly lembut.”
“Oh Ahjumma! I forget something. Can yo come in my garden party? Tomorrow! I wait you! Hmmmm or I coming in your home?,” saat ia ada di ujung pintu.
“No, no, no. I will coming. Don’t worry okay?”
“Ahhhh! So good! Okay, I will go come back! Bye!,” kata Arka dengan meninggalkan dompetnya.
“Arka! Your wallet jesus in here!,” katanya melemah saat Arka mulai menjauh pergi.

Felly hanya bisa menatap dompet itu. Ia tak berani membukanya. Awalnya, ia ingin membatalkan janjinya untuk datang ke pesta tamn itu. Mungkin, ia dapat menemukan nomor telepon atau kartu nama di dalam dompet itu. Tapi ternyata, ia hanya bisa memandanginya.
“Nona, kenapa anda tidak tidur? Bukankah, besok anda akan ada pemotretan?,” tanya pelayan Felly saat melihat Felly tertunduk serius menatap sebuah dompet.
“Batalkan semua jadwalku besok. Aku akan ada acara!”
“Tapi…”
“Bilang juga kepada manager untuk pengaturan awal pemotretanku!,” kata Felly dengan meninggalkan pelayannya.
Sejenak, pelayannya merasa keheranan. Bagaimana tidak? Majikannya adalah robot yang tidak dapat dihentikan saat bekerja. Selama apapun ia sakit, pikirannya selalu bekerja, bekerja dan bekerja.Tapi, semuanya berubah setelah mentap dompet itu.
“Yoboseo?!,” tanya Felly ari seberang telfon. Mengingat, tidak ada nama di telepon itu.
“Hay Miss Felly. I think, I must call you. Sorry, I disturb in your night.”
“Oh… Mr. Arka. It’s nothing. By the way? What happen you call me in the night?”
“I am just announcement for you. About may address. So, I scared you dazed.”
“So?”
“So, I will send my address via massage. Bye and wait for five minute!,” pinta Arka.
Felly pun bangun dari tidurnya. Sejenak, ia bergumam dalam hati mengenai laki-laki itu. Ia merasa, aneh. Pada jam malam seperti ini, kenapa ia tidak tidur?
“Gwangnam?,” gumam Felly saat ia telah membuka SMS dari Arka.
“Bukankah ini dekat dari sini?!,” batin Felly.
Gwangnam adalah salah satu kota yang hanya terdiri dari orang-orang elit. Ibarat Indonesia, Gwangnam adalah Jakarta.

“Hey!,” sapa Arka kepada Felly saat Felly telah sampai di pesta itu. Begitu megah pestanya. Dengan gaun merah yang penuh dengan permata serta andal tinggil hitam yang begitu elegan membuat dirinya terlihat begitu cantik.
“You are beautiful!,” ucap Arka.
“Thank you!,” jawab Felly dengan senyumannya.
Tanpa Felly sangka, Arka menggandeng tangannya untuk berjalan menuju ke arah teman-temannya. Kemudian memperkenalkan Felly kepada teman-temannya. Bahkan, Felly tersentak saat ada salah atu dari mereka adalah orang Indonesia asli. No blasteran.
“Felly! I think, we must go leave this place.”
“Why? This is your party, Arka.”
“I think, I miss your bimbimbap.”
“What? You miss aa food?”
“Yes! Please! I am promise pay for you.”
“No, no, no. Do it’s not problem. Okay, let’s go in my resturant.”
“Yes!!! Thank you very much!”
“You are welcome!”

Merekap un pergi bersama menuju restaurant Felly. Sesampainya di sana, Felly memaasakkan makanan kesukaan Arka dengan kerasinya yang baru. Kemudian, menghidangkannya untuk Arka yang tengah menunggu di meja makan.
“Ahhhhh! Matta!,” ucap Arka dalam bahasa Korea.
“You are my remamber about something!”
“What it is? Tell me now!”
“About, someone.”
“Who is this?”
“He is the former my lover. People, what really I love. I have never can forget him. Until now, I still often remembered with him. He have said at me, if he will find I though we have disjointed. As far as any of our distance. But, altogether vanish. I have a long wait him. He really the no. Each, every night, I always longing him. You know, your is same voice precisely with its property”
“Bagamaina jika orang itu telah ada di depanmu?,” tanya Arka dengan membuka kacamatanya.
Felly hanya bisa menutup mulut dan hidungnya. Ia tidak pernah menyangka kalau orang yang selama ini ia tunggu telah ada di dekatnya.
“Awwwww!!!! Sakit!,” desis Arka saat taparan mendarat di pipinya.
“Kenapa kau tidak jujur kepadaku, hah? Kenapa kau hars bersembunyi dariku, Arka?!!!”
“Felly! Aku mengerti bagaimana perasaanmu. Aku, juga faham bagaimana rasanya.Tapi, aku melakukan ini karena sebuah ketakutan yang tidak pernah bisa aku tepis saat aku harus menatap matamu. Maaf, karena telah membuat kamu menunggu terlalu lama.”
Apa kau pikir aku senang dengan caramu?!!! Arka, aku bukanlah gadis yang hanya bisa melihat di sisi finansialmu. Aku…” katanya terputus saat ia merasa tenggorokannya tercekat.
“Kenapa kau berhenti berbicara.”
“Aku membencimu!,” kata Felly dengan air mata yang mulai turun begitu deras dari kelopak matanya.
“Kau memnag pantas membenciku. Tapi satu hal yang harus kau tahu. Aku tidak pernah mengingkari janjiku untuk datang kembali padamu! Karena kau tahu, Arkana Aditya milikmu tidak akan pernah berubah meski dunia merubahnya. Aku akan tetap sama seperti dulu. Sama seperti Arka yang pernah kau cintai. Begitupula dengan rasaku. Semuanya, masih utuh Felly!”
Felly hanya terdiam dengan tetesan air mata yang terus menerus. Ia tak mampu menatap mata seseorang yang selalu ia rindukan. Sehingga, kediamannya telah membawa kedua lengan Arka untuk melingkup dan mendekap tubuh Felly di malam itu. Malam yang dingin tapi indah.

Lama mereka dalam posisi itu, hingga akhirnya mereka terlepas dari pelukan itu dengan sentuhan akhir. Yaitu, menikmati bimbimbab bulgogi kreasi Felly. Perpaduan dua sejarah dalam satu masakan yang sama.

Kota Jeonju di Jeolla Utara adalah kota asal variasi bibimbap daerah yang paling terkenal di Korea yang dinamakan “Jeonju Bibimbap”. Terdapat beberapa teori mengenai asal usul bibimbab, salah satunya ada yang mengatakan bahwa makanan ini dibuat dari sesaji yang dipersembahkan kepada arwah leluhur. Sehabis melaksanakan jesa, orang-orang saling berbagi makanan sesaji dan mencampurkannya dalam mangkuk. Ada pula makanan sejenis yang dinamakan heotjesabap atau “makanan sehabis jesa”.
Bercampur dengan bumbu bulgogi. Yaitu, campuran kecap asin dan gula ditambah rempah lain bergantung pada resep dan daerah di Korea. Sebelum dimakan, daun selada digunakan untuk membungkus bulgogi bersama kimchi, bawang putih, atau bumbu penyedap lain. Di Jepang, makanan yang sejenis disebut Yakiniku. Dibandingkan dengan Yakiniku, bumbu daging untuk bulgogi dibuat lebih manis. Air pada bumbu cukup banyak sehingga daging tidak dipanggang di atas plat besi (teppan), melainkan di atas panci datar.Terasa begitu nikmat. Senikmat rasa mereka dengan persatuan rindu dan cinta.

Cerpen Karangan: Pratiwi Nur Zamzani
Facebook: Pratiwi Nur Zamzani (Pakai Kerudung Putih)
Nama saya Pratiwi Nur Zamzani. Dapat menghubungi melalui akun facebook saya yaitu Pratiwi Nur Zamzani ( Pakai kerudung putih ) , twiiter @nur_zamzani atau E-mail pratiwinurzamzani[-at-]yahoo.co.id. Dengan no Telepon 085-852-896-207. Dengan alamat, Jl. Rambutan, Pesanggrahan selatan, Bangil, Pasuruan. Prestasi yang pernah saya raih adalah juara 3 Mading, puisi dan cerpen pernah diterbitkan di majalah SPEKTRUM dan berbagai buku antologi. Antara lain adalah, Menjembut Ridhomu, Sapa malam teriak rindu, Dream Wings, dll.

Cerpen Bimbimbab Bulgogi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karenamu, Aku Mengerti

Oleh:
Takengon masih dengan suasana seperti hari-hari sebelumnya sejuk dan dingin bagi para pengunjung Laut Tawar ini. Tak seorangpun dari kelompok kami yang beranjak meninggalankan tenda apalagi untuk beraktifitas terasa

Cinta Sesaat In Bali

Oleh:
Bali merupakan saksi dari cerita cintaku. Awal dari ketidakesengajaanku memperhatikannya. Sosok penyemat di hatiku. Ku bisa dapatkan kasih sayang seorang kekasih darinya. Minggu malam 12 mei disini kisahku dimulai.

Kapok Jadi Playgirl

Oleh:
Liburan telah usai, semua siswa maupun siswi SMA Harapan Nusa masuk sekolah dengan ceria terkecuali Rasha. Entah kenapa pagi itu dia nampak kurang semangat masuk sekolah. “Hay Sha, kok

Saat Bidadari Juga Ingin Dicintai

Oleh:
Hujan malam ini begitu deras mengguyur ibukota Jalanan dibasahi remang cahaya lampu taman menerpa Dingin dan sunyi hanya suara deras bercampur gejolak sang malam Cahaya hitam putih redup padam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *