Bintang Yang Nyata

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 8 November 2017

Aku masih ingat pada malam itu, kau menghampiri diriku yang duduk termenung seorang diri, menatap indahnya langit malam yang ditaburi oleh bintang yang sangat berkilau terang di setiap sisi langit kau datang kemudian duduk tersenyum mendekati diriku, lalu kau memandangku lalu melihat ke atas langit, kemudian kau berkata padaku “langit nya indah ya, ditaburi oleh sang bintantg?”, aku pun tersenyum melihat wajahmu sambil menjawab “iya indah sekali, sangkin indahnya aku tak bosan-bosannya untuk keluar setiap malam hanya untuk memandangi bintang yang sangat indah itu”, “benarkah aku juga sangat suka memandangi bintang, apalagi kalau bintangnya begitu nyata di depan mataku, jadi aku tidak perlu susah payah untuk melihat ke atas untuk melihati bintang itu satu persatu” dia berbicara sambil tersenyum melihat ke arah wajahku, aku begitu sangat terkejut karena kata-katanya barusan kepadaku, aku hanya bisa tersenyum melihatnya.

Aku tak menyangka bahwa dia mempunyai hobi yang sama denganku yaitu bernyanyi, aku langsung terpana ketika aku melihatnya bermain gitar dan bernyanyi, suaranya begitu indah sekali membuat diriku begitu terpesona olehnya, wajahnya yang begitu tampan serta memiliki intelegent yang tinggi, pantas saja semua orang menginginkannya jatuh ke dalam pelukan mereka. Karena begitu asyiknya mendengar suara indahnya itu, aku pun ikut bernyanyi dengannya. Aku sangat merasa nyaman dengannya, dia dapat membuat diriku tersenyum ceria di setiap detik bersamanya.

Karena lelah kami berhenti dari nyanyian kami. Dia kembali menatapku sambil bertanya “apakah kau sangat suka dalam bernyanyi?”, kemudian aku menjawab dengan senyumku yang begitu lebar “iyah, aku suka banget nyanyi apalagi kalau lagu pop atau pun band, bahkan setiap waktu kosongku aku selalu isi dengan bernyanyi, walaupun suaraku tak enak didengar orang lain aku tak peduli, yang terpenting bagiku adalah terus bernyanyi”, dia tertawa mendengar perkataanku, dia berkata “kamu lucu banget deh, kamu pantas jadi seorang penyanyi yang terkenal”, aku langsung tersipu malu atas pujiannya, kemudian aku berkata “aku tidak pernah sedikit pun bermimpi menjadi seorang penyanyi, karena menyanyi adalah hobiku bukan cita-citaku”.

Dia tersenyum dan kembali melihat sekumpulan bintang-bintang yang berada di atas langit, dia kemudian berkata kepadaku “kalau kamu disuruh milih di antara bintang-bintang itu, kamu mau milih yang mana, yang seorang diri atau berkelompok, yang bersinar terang atau yang tidak memiliki cahaya”, kemudian aku melihat semua bintang itu, sambil berfikir bintang mana yang ingin kupilih, aku pun menjawab pertanyaannya “kalau aku disuruh milih… mmmmm aku lebih milih bintang yang berkelompok sih, tapi aku mau jadi yang paling terang. Kalau kamu tanya kenapa, aku akan jawab kalau aku lebih suka mempunyai teman dari pada hidup seorang diri, karena aku takut akan kesendirian, dan aku milih yang paling terang karena aku pengen menjadi seorang yang begitu disukai banyak orang”, seketika dia terdiam memandangi wajahku, lalu aku pun membalas pandangannya, setelah beberapa lama dia berkata “kamu tak perlu takut, kan ada aku di sini sekarang, jadi kamu tak perlu sendirian lagi”, lagi-lagi aku terkejut dengan kata-katanya sambil membatin di dalam hati “apa yang dimaksud olehnya, apa maksud kata-kata dan ucapannya padaku, apakah dia ingin mengatakan sesuatu hal kepadaku atau hanya bercanda saja”, aku sangat bingung sekali dan perasaanku sangat tidak karuan jantungku berdegup kencang, tangan ku mulai menggigil dengan sendirinya, rasanya betgitusangat kacau aku tak tahu apa yang kurasakan saat itu, yang kutahu hanyalah menatap wajahnya. Tatapan dan sorot matanya begitu sangat menghipnotisku, kemudian aku kaget karena aku merasa ada tangan yang tiba-tiba memegang tanganku, aku melihat ke bawah dan ternyata dia memegang kedua tanganku, dan aku menatapnya dengan sejuta rasa yang tak dapat kukatakan saat itu.

Setelah lebih kurang lima menit kami bertatapan, kemudian dia berkata, “jika matahari terang menyinari bumi, maka kau seperti matahri yang menyinari hatiku. Jika bintang begitu indah di malam hari, maka kau dapat mengalahkan indahnya bintang itu. Dan jikalau rembulan menyinari malam hari yang sepi, makakau dapat mengalahkan rembulan di malam hari, kau dapat mengalahkan apapun di mataku”, mendengar semua itu wajahku mulai memerah dan aku tak tahu rasa apa ini, dan apa yang sekarang ini aku rasakan, aku hanya bisa diam tertunduk malu.

Dia kemudian melihati wajah ku, “kenapa kau sama sekali tak menanggapi kata-kataku barusan, apakah kau tahu isi hati ku padamu”. Aku menjawab “aku tak pernah tahu apa yang kau rasakan selama ini padaku, dan aku melihatmu tak pernah sedikit pun pun melirik bahkan melihatku”, “apakah mencintai harus selalu mengikuti seseorang yang kita cintai, menurutku itu semua tak perlu malah hal itu dapat membuat orang yang kita cintai ilfil (jijik) melihat kita”, itu sebabnya aku selalu tampak santai ketika berhadapan denganmu, kau harus tahu kalau rasa ini hanya untukmu kau adalah seorang wanita yang pertama kali aku cintai, aku sangat mencintaimu, kuserahkan segala rasa ini hanya untukmu sekarang aku ingin bertanya apakah kau mencintaiku?”, aku tak dapat berkata apapun aku hanya bisa diam sejenak, kemudian aku beranikan diriku, kupegang tangannya dan kutatap matanya sambil berkata “aku sadari bahwa aku juga sangat mencintaimu, tapi kamu harus tahu mencintai tidak harus memliki, aku tak mau pacaran karena aku hanya fokus ke sekolahku saja, kita tetap bisa berteman”. Kemudian dia pun terdiam dan berkata “ya sudah tidak apa-apa aku ngerti kok apa yang kamu rasakan selama ini”, pada saat itu aku hanya bisa tersenyum lega mendengar jawaban darinya.

Karena sudah larut malam, dia pun pamit pulang dan berkata padaku “aku pulang yah, udah larut malam nih, kamu juga masuk besok kan kamu mau sekolah jangan tidur malam-malam yah giat belajar yah”, aku tersenyum padanya dan berkata “ya, makasih atas waktunya malam ini”, dia pun pulang.

Aku hanya begitu sangat bingung dengan kejadian malam ini, yang membuatku begitu sangat senang, walaupun aku tidak tahu mengapa aku amat sangat senang. Tapi aku juga bingung kenapa aku menolak dirinya.

Cerpen Karangan: Nurhaya
Facebook: Hayya Deluna
tinggal di bANDAR mINGGU dUSUN 1x desa lubuk palas. kelas dua SMA. Anak pertama dari tiga bersaudara.Umur 15 tahun.

Cerpen Bintang Yang Nyata merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Sahabat dan Cinta

Oleh:
Namaku Hanifah umurku 16 tahun, Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara kakakku bernama Ray dia berumur 18 tahun dia adalah orang yang tidak pernah sedih dalam hal apapun,

Menunggu Kamu

Oleh:
Pantai sekarang menjadi surga bagi Tania. Tempat melepaskan semua suka, duka, juga kegalauannya. Galau karena cinta. Ya, lagi-lagi karena cinta. Cinta yang tak terduga. Pada orang yang tak terduga

Masih Seperti Dulu

Oleh:
Aula Symphonia. Gedung ini masih tercium aroma seperti dulu. Tirai beludru merah yang menutupi panggung masih lembut seperti dulu. Dinding dengan pilar-pilar yang masih tetap kokoh seperti dulu. Aku

I Will Love You Forever

Oleh:
Sorot mentari senja mengiringi langkah gontaiku menuju tempat tinggalku. Air mata mengalir di pipiku. Kini semua harapanku pupus sudah. Rangga, seseorang yang telah membuatku jatuh cinta, telah menjadi milik

Kesah Awalnya Kaitu (Part 1)

Oleh:
Di bawah pohon beringin, aku duduk bersembunyi dari sinar matahari yang nampaknya sedang on fire hari ini. Sebatang rok*k ku hisap pelan-pelan sambil menikmati suasana di bawah daun-daun yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *